Sabtu, 25 Februari 2017

Ustadz Husnun N. Djuraid ketika menyampikan materi Fiqh Medsos di Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen.

Malangmu.or.id – KEPANJEN. Perkembangan teknologi informasi yang terus melesat dan semakin merajai serta membudaya membuat PCM Kepanjen tertarik untuk menkajinya di Kajian rutin Ahad Pagi di Masjid Nurul Hidayah Kepanjen (26/2/2017). Untuk mengupasnya lebih mendalam, PCM mengundang Ust Husnun N. Djuraid, Wartawan Senior Koran Malang Post yang terletak di jalan Trunojoyo Malang. Tema yang disampaikan mengenai Fiqh Media Sosial seperti yang telah dikaji di Majelis Tajdid dan Tabligh PWM Jawa Timur beberapa minggu yang lalu.

Dalam paparannya, dosen Ilmu Komunikasi UMM ini menjelaskan tentang perkembangan teknologi sosial media semakin pesat dan membudaya serta mempengaruhi opini masyarakat tentang informasi yang menyebar didalamnya.  Sekitar beberapa tahun yang lalu, media social melalui internet merupakan hal yang mahal dan langka, tetapi seiring dengan perkembangan jaman sekarang era medsos sudah menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup masyarakat, terang Husnun. Hal ini akan membuat mudahnya berita-berita menyebar keseluruh medsos baik berua WhatsApp, twitter, BBM dan lain sebagainya.  Derasnya informasi yang tak terbendung dan merajalela, sehingga filter informasi seakan sulit untuk dilakukan. Berita actual maupun hoax semakin sulit untuk dipilah. Untuk itulah kita sebagai warga Muhammadiyah yang terkenal cerdas dan tangkas dalam dunia informasi harus jeli dalam cek dan ricek. Dalam bahasa al Qur’an adalah bertabayyun seperti yang tertera dalam surat al Hujurat : 6, papar Husnun di hadapan kurang lebih 200  jamaah Muhammadiyah di Kepanjen.

Salah satu ciri berita hoax, tutur Husnun, adalah berita yang menggunakan judul bombastic tapi kontennya biasa-biasa saja. Sehingga pembaca mejadi merasa terkesima dengan judulnya tapi tidak melihat isi dari beritanya. Kadangpula, isinya banyak tapi tidak sesuai dengan judulnya yang terkesan dibesar-besarkan. Intinya judul dibuat menarik tapi isinya tidak bermutu, pungkas Husnun pada jamaah Masjid Nurul Hidayah Kepanjen Malang.


Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen adalah bentuk kajian rutin yang telah menjadi roh pergerakan Muhammadiyah d Kepanjen dan sekitarnya. Kegiatan ini dibina oleh Majelis Tabligh PCM Kepanjen yang di ketuai oleh As'ad Joko Suryanto.  (Joko)

0 komentar:

Posting Komentar