Sabtu, 18 Februari 2017

Dr. Biyanto, ketika memberi tausiyah pada pengajian Ahad pagi PDM di Sekul, Ahad (19/02/17)
Malangmu.or.id -- Tak biasa, pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, kini (Ahad, 19/02/3017) digelar di area Sengkaling Kuliner (Sekul) Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang. Biasanya, pengajian rutin Ahad pagi itu dilaksanakan di ruang aula PDM, namun dengan beberapa pertimbangan dan alasan, maka acara itu bertempat di Hall terbuka Sekul.

Beberapa alasan tersebut, seperti dijelaskan oleh ketua Majelis Tabligh PDM, Abdul Wahid, S.Pd,  pertama, untuk syiar Muhammadiyah yang lebih luas. Kedua, bermaksud menjalin dan membangun hubungan erat antara pegawai/karyawan Sengkaling dengan jamaah pengajian  sekaligus pembinaan rohani kepada mereka. Ketiga, menjadikan pengajian yang lebih ramah anak, mengingat area Sekul sangat luas yang nyaman untuk anak-anak. Keempat, memberikan suasana dan nuansa baru agar lebih menarik dan memberikan semangat tersendiri pada masyarakat untuk hadir ikuti pengajian. Rencananya, pengajian rutin Ahad pagi digelar di Sekul itu sebulan sekali, tambahnya.

Pengajian perdana di Sekul itu menghadirkan Dr. Biyanto, wakil sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan  bahwa manusia di bagi menjadi 2 kategori, yaitu: pertama, manusia plus plus. Mereka adalah tipologi manusia yang awal dan akhirnya baik. Kedua, tipologi  minus-plus yaitu tipologi manusia yang awalnya bergelimang dengan kejelekan akan tetapi pada akhirnya banyak  melakukan kebaikan dan berakhir juga dengan kebaikan. "Tentu jamaah yang hadir ini sudah tahu harus menjadi manusia yang seperti apa? Pasti ingin menjadi yang plus-plus kan?" Tanyanya kepada jamaah pengajian.

Penceramah yang rajin menulis di media massa itu juga juga memaparkan kondisi kebangsaan saat ini yang menuntut agar umat bersatu untuk menentukan masa depan bangsa. Persoalan politik, ekonomi, sosial dan sebagainya perlu disikapi secara bersama, bertindak yang konkrit berjamaah, karena dengan kebersamaan dan persatuan itu segalanya akan mudah dicapai. Kalau sendirian mesti sulit dan hasilnya tidak maksimal, tuturnya di hadapan 200an peserta pengajian.

Tetapi perlu diketahui, terkait aksi-aksi yang terjadi pada akhir-akhir ini, mulai 411, 212, 211 dan rencana ada lagi 212 besok itu, Muhammadiyah tetap berada pada keteguhan pendiriannya, tidak terlibat secara organisasi. Hal ini dikarenakan bahwa Muhammadiyah bukan gerakan populis dan massif seperti itu, tetapi gerakan praksis yang sudah jelas arah dan kiprahnya terhadap bangsa ini, tegasnya.

Menurutnya, Politik itu penting, yang harus diketahui, dipahami dan diperankan oleh umat Islam. Kalau tidak, maka politik akan diisi orang orang yang jelek dan menghasilkan kejelekan. Kalau kita buta dan menutup mata tentang politik maka masa depan ummat akan suram tidak cerah. Jelasnya (Whd-Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar