Sabtu, 25 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 25, 2017 | No comments

Mengembangkan Muhammadiyah dengan Ideologi dan Amal Usaha

Drs. H. Mursidi, MM ketika menyampaikan sambutan pembuka di acara Koordinasi dan Konsolidasi PCM Kelompok E di SMK Mutu Gondanglegi. .
Malangmu.or.id - GONDANGLEGI. Koordinasi dan konsolidasi organisasi Kelompok E PCM Gondanglegi, Pagelaran, Bantur dan Bululawang kembali digelar oleh Pimpinan Muhammdiyah Kabupaten Malang. Gelaran ini berlangsung di SMK Muhammdiyah 7 Gondanglegi Malang (26/02/2017). Sebagai salah satu amal usaha di bidang pendidikan yang membanggakan bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang.

Pada kesempatan itu, Mursidi memaparkan dinamika gerakan Muhammadiyah sebagai ormas Islam di Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus dikembangkan dalam dua aspek yaitu melalui ideologi dan amal usaha. "Tanpa adanya dua upaya tersebut, susah bagi Muhammadiyah dapat berkembang dengan baik sebagai organisasi dakwah. "Tambahnya.

Aspek ideologi sangat penting dalam organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini. Karena ruh ideologi yang menggerakkan Muhammadiyah hingga dapat eksis melintasi zaman selama satu abad lebih. Tanpa ideologi, Muhammadiyah tak akan pernah terwujud hingga saat ini, "tegas Mursidi.

Selanjutnya Muhammadiyah harus dikembangkan melalui amal usaha di berbagai level pimpinan Muhammadiyah. Pada aspek ini, kekuatan Muhammadiyah akan lebih ekspansif terutama dalam pengembangan dakwah. Karena amal usaha dapat menjadi simpul-simpul kekuatan dakwah Muhammadiyah. Menurut Mursidi, banyaknya amal usaha dapat memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perayarikatan. Pertama, amal usaha dapat dijadikan sarana dakwah bagi masyarakat. Karena dalam amal usaha menyimpan berbagai berbagai potensi yang dapat mensupport dakwah Muhammdiyah.

Kedua, amal usaha secara ekonomis dapat memberikan keuntungan untuk menghidupkan gerakan dakwah Muhammdiyah. Sehingga Muhammadiyah bisa lebih mandiri dengan usahanya sendiri. Terutama di level pimpinan cabang maupun ranting.

Ketiga, amal usaha Muhammadiyah menjadi simbol ideologis bagi persyarikatan. Ia menjadi identitas tentang hidupnya suatu entitas gerakan. Dengan identitas ini, eksistensi Muhammadiyah dapat dilihat sejauh mana dinamika gerakan persyarikatan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara substansial, simbol maupun identitas hakikatnya adalah bagian dari ideologi sendiri. Maka, amal usaha sebagai simbol atau identitas Muhammdiyah tak lain sebagai representasi dari perwujudan ideologi dalam Muhammadiyah. (Haeri)

0 komentar:

Posting Komentar