Minggu, 12 Februari 2017



Ketua PWM Jatim, Dr. M. Saad Ibrahim, MA, saat Memberikan Tausiyah pada Pengajian PDM kab. Malang di Pujon, Ahad (12/02/17)

Malangmu.or.id -- "Kepemimpinan dalam konteks Muhammadiyah itu kepemimpinan yang berbasis dari dasar-dasar teologis yang kokoh, aqidah yang kuat, yang tidak akan tergoyahkan tauhidnya, tidak tergoyahkan rasa bersandarnya kepada Allah SWT.” Demikian ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam acara Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di Masjid An-Nur Desa Wisata Pujon Kidul.

Lebih lanjut menurut Dr. M. Sa’ad Ibrahim, MA, basis teologis dan aqidah yang kuat itu menjadikan organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri, dan bahkan pengurusnya serta warga Muhammadiyah adalah orang yang mandiri, orang yang hanya merasa di atas dirinya adalah Allah SWT yang segala-galanya. Jelasnya di hadapan jamaah pengajian, Ahad (12/02/17).
Sebenarnya, kalimat di atas diungkapkan sebagai gambaran tentang suksesnya para tokoh Muhammadiyah dalam memimpin organisasi besar baik tingkat Internasional, Nasional, regional maupun lokal desa. Dicontohkan oleh Ketua PWM Jatim itu adalah Prof. Din Syamsuddin yang sukses memimpin dengan baik Muhammadiyah selama dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), di MUI, bahkan berkiprah di dunia Internasional (PBB).

Contoh lainnya adalah di tingkat lokal desa. Ada Bapak Udi Hartoko, kader Muhammadiyah yang sangat singkat membawa kemajuan desa Pujon Kidul menuju panggung Internasional, setidaknya tingkat Asean. Di Dukun kabaputen Gresik ada kader Muhammadiyah yang bernama Muhammad Firmansyah yang juga sukses memimpin Desanya. Ini semua berkah basic kepemimpinan yang kuat, ungkapnya.

Tentu masih banyak kader-kader Muhammadiyah yang telah sukses memimpin "Republik" Muhammadiyah dan berkiprah di negara yang tidak bisa disebutkan satu persatu, ujarnya. pada intinya, kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kekuatan iman, aqidah serta pengetahuan yang mumpuni akan sukses dalam memimpin organisasi Muhammadiyah baik di tingkat ranting sampai pada pusat. Tentunya jikalau sudah sudah sukses memimpin Muhammadiyah, maka akan lebih mudah memimpin organisasi di luar Muhammadiyah seperti organisasi pemerintah baik tingkat Desa, kecamatan (Camat), Kabupaten (Bupati), Propinsi (Gubernur) dan bahkan Negara (Presiden), tegasnya. (Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar