Sabtu, 11 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 11, 2017 | No comments

Dakwah Muhammadiyah untuk Menjaga Ghiroh Agama

Dr. M. Saad Ibrahim MA, ketika memberikan tausiyah dihadapan jamaah Pengajian PDM Kab. Malang

Pengajian rutin 2 bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang kini digelar di Desa Pujon Kidul kecamatan Pujon kabupaten Malang, Ahad (12/02/2017). Diselimuti cuaca mendung dan udara dingin, tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta pengajian. Terbukti dihadiri lebih dari 1000 jamaah Muhammadiyah dari berbagai cabang dan ranting se-kab. Malang. Semangat ini didorong oleh ghirah thalabul ilmi dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan agama. Disamping itu, kegiatan pengajian rutin ini sebagai pelecut semangat dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah di beberapa Cabang se-Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, ketua PDM kab. Malang, Mursidi menegaskan bahwa, "dakwah dalam Muhammadiyah tidak akan pernah habis dan selesai. Karena itu, penguatan semangat dan ghirah dakwah dalam Muhammadiyah harus selalu dikobarkan, salah satunya melalui pengajian-pengajian di berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah."
Suasana Pengajian Daerah di Cabang Muhammadiyah Pujon, Ahad (12/02/17)


Pada pengajian kali ini, Dr. M. Saad Ibrahim, MA dihadirkan untuk memberikan tausiah. Dalam tausiahnya, Saad Ibrahim menyampaikan bahwa "ghirah agama harus dijaga oleh Muhammadiyah. Karena, kalau ghirah agama hilang, maka Muhammadiyah akan kehilangan ruhnya." Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan, maka harus bagi Muhammadiyah untuk selalu teguh menjaga dan menjalankannya, tambahnya.

Ada 9 hal menurut Saad untuk menjaga agama. Pertama, meyakini bahwa agama Islam sebagai satu-satunya agama yang hak. Kedua, mempelajari dengan baik. Tanpa kita belajar untuk memahami dengan baik, maka agama tidak akan terpelihara. Ketiga, mengamalkan ajaran agama. Menurut Saad, agama akan hilang kalau tidak diamalkan oleh pemeluknya. Keempat, mengembangkan ajaran-ajaran agama yang tidak terdapat hukumnya di dalam al-Qur'an dan Sunnah untuk kepentingan dan kebutuhan manusia. Kelima, mengajarkan agama untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus agama kelak nanti. Keenam, mendakwahkan kepada orang-orang, terutama non-muslim dengan cara yang ma'ruf. Ketujuh, mensyukuri bahwa kita mendapat hidayah sudah menjadi muslim. Kedelapan, membiayai gerakan dakwah agama. dan kesembilan adalah membela jikalau diserang musuh. (Haeri/Hil)

0 komentar:

Posting Komentar