Minggu, 26 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 26, 2017 | No comments

PCA Asyiyah Dau Launching Praktek Dokter Keluarga

Ketua PCA Dau ketika menyerahkan secara simbolis kunci klinik sebagai tanda dibukanya Praktek Dokter Keluarga di Gedung Dakwah Aisyiyah Dau Kabupaten Malang.

Ada ungkapan “sehat itu murah, sakit itu mahal”. Ungkapan ini sangat popular di tengah-tengah masyarakat. Karena untuk menjadi sehat pada dasarnya sangat murah. Sedangkan orang sakit seringkali menghabiskan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sehingga banyak orang berupaya untuk menjaga hidupnya tetap selalu sehat. Banyak individu, kelompok maupun lembaga yang bergerak untuk melayani pelayanan kesehatan. Salah satunya Pimpinan Aisyiyah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Salah satu ortom Muhammadiyah ini, kini merambah ruang baktinya lebih luas. Pada tanggal 25/02/2017, bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau, Pimpinan Aisyiyah meresmikan praktek dokter keluarga yang dikelola oleh Mejelis Kesehatan Pimpinan Cabang Aisyiyah. Program ini dalam rangka melayani dan membantu kesehatan masyarakat Dau secara umum.

Menurut ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Dau, Choirun Niswati, bahwa kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan. Sebagai seorang muslim haruslah sehat secara fisik, mental dan rohaninya. Tanpa kesehatan tersebut, manusia tidak akan bisa menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. “tegasnya.

Karena itu, untuk merealisasikan misi mulia tersebut, Aisyiyah mengambil peran aktif dan partisipatif dengan mendirikan praktek dokter keluarga. Sehingga Aisyiyah bisa berkontribusi juga dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum dan warga Muhammadiyah Dau secara khusus. Dengan modal kesehatan ini, seorang muslim dapat beribadah dengan baik kepada Allah SWT. “tambah Niswati. Program pelayanan kesehatan ini mulai aktif praktik per 1 Maret 2017.

Selanjutnya, Pimpinan Aisyiyah Dau akan melakukan beberapa kerjasama dengan berbagai stakeholder untuk menunjang program praktek dokter keluarga. Dengan adanya kerjasama yang bagus, program ini diharapkan lebih baik, maju dan progresif dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, “pungkas Niswati. (Haeri)

Sabtu, 25 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 25, 2017 | No comments

Mengembangkan Muhammadiyah dengan Ideologi dan Amal Usaha

Drs. H. Mursidi, MM ketika menyampaikan sambutan pembuka di acara Koordinasi dan Konsolidasi PCM Kelompok E di SMK Mutu Gondanglegi. .
Malangmu.or.id - GONDANGLEGI. Koordinasi dan konsolidasi organisasi Kelompok E PCM Gondanglegi, Pagelaran, Bantur dan Bululawang kembali digelar oleh Pimpinan Muhammdiyah Kabupaten Malang. Gelaran ini berlangsung di SMK Muhammdiyah 7 Gondanglegi Malang (26/02/2017). Sebagai salah satu amal usaha di bidang pendidikan yang membanggakan bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang.

Pada kesempatan itu, Mursidi memaparkan dinamika gerakan Muhammadiyah sebagai ormas Islam di Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus dikembangkan dalam dua aspek yaitu melalui ideologi dan amal usaha. "Tanpa adanya dua upaya tersebut, susah bagi Muhammadiyah dapat berkembang dengan baik sebagai organisasi dakwah. "Tambahnya.

Aspek ideologi sangat penting dalam organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini. Karena ruh ideologi yang menggerakkan Muhammadiyah hingga dapat eksis melintasi zaman selama satu abad lebih. Tanpa ideologi, Muhammadiyah tak akan pernah terwujud hingga saat ini, "tegas Mursidi.

Selanjutnya Muhammadiyah harus dikembangkan melalui amal usaha di berbagai level pimpinan Muhammadiyah. Pada aspek ini, kekuatan Muhammadiyah akan lebih ekspansif terutama dalam pengembangan dakwah. Karena amal usaha dapat menjadi simpul-simpul kekuatan dakwah Muhammadiyah. Menurut Mursidi, banyaknya amal usaha dapat memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perayarikatan. Pertama, amal usaha dapat dijadikan sarana dakwah bagi masyarakat. Karena dalam amal usaha menyimpan berbagai berbagai potensi yang dapat mensupport dakwah Muhammdiyah.

Kedua, amal usaha secara ekonomis dapat memberikan keuntungan untuk menghidupkan gerakan dakwah Muhammdiyah. Sehingga Muhammadiyah bisa lebih mandiri dengan usahanya sendiri. Terutama di level pimpinan cabang maupun ranting.

Ketiga, amal usaha Muhammadiyah menjadi simbol ideologis bagi persyarikatan. Ia menjadi identitas tentang hidupnya suatu entitas gerakan. Dengan identitas ini, eksistensi Muhammadiyah dapat dilihat sejauh mana dinamika gerakan persyarikatan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara substansial, simbol maupun identitas hakikatnya adalah bagian dari ideologi sendiri. Maka, amal usaha sebagai simbol atau identitas Muhammdiyah tak lain sebagai representasi dari perwujudan ideologi dalam Muhammadiyah. (Haeri)
Posted by Ridlo Posted on Februari 25, 2017 | No comments

Kaderisasi Jadi Problem Dakwah PCM Malang Selatan

Abdullah Toyyib, Ketua PCM Gondanglegi ketika menyampaiakan dinamika Muhammadiyah di daerah Gondanglegi.

Malangmu.or.id - GONDANGLEGI - Acara Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) memasuki putaran kelima.  Acara yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi (26/2/17) itu mengundang PCM kelompok E meliputi Gondanglegi, Pagelaran, Sumberpucung dan Bantur.

Saat pemaparan program-programnya PCM Gondanglegi mengungkapkan bahwa kelebihan wilayah ini banyak tokoh yang potensial dalam berdakwah. Untuk itu bisa diberdayakan lebih  maksimal. “Sementara itu, kaderisasi menjadi kendala utama. Kita sangat susah untuk melakukan kaderisasi, “kata Abdullah Thoyib ketua PCM Gondanglegi.

Gondanglegi juga belum mempunyai SD Muhammadiyah. Diharapkan PDM bisa ikut membantu pendirian SD Muhammadiyah ini. Pendirian sekolah Muhammadiyah akan menjadi salah satu motor penggerak kader.

Sementara itu, Misri (ketua PCM Pagelaran) mengeluhkan karena belum mempunyai amal usaha yang dapat menunjang kegiatan PCM. “Kita tentu berharap sebagaimana Gondanglegi yang mempunyai amal usaha bagus seperti SMK Mutu, “kata Misri.

Kelemahan lain,  Pagelaran sudah mempunyai PAUD tetapi tidak berkembang karena kekurangan dana. Sementara itu PCM Pagelaran juga susah mengurusi waqaf karena terkendala administrasi kependudukan. Sedangkan pengajian rutin dilakukan.

Sementara itu PCM Bululawang mempunyai hambatan kekurangan kader mubaligh. Wilayah ini masih mengandalkan mubaligh dari Malang. Diharapkan, ke depan kader-kader di wilayah Bululawang bisa berjalan dengan baik. Sehingga dakwah Muhammadiyah bisa semakin kuat di Bululawang (heri/nrd).
Ustadz Husnun N. Djuraid ketika menyampikan materi Fiqh Medsos di Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen.

Malangmu.or.id – KEPANJEN. Perkembangan teknologi informasi yang terus melesat dan semakin merajai serta membudaya membuat PCM Kepanjen tertarik untuk menkajinya di Kajian rutin Ahad Pagi di Masjid Nurul Hidayah Kepanjen (26/2/2017). Untuk mengupasnya lebih mendalam, PCM mengundang Ust Husnun N. Djuraid, Wartawan Senior Koran Malang Post yang terletak di jalan Trunojoyo Malang. Tema yang disampaikan mengenai Fiqh Media Sosial seperti yang telah dikaji di Majelis Tajdid dan Tabligh PWM Jawa Timur beberapa minggu yang lalu.

Dalam paparannya, dosen Ilmu Komunikasi UMM ini menjelaskan tentang perkembangan teknologi sosial media semakin pesat dan membudaya serta mempengaruhi opini masyarakat tentang informasi yang menyebar didalamnya.  Sekitar beberapa tahun yang lalu, media social melalui internet merupakan hal yang mahal dan langka, tetapi seiring dengan perkembangan jaman sekarang era medsos sudah menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup masyarakat, terang Husnun. Hal ini akan membuat mudahnya berita-berita menyebar keseluruh medsos baik berua WhatsApp, twitter, BBM dan lain sebagainya.  Derasnya informasi yang tak terbendung dan merajalela, sehingga filter informasi seakan sulit untuk dilakukan. Berita actual maupun hoax semakin sulit untuk dipilah. Untuk itulah kita sebagai warga Muhammadiyah yang terkenal cerdas dan tangkas dalam dunia informasi harus jeli dalam cek dan ricek. Dalam bahasa al Qur’an adalah bertabayyun seperti yang tertera dalam surat al Hujurat : 6, papar Husnun di hadapan kurang lebih 200  jamaah Muhammadiyah di Kepanjen.

Salah satu ciri berita hoax, tutur Husnun, adalah berita yang menggunakan judul bombastic tapi kontennya biasa-biasa saja. Sehingga pembaca mejadi merasa terkesima dengan judulnya tapi tidak melihat isi dari beritanya. Kadangpula, isinya banyak tapi tidak sesuai dengan judulnya yang terkesan dibesar-besarkan. Intinya judul dibuat menarik tapi isinya tidak bermutu, pungkas Husnun pada jamaah Masjid Nurul Hidayah Kepanjen Malang.


Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen adalah bentuk kajian rutin yang telah menjadi roh pergerakan Muhammadiyah d Kepanjen dan sekitarnya. Kegiatan ini dibina oleh Majelis Tabligh PCM Kepanjen yang di ketuai oleh As'ad Joko Suryanto.  (Joko)
Posted by Ridlo Posted on Februari 25, 2017 | No comments

Mursidi: Kembalikan Dakwah pada Putusan Tarjih

Ketua PDM Kabupaten Malang saat menyampaikan sambutan pada Koordinasi dan Konsolidasi PCM se-Kabupaten Malang.

Malangmu.or.id - GONDANGLEGI. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang dakwah, tentangan Muhammadiyah tidaklah ringan. Tantangan yang mulai terasa bukan saja pada faktor eksternal organisasi, justru berasal dari internal. Bisa karena faktor organisasi atau individu yang sudah mulai melenceng dari “ruh”
Muhammadiyah.

Demikian, pendapat inti yang disampaikan oleh Mursidi (ketua PDM Kabupaten Malang) dalam sambutannya di acara Koordinasi dan Konsolidasi PDM Kabupaten Malang dengan PCM kelompok E (Gondanglegi, Pagelaran, Banatur, Bululawang). Acara dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi (26/2/17). Hadir dalam acara tersebut seluruh pimpinan PDM, Majelis, Lembaga Muhammadiyah se kabupaten Malang dan PCM di wilayah kelompok E.

Suasana Koordinasi dan Konsolidasi PDM Kabupaten Malang di SMK Mutu Gondanglegi

Mursidi lebih lanjut mengatakan bahwa salah satu tantangan gerakan dakwah Muhammadiyah  yang sudah abai pada putusan tarjin, “Beberapa pendakwah dengan mudah memahami ajaran Islam, itu tidak salah. Tetapi, dakwah yang harus disampaikan setidaknya harus mengacu pada putusan tarjih. Karena dengan inilah kita bisa mempertahankan ideologi gerakan Muhammadiyah, “tegasnya.

Itu bukan soal gagah-gagahan. Tetapi, gerakan dakwah Muhammadiyah mempunyai ciri khas, salah satunya dengan berlandaskan tarjih itu.

Dalam kesempatan itu, Mursidi yang juga ketua PDM dua periode itu juga mengungkapkan pentingnya untuk menyolidkan kembali gerakan Muhammadiyah. Untuk itu, konsolidasi dan koordinasi penting dilakukan. Mursidi menekankan lagi, “Maka, pelaksanaan Konsolidasi dan Koordinasi PDM dengan PCM itu harus digalakkan terus. Muhammadiyah bisa diurus siapa saja yang mau berkhidmat pada gerakan. Muhammadiyah tidak menganal darah biru. Jadi tidak harus berdasarkan keturunan untuk mengurus Muhammadiyah. Yanag penting berpegang teguh pada ajaran Muhammadiyah dan mau mengembangkan dakwah Muhammadiyah”.

Acara Koordinasi dan Konsolidasi yang dilaksanakan di SMK Mutu Gondanglegi ini meurpakan putaran ke 5. Putaran terakhir dilaksanakan di PCM Lawang pada tanggal 12 Maret 2017. Acara Koordinasi dan Konsolidasi berupa pemaparan program-program PCM yang disesuaikan dengan program PDM. (nrd)
Prof Wahyudi ketika menyampaikan materi jihad ekonom di kajian ahad pagi PCM Wagir. 

Malangmu.or.id - PCM WAGIR. Guna menguatkan etos dan semangat berwirausaha bagi warga Muhammadiyah, Majelis Tabligh PCM Wagir menggelar Kajian rutin Ahad Pagi dengan tema "Jihad Ekonomi" bersama Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang.(Ahad, 26/2/2017).

Pemateri yang juga Guru Besar Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang ini menyampaikan paparan selama kurang lebih satu jam di hadapan lebih seki tar seratus jamaah Muhammadiyah Wagir. Beberapa hal yang disampaikan profesor diantaranya mengenai interpreneurship, jihad ekonomi dan tantangan pengusaha muslim untuk bisa merebut sektor ekonomi yang dkuasai kelompok non muslm.

"Jihad adalah kesungguhan dalam memperjuangkan agama Allah. Bersungguh-sungguh mengembang kan dan menjalankan ekonomi demi kemaslahatan ummat adalah bentuk jihad dalam Islam. Jadilah pengusaha, jadilah bakul, jadilah penopang ekonomi untuk gerakan Muhammadiyah. Gerakan Islam yang berkemajuan.Yang kedua, sudah saatnya kita memulai memproduksi dan merebut sektor-sektor yang saat ini dikuasai kelompok non Muslim", papar dosen yang akrab dipanggil Prof. Wahyudi ini.

Santapan ba'da kajan yang di sediankaoleh PCM Wagir.

Selesai kajian, seluruh jamaah diberikan menu sarapan pagi gratis yang telah disiapkan pihak Masjid Al-Firdaus. Majelis Tabligh PCM Wagir menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi setiap pekan dengan dua masjid, Thariqul Khair Wagir dan Al-Firdaus Dusun Temu Sitirejo sebagai pusat gerakan dakwah.(Santoko)

Selasa, 21 Februari 2017

Posted by hilmi Posted on Februari 21, 2017 | No comments

PRM Sumberngepoh Lawang Mulai Pembangunan Masjid

Pak Ridwan Djoharmawan melakukan peletakan batu pertama Masjid Ibrahim
LAWANG -- Setelah resmi berdiri, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sumberngepoh sebagai PRM paling muda di Cabang Muhammadiyah Lawang, langsung bergerak cepat dengan mendirikan sarana ibadah sebagai sentra kegiatan Ranting. Melalui niat tulus dan ikhlas dari Pak Kusno dan Pak Thoif yang mewakafkan tanahnya, upaya tersebut pelan-pelan mulai terlaksana.

Pada hari ini, Selasa 21 Februari 2017 upaya tersebut semakin terlihat nyata, karena PRM Sumberngepoh secara simbolis telah memulai pembangunan masjid pertamanya yang berlokasi di Dusun Barek, Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang.
Tim dari FKUB Dan KUA Kec. Lawang didampingi Ketua PCM Lawang, Pak Mudzakir (kopyah putih) ketika meninjau lokasi pembangunan Masjid Ibrahim
Di sore hari yang cerah tadi, telah dilaksanakan upacara peletakan batu pertama Masjid Ibrahim yang akan menjadi pusat dakwah PRM Sumberngepoh Lawang. Hadir dalam kesempatan tersebut Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Jajaran Pengurus PCM Lawang, pengurus PRM Sumberngepoh, keluarga besar Wakif yang telah mewakafkan tanah seluas kurang lebih 1500 m2 dan pengurus Yayasan I'mar Masajid selaku fasilitator bantuan dari Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Lawang, Mudzakir menyebutkan bahwa lokasi pembangunan Masjid Ibrahim sangat strategis di wilayah Desa Sumberngepoh dan sangat sesuai untuk dikembangkan menjadi lembaga pendidikan di wilayah PRM Sumberngepoh. Oleh karenanya, ia berharap agar di lokasi tersebut dapat dimaksimalkan sebagai pusat dakwah di wilayah tersebut.

Sementara itu, Jamal Bakrisuk selaku Ketua Yayasan I'mar Masajid menyampaikan harapannya agar PCM Lawang dapat mengawal dan membantu proses pembangunan agar berjalan lancar dan target selesai sebelum bulan Ramadhan bisa terwujud sehingga Jama'ah PRM Sumberngepoh bisa beribadah di masjid yang baru dibangun.
Para Undangan yang menyaksikan prosesi peletakan batu pertama Masjid Ibrahim
Disamping itu juga ia berharap dalam pembangunannya tidak banyak intrik yang timbul baik di internal panitia terutama dari lingkungan sekitar masjid. Dalam kesempatan berikutnya, Ridwan Djoharmawan, perwakilan PDM Kab. Malang yang hadir pada kesempatan itu juga menyampaikan harapan yang sama Bahwa pembangunan bisa berjalan dengan lancar, tidak muncul friksi dan meminta agar Panitia bisa saling bahu membahu mensukseskan pembangunan Masjid Ibrahim ini.

Ia juga Mengucapkan Terima Kasih kepada Yayasan I'mar Masajid yang telah membantu pembangunan berbagai masjid di Lawang khususnya dan di Kab. Malang secara umum dengan  hasil yang memuaskan. Tidak lupa juga ia berterima kasih kepada wakif, Pak Thoif dan Pak Kusno yg telah mewakafkan tanah seluas 1500 m2 di Desa Sumberngepoh ini.

Acara diakhiri dengan doa dilanjutkan dengan ramah tamah diantara yang hadir dengan teriring motivasi yang tinggi untuk mengembangkan muhammadiyah di Kecamatan Lawang. (Juta)

Sabtu, 18 Februari 2017

Dr. Biyanto, ketika memberi tausiyah pada pengajian Ahad pagi PDM di Sekul, Ahad (19/02/17)
Malangmu.or.id -- Tak biasa, pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, kini (Ahad, 19/02/3017) digelar di area Sengkaling Kuliner (Sekul) Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang. Biasanya, pengajian rutin Ahad pagi itu dilaksanakan di ruang aula PDM, namun dengan beberapa pertimbangan dan alasan, maka acara itu bertempat di Hall terbuka Sekul.

Beberapa alasan tersebut, seperti dijelaskan oleh ketua Majelis Tabligh PDM, Abdul Wahid, S.Pd,  pertama, untuk syiar Muhammadiyah yang lebih luas. Kedua, bermaksud menjalin dan membangun hubungan erat antara pegawai/karyawan Sengkaling dengan jamaah pengajian  sekaligus pembinaan rohani kepada mereka. Ketiga, menjadikan pengajian yang lebih ramah anak, mengingat area Sekul sangat luas yang nyaman untuk anak-anak. Keempat, memberikan suasana dan nuansa baru agar lebih menarik dan memberikan semangat tersendiri pada masyarakat untuk hadir ikuti pengajian. Rencananya, pengajian rutin Ahad pagi digelar di Sekul itu sebulan sekali, tambahnya.

Pengajian perdana di Sekul itu menghadirkan Dr. Biyanto, wakil sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan  bahwa manusia di bagi menjadi 2 kategori, yaitu: pertama, manusia plus plus. Mereka adalah tipologi manusia yang awal dan akhirnya baik. Kedua, tipologi  minus-plus yaitu tipologi manusia yang awalnya bergelimang dengan kejelekan akan tetapi pada akhirnya banyak  melakukan kebaikan dan berakhir juga dengan kebaikan. "Tentu jamaah yang hadir ini sudah tahu harus menjadi manusia yang seperti apa? Pasti ingin menjadi yang plus-plus kan?" Tanyanya kepada jamaah pengajian.

Penceramah yang rajin menulis di media massa itu juga juga memaparkan kondisi kebangsaan saat ini yang menuntut agar umat bersatu untuk menentukan masa depan bangsa. Persoalan politik, ekonomi, sosial dan sebagainya perlu disikapi secara bersama, bertindak yang konkrit berjamaah, karena dengan kebersamaan dan persatuan itu segalanya akan mudah dicapai. Kalau sendirian mesti sulit dan hasilnya tidak maksimal, tuturnya di hadapan 200an peserta pengajian.

Tetapi perlu diketahui, terkait aksi-aksi yang terjadi pada akhir-akhir ini, mulai 411, 212, 211 dan rencana ada lagi 212 besok itu, Muhammadiyah tetap berada pada keteguhan pendiriannya, tidak terlibat secara organisasi. Hal ini dikarenakan bahwa Muhammadiyah bukan gerakan populis dan massif seperti itu, tetapi gerakan praksis yang sudah jelas arah dan kiprahnya terhadap bangsa ini, tegasnya.

Menurutnya, Politik itu penting, yang harus diketahui, dipahami dan diperankan oleh umat Islam. Kalau tidak, maka politik akan diisi orang orang yang jelek dan menghasilkan kejelekan. Kalau kita buta dan menutup mata tentang politik maka masa depan ummat akan suram tidak cerah. Jelasnya (Whd-Hil)
Posted by hilmi Posted on Februari 18, 2017 | No comments

Wujudkan Sekolah Unggul, Kepala Sekolah Muhammadiyah Didiklat


Malangmu.or.id -- Sejumlah 27 sekolah di bawah Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang berkumpul dalam sebuah acara yang digelar selama Sabtu-Ahad, 18-19 Februari 2017. Bertempat di UMM Inn, para kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SD/SMP/SMA/SMK ini mengikuti diklat dan sharing tentang pengembangan sekolah Muhammadiyah yang unggul.

Dalam kegiatan diklat kepala sekolah Muhammadiyah ini, setidaknya diberikan tiga materi penting yang bakal disampaikan narasumber dan praktisi bidang pendidikan. Diantaranya, tantangan dan peluang sekolah Muhammadiyah, motivasi pengembangan, dan tata kelola sekolah Muhammadiyah.

Materi pembinaan ini diantaranya akan disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim untuk wilayah Kabupaten Malang Gunawan, Prof Dr Mohammad Amin MSi dari dari Majelis Dikdasmen PWM, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Dr Hidayatullah, MSi.

Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jatim Dra Arba'iyah Yusuf, MA mengungkapkan, seluruh kepala sekolah Muhammadiyah memang dituntut melakukan upaya inovatif dalam rangka membangun budaya mutu pada sekolah yang dipimpinnya. Karena itu, menurutnya, kegiatan diklat kepala sekolah-sekolah Muhammadiyah ini tentunya sangat signifikan bagi para kepala sekolah.

Dengan kegiatan Diklat ini, lanjutnya, diharapkan kepala sekolah bisa meng-update tatakelola sekolah, kepemimpinan sekolah, inovasi sekolah dan lain sebagainya.

"Terlebih, Majelis Dikdasmen PWM memiliki target di setiap kabupaten/kota terdapat Muhammadiyah excellent schools (sekolah hebat) yang bisa menjadi rujukan," demikian Arba'iyah, Sabtu (18/2) siang.

Ditambahkan, di kabupaten Malang sudah terdapat 4 excellent school, yakni SMKM 3 Singosari, SMKM 1 Kepanjen, SMKM 5 Kepanjen, dan SMKM 7 Gondanglegi. Akan tetapi, kata Arbaiyah, pada jenjang SD, SMP, dan SMA-nya belum ada.

"Dalam kondisi seperti ini, sesungguhnya sudah waktunya sekolah Muhammadiyah di tiga jenjang ini memiliki minimal 1 sekolah unggul," pungkasnya. (amin)
Peserta Lokakarya Nasional MDMC di FK Universtas Ahmad Dahlan Yogjakarta.

Instrumen dan deklarasi hukum internasional menyatakan bahwa mendapatkan pendidikan adalah hak semua individu. Menjadi tugas otoritas nasional dan masyarakat internasional untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak ini. Dalam situasi tanggap darurat, pemulihan maupun kesiapsiagaan, adalah penting bahwa hak-hak tersebut dilindungi.

Berkenaan dengan hal tersebut, dua agenda kegiatan sekaligus diselenggarakan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
Kegiatan pertama, pada 11-12 Pebruari 2017 bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, diselenggarakan Lokakarya Nasional Penyusunan Panduan Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) Muhammadiyah. Lokakarya ini dihadiri oleh para fasilitator SMAB dari berbagai wilayah, untuk bersama-sama menyusun panduan dalam mendampingi sekolah.

Sekretaris MDMC, Arif Nur Kholis menyatakan bahwa sejak tahun 2007 MDMC sudah menyadari pentingnya pengurangan resiko bencana di lingkungan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dilanjutkan pada tahun 2012 dengan dikembangkannya konsep SekolahKu Aman di Malang dan Magelang. Di tahun 2016 dikembangkan konsep Sekolah Madrasah Aman Bencana.

“Beberapa waktu yang lalu tahun 2016, MDMC telah melakukan pendampingan di sekolah berbasis inklusi, difabel dan umum. Sharing praktik baik dalam pendampingan tersebut, akan kita sepakati bersama menjadi panduan SMAB.”, tambahnya.

Pemateri Rapat Umum Anggota ketika menyampaikan paparan tentang pendidikan bencana.

Berlanjut pada 13-16 Pebruari 2017, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, MDMC menjadi tuan rumah Rapat Umum Anggota Konsorsium Pendidikan Bencana dan Pelatihan Standar Minimum Pendidikan dalam Situasi Darurat. Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) dibentuk pada tahun 2006 untuk membangun koordinasi, sinergi (dalam hal sumber daya pendidikan) dan jejaring dalam program pendidikan bencana. MDMC menjadi bagian dari KPB dan menjadi salah satu Presidiumnya.
Selanjutnya Arif Jamali Muis, Wakil Ketua MDMC, yang juga hadir dalam lokakarya mengatakan bahwa landasan teologis dari pengurangan resiko bencana adalah QS Ali Imran 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.


“Amar ma’ruf nahi munkar (al’ amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar), sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat, sangat sesuai dengan kaidah pengurangan resiko bencana. Orang yang beramar ma’ruf nahi munkar semestinya memiliki keilmuan, lemah lembut dan sabar. Karenanya pendidikan sebagai sarana meningkatkan standar keilmuan sangat penting artinya.”, tutup Arif Jamali Muis.

Senin, 13 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 13, 2017 | No comments

Valentine, Begini Sikap Pelajar Muhammadiyah


MALANG - Meski tidak ada larangan resmi yang dikeluarkan pemangku kewenangan pendidikan Kabupaten Malang soal perayaan Valentine Day atau Hari Kasih-Sayang, sejumlah sekolah memastikan tidak mengijinkan kegiatan ini. Para pelajar Kabupaten Malang bahkan memiliki sikap kontra terhadap valentine.

Aksi menolak valentine ini seperti ditunjukkan puluhan siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Selasa (14/2) pagi. Sejak pukul 06.00 WIB sebelum jam masuk sekolah, mereka tampak sibuk membagikan selebaran berjudul 'Valentine, No!' di depan gerbang sekolah. Selebaran seruan untuk tidak merayakan valentine ini mereka bagikan kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan Sukun, Kepanjen.


Aksi No Valentine pelajar Muhammadiyah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dalam rangka menolak perayaan valentine day.

Pelajar lainnya, Nurul Faiza, beranggapan kegiatan perayaan valentine sebagai hal yang sia-sia. Menurutnya, bagi pelajar secara universal kegiatan perayaan ini tidak memiliki nilai yang dapat membangun karakter dan justru menurunkan kualitas generasi penerus anak bangsa. Terlebih, bagi pelajar muslim seperti dirinya, valentine day tidak pernah dicontohkan dari Nabi untuk melaksanakannya.

"Perayaan valentine day tidak ada tuntutan dari Nabi untuk melaksanakannya. Jadi saya pun tidak pernah merayakan ataupun mendukung perayaan tersebut," demikian siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi ini, Selasa (14/2).

Sebaliknya, lanjut Faiza, masih banyak seabrek kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa sayang. Menurutnya, tidak ada hari khusus untuk tunjukkan rasa Kasih sayang, melainkan setiap hari adalah hari Kasih sayang.

"Menunjukkan kasih sayang tidak pada teman istimewa, karena kita pun punya banyak orang yang nyatanya benar-benar mencintai kita, seperti keluarga, guru, atau sahabat," imbunnya.

Sebelumnya, jauh-jauh hari pemerintah Fatwa Majelis Ulama Islam (MUI) Jatim yang dikeluarkan tanggal 27 Januari 2017 lalu, yang menegaskan bahwa hukum merayakan valentine bagi orang Islam adalah Haram, termasuk yang membantu dan memfasilitasinya. Fatwa ini kemudian ditindaklanjuti dengan surat edaran yang dibuat pihak Dinas Pendidikan dan Kemenag yang meminta siswa dan sekolah/madrasah tidak menggelar acara yang biasanya jatuh setiap 14 Februari ini. (amin)

Minggu, 12 Februari 2017



Ketua PWM Jatim, Dr. M. Saad Ibrahim, MA, saat Memberikan Tausiyah pada Pengajian PDM kab. Malang di Pujon, Ahad (12/02/17)

Malangmu.or.id -- "Kepemimpinan dalam konteks Muhammadiyah itu kepemimpinan yang berbasis dari dasar-dasar teologis yang kokoh, aqidah yang kuat, yang tidak akan tergoyahkan tauhidnya, tidak tergoyahkan rasa bersandarnya kepada Allah SWT.” Demikian ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam acara Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di Masjid An-Nur Desa Wisata Pujon Kidul.

Lebih lanjut menurut Dr. M. Sa’ad Ibrahim, MA, basis teologis dan aqidah yang kuat itu menjadikan organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri, dan bahkan pengurusnya serta warga Muhammadiyah adalah orang yang mandiri, orang yang hanya merasa di atas dirinya adalah Allah SWT yang segala-galanya. Jelasnya di hadapan jamaah pengajian, Ahad (12/02/17).
Sebenarnya, kalimat di atas diungkapkan sebagai gambaran tentang suksesnya para tokoh Muhammadiyah dalam memimpin organisasi besar baik tingkat Internasional, Nasional, regional maupun lokal desa. Dicontohkan oleh Ketua PWM Jatim itu adalah Prof. Din Syamsuddin yang sukses memimpin dengan baik Muhammadiyah selama dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), di MUI, bahkan berkiprah di dunia Internasional (PBB).

Contoh lainnya adalah di tingkat lokal desa. Ada Bapak Udi Hartoko, kader Muhammadiyah yang sangat singkat membawa kemajuan desa Pujon Kidul menuju panggung Internasional, setidaknya tingkat Asean. Di Dukun kabaputen Gresik ada kader Muhammadiyah yang bernama Muhammad Firmansyah yang juga sukses memimpin Desanya. Ini semua berkah basic kepemimpinan yang kuat, ungkapnya.

Tentu masih banyak kader-kader Muhammadiyah yang telah sukses memimpin "Republik" Muhammadiyah dan berkiprah di negara yang tidak bisa disebutkan satu persatu, ujarnya. pada intinya, kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kekuatan iman, aqidah serta pengetahuan yang mumpuni akan sukses dalam memimpin organisasi Muhammadiyah baik di tingkat ranting sampai pada pusat. Tentunya jikalau sudah sudah sukses memimpin Muhammadiyah, maka akan lebih mudah memimpin organisasi di luar Muhammadiyah seperti organisasi pemerintah baik tingkat Desa, kecamatan (Camat), Kabupaten (Bupati), Propinsi (Gubernur) dan bahkan Negara (Presiden), tegasnya. (Hil)
Posted by hilmi Posted on Februari 12, 2017 | No comments

PDM kab. Malang Canangkan Gerakan Biopori

Empat Pengurus PCM Menerima Tongkat Biopori dari Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM, Ahad (12/02/17)

Ada yang menarik dari acara pengajian daerah yang berlangsung di cabang Muhammadiyah Pujon, tepatnya di halaman Masjid An-Nur, Desa Wisata Pujon Kidul, Ahad (12/02/17). Di tengah-tengah sambutan Ketua PDM kab. Malang, beberapa Pengurus PCM yang hadir dipanggil maju ke atas panggung. Mereka adalah Ketua PCM Kepanjen, Ketua PCM Wagir, Ketua PCM Dau yang diwakili oleh Sekretaris, dan Ketua PCM Pujon.

Di atas panggung, mereka diberi “Tongkat Biopori” oleh Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah kab. Malang. Pemberian tongkat itu dimaksudkan sebagai simbol bahwa gerakan biopori sedang dimulai. “PDM melalui majelis lingkungan hidup memprogramkan Pencanangan Gerakan Biopori warga Muhammadiyah di kabupaten malang,” ungkap Mursidi dalam sambutannya. “Gerakan Biopori ini bermanfaat untuk mencegah banjir, meningkatkan daya resap air, dan sebagai tempat pembuangan sampah organic,” jelasnya di depan peserta pengajian.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup, Dr. Yudi Utomo, M.Si,  juga turut menyampaikan bahwa “kita menyadari, saat ini hujan terus menerus, luar biasa terjadi di mana mana, banjirpun juga melanda di beberpa daerah di Indonesia. Tetapi, di suatu saat akan terjadi kekeringan di mana-mana juga, padahal ada banyak hal yang bisa kita lakukan, antara lain adalah menguranginya dengan gerakan biopori.” Lebih lanjut menurutnya, “Gerakan ini meski sederhana tetapi merupakan wujud konkrit peduli lingkungan. Jangan kita wariskan kepada anak cucu kita air mata, melainkan mata air,” tegasnya. (Hil)

Sabtu, 11 Februari 2017

Posted by hilmi Posted on Februari 11, 2017 | No comments

PCM Pujon Bangga Miliki Kader yang Sukses Pimpin Desa

Ketua PCM Pujon saat memberikan sambutan pada Pengajian PDM, Ahad (12/02)

Malangmu.or.id -- Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pujon, Bapak Zunaidi menyampaikan bahwa ibu-ibu PKK Pujon Kidul akan mewakili kab. Malang untuk dilombakan tingkat propinsi. Ini disampaikan dalam sambutan pengajian PDM di desa Pujon Kidul.

Dalam kesempatan itu pula, Bpk Zunaidi mengungkapkan bahwa desa Pujon Kidul yang dulu terkenal sangat "ndeso" setelah dipegang oleh bpk. Udi Hartoko, kini sebagai pengurus PCM Pujon, telah menerima penghargaan di Jakarta sebagai Desa Wisata terbaik bersama 5 desa se-Indonesia. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, tuturnya.

Selain itu, Bpk. Kades (pak Udi, sapaan akrabnya) juga pernah ke Singapura dalam rangka menerima penghargaan sebagai  Homestay tingkat Asia di Singapura. Penghargaan yang sangat luar biasa bagi kami, syukurnya dihadapan para jamaah pengajian, yang kemudian disambut applaus seluruh hadirin yang berjumlah lebih dari 1000 orang.

Beliau juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang turut serta mensukseskan acara pengajian ini, termasuk dari warga Nahdliyin yang juga terlibat dalam penyelengaraan acara ini, Ahad (12/02), lanjutnya. (Hil)
Posted by Ridlo Posted on Februari 11, 2017 | No comments

Dakwah Muhammadiyah untuk Menjaga Ghiroh Agama

Dr. M. Saad Ibrahim MA, ketika memberikan tausiyah dihadapan jamaah Pengajian PDM Kab. Malang

Pengajian rutin 2 bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang kini digelar di Desa Pujon Kidul kecamatan Pujon kabupaten Malang, Ahad (12/02/2017). Diselimuti cuaca mendung dan udara dingin, tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta pengajian. Terbukti dihadiri lebih dari 1000 jamaah Muhammadiyah dari berbagai cabang dan ranting se-kab. Malang. Semangat ini didorong oleh ghirah thalabul ilmi dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan agama. Disamping itu, kegiatan pengajian rutin ini sebagai pelecut semangat dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah di beberapa Cabang se-Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, ketua PDM kab. Malang, Mursidi menegaskan bahwa, "dakwah dalam Muhammadiyah tidak akan pernah habis dan selesai. Karena itu, penguatan semangat dan ghirah dakwah dalam Muhammadiyah harus selalu dikobarkan, salah satunya melalui pengajian-pengajian di berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah."
Suasana Pengajian Daerah di Cabang Muhammadiyah Pujon, Ahad (12/02/17)


Pada pengajian kali ini, Dr. M. Saad Ibrahim, MA dihadirkan untuk memberikan tausiah. Dalam tausiahnya, Saad Ibrahim menyampaikan bahwa "ghirah agama harus dijaga oleh Muhammadiyah. Karena, kalau ghirah agama hilang, maka Muhammadiyah akan kehilangan ruhnya." Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan, maka harus bagi Muhammadiyah untuk selalu teguh menjaga dan menjalankannya, tambahnya.

Ada 9 hal menurut Saad untuk menjaga agama. Pertama, meyakini bahwa agama Islam sebagai satu-satunya agama yang hak. Kedua, mempelajari dengan baik. Tanpa kita belajar untuk memahami dengan baik, maka agama tidak akan terpelihara. Ketiga, mengamalkan ajaran agama. Menurut Saad, agama akan hilang kalau tidak diamalkan oleh pemeluknya. Keempat, mengembangkan ajaran-ajaran agama yang tidak terdapat hukumnya di dalam al-Qur'an dan Sunnah untuk kepentingan dan kebutuhan manusia. Kelima, mengajarkan agama untuk anak-anak kita sebagai generasi penerus agama kelak nanti. Keenam, mendakwahkan kepada orang-orang, terutama non-muslim dengan cara yang ma'ruf. Ketujuh, mensyukuri bahwa kita mendapat hidayah sudah menjadi muslim. Kedelapan, membiayai gerakan dakwah agama. dan kesembilan adalah membela jikalau diserang musuh. (Haeri/Hil)
Posted by Ridlo Posted on Februari 11, 2017 | No comments

Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen Angkat Isu Tantangan Umat

Suasana Kajian Ahad Pagi PCM Kepanjen Kab Malang (12/2/17)

Pengajian rutin adalah salah satu ciri dakwah muhammadiyah yang dilaksanakan dari tingkat ranting sampai ke pusat. Ada yang menganggap salah satu nafasnya pergerakan persyarikatan bisa diliat dari pengajian rutinnya.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepanjen Kabupaten Malang salah satu cabang besar di tingkat PDM Kab Malang memiliki pengajian berupa Kajian Ahad Pagi. Menurut Asad Joko, Ketua Majelis Tabligh PCM Kepanjen bahwa kegiatan kajian ini dilaksanakan sebulan 2 kali di minggu ke - 2 dan ke - 4.

"Alhamdulillah, kajian ahad pagi di PCM Kepanjen ini selalu dibanjiri oleh jamaah. Mereka sangat antusias dan bersemangat dalam rangka tholabul ilmi memperdalam wawasan keagamaan dan juga ilmu pengetahuan yang lain", ucapnya kepada malangmu.

Pembicara pada pengajian ahad pagi telah dijadual oleh Majelis Tabligh dengan menghadirkan pemateri baik dari lokal maupun dari daerah dengan topik yang terkini, menarik dan berkualitas. As'ad menambahkan kajian ini selalu diikuti oleh seluruh warga dan pengelola AUM se PCM Kepanjen.
Pada Ahad (12/2/2017) kajian ahad pagi diisi oleh Ust. H. Ir. Suriansyah yang bertempat di masjid Nurul Hidayah.

Materi yang disampaikan mengenai tantangan terkini umat islam dan bahaya laten komunis yang mulai muncul di Indonesia. Untuk itu, umat Islam harus menggalakkan lagi ghiroh keagamaan melalui peningkatan ibadah, menghidupkan kajian kajian dan mewaspadai segala bentuk propaganda musuh Islam dalam rangka menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Gairah bertholabul ilmu Muhammadiyah harus terus ditingkatkan dan dijaga untuk memperkokoh pendalaman bermuhammadiyah, beragama dan berakhlaqul karimah untuk menjaga kepribadian muslim dari pengaruh paham-paham yang bisa menjerumuskan dan menjauhi agama.

Era informasi yang begitu hebat mempengaruhi wacana masyarakat tentang isu-isu yang menyesatkan harus dicermati dan disaring oleh seluruh umat supaya tidak masuk dalam korban tipu daya musuh Islam yang banyak menguasai sektor komunikasi. Demikian, inti sari materi yang disampaikan pada kajian ahad pagi yang dikirim oleh ketua majelis tabligh PCM kepanjen kepada Malangmu pagi tadi. (Joko/Rid).



Posted by hilmi Posted on Februari 11, 2017 | No comments

Atraksi Perkusi Sambut Jamaah Pengajian PDM di Pujon

Atraksi Perkusi sambut jamaah pengajian PDM di Pujon, Ahad (12/02)


PUJON -- Pengajian rutin dua bulan sekali Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang dari cabang ke cabang, kali ini diselenggarakan di masjid An-Nur Desa Wisata Pujon Kidul kecamatan Pujon, Ahad (12/02/17).

Dihadiri lebih dari 1000 jamaah yang terdiri dari berbagai unsur di Muhammadiyah se-Kab. Malang, mulai pengurus Pimpinan Daerah, Cabang, Ranting, dan Ortom serta simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Aktraksi grop musik Perkusi dari putra dan putri kader Muhammadiyah Cabang Pujon yang berkolaborasi dengan grop musik Fatayat Pujon menyambut peserta pengajian. Dengan lantunan suara dan nada mars Muhammadiyah dan Aisyiyah mengiringi dan menghibur jamaah sebelum acara pengajian dimulai.

Suasana dibuat hangat dan akrab oleh iringan nada dan suara merdu dari grop musik PutraGaruda binaan Bpk. Rasyim yang berkolaborasi dengan grop musik Fatayat Pujon.

Kolaborasi grop musik kader-kader Muhammadiyah/Aisyiyah bersama Fatayat ini disengaja dengan maksud merangkul, bergandeng tangan bersama-sama mensukseskan acara pengajian, tutur Rasyim, Aktivis Pembina Pemuda Muhammadiyah Cabang Pujon. (Hil)
Posted by hilmi Posted on Februari 11, 2017 | No comments

Menarik, Pengajian PDM di Desa Wisata Pujon Kidul



Pengajian PDM di Desa Wisata Pujon Kidul oleh Ketua PWM Jatim, Ahad (12/02)


Malangmu.or.idPengajian rutin dua bulan sekali yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, bakal dilangsungkan besok hari Ahad, 12 Februari 2017 di Cabang Muhammadiyah Pujon. Pengajian yang dilaksanakan dari cabang ke cabang ini menurut Sekretaris PDM Kab. Malang, Drs. M. Nurul Humaidi, M.Ag merupakan forum silaturrahmi, pertemuan para pimpinan dan jamaah Muhammadiyah se-Kab. Malang.

Selain sebagai ajang silaturrahmi, tentu juga sebagai wahana penguatan ideologi Muhammadiyah dan wawasan keagamaan serta kebangsaan. Rencananya, Penceramah yang akan dihadirkan pada pengajian besok itu adalah Ketua PimpinanWilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sa’ad Ibrahim, M.A, tegas dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM ini.

“Dipilihnya Pujon sebagai tempat pengajian besok itu, bukan bermaksud apa-apa, melainkan hanya memang pas pada gilirannya. Sedangkan agenda dua bulan berikutnya, direncanakan akan bertempat di Cabang Muhammadiyah Sumberpucung pada April 2017 mendatang”, tambahnya.

Lokasi Pengajian tepatnya berada di Masjid An-Nur Desa WisataPujon Kidul. Desa ini menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Selain hawa yang sejuk, alam yang indah tentu juga karena perkembangan desa yang sangat signifikan untuk menjadi Desa Wisata, setelah disentuh oleh tangan mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah, Udi Hartoko yang kini menjabat sebagai Kepala Desa sejak tahun 2011.

Meski warga Muhammadiyah menjadi minoritas di Pujon Kidul, namun kiprah dan perannya sangat kuat membawa kemajuan desa, dan menjadikannya Desa Percontohan Nasional. Oleh karenanya, kiranya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Muhammadiyah kabupaten Malang untuk ramai-ramai hadir dalam acara Pengajian yang bertempat di Desa yang penuh dengan tempat wisata, baik alam maupun edukasi. Obyek wisata tersebut mulai dari petik sayur, peternakan, pengolahan susu, pembelajaran energy alternative, outbond, dan tempat refreshing (Café Sawah).

Tanpa mengurangi niat suci untuk syiar atau dakwah Muhammadiyah, semoga Allah memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan  pada acara yang akan berlangsung besok itu. (Hil)

Kamis, 09 Februari 2017

Gambar Gerhana Matahari dan Bulan diambil dari internet
Pada bulan Februari 2017 ini diprediksi akan terjadi dua kali peristiwa alam berupa gerhana. Peristiwa gerhana ini dalam Islam disebut dengan Sunnatullah. Yaitu suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan berjalan sesuai dengan system-sistem hukum alam.

Secara astronomis, gerhana matahari terjadi bilamana piringan matahari tertutup oleh bulan, jika dilihat dari bumi. Dengan kata lain, saat itu bulan berada persis di antara matahari dan bumi. Akibatnya, beberapa kawasan tertentu di muka bumi tidak terkena sinar matahari. Maka yang demikian disebut gerhana matahari. Dan tentunya peristiwa gerhana tersebut tidak semata-mata peristiwa alam murni, tetapi mempunyai hubungan dengan pelaksanaa hukum Islam yaitu shalat gerhana.

Pada bulan Februari ini diprediksi akan terjadi 2 kali gerhana  yakni gerhana pertama akan terjadi pada tanggal 11 Februari 2017 dimulai pukul 05.34 s.d. 09:53. WIB. Gerhana tersebut masuk kategori gerhana penumbra. Dan hanya dapat diamati di belahan bumi sebelah barat (Amerika Latin,  Etopa,  dan sebagian Afrika). Wilayah Indonesia yang masuk daerah sebelah Timur tidak akan dapat melihat atau mengamati kejadian gerhana tersebut. Apalagi gerhana tersebut terjadi pada siang hari.

Gerhana yang kedua diprediksi akan terjadi pada tanggal 26 Februari 2017. Gerhana tersebut akan terjadi mulai pukul 19:00 s.d. 00:36 WIB. Gerhana ini masuk kategori gerhana matahari cincin (al-kusῡf al-ḥalqī). Gerhana matahari cincin terjadi karena bagian tengah piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan dan bagian pinggirnya atau tepi pinggirnya tidak tertutup. Menurut Fatkurrahman, Anggota Divisi Hisab dan Falak Majelis Tarjih dan Tajdid PWM jawa Timur bahwa berdasarkan hasil perhitungan astronomis, peristiwa gerhana matahari cincin di atas  hanya dapat diamati dari belahan bumi sebelah barat, dan tidak dapat diamati dari kawasan Indonesia, karena terjadi pada malam hari.

Bagaimana status hukum shalat dua gerhana matahari tersebut? Sunnahkah melakukan shalat gerhana untuk peristiwa dua gerhana di atas? Pada tanggan 08 Januari 2010 M / 22 Muharram 1431 H, Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan fatwa tentang shalat gerhana. Pada butir (2) kedua fatwa tersebut menegaskan, “Salat gerhana matahari hanya dilakukan oleh orang di kawasan yang sedang mengalami gerhana dan tidak dilakukan oleh orang yang berada di kawasan lain yang tidak berada dalam bayangan umbra/antumbra/penumbra (tidak mengalami gerhana).

Merujuk pada Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid tersebut, bagi kawasan Indonesia dan kawasan lain yang tidak melihat atau menyaksikan kedua gerhana di atas, baik gerhana penumbra maupun gerhana matahari cincin, maka tidak disunnahkan melakukan shalat gerhana tersebut. Karena mengalami atau melihat di kawasan tertentu menjadi syarat seseorang melaksanakan shalat gerhana. Menurut Moh. Nurhakim, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, sesuai dengan hasil kajian dari Majelis Tarjih dan Tajdid maka shalat gerhana untuk peristiwa alam di atas tidak disunnahkan bagi yang tidak melihat atau mengalami di kawasannya sendiri.

Haery Fadly, M.HI
(Anggota Majelis Tarjih PWM Jatim)