Langsung ke konten utama

RUWAIBIDHOH, Orang Bodoh Yang Turut Campur Urusan Masyarakat Luas

Drs. Nurbani Yusuf, M.Si, Ketua PDM Kota Batu dan DIrektur ATV Batu

Teknologi informasi telah menghilang jarak, ruang juga waktu. Semua bisa mendapat dan memberi informasi tanpa batas dengan tidak mengenal status sosial, pendidikan, ekonomi bahkan agama. Semua bisa memberitakan tanpa batasan, sehingga pekerjaan jurnalis pun mengalami reduksi, berita bukan lagi monopoli pekerjaan para jurnalis tapi siapapun bisa melakukannya meski dengan kualitas, etik dan akurasi yang tidak perlu diuji.

Dunia maya: medsos dengan segala perangkatnya telah menjadi dunia baru yang lebih dinamis, sekaligus mengerikan, tidak mengenal ruang juga waktu. Di dunia ini semua menjadi boleh karena aturan longgar dan tidak dibebani tanggungjawab, yang penting bicara dan bercakap sebanyak-sebanyaknya.

Maka tak heran jika sering terjadi diskusi lucu antara seorang profesor dengan seorang juru parkir membahas tentang perang ideologi, atau seorang ekonom alumni Barkley dengan bakul pracangan membahas tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi, Seorang ulama khos alumni pesantren besar harus berjibaku dengan santri ahli copas, Dan yang menggelikan profesor, ekonom dan ulama itu harus menyerah karena kalah ngeyel, meski untuk menjadi profesor, akademisi dan ulama dibutuhkan waktu bertahun tahun dengan biaya dan tenaga yang tidak murah.

Ruwaibidhah para penimbrung, tiba-tiba merasa lebih pintar dari profesor, merasa lebih ahli ketimbang para zaken, dan merasa lebih alim ketimbang ulama. Pandai sekali berkomentar dan mengkritik, lalu pergi tanpa beban. Para ruwaibidhah ini adalah kumpulan orang-orang yang punya banyak waktu luang sehingga memiliki kesempatan lebih banyak memegang Gadget. Dan kita tahu siapa saja mereka.

Ruwaibidhah tidak melakukan apapun kecuali ketrampilan menghakimi dan menghujat setiap tindakan. Mereka mengkritisi kebijakan Presiden, Polri, Panglima, Mentri, Gubernur, MPR, DPR para tokoh baik politik,  budaya, ekonomi bahkan ulamanya sekalipun tak luput dari perhatian dan kritik tajamnya, semuanya mereka nimbrung bicara meski dengan pengetahuan sepenggal.

Kumpulan Ruwaibidhah merasa sudah bekerja dan banyak berbuat meski hanya nimbrung bicara, karena memang itulah pekerjaan utamanya. Prediksi nabi saw bahwa akan muncul ruwaibidhah perlahan mulai nampak ..


Nurbani Yusuf
Ketua PDM Kota Baru
Direktur ATV Batu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…