Sabtu, 14 Januari 2017

Prof DR Thohir Luth, MA, bersama sejumlah panitia pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen, sesaat sebelum peresmian dan peletakan batu pertama, Ahad (15/1) pagi.

KEPANJEN - Ratusan pasang mata warga Muhammadiyah dan pengurus PR Muhammadiyah Kepanjen menjadi saksi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen, Ahad (15/1). Prosesi peletakan batu pertama ini sekaligus dirangkai dengan pengajian tabligh akbar yang dilangsungkan di dalam masjid setempat.

Abd. Rouf Azhar,  MH, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepanjen mengungkapkan, Pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen sebenarnya sudah dilaksanakan sejak November 2016 lalu. Namun, peresmian peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan hari ini, bersamaan dengan Pengajian Akbar yang juga dihadiri Prof Dr Thohir Luth MA, pengurus PWM Jatim dan sejumlah pengurus PDM Kabupaten Malang.

"Rencananya Masjid Nurul Hidayah dibangun menjadi 3 lantai dengan Anggaran Biaya sebesar Rp.  4.800.000.000,- Waktu penyelesaian pembangunan diperkirakan membutuhkan 2-3 tahun," terang Rouf beberapa saat sebelum peresmian, (15/1).

Dikatakan, Masjid Nurul Hidayah nantinya menjadi Gedung Dakwah Muhammadiyah Nurul Hidayah Kepanjen. Lantai dasar digunakan untuk area parkir dan dakwah komunitas. Lantai 2 diperuntukkan salat jamaah dan kajian umum. Sedangkan, lantai 3 dijikan Aula dan perpustakaan.

Menurut Ust Rouf, estimasi biaya pembangunan yang dibutuhkan termin pertama adalah 15 persen, dengan jumlah biaya Rp 450 juta. Saat ini, dana terkumpul khusus untuk pembangunan masjid adalah Rp. 400.000.000,- dan dimungkinkan masih bertambah terus sumbangan dari para dermawan.

Bangunan masjid dengan total 3 tingkat berdiri di atas lahan seluas 1.350 meter persegi. Masjid Hidayah awal berdiri tahun 1967, fan sudah pernah beberapa kali mengalami renovasi.

"Dengan dibangunnya masjid tiga lantai ini, praktis akan menambah Pusat Gedung Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten. Terlebih, bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar tentunya bisa memanfaatkan Gedung Dakwah ini untuk berbagai aktivitas keagamaan dan lainnya," demikian pria asal Kota Gresik ini. (amin)

0 komentar:

Posting Komentar