Sabtu, 21 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 21, 2017 | No comments

Peluang dan Tantangan PCM di Kabupaten Malang Kedepan

Pimpinan PCM ketika memaparkan laporan kinerja cabang dan beberapa permasalahannya.

Konsolidasi dan Koordinasi Organisasi PDM kabupaten Malang pada periode 2015-2020 yang dilaksanakan di SMKM 1 Kepanjen (22/1/17) sangat berbeda. Tahun ini, semua PCM diberi kesempatan untuk mengemukakan problem dan tantangan organisasinya ke depan. Sementara itu, pada periode sebelumnya hanya PCM yang mempunyai amal usaha yang mendapat perhatian PDM.

Perbedaan itu membuat semua PCM bisa mengemukakan persoalan-persoalan khas di tingkat Cabang untuk bersama-sama disesuaikan dengan program PDM. Secara umum, problem PCM sangat berbeda dan itu tergantung dari ciri khas, kondisi wilayah dan tantangannya. Persamaannya, semua PCM menghadapi masalah berkaitan dengan soal kaderisasi.

Hal itu dikatakan dan dirasakan oleh Budi Santosa (ketua PCM Pakisaji). “Pakisaji terdiri dari 5 ranting. Kita sulit melakukan pembinaan kaderisasi di setiap ranting. Bahkan Amal Usaha ada yang hidup segan, mati tak mau seperti SMP. Di tingkat TK kita mempunyai 2 siswa yang banyak, tetapi terkendala ruang pembelajaran, “tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengemukakan Panti Asuhan di wilayah Pakisaji tidak banyak masalah. Sebab, masyarakat memberikan kepercayaan dengana memberikan wakaf tanah. Sementara itu donator didapatkan dari masyarakat se Malang Raya.

Hasil notulensi  M. Amiruddin, A, S.Pdi beberapa inti problem dan dinamika PCM  wilayah B (Kepanjen, Ngajum, Sumberpocung, Wagir, Kromengan, Pakisaji) antara lain;

PCM Ngajum; (1) PCM Ngajum masih dalam binaan PCM Sumberpucung & Kepanjen, (2) berharap siswa SMK M 1 dianjurkan mengikuti  pengajian di PCM Ngajum setiap hari Jum’at  jam 19.15 WIB -selesai dan pembinaan TPA setempat, dan (3) pembangunan Masjid di PCM Ngajum agar segera diselesaikan dengan bantuan PDM Kab. Malang.

PCM Kromengan; (1)  AUM masih berupa masjid yang digunakan untuk pengajian rutin, (2)   anggota Muhammadiyah masih sangat terbatas, dan bersifat turun-temurun dari keluarga, (3) TPQ telah ada dan berjalan dengan baik,  (4)  PAUD tahap pertama bulan akan dibuka Juni-Juli 2017, dan (5) masyarakat mulai percaya pada Muhammadiyah untuk penyelenggaraan qurban.

PCM Wagir; (1)  cabang istimewa, dengan peniadaaan ranting namun langsung ke PCM, (2) AUM berupa SMK Muhammadiyah 9 berjalan namun belum sesuai dengan harapan, pada akhirnya PDM menunjuk kepada sekolah secara langsung dan berencana membuka 5 program. (3) Ada  2 masjid dengan kegiatan pengajian Ahad pagi, Al-Firdaus dan Miftahul Khoir, (4) sudah ada PAUD dan TK untuk kaderisasi, (5)  mengusahakan Kader Mubaligh dengan kegiatan perawatan jenazah, (6) ada budidaya lele organik oleh Majelis Ekonomi, dan (7)  kesulitan dalam koordinasi dengan wilayah di pedesaan.

PCM Pakisaji; (1)  terdiri dari 5 ranting, dengan kesulitan pembinaan kaderisasi di setiap ranting, (2) SMP Muhammadiyah, (3)  Panti Asuhan berjalan dengan baik dengan donator semalang raya, tetapi belum punya  payung hukum dan perizinan, (4) TK dua buah dengan siswa yang sangat banyak dan berkendala kurangnya ruang pembelajaran, dan (5) masyarakat memberikan keparcayaan dengan mewakafkan tanah.

PCM Sumberpocung; (1)  titik awal tempat masuknya dakwah Muhammadiyah di wilayah Malang selain Kepanjen, (2) AUM Berupa  PAUD, TK ABA I, II, SD Muhammadiyah 02, SMP Muhammadiyah 01, SMA Muhammadiyah 02, Klinik Rawat Inap Muhammadiyah, ada 5 Ranting 5, Masjid 6 buah, dengan Dakwah, Pendidikan, Sosial berjalan dengan baik, (3) SD Muhammadiyah 02 berharap menjadi SD unggulan (Plus) yaitu hafal juz  30 dan bisa berbicara dengan Bahasa Arab lancar, (4) Klinik Rawat Inap diupayakan menjadi Rumah Sakit, (5) ranting Karangkates berupaya mendirikan Pondok Pesantren Putri, (6) ranting Sambigede dipercaya mengadakan sholat ‘Ied oleh pemerintah Desa Sambigede, dan (7) PCM Sumberpucung banyak menerima tanah wakaf guna dakwah di Kec. Sumberpucung, tapi masih berkendala ijin dan surat.

PCM Kepanjen: (1) PCM Kepanjen adalah awal tempat masuknya dakwah Muhammadiyah di wilayah Malang selain Sumberucung, (2) punya AUM seperti  PAUD, SD Full day School, SMP, SMA, SMK banyak yang telah berprestasi dan unggulan sehingga menjadi sekolah rujukan, (3) renovasi Masjid Nurul Hidayah menjadi 3 Lantai dengan biaya 4 M dengan menggalang donatur dari berbagai elemen masyarakat, (4) pemisahan gedung perguruan tinggi mulai SD, SMP, dan SMK Muhammadiyah 05, (5) kepercayaan masyarakat kepada PCM Kepanjen dengan banyaknya tanah wakaf yang diserahkan, (6) kajian intensif dan berencana membuat Cosp Mubaligh Malang Selatan meliputi Kepanjen, Sumberpucung, Ngajum, Kromengan, Kalipare, dan Donomulyo, dan (7) peresmian pembangunan Masjid Nurul Hidayah 3 lantai dengan Kepanjen menjadi Ibu Kota Kab. Malang dan berharap PDM Kab. Malang berkontor di Kepanjen (nrd/hsm/ma).

0 komentar:

Posting Komentar