Langsung ke konten utama

Dakwah Lewat Komoditas, Cara Lain Tarik Jamaah

Pemaparan program majelis pada konsolidasi organisasi PDM Kab Malang di Kepanjen (22/1/2017)

KEPANJEN - Ada gejala menarik di lingkungan sosial masyarakat yang tertangkap Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kabupaten Malang. Konsep dan aksi pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat terbukti efektif dan manjur menarik mereka menjadi jamaah atau warga persyarikatan.

Gejala ini pun akhir membuat MPM PDM menawar gagasan baru Dakwah Lewat Komoditas. Gagasan ini terlontar pada sesi pemaparan Majelis dan Lembaga saat kegiatan Konsolidasi PDM dan PCM wilayah B di aula KH Mas Mansyur SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ahad (22/1) kemarin.

Konsep Dakwah Lewat Komoditas ini bukan tanpa alasan. Menurut ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, mendapati pengalaman melakukan pemberdayaan warga masyarakat di wilayah Desa Kucur, Kecamatan Dau. Dikatakan, warga jamaah yang awalnya sangat sedikit berangsur-angsur terus bertambah banyak jumlahnya karena mereka juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan mereka.

"Dakwah melalui komoditas bisa juga diterapkan untuk menjaring jamaah sebanyak-banyaknya. Apalagi, Muhammadiyah juga sudah punya cukup potensi dan sumberdaya untuk memgembangkan dan mengelola berbagai produk atau atau bahan yang bisa ditawarkan kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara MPM yakin komoditas dan pelatihan bisa menjadi salah satu strategi dakwa yang baik, maka PDM Kabupaten Malang masih mendapati pekerjaan berat dengan belum terbentuknya PCM di sejumlah kecamatan. Yakni di kecamatan Dampit, Gedangan dan Wonosari. Jamaah Muhammadiyah di PCM Dampit dikatakan masih ada tanda-tanda ghirah dan berkembang, namun untuk PCM Gedangan dan Wonosari masih sangat berat tantangannya. (amin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…