Selasa, 31 Januari 2017

Logo resmi Tanwir Muhammadiyah di Ambon

Sesuai dengan instruksi PP Muhammadiyah tentang Syiar Tanwir di Ambon pada 24 - 26 Februari 2017, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang melalui Majelis Pustaka dan Informasi telah membuat design spanduk tanwir. Hal ini dilakukan untuk mempermudah seluruh warga Muhammmadiyah dari ranting sampai cabang untuk bisa segera mencetak sesuai standar logo yang sudah ditetapkan.

Sekretaris Umum PDM Kab Malang, Drs. H. Nurul Humaidi, M.Ag menjelaskan bahwa syiar tanwir harus digalakkan di semua tempat dari ranting sampai cabang dalam rangka mendukung dan meramaikan agenda Tanwir Muhammadiyah di Ambon. "File design spanduk sudah disiapkan oleh tim MPI, dan bisa segera didownload via web www.malangmu.or.id. Setelah itu tinggal mencetak dan segera dipasang di tempat-tempat strategis di wilayah masing-masing." imbau Humaidi.

Berikut link file spanduk siap cetak. Beberapa file di spanduk ada space putih yang bisa ditambahi sendiri dari ranting, cabang atau sekolah muhammadiyah sehingga masing-masing bisa segera mensyiarkan agenda besar Muhammadiyah ini.

File spanduk JPG ukuran 6 x 1,2 m

Spanduk Selamat dan Sukses PDM Kab Malang
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUX2dJSG5ONFZvMDg

Spanduk Selamat dan Sukses dengan Logo Muhammadiyah saja
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUTXdtV09zd1lpMzQ

Spanduk Selamat dan Sukses dengan kosongan putih (bisa ditambahi sendiri)
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUMWQ4S1VwYmZ1WVU

Spanduk Selamat dan Sukses
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxURHlPWFctTGVyeUU

Logo Tanwir
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUVVlGR3AtZlB0Mnc

Spanduk Versi Corel draw
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUMVdNVzdhTjRsc28

Logo Tanwir (Corel Draw x4)
https://drive.google.com/open?id=0BynVwIjx0IxUYmEyanJ0U2paT0E

semoga bermanfaat.
Rid

Senin, 30 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 30, 2017 | No comments

SMK Muh Wanasari Brebes Belajar ke SMK Rujukan Nasional


GONDANGLEGI (31/1/2017). Pagi ini, 114 siswa dan 17  PTK SMK Muhammadiyah Wanasari Brebes Jawa Tengah berkunjung ke SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi Malang.

Di SMK Rujukan Nasional ini, mereka belajar tentang:  manajemen sekolah, tata kelola keuangan,  kultur akademik, tata kelola kepegawaian, dan tradisi mental petarung.

Kepala SMK Muhammadiyah Wanasari, Fathuri, S.Ag., dalam sambutannya mengatakan kunjungan ini dalam rangka untuk meningkatkan jumlah murid dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Setelah diterima kepala sekolah dan staf kepemimpinan, rombongan diajak untuk melihat lebih dekat proses belajar di kelas,  lab, dan ruang workshop. Rombongan sangat menikmati keindahan The Titanium Building (TTB). Mereka mengabadikan momen itu dengan ber-selfie ria.

Selamat semoga SMK Muhammadiyah Wanasari Brebes maju melesat. Menjadi yang terbaik. (Fahri)
Posted by Ridlo Posted on Januari 30, 2017 | No comments

Otsuka Jepang Rekrut Siswa SMK Mutu Gondanglegi

Head Master HRD Otsuka, Fery Ferdinand ketika menyampaikan penjelasan rekrutmen.

GONDANGLEGI. Perusahaan Farmasi Terbesar Jepang, OTSUKA, mengadakan rekrutmen tenaga kerja di SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi Malang.

Rekrutmen ini berlangsung selama dua hari,  30 - 31 Januari 2017 diikuti 150 lebih siswa kelas XII. Disamping itu peserta tes juga berasal dari beberapa SMK Jawa Timur.

Seleksi terdiri dari: tes tulis, tes psikologi, wawancara dan tes kesehatan. Siswa yang dinyatakan lulus akan mengikuti program orientasi pengenalan kerja. Jika memenuhi syarat akan langsung dikontrak kerja.

Dibutuhkan sekitar 20-30 orang yang akan ditempatkan di  PT Amerta Indah Otsuka Jawa Barat dan Jawa Timur. "Tergantung pada hasil tes, bila memenuhi syarat, 30 orang akan kita rekrut sebagai karyawan, "kata Head Master HRD Otsuka, Fery Ferdinand yang datang langsung ke SMKM 7 Gondanglegi. Ia ditemani 5 orang Tim Rekrutmen Otsuka Pusat Jakarta. 

Rekrutmen siswa kelas XII oleh Industri di SMK Rujukan Nasional ini,  berlangsung sejak Bulan Nopember tahun lalu. "Mudah-mudahan target 86% anak bekerja sebelum lulus terwujud tahun ini, "Ucap Direktur BKK SMKM 7 Gondanglegi Handoko Suyitno penuh harap. Selamat semoga memberi manfaat kepada peserta didik dan masyarakat. (Fahri)

Sabtu, 28 Januari 2017

Rapat Koordinasi PCM Wagir, Ahad (29/01)


WAGIR - Ahad (29/1/2017) Bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah Wagir, Masjid Thariqul Khair, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wagir menyelenggarakan rapat koordinasi "Sosialiasi Hasil Koordinasi dan Konsolidasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang se-Wilayah B" dilanjutkan dengan konsolidasi PCM Wagir.

Dibuka oleh Sekretaris PCM, Dr. Syahri Rusman, M.Si, rapat ini juga membahas berbagai program PCM. Diantaranya, konsolidasi organisasi dengan mendorong penyelesaian pelaksaan Musyawarah Ranting dan eksekusi program-program Majelis, pengembangan dakwah dengan target pendirian ranting di setiap desa.

"PCM siap bekerja sama dengan seluruh desa di Wagir dengan bentuk kerja sama pemberian bibit tanaman produktif ke setiap desa. Kami siapkan 500 batang bibit produktif dari berbagai varian tanaman untuk setiap desa. Diharapkan dengan bantuan bibit produktif PCM ini, setidaknya ada kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat Wagir dan ada daya tarik tersendiri bagi dakwah Muhammadiyah", demikian Sekretaris PCM yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Pada kesempatan selanjutnya Ketua PCM Wagir, Dr. Hery Susanto, M.Si, memaparkan hasil koordinasi dan konsolidasi PDM Kabupaten Malang se-Wilayah B serta memberikan penekanan agar Musyawarah Ranting, Pelaksaan Program Majelis dan Pembenahan SMK Muhammadiyah 9 Wagir segera dilaksanakan dengan baik.

Dalam kesempatan rapat Koordinasi PCM Wagir ini juga menghasilkan salah satu agenda yaitu rencana pelaksanaan Out Bound dan Tadabbur Alam PCM Wagir. Agenda ini menjadi program bersama Majelis Tabligh dan MPK PCM Wagir dengan bentuk Kajian dan Tadabbur Alam serta  memfasilitasi Ortom Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul  Aisyiyah untuk menggelar outbound yang akan dilaksanakan di pantai Malang Selatan pada bulan Maret 2017. (San)
Posted by hilmi Posted on Januari 28, 2017 | No comments

Bonus Minyak Goreng pada Kajian Ahad Pagi PCM Wagir

Suasana Kajian Ahad Pagi Majelis Tabligh PCM Wagir

WAGIR - Ahad (29/01/2017) Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wagir kembali menggelar Kajian Ahad Pagi. Agenda rutin tiap pekan ini dilaksanakan di Masjid Thariqul Khair, masjid yang menjadi pusat dakwah Muhammadiyah PCM Wagir.

Berkesempatan hadir menjadi pemateri dalam Kajian Ahad Pagi ini adalah Ustadz Muhammad Hafidz, M.Pd.I dengan mengangkat tema "Berbuat Baik Pada Orang Tua Adalah Cermin Keimanan dan Keshalihan Seorang Anak". Selama satu jam penuh, Ustadz muda yang tergabung dalam Corps Mubaligh Muhammadiyah Malang ini memberikan tausiah di hadapan para jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah Wagir. "Berbuat baik, hormat sepenuhnya, berbakti hingga mendoakan kebaikan kedua orang tua, adalah cermin kepribadian keimanan dan keshalihan seorang anak", demikian ujar Penceramah yang akrab dipanggil Ustadz Hafidz ini dalam salah satu paparannya.
Ibu-ibu jamaah pengajian menenteng "bonus" minyak goreng Kajian Ahad Pagi

Ada dua hal yang menarik dari pelaksanaan Kajian Ahad pagi ini. Pertama, setelah selesai kajian, ibu-ibu Aisyiyah membagikan sembako berupa minyak goreng 1 kg kepada seluruh jamaah ibu-ibu yang hadir dalam kajian ini. Dana pembelian sembako ini dihimpun dari infaq jamaah Kajian Ahad Pagi. Dari pembagian sembako ini diharapkan mampu mempererat ikatan jamaah.

Kedua, pada saat sesi tanya jawab dalam kajian ini, mengemuka usulan dari jamaah, agar Majelis Tabligh juga menimbang kebutuhan jamaah untuk menentukan tema kajian. Artinya, Majelis Tabligh menginventarisasi tema-tema yang diusulkan para jamaah, untuk kemudian menjadi bahan penyusunan jadwal dan tema kajian. Ini sebagai upaya akomodasi agar Kajian Ahad Pagi mampu menjawab kebutuhan jamaah.
Jamaah Kajian Ahad Pagi menyantap pecel bersama sebagai menu sarapan pagi.

Sebagai penutup agenda mingguan ini, seluruh jamaah menyantap pecel bersama, sebagai menu sarapan pagi yang telah disiapkan oleh Majelis Tabligh sebagai pelaksana Kajian Ahad Pagi. (San)
Posted by Ridlo Posted on Januari 28, 2017 | 1 comment

Sebarkan Berita Hoax, Medsos Jadi Haram

Dr. Moh. Nurhakim, M.Ag, Ketua MTT PWM Jatim ketika menyampaikan sambutan Kajian Fiqh Medsos di Umsida.

SIDOARJO - Informasi atau kabar yang tidak benar (hoax) tidak hanya menjadi sesuatu yang mudlarat atau tidak bermanfaat. Lebih dari itu, kabar tak benar bahkan bisa menyesatkan dan berdampak luas merugikan khalayak.

Beberapa waktu terakhir, berita dan kabar hoax bermunculan di media sosial (medsos) yang cukup meresahkan masyarakat, baik umat Islam maupun umat non muslim. Kabar hoax ini bisa menyebabkan madlarat besar, seperti fitnah, menghancurkan sendi-sendi kehidupan sosial, dan bahkan disintegrasi bangsa.

Kesimpulan inilah salah satu yang mengemuka dari hasil Kajian Fiqh Media Sosial di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Sabtu (28/1) siang. Dalam Kajian ini, medsos juga disikapi dari perspektif Etika, Hukum, dan Budaya.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. Moh. Nurhakim, M.Ag menyebutkan, ada empat hal yang dibahas dalam kajian fiqh medsos ini, yakni hukum Islam bermedia sosial, bahaya berita hoax, sikap umat Islam terhadap fenomena ini, dan bagaimana etika bermedsos.

Dari aspek fiqh, hukum asal bermedia itu sebenarnya mubah (boleh) dan bisa menjadi sunnah jika dipakai untuk kebaikan dan cara yang baik. Tetapi, lanjutnya, medsos bisa menjadi haram jika dipakai untuk keburukan seperti hoax.

Sejauh mana bahaya berita hoax? Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mencontohkan, salah satu sebab kehancuran negara-negara Muslim Timur Tengah adalah karena berita hoax. Intelijen Israel bekerja sama dengan negara-negara tertentu dapat memporak-porandakan hubungan antarnegara Muslim. Dalam sejarah umat Islam terdahulu,  imbuhnya, perpecahan di kalangan umat Islam di penghujung masa Sahabat juga banyak dikarenakan berita hoax yang berhasil dimainkan kaum munafiq.

"Dalam surat an-Nur ayat ke-19 dijelaskan bahwa berita hoax itu disebut dengan fakhisyah, menjijikkan, dan amat keji. Karena itulah, mengapa medsos yang digunakan untuk menyebar hoax ini bisa diharamkan," tegasnya.

Bagaimana umat Islam bersikap terhadap fenomena ini, dan bagaimana mestinya etika bermedsos? Nurhakim menegaskan, agar umat Islam tidak larut terbawa arus terlibat dan termakan berita-berita hoax. Beliau menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan medsos hanya untuk hal-hal yang positif termasuk dakwah dan pencerahan, bukan sebaliknya.

"Menggunakan medsos juga harus berhati-hati, selektif, dan melakukan verifikasi (tabayun) dalam menerima dan menyebarkan berita", imbuhnya. Selain itu, yang lebih miris lagi, medsos yang isinya menyerang, memaki, membunuh karakter orang, jorok, atau porno, tentunya sangat dilarang oleh agama Islam, tegasnya. Terlebih, lanjutnya, sikap yang tidak etis adalah memanfaatkan medsos dengan sengaja menyebar kebencian dan memecah belah bangsa dan umat Islam.

"Karena itu, sikap Muhammadiyah jelas, yakni menolak bentuk apapun dari penyimpangan penggunaan medsos. Muhammadiyah melihat bahaya di depan mata yaitu disintegrasi bangsa akibat penggunaan medsos yang kebablasan ini," pungkasnya. (amin)
Dr. Saad Ibrahim, MA, Ketua PWM Jatim ketika memberikan sambutan pembuka acara Kajian Fiqh Medsos.

SIDOARJO - Penggunaan media sosial (medsos) yang mulai kebablasan dan kerap merugikan pihak lain, menjadi keprihatinan kalangan Muhammadiyah. Melalui Kajian Fiqh Media Sosial yang diprakarsai Majelis Tarjih dan Tajid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, menggunakan medsos bisa menjadi perkara yang diharamkan karena lebih banyak dampak madlaratnya. Loh kok?

Fiqh Medsos ini dikaji bersama para pakar dan praktisi di Aula Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu 28 Januari 2017. Tidak hanya dari aspek kajian fiqh, cara dan dampak penggunaan medsos ini juga dibedah dari perspektif lain, seperti hukum dan budaya. Pakar yang menjadi penyaji Kajian Fiqh Medsos ini diantaranya, Dr. A. Zuhdi DH,  M.Fil.I (Ketua Divisi Tarjih dan Fatwa MTT PWM Jatim), Dr. M. Najih, SH,  M.Hum (anggota Majlis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah) dan Husnun N. Djuraid,  M.Si  (Redaktur Senior Malang Pos).

Acara di awali sambutan Rektor Umsida, Dr. M. Hidayat, M.Si sekitar pukul 12.30 WIB. Dilanjutkan, sambutan Ketua MTT PWM Jatim Dr. Moh. Nurhakim, M.Ag dan Ketua PWM Jatim, Dr. Saad Ibrahim, MA.

Penyaji pertama, Dr. A. Zuhdi DH, yang memaparkan 'Hukum dan Etika Menggunakan Medsos' banyak menyinggung dampak penggunaan medsos. Menurutnya, medsos mempunyai dampak positif dan negatif sehingga harus disikapi etika penggunaanya. Zuhdi mengibarat medsos dengan pisau, yang bisa digunakan alat masak, namun bisa juga untuk pembunuhan. Karena itu, ia menegaskan medsos harus dilihat dari 3 aspek, yakni tujuan, konten dan dampaknya.

"Sebagai aktivitas muamalah, berlaku kaidah hukum asal penggunaan medsos dalam permasalahan muamalah duniawiyah, yang pada prinsipnya mubah, kecuali untuk hal yang telah diharamkan Allah. Segala sesuatu bergantung niatnya," terangnya.

Ditambahkan, penyebaran kabar secara asal melalui medsos juga tidak dibenarkan. Ini karena berita apapun harus dipastikan asal usul dan siapa atau darimana sumbernya. Zuhdi pun menyitir dalil peringatan Nabi Muhammad SAW, "Cukuplah seseorang disebut pembohong, bila dia omongkan apa saja yang didengarnya".

Sementara itu, dalam perspektif hukum formal, penyebaran informasi di medsos juga sudah diatur. Penyaji lain, Dr. M. Najih, SH, M.Hum, dari Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah mengungkapkan, ada ketentuan-ketentuan normatif penggunaan informasi di medsos yang dilarang dalam UU ITE, terutama di Pasal 27-36. Diantaranya, untuk penggunan asusila, menyebar berita bohong, SARA, pencemaran nama baik,  ancaman kekerasan, illegal access, dan mencuri data. Bagi pengguna medsos yang melanggar semua itu, lanjutnya, ada ancaman pidana hukuman antara 6 -12 tahun kurungan plus denda Rp 1-12 milliar. (Haeri/Amin)
Posted by Ridlo Posted on Januari 28, 2017 | No comments

Mursidi, KOKAM Harus Siap Kawal NKRI

Drs. H. Mursidi, MM ketika memberikan sambutan pada Diklat Kokam PDPM Kabupaten Malang

Kokam sebagai komando kesiapsiagaan angkatan muda Muhammadiyah harus memiliki kemantapan jiwa dan raga yang bermental Muhammadiyah. Untuk itu perlu adanya penggemblengan dan pelatihan untuk meningkatkan roh dan jiwa Muhammadiyah serta peningkatan akhlaqul karimah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Demikian pernyataan ketua PDM Kabupaten Malang pada sambutannya di acara Diklat KOKAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah di Dusun Palsongo, desa Srigonco kecamatan Bantur Kabupaten Malang (27/1/2016).

Lebih lanjut, Mursidi juga menekankan kepada semua peserta Diklat untuk bisa diklat dengan baik dan ikhlas. “Pengawalan akhlak alkarimah kita harus intensif yang tidak pernah berhenti, dalam rangka kesiapsiagaan amar Makruf nahi mungkar harus dengan jiwa dan raga yang sehat",  tegasnya kepada semua peserta.

Menurut Dosen FE UMM ini KOKAM Kabupaten Malang tahun 1998 juga telah sangat berperan dalam mengawal reformasi, sekarang sangat diperlukan untuk pengawalan NKRI. Muhammadiyah mengembangkan ajaran Islam sangat kuat maka KOKAM harus rajin dan giat karena angkatan muda Muhammadiyah.

“Kita mengadakan Diklat KOKAM bukan menginginkan yang jumlahnya banyak tapi yang kuat tangguh dan militan terhadap perjuangan persyarikatan Muhammadiyah,, dan mohon KOKAM harus dijaga dan dilanjutkan dari generasi ke generasi selanjutnya supaya tetap terjaga semangat KOKAM Perkasa milik Muhammadiyah", pungkas Mursidi mengakhiri sambutannya.


Diklat KOKAM PDPM Kabupaten Malang ini adalah salah satu program kerja untuk membina dan mengembangkan KOKAM dan merekrut kader-kader angkatan Muda Muhammadiyah di wilayah kabupaten Malang. Semoga bisa mengemban amanah sebaga garda terdepan kesigapan dan keamanan di Muhammadiyah.  (Izzudin/Rid) 

Jumat, 27 Januari 2017

Koperasi BUEKA Assakinah PDM Kabupaten Malang dan pengurus koperasi lainnya, usai menerima penghargaan bersama Menteri Koperasi dan UMKM RI Anak Agung Puspayoga dan Bupati Malang (FOTO: Amin)

Pengakuan pemerintah sebagai koperasi yang sehat diterima Koperasi BUEKA Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah Assakinah Kabupaten Malang. Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM RI Anak Agung Puspayoga saat acara peresmian pasar Sumberoto di desa Donomulyo, Selasa (24/1) lalu.
Penghargaan kepada Koperasi BUEKA Assakinah diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang dan diserahkan Bupati DR Rendra Kresna. Koperasi BUEKA Assakinah termasuk salah satu koperasi yang dinilai sehat dilihat dari pengelolaan adminstrasi yang sangat baik dan permodalannya sudah mandiri bhkan sdh termasuk kooerasi mandiri.
“Koperasi BUEKA Asskinah Kabupaten Malang merupakan amal usaha dari majelis ekonomi dan ketenagakerjaan PD ‘Aisyiyah yang sudah eksis dalam memberdayakan anggotanya. Setiap tanggal 1 Januari, kami rutin melaksanankan rapat anggota tahunan,” terang pemimpin Koperasi BUEKA Asskinah, Khusnul Khotimah, Kamis (26/1).
Ditambahkan, Koperasi BUEKA Asskinah PDA Kabupaten Malang terbentuk pada tahun 1998 dan sudah berbadan hukum pada tahun itu. Usaha koperasi Assakinah adalah simpan pinjam dan kenggotaanya berjenjang. Hingga Desember 2016 kemarin, jumlah anggota aktif mencapai 378 orang. Dari jumlah ini, setidaknya 50% mempunya usaha kecil, paling banyak di sektor manmin dan garmen.
Bahkan, lanjutnya, Koperasi BUEKA Asskinah juga tetap memperhatikan pemberdayaan anggota dengan memberi pelatihan anggota yang memiliki usaha. Belum lama ini, dilakukan pelatihan cara pengemasan produk yang sehat dan menarik yang bekerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan dan Disperindag setempat (Choirul Amin).
Sumber : http://www.suaramuhammadiyah.id/2017/01/27/dikunjungi-menkop-koperasi-bueka-peroleh-penghargaan-bupati-malang/
Drs. Nurbani Yusuf, M.Si, Ketua PDM Kota Batu dan DIrektur ATV Batu

Teknologi informasi telah menghilang jarak, ruang juga waktu. Semua bisa mendapat dan memberi informasi tanpa batas dengan tidak mengenal status sosial, pendidikan, ekonomi bahkan agama. Semua bisa memberitakan tanpa batasan, sehingga pekerjaan jurnalis pun mengalami reduksi, berita bukan lagi monopoli pekerjaan para jurnalis tapi siapapun bisa melakukannya meski dengan kualitas, etik dan akurasi yang tidak perlu diuji.

Dunia maya: medsos dengan segala perangkatnya telah menjadi dunia baru yang lebih dinamis, sekaligus mengerikan, tidak mengenal ruang juga waktu. Di dunia ini semua menjadi boleh karena aturan longgar dan tidak dibebani tanggungjawab, yang penting bicara dan bercakap sebanyak-sebanyaknya.

Maka tak heran jika sering terjadi diskusi lucu antara seorang profesor dengan seorang juru parkir membahas tentang perang ideologi, atau seorang ekonom alumni Barkley dengan bakul pracangan membahas tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi, Seorang ulama khos alumni pesantren besar harus berjibaku dengan santri ahli copas, Dan yang menggelikan profesor, ekonom dan ulama itu harus menyerah karena kalah ngeyel, meski untuk menjadi profesor, akademisi dan ulama dibutuhkan waktu bertahun tahun dengan biaya dan tenaga yang tidak murah.

Ruwaibidhah para penimbrung, tiba-tiba merasa lebih pintar dari profesor, merasa lebih ahli ketimbang para zaken, dan merasa lebih alim ketimbang ulama. Pandai sekali berkomentar dan mengkritik, lalu pergi tanpa beban. Para ruwaibidhah ini adalah kumpulan orang-orang yang punya banyak waktu luang sehingga memiliki kesempatan lebih banyak memegang Gadget. Dan kita tahu siapa saja mereka.

Ruwaibidhah tidak melakukan apapun kecuali ketrampilan menghakimi dan menghujat setiap tindakan. Mereka mengkritisi kebijakan Presiden, Polri, Panglima, Mentri, Gubernur, MPR, DPR para tokoh baik politik,  budaya, ekonomi bahkan ulamanya sekalipun tak luput dari perhatian dan kritik tajamnya, semuanya mereka nimbrung bicara meski dengan pengetahuan sepenggal.

Kumpulan Ruwaibidhah merasa sudah bekerja dan banyak berbuat meski hanya nimbrung bicara, karena memang itulah pekerjaan utamanya. Prediksi nabi saw bahwa akan muncul ruwaibidhah perlahan mulai nampak ..


Nurbani Yusuf
Ketua PDM Kota Baru
Direktur ATV Batu
Para Ketua Majelis ketika memaparkan program kerja masing-masing.

Salah satu agenda kegiatan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Malang yang kedua di PCM Kepanjen Sosialisasi Program Kerja Majelis dan progress reportnya. Dalam kesempatan tersebut, para ketua Majelis menyampaikan penjelasan singkat dan melaporkan hasil program yang telah dirumuskan dalam raker PDM tahun lalu. Bertempat di Aula KH Mas Mansur SMKM Kepanjen, masing-masing Majelis diberi waktu kurang lebih 3 ment untuk menyampaikan program-program unggulannya.

"Ini adalah program-program berkemajuan majelis untuk perkembangan Muhammadiyah di Kabupaten Malang. Pimpinan sangat antusias dan terus mendorong majelis untuk benar-benar proaktif menjalankan programnya masing-masing untuk kesuksesan dan kemajuan Muhammadiyah", jelas Alfi, Wakil Sekretaris PDM Kab Malang. Pimpinan PDM sangat membutuhkan kinerja majelis karena itu sinergi dan saling mendukung pelaksanaan program sangat diperlukan agar semua berjalan sesuai koridor dan tupoksi pimpinan di lingkungan PDM Kab. Malang, tambah Alfi yang PNS di lingkungan Pemkot Batu ini.

Berikut hasil rangkuman Malangmu mengenai jabaran program kerja berkemajuan PDM Kabupaten Malang.


MAJELIS PENDIDIKAN KADER

Silaturohim dan Studi Banding MPK PDM Kab ke MKP PDM Surakarta (27-28 Agustus 2016)
1. Sharing program dan mengetahui sistem perkaderan yang dilaksanakan oleh MPK PDM Surakarta
2. MPK PDM Surakarta menjadi instrumen PDM Surakarta dalam seluruh proses rekruitment Guru, Staf dan Karyawan di AUM PDM Surakarta
3. MPK PDM Kabupaten Malang berorientasi seperti yang telah dilakukan oleh PDM Surakarta

1. Sosialisasi Program MPK PDM Kabupaten Malang
2. Sharing informasi dan dinamika Perkaderan di tiap PCM se-Kabupaten Malang
3. Tindaklanjut Baitul Arqom di setiap PCM
4. Yang sudah melaksanakan Baitu Arqam tingkat PCM : PCM Wagir


MAJELIS TABLIGH

1. Menyusun Data Base Masjid dan Mubaligh
2. Petuah Pengajian Sabtu - Ahad
3. Pendidikan Kader Mubaligh Muhammadiyah
4. Menyusun Silabus Kajian Seputar Ramadhan
5. Menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi
4. Menerbitkan Kumpulan Khutbah


MAJELIS TARJIH DAN TAJDID

1. Sosialisasi HPT dan Fatwa MTT
   Tanya Jawab, Turba ke Cabang, Media Sosial
2. Produksi Fatwa (Msalah Kekinian dan Umat)
3. Pengenalan dan pendalaman Manhaj Tarjih
4. Koordinasi dan Konsolidasi MTT dan CMM se Malang Raya


MAJELIS WAKAF DAN KEHARTABENDAAN

Dokumentasi Aset Wakaf.
1. Dokumentasi percontoan aset;
2. Dokumentasi aset tanah.

Sosialisasi Susunan Nadzir.
Penjajakan Jaringan Dan Kerjasama.
1. Melakukan MOU  dengan beberapa pihak terkait;
2. Diklat sertifikasi tanah;
3. Diklat sertifikasi wakaf;
4. Pelatihan administrasi wakaf;
5. Pelatihan pengembangan wakaf;
6. Pelatihan pengurusan IMB rumah ibadah (masjid);
7. Pelatihan penyusunan proposal pembangunan masjid.


MAJELIS PUSTAKA DAN INFORMASI

1. Minta kontribusi informasi dan berita dari PCM-PRM  (Cukup drngan kabarkan 5W + 1H).
2. Buletin Kalam trbit 3-4 kali.
3. Dokumentasikan Sejarah Muhammadiyah di Kabupaten Malang.
4. Tampilkan biografi tokoh pendiri atau printis Muhammadiyah di Kabupaten Malang.
5. MPI terbuka untuk memberi pelatihan menulis/jurnalistik ke PCM-PCM.


MAJELIS PEMBINA KESEHATAN UMUM

1. Implemtasi Gerakan 1000 klinik Muhammadiyah
2. Pendirian Klinik per PCM
3. Branding Klinik Muhammadiyah
4. Pembinaan dan Pelatihan Klinik


MAJELIS PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Tahun 1: Survei & Workshop
Tahun 2: Pembinaan Komunitas dan Unit Percontohan
Tahun 3: Peningkatan Produksi dan Kualitas
Tahun 4: Penguatan Pasar
Tahun 5: “Menghasilkan” Desa Berkemajuan

Tema Program
1. One House One Pond (OHOP)
2. Air Kemasan (Surya Tirta)
3. Pico Hidro Electricity (PHE)... CELL SURYA
4. Organic, Toyyib & Halal Food (OTHF)  
5. Plant for Better Life (PBL)  
6. Pupuk Organik dan Biopestisida (POB)  


MDMC


1. Membina Komunitas Siaga Bencana di tingkat Pimpinan Cabang
2. Rekrutmen Relawan Muhammadiyah di tingkat PCM dan AUM
3. Aktif berkomunikasi dan mengupayakan kesepakatan dengan BPBD maupun lembaga lain
4. Aktif berpartisipasi dalam pelatihan-pelatihan  
5. Mengadakan Diklat secara berkala 
6. Menimplementasi konsep Sekolah Aman dalam bentuk MOS Siaga bencana
7. Akti Tanam Pohon bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup
8. Pembuatan Sumur Bor dan instalasi air bersih sebagai upaya mitigasi bencana










Senin, 23 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 23, 2017 | No comments

Dakwah Lewat Komoditas, Cara Lain Tarik Jamaah

Pemaparan program majelis pada konsolidasi organisasi PDM Kab Malang di Kepanjen (22/1/2017)

KEPANJEN - Ada gejala menarik di lingkungan sosial masyarakat yang tertangkap Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kabupaten Malang. Konsep dan aksi pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat terbukti efektif dan manjur menarik mereka menjadi jamaah atau warga persyarikatan.

Gejala ini pun akhir membuat MPM PDM menawar gagasan baru Dakwah Lewat Komoditas. Gagasan ini terlontar pada sesi pemaparan Majelis dan Lembaga saat kegiatan Konsolidasi PDM dan PCM wilayah B di aula KH Mas Mansyur SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ahad (22/1) kemarin.

Konsep Dakwah Lewat Komoditas ini bukan tanpa alasan. Menurut ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kabupaten Malang, Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes, mendapati pengalaman melakukan pemberdayaan warga masyarakat di wilayah Desa Kucur, Kecamatan Dau. Dikatakan, warga jamaah yang awalnya sangat sedikit berangsur-angsur terus bertambah banyak jumlahnya karena mereka juga diberi pelatihan sesuai kebutuhan mereka.

"Dakwah melalui komoditas bisa juga diterapkan untuk menjaring jamaah sebanyak-banyaknya. Apalagi, Muhammadiyah juga sudah punya cukup potensi dan sumberdaya untuk memgembangkan dan mengelola berbagai produk atau atau bahan yang bisa ditawarkan kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara MPM yakin komoditas dan pelatihan bisa menjadi salah satu strategi dakwa yang baik, maka PDM Kabupaten Malang masih mendapati pekerjaan berat dengan belum terbentuknya PCM di sejumlah kecamatan. Yakni di kecamatan Dampit, Gedangan dan Wonosari. Jamaah Muhammadiyah di PCM Dampit dikatakan masih ada tanda-tanda ghirah dan berkembang, namun untuk PCM Gedangan dan Wonosari masih sangat berat tantangannya. (amin)

Minggu, 22 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 22, 2017 | No comments

Amankan Aset, Muhammadiyah Bentuk Klinik Wakaf

Perwakilan Majelis di PDM Kab. Malang ketika menyampaikan pokok-pokok programnya.

KEPANJEN - Berbagai paparan program Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang muncul saat panel pemaparan Majelis dan Lembaga saat Rapat Konsolidasi PDM yang berlangsung di aula KH Mas Mansur SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ahad (21/1) siang. Dalam acara yang diikuti pengurus PCM Wilayah B ini, banyak informasi baru yang ditelurkan masing-masing pengurus.

Dalam paparan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan misalnya, dikenalkan program Dokumentasi Aset Wakaf Muhammadiyah untuk pendataan aset tanah, terutama terkait sertifikat/akta wakaf. Program ini sudah dilakukan percontohan di tiga PCM. Yakni, PCM Karangploso, PCM Dau dan PCM Gondanglegi.

Dikatakan pengurus Majelis Wakaf, program ini juga diperkuat di dalmnya dengan Klinik Sertifikasi Wakaf. Tujuannya, sebagai mediasi/konsultasi terkait perwakafan dan tanah jika ada masalah. Wakaf atau aset, lanjutnya, kalau bisa tetap berorientasi dinamis dan produktif.

Sementara, dari paparan Majelis Kesehatan Umat (MKU) menyampaikan program pokja Gerakan 1.000 Klinik PP Muhammadiyah. Terkait hal ini, MKU PDM telah melakukan mapping bahwa Muhammadiyah Kab Malang
sudah memiliki tiga RS, namun perkembangan klinik masih kurang berjalan.

"Hingga 2019, PD Muhammadiyah mentargetkan bisa mendirikan minimal 1 klinik baru per PCM, terutama Klinik pratama yang melayani rawat jalan. Agar tercapai target ini, lembaga pendidikan Muhammadiyah juga mrnjadi sasaran tempat untuk dibanginnya klinik," terang Agus Salim Budianto, ketua MKU PDM dalam paparannya.

Lembaga pendidikan Muhammadiyah juga bakal menjadi sasaran program Lembaga Penanggulangan Bencana atau Muhammadiyah disaster management center (mdmc). Terutama, untuk mitigasi atau pengurangan resiko bencana, sangat penting diketahui di lingkungan pelajar.

Diungkapkan Rosi Hendrawan, ketua LPB PDM Kabupaten Malang, Sekolah Muhammadiyah juga harus aman dari bencana. Menurutnya, nantinya program PLB PDM akan masuk di sekolah-sekolah Muhammadiyah saat kegiatan MOS. Kegiatan ini akan diberikan materi pengurangan resiko brncana. (amin)

Sabtu, 21 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 21, 2017 | No comments

Menguat, Rencana Kantor PDM Kabupaten Pindah ke Kepanjen

Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Kabupaten Malang yang berlokasi di Dau Malang.

Rencana kepindahan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Malang (PDM) Kabupaten Malang semakin menghangat saat pemaparan Pimpinan Cabang Muhmmadiyah (PCM) pada acara Koordinasi dan Konsolidasi PDM di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 1 Kepanjen (22/117). Setidaknya itu dikemukakan oleh PCM Kepanjen.

Menanggapi hal demikian, reporter malangmu, Nurudin, bertemu khusus dengan ketua PDM Kab. Malang, Mursidi. Menanggapi keinginan tersebut di atas Mursidi mengatakan bahwa ide itu sudah lama terjadi. “Bahwa keinginan pindah itu sudah lama. Jadi tidak serta merta muncul saat ini saja. Saya juga pengin kantor PDM yang lebih representatif dan bisa memperluas dakwah gerakan Muhammadiyah”.

Ketika diajukan pertanyaan bagaimana kesiapan untuk rencana pindah, mantan Pembantu Rektor II UMM itu mengatakan sebenarnya kita baru sebatas keinginnan. Tanah untuk membuat bangunan juga belum ada. Apalagi dana yang juga belum tersedia. Namun, Mursidi optimis bahwa keinginan itu akan terlaksana. Dia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah kabupaten Malang akan berupaya untuk memberdayakan masyarakat agar bersama-sama membangun kantor. Biasanya keinginan kuat itu akan mempermudah dalam pelaksanaanya.

“Kita sebenarnya ditawari oleh PCM Kepanjen untuk menempati kantornya. Sementara PCM Kepanjen akan pindah. Tetapi menurut saya itu tidak afektif. Juga tidak enak. Yang bagus nanti PDM mencari lahan sendiri dan membangun sendiri. Tentu saja, kita sangat apresiatif pada tawaran PCM Kepanjen, “kata Ketua PDM yang tinggal di Tumpang itu.

Reporter malangmu bertanya, jika pindah kantor PDM sekarang digunakan untuk apa? Mursidi menjawab, itu sangat mudah. Bisa digunakan untuk kegiatan Ortom, unit usaha, atau kegiatan Muhammadiyah lain. “Muhammadiyah tidak akan kesulitan untuk memanfaatkan gedung. Yang penting semoga ke depannya dakwah Muhammadiyah di kabupaten Malang bisa semakin luas. Semoga masyarakat bisa ikut memikirkan dan menindaklanjuti keingian pindah kantor PDM ke Kepanjen, “harap Mursidi (nrd)
Abdul Wachid, S.Pd ketika memberikan iftitah pada Turba MT dan MTT di CMM wilayah barat.

Berbarengan dengan konsolidasi PDM kabupaten Malang di Kepanjen (22/1/17), Majelis Tabligh dan Majelis Tarjih dan Tajdid PDM menggelar turba ke CMM wilayah barat yang meliputi PCM Pujon, Ngantang dan Kasembon. Tujuan dari kegiatan ini, menurut Ketua MT Abdul Wachid, S.Pd, untuk menguatkan dan merapatkan barisan dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah khususnya diwilayah barat.

Acara ini dimulai dengan sambutan ketua PCM Ngantang, dilanjutkan dengan pidato iftitah dari ketua Majelis Tabligh. Abdul wachid dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya penguatan organisasi dalam dawah Muhammadiyah,  harus saling menguatkan satu sama lainnya sebagaimana satu bangunan yg kokoh.
Pada gilirannya muhammadiyah akan memberikan manfaat tidak hanya bagi warga persyarikatan saja tapi juga bisa di rasakan manfaatnya oleh orang di luar Muhammadiyah, ungkap Wachid melanjutkan penjelasannya.

Selanjutnya materi Manhaj Tarjih oleh ketua MTT yang membahas pentingnya istiqomah dalam bermuhammadiyah.
Materi II membahas tentang Managemen Masjid oleh ustadz Achmad Fatoni, LC. M.Ag.

Sebagai penutup,  KBIH Ulil Abshar menggelar presentasi tentang promo ibadah umroh di tanah suci dan lainnya. Di akhir acara,  tim MT PDM kab Malang membagikan buku - buku ringan untuk menambah koleksi masjid diwilayah CMM Barat. (Wachid/Rid)




Posted by Ridlo Posted on Januari 21, 2017 | No comments

Peluang dan Tantangan PCM di Kabupaten Malang Kedepan

Pimpinan PCM ketika memaparkan laporan kinerja cabang dan beberapa permasalahannya.

Konsolidasi dan Koordinasi Organisasi PDM kabupaten Malang pada periode 2015-2020 yang dilaksanakan di SMKM 1 Kepanjen (22/1/17) sangat berbeda. Tahun ini, semua PCM diberi kesempatan untuk mengemukakan problem dan tantangan organisasinya ke depan. Sementara itu, pada periode sebelumnya hanya PCM yang mempunyai amal usaha yang mendapat perhatian PDM.

Perbedaan itu membuat semua PCM bisa mengemukakan persoalan-persoalan khas di tingkat Cabang untuk bersama-sama disesuaikan dengan program PDM. Secara umum, problem PCM sangat berbeda dan itu tergantung dari ciri khas, kondisi wilayah dan tantangannya. Persamaannya, semua PCM menghadapi masalah berkaitan dengan soal kaderisasi.

Hal itu dikatakan dan dirasakan oleh Budi Santosa (ketua PCM Pakisaji). “Pakisaji terdiri dari 5 ranting. Kita sulit melakukan pembinaan kaderisasi di setiap ranting. Bahkan Amal Usaha ada yang hidup segan, mati tak mau seperti SMP. Di tingkat TK kita mempunyai 2 siswa yang banyak, tetapi terkendala ruang pembelajaran, “tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengemukakan Panti Asuhan di wilayah Pakisaji tidak banyak masalah. Sebab, masyarakat memberikan kepercayaan dengana memberikan wakaf tanah. Sementara itu donator didapatkan dari masyarakat se Malang Raya.

Hasil notulensi  M. Amiruddin, A, S.Pdi beberapa inti problem dan dinamika PCM  wilayah B (Kepanjen, Ngajum, Sumberpocung, Wagir, Kromengan, Pakisaji) antara lain;

PCM Ngajum; (1) PCM Ngajum masih dalam binaan PCM Sumberpucung & Kepanjen, (2) berharap siswa SMK M 1 dianjurkan mengikuti  pengajian di PCM Ngajum setiap hari Jum’at  jam 19.15 WIB -selesai dan pembinaan TPA setempat, dan (3) pembangunan Masjid di PCM Ngajum agar segera diselesaikan dengan bantuan PDM Kab. Malang.

PCM Kromengan; (1)  AUM masih berupa masjid yang digunakan untuk pengajian rutin, (2)   anggota Muhammadiyah masih sangat terbatas, dan bersifat turun-temurun dari keluarga, (3) TPQ telah ada dan berjalan dengan baik,  (4)  PAUD tahap pertama bulan akan dibuka Juni-Juli 2017, dan (5) masyarakat mulai percaya pada Muhammadiyah untuk penyelenggaraan qurban.

PCM Wagir; (1)  cabang istimewa, dengan peniadaaan ranting namun langsung ke PCM, (2) AUM berupa SMK Muhammadiyah 9 berjalan namun belum sesuai dengan harapan, pada akhirnya PDM menunjuk kepada sekolah secara langsung dan berencana membuka 5 program. (3) Ada  2 masjid dengan kegiatan pengajian Ahad pagi, Al-Firdaus dan Miftahul Khoir, (4) sudah ada PAUD dan TK untuk kaderisasi, (5)  mengusahakan Kader Mubaligh dengan kegiatan perawatan jenazah, (6) ada budidaya lele organik oleh Majelis Ekonomi, dan (7)  kesulitan dalam koordinasi dengan wilayah di pedesaan.

PCM Pakisaji; (1)  terdiri dari 5 ranting, dengan kesulitan pembinaan kaderisasi di setiap ranting, (2) SMP Muhammadiyah, (3)  Panti Asuhan berjalan dengan baik dengan donator semalang raya, tetapi belum punya  payung hukum dan perizinan, (4) TK dua buah dengan siswa yang sangat banyak dan berkendala kurangnya ruang pembelajaran, dan (5) masyarakat memberikan keparcayaan dengan mewakafkan tanah.

PCM Sumberpocung; (1)  titik awal tempat masuknya dakwah Muhammadiyah di wilayah Malang selain Kepanjen, (2) AUM Berupa  PAUD, TK ABA I, II, SD Muhammadiyah 02, SMP Muhammadiyah 01, SMA Muhammadiyah 02, Klinik Rawat Inap Muhammadiyah, ada 5 Ranting 5, Masjid 6 buah, dengan Dakwah, Pendidikan, Sosial berjalan dengan baik, (3) SD Muhammadiyah 02 berharap menjadi SD unggulan (Plus) yaitu hafal juz  30 dan bisa berbicara dengan Bahasa Arab lancar, (4) Klinik Rawat Inap diupayakan menjadi Rumah Sakit, (5) ranting Karangkates berupaya mendirikan Pondok Pesantren Putri, (6) ranting Sambigede dipercaya mengadakan sholat ‘Ied oleh pemerintah Desa Sambigede, dan (7) PCM Sumberpucung banyak menerima tanah wakaf guna dakwah di Kec. Sumberpucung, tapi masih berkendala ijin dan surat.

PCM Kepanjen: (1) PCM Kepanjen adalah awal tempat masuknya dakwah Muhammadiyah di wilayah Malang selain Sumberucung, (2) punya AUM seperti  PAUD, SD Full day School, SMP, SMA, SMK banyak yang telah berprestasi dan unggulan sehingga menjadi sekolah rujukan, (3) renovasi Masjid Nurul Hidayah menjadi 3 Lantai dengan biaya 4 M dengan menggalang donatur dari berbagai elemen masyarakat, (4) pemisahan gedung perguruan tinggi mulai SD, SMP, dan SMK Muhammadiyah 05, (5) kepercayaan masyarakat kepada PCM Kepanjen dengan banyaknya tanah wakaf yang diserahkan, (6) kajian intensif dan berencana membuat Cosp Mubaligh Malang Selatan meliputi Kepanjen, Sumberpucung, Ngajum, Kromengan, Kalipare, dan Donomulyo, dan (7) peresmian pembangunan Masjid Nurul Hidayah 3 lantai dengan Kepanjen menjadi Ibu Kota Kab. Malang dan berharap PDM Kab. Malang berkontor di Kepanjen (nrd/hsm/ma).
Posted by Ridlo Posted on Januari 21, 2017 | No comments

Mursidi, Salah Persepsi Kalau Muhammadiyah Tidak Cinta NKRI

Drs. H. Mursidi, MM ketika meberikan sambutan membuka acara Konsolidasi PDM di Kepanjen.

Beberapa orang salah persepsi dalam memahami Muhammadiyah. Muhammadiyah dianggap hanya mengurusi organisasi saja. Padahal sejak Muhammadiyah ini berdiri bahkan sebelum republik ini berdiri, kiprah Muhammadiyah tidak bisa dianggap remeh. Muhammadiyah jelas sangat cinta NKRI.

Demikian pokok pikiran yang disampaikan Mursidi, ketua Pimpinan Muhammadiyah Malang (PDM) Kabupaten Malang saat menyambut sekaligus membuka acara Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi PDM Kab. Malang dengan PCM dan PRM wilayah B (Kepanjen, Ngajum, Sumberpocung, Wagir, Kromengan, Pakisaji). Acara bertempat di aula KH Mas Mansur SMKM 1 Kepanjen, Malang (22/1/17).

Mursidi selanjutnya menekankan bahwa Muhammadiyah kiprahnya dalam republik ini tidak diragukan. “Muhammadiyah itu juga mengembangkan amal usaha, organisasi. Itu semua kan juga tidak hanya untuk warga Muhammadiyah tetapi juga untuk umat manusia, khususnya warga negara Indonesia. Buktinya saat ini, amal usaha juga bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. ini langkah konkrit, bukan sekadar bicara saja. Kurang tepat juga jika menuduh Muhammadiyah itu teroris, “kata  mantan Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, sedikit bergurau.

Dalam kesempatan tersebut Mursidi yang menjabat sebagai ketua PDM untuk periode kedua ini,   juga mengharapkan agar semua kegiatan PCM dan PRM bisa diinformasikan ke seluruh masyarakat. Era media sosial memungkinkan semua informasi cepat tersebar. Mursidi mengharapkan agar semua kegiatan warga Muhammadiyah bisa diinformasikan karena itu bagian dari syiar. Media Sosial juga bisa untuk saling mendorong dan memotivasi satu sama lain. (nrd/hsm).

Posted by Ridlo Posted on Januari 21, 2017 | No comments

SMKM 1 Kepanjen Siap Sambut Peserta Konsolidasi


Melanjutkan Koordinasi dan Konsolidasi organisasi di Wilayah Kabupaten Malang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) terus malakukan pemantapan organisasi. Pada putaran kedua ini kegiatan dilaksanakan Aula KH Mas Mansur SMK 1 Kepanjen (22/1/2017).

Sebagaimana pada pertemuan pertama (15/1/2017) bertempat di PCM Dau, peserta konsolidasi terdiri dari Ketua dan Anggota PDM Kabupaten Malang, Ketua dan Sekretaris Ortom Daerah serta Ketua dan anggota Majelis/Lembaga. Ditambah lagi dengan Ketua, Sekretaris, bendahara Pimpinan Ranting Muhammadiyah yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se wilayah B (Kepanjen, Ngajum, Sumberpocung, Wagir, Kromengan, Pakisaji).

Konsolidasi penting dilakukan untuk menyamakan persepsi ke depan sebagai langkah PDM konkrit dalam berorganisasi. Sebagai organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah tetap harus memperhatikan warganya. “Untuk itu, kita mencoba mendengar aspirasi PCM di Kabupaten Malang. Apa yang mereka hadapi, bagaimana program harus seselaraskan satu dengan lainnya, “kata Sekretaris PDM Malang, Muhammad Nurul Humaidi.

Sekretaris PDM yang juga dosen Fakultas Agama Islam UMM itu juga menekankan, konsolidasi juga penting dilakukan agar program-program PDM kabupaten Malang juga diketahui oleh seluruh PCM. Diharapkan, warga Muhammadiyah juga ikut mengetahui dan bersama-sama membangun Muhammadiyah ke depan.

 Acara konsolidasi terdiri dari Pemaparan perkembangan cabang (Kepanjen, Ngajum, Sumberpocung, Wagir, Kromengan, Pakisari) dan Pemaparan pokok-pokok Program Majelis/Lembaga PDM. Acara akan diakhiri dengan dialog dengan peserta konsolidasi (nrd)

Senin, 16 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 16, 2017 | No comments

UM Malaysia dan Fisip UMM Perkuat Kerjasama Internasional

Dr. Asep Nurjaman Dekan Fisip UMM ketika menerima cindera mata dari Dr. Hanafi Bin Hussin Dekan FASS Malaysia (15/1/17)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip UMM) melakukan terobosan lanjutan dengan menjalin kerjama internasional dengan Faculty of Social and Political Sciences Universiy of Malaya (UM) (16/1/17). Sebelumnya Fisip UMM menjalin kerjasama internasional dengan Kon Khaen University dan Universiti Utara Malaysia (UUM). Kerja sama itu penting dilakukan untuk mewujudkan keinginan fakultas agar go internasional.

Dalam acara tersebut rombongan Fisip UMM terdiri dari Dr. Asep Nurjaman, M,Si (Dekan), Nurudin, M.Si (Wakil Dekan 1), Dra. Juli Astutik, M.Si (Wakil Dekan 2), Zen Amiruddin, M.Med.Kom (Wakil Dekan 3), Gonda Yumitro, MA (Ketua Prodi Ilmu Hubungan Internasional), M Syaprin Zahidi MA (Sekretaris Prodi Ilmu Hubungan Internasional), Dr. Saiman, M.Si, Drs. Abdullah Masmuh, M.Si, Drs. Jainuri, M.Si (wakil dosen Fisip), dan 4 staf tata usaha.

Sementara itu, dari Faculty of Social and Political Sciences Universiy of Malaya (FASS UM) diwakili oleh Prof. Dr. Hanafi bin Hussin (Dekan), Prof. Dr. Shanthi A (Wakil Dekan Post Graduate), Dr. Safiah Dato Muhammad (Wakil Dekan program sarjana).

Dekan Fisip UMM, Dr. Asep Nurjaman, M.Si berharap agar kerjasama ini bisa terimplementasikan ke depannya. UM dipilih karena reputasi di bidang pengembangan akademik dan kemahasiswaan. “Kerjasama ini penting kami lakukan untuk memperkuat kerjasama internasional ke depan. Kami berharap nanti ada program kuliah tamu, review jurnal internasional, transfer kredit, sit in dan pertukaran mahasiswa serta dosen”.

Lebih lanjut dekan Fisip UMM itu menekankan ini bagian dari semangat UMM sebagai lembaga amal usaha pendidikan yang harus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Disamping itu juga agar bisa memperkuat atmosfir akademik di UMM.

Prof, Dr, Hanafi Hussin (dekan FASS UM) menyambut baik keinginan Fisip UMM menjalin kerjasama. “Masak, kerjasama UM dilakukan pada negara-negara lain, padahal Indonesia itu sudah menjadi saudara dan tetangga dekat, bahkan satu rumpun. Kenapa tidak?” tegas dekan yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Dekan yang lulusan UM tersebut memberikan contoh bahwa selama ini UM juga snagat mendorong pengembangan kerjasama internasional. Bahkan sudah ada kerjasama degan 5 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang tergabung dalam program Persidangan ANtarbangsa Hubungan Malaysia Indonesia (PAHMI) yang beberapa kali melakukan kegiatan bergiliran ke PT yang tergabung.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Shanthi mengemukakan peluang-peluang kerjasama antara lain di bidang penulisan jurnal. Bahkan UM juga meminta ada reviewer terkait jurnalnya. Juga, kerjasama penelitian yang juga sangan menantang. “Kita sedang mengejar bagaimana jurnal kita terindeks scopus juga. Ini kesempatan bagi kita untuk saling berbagi pengalaman”, tegas dosen yang sangat tertarik dengan studi gender ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pengenalan beberapa tempat di UM. JUga, pembicaraan pribadu terkait kelembagaan dan Prodi untuk tindak lanjut kerjasama. (nrd).

Minggu, 15 Januari 2017

Prof. Dr. Thohir Luth saat akan meresmikan renovasi masjid nurul Hidayah Kepanjen.

KEPANJEN - Ratusan pasang mata warga Muhammadiyah dan pengurus PR Muhammadiyah Kepanjen menjadi saksi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen, Ahad (15/1). Prosesi peletakan batu pertama ini sekaligus dirangkai dengan pengajian tabligh akbar yang dilangsungkan di dalam masjid setempat.

Abd. Rouf Azhar, MH, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepanjen mengungkapkan, Pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen sebenarnya sudah dilaksanakan sejak November 2016 lalu. Namun, peresmian peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan hari ini, bersamaan dengan Pengajian Akbar yang juga dihadiri Prof Dr Thohir Luth MA, pengurus PWM Jatim dan sejumlah pengurus PRM kecamatan setempat.

Bangunan masjid dengan total 3 tingkat berdiri di atas lahan seluas 1.350 meter persegi. Masjid Hidayah awal berdiri tahun 1967, fan sudah pernah beberapa kali mengalami renovasi. Dikatakan, rencananya Masjid Nurul Hidayah dibangun menjadi 3 lantai dengan kebutuhan anggaran biaya sebesar Rp 4.800.000.000. Waktu penyelesaian pembangunan diperkirakan membutuhkan 2-3 tahun.

"Masjid Nurul Hidayah nantinya menjadi Gedung Dakwah Muhammadiyah Nurul Hidayah Kepanjen. Lantai dasar digunakan untuk area parkir dan dakwah komunitas. Lantai 2 diperuntukkan salat jamaah dan kajian umum. Sedangkan, lantai 3 dijikan Aula dan perpustakaan," terang Rouf beberapa saat sebelum peresmian, (15/1).

Menurut Ust Rouf, estimasi biaya pembangunan yang dibutuhkan termin pertama adalah 15 persen, dengan jumlah biaya Rp 450 juta. Saat ini, dana terkumpul khusus untuk pembangunan masjid adalah Rp 400 juta dan dimungkinkan masih bertambah terus sumbangan dari para dermawan.

Selain merenovasi dan memperluas bangunan masjid, pihak panitia PCM Kepanjen juga berupaya membebaskan lahan tambahan seluas 199 meter persegi dengan nilai biaya pembebasan mencapai Rp 398 juta. Hingga saat ini, lahan yang sudah terbebaskan seluas 104 meter persegi. Bahkan, saat peresmian hari ini saja, setidaknya kavling laha tambahan 18,5 meter persegi didapatkan dari donasi warga Muhammadiyah setempat.

Sementara itu, wakil ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Prof Dr Thohir Luth, MA mengungkapkan, dibangunnya Masjid Nurul Hidayah berlantai tiga yang nantinya berfungsi menjadi gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah memang sudah menjadi kebutuhan. Ini katena Kepanjen juga mestinya mengikuti perkembangan sebagai ibukota Kabupatrlen Malang. Terlebih, potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Malang dan Kepanjen khususnya sudah sangat tinggi dan kuat.

"Warga Muhammadiyah di Kabupaten Malang, memiliki semangat berjuang tinggi. Potensi AUM yang ada juga bagus, tinggal disatukan untuk gerakan perubahan," kata Thohir Luth, beberapa saat usai meresmikan masjid dan memberi pengajian, Ahad (15/1).

Karena itu pula, lanjutnya, potensi membangun gedung dakwah ini, juga tetap membutuhkan dukungan keberadaan AUM yang sudah ada. Apalagi, menurutnya harta atau aset mereka adalah milik persyarikatan dan harus dimanfaatkan untuk Muhammadiyah.

Ia juga berharap, proses renovasi masjid menjadi gedung dakwah Muhammadiyah ini tidak memakan waktu terlalu lama. Dengan demikian, selain untuk siar dakwah Muhammadiyah, juga bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi dan sosial yang juga bisa menjadi sarana dakwah. Sehingga Muhammadiyah akan jauh lebih berkembang, termasuk bisa memacu jumlah ranting yang kurang percepatan.

Soal masih sedikitnya jumlah PRM dan warga Muhammadiyah di Kepanjen, pria yang juga dosen UB ini menganggap bukan menjadi tantangan serius. Menurutnya, tantangan di luar Muhammadiyah relatif tendah dan tidak menghambat aktivitas dakwah.

"Tidak ada beban psikologis, warga persyarikatan Muhamadiyah sudah terbiasa di tengah-tengah lingkungan kelompok mayoritas. Kapanpun, Muhammadiyah harus selalu bisa bekerja sama," tegas Luth.

PCM Kepanjen sendiri terbentuk tahun 1933 silam. Saat ini, masih ada 7 PRM yang terbentuk, yakni Kepanjen Kota, Sukun, Ardirejo, Curungrejo, Talangagung, Mangunrejo, dan Penarukan. Selama ini, masjid Nurul Hidayah banyak dimanfaatkan untuk pengajian, seperti pengajian Senin Pagi, Ahad malam, dan kajian Tafsir Tematik setiap akhir bulan. (amin)

Sabtu, 14 Januari 2017

Prof DR Thohir Luth, MA, bersama sejumlah panitia pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen, sesaat sebelum peresmian dan peletakan batu pertama, Ahad (15/1) pagi.

KEPANJEN - Ratusan pasang mata warga Muhammadiyah dan pengurus PR Muhammadiyah Kepanjen menjadi saksi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen, Ahad (15/1). Prosesi peletakan batu pertama ini sekaligus dirangkai dengan pengajian tabligh akbar yang dilangsungkan di dalam masjid setempat.

Abd. Rouf Azhar,  MH, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepanjen mengungkapkan, Pembangunan Masjid Nurul Hidayah Kepanjen sebenarnya sudah dilaksanakan sejak November 2016 lalu. Namun, peresmian peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan hari ini, bersamaan dengan Pengajian Akbar yang juga dihadiri Prof Dr Thohir Luth MA, pengurus PWM Jatim dan sejumlah pengurus PDM Kabupaten Malang.

"Rencananya Masjid Nurul Hidayah dibangun menjadi 3 lantai dengan Anggaran Biaya sebesar Rp.  4.800.000.000,- Waktu penyelesaian pembangunan diperkirakan membutuhkan 2-3 tahun," terang Rouf beberapa saat sebelum peresmian, (15/1).

Dikatakan, Masjid Nurul Hidayah nantinya menjadi Gedung Dakwah Muhammadiyah Nurul Hidayah Kepanjen. Lantai dasar digunakan untuk area parkir dan dakwah komunitas. Lantai 2 diperuntukkan salat jamaah dan kajian umum. Sedangkan, lantai 3 dijikan Aula dan perpustakaan.

Menurut Ust Rouf, estimasi biaya pembangunan yang dibutuhkan termin pertama adalah 15 persen, dengan jumlah biaya Rp 450 juta. Saat ini, dana terkumpul khusus untuk pembangunan masjid adalah Rp. 400.000.000,- dan dimungkinkan masih bertambah terus sumbangan dari para dermawan.

Bangunan masjid dengan total 3 tingkat berdiri di atas lahan seluas 1.350 meter persegi. Masjid Hidayah awal berdiri tahun 1967, fan sudah pernah beberapa kali mengalami renovasi.

"Dengan dibangunnya masjid tiga lantai ini, praktis akan menambah Pusat Gedung Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten. Terlebih, bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar tentunya bisa memanfaatkan Gedung Dakwah ini untuk berbagai aktivitas keagamaan dan lainnya," demikian pria asal Kota Gresik ini. (amin)
Konsolidasi Organisasi Perdana di PCM Dau, Ahad (15/1/2017)

Konsolidasi Organisasi adalah hal penting dalam rangka mensolidkan pergerakan dan mensinergikan program baik daerah maupun cabang. Untuk itulah PDM kab Malang menyelenggarakan acara turba ini yang bertujuan untuk lebih menyamakan visi dan menggali potensi dari cabang-cabang yang ada dalam upaya menyatukan kekuatan dalam menggerakkan roda organisasi sehingga bisa berjalan dengan baik sesuai harapan. PDM Kabupaten Malang telah merilis secara resmi jadual kunjungan ke semua cabang di wilayah kabupaten Malang. Berikut jadualnya yang telah beredar di media sosial.


Posted by Ridlo Posted on Januari 14, 2017 | No comments

Mursidi : Maksimalkan Waktu Luang Bermuhammadiyah

Dr. H. Mursidi, MM ketika memberikan sambutan pada acara Konsolidasi Organisasi PDM dan PCM di Perguruan Muhammadiyah Dau.

Tantangan Muhammadiyah kedepan semakin berat, untuk itu kita harus merapatkan barisan dan bahu membahu serta menyatukan kekuatan untuk bisa menghadapi tantangan tersebut. Inilah salah satu fungsi konsolidasi organisasi yang berfungsi untuk menyolidkan gerakan dalam mengembangkan potensi program kerja baik daerah maupun cabang. Demikian Ketua PDM kabupaten Malang Drs. H. Mursidi, MM mengawali sambutannya pada acara turba PDM ke PCM Dau, Kasembon, Ngantang dan Pujon pada hari Ahad (15/1/2017) yang bertempat di perguruan Muhammadiyah Dau.

Mursidi melanjutkan sambutannya dengan tema sentral tentang Muhammadiyah berkemajuan. Menurutnya sekarng ini ada banyak organisasi baru yang telah berkembang di Indonesia. Banyaknya ormas itu juga merupakan tantangan bagi Muhammadiyah yang usianya sudah  seabad lebih. Tema Muhammadiyah berkemajuan adalah salah satu ciri karakter pergerakan yang menginginkan anggota untuk untuk selelau berpikir kedepan dan mengedepankan amar ma’ruf nahi mungkar. “Kita diuji untuk selalu membuktikan akan gerakan berkemajuan yang telah dikukuhkan oleh pimpinan pusat. Untuk itu dalam kesempatan konsolidasi ini diharapkan akan diskusi – diskusi yang bermanfaat untuk mengembangkan pergerakan Muhammadiyah di kabupaten Malang kedepan", ujarnya.

Dosen Fakultas Ekonomi UMM ini juga menjelaskan tentang teori MSDM tentang aktualisasi diri. Mursidi mengajak kepada semua peserta untuk benar-benar mengaktualisasikan diri untuk Muhammadiyah. Pentingnya menggali potensi dan memanfaatkan SDM dalam persyarikatan merupakan modal yang sangat penting untuk mengokohkan dan memaksimalkan program pergerakan. Bermuhammadiyah hanya memerlukan sedikit waktu luang disamping waktu kerja. Tapi bila waktu luang itu dimaksimalkan dengan baik, dimanage dengan sungguh-sungguh, maka bisa jadi sedikit waktu untuk akan menghasilkan kesuksesan. Tapi bila punya kelonggaran waktu biasanya kita malah menyepelekan dan akhirnya akan tidak maksimal dan bahkan akan terbengkalai, ujar Mursidi.
Acara Konsolidasi Organisasi ini diikuti oleh semua jajaran PDM, Majelis/ Lembaga dan PCM serta PRM sewilayah Dau, Kasembon, Ngantang dan Pujon. Diundang juga pengurus AUM dan Takmir Masjid Muhammadiyah diwilayah tersebut. (Rid)


Untuk lebih mensinergikan kerjasama dan program kerja antara Daerah dan Cabang, PDM Kab. Malang melaksanakan turba ke beberapa cabang di wilayah kabupaten Malang. Berdasarkan jadual turba yang telah dirilis oleh PDM, PCM Dau mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi tuan rumah acara Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah dan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Malang pada hari Ahad (15/1/2017).

Kelompok yang mengikuti konsolidasi perdana ini meliputi PCM Dau, PCM Kasembon, PCM Pujon dan PCM Ngantang. Drs. Nurul Humaidi, Sekretaris PDM menjelaskan bahwa dipilihnya Dau sebagai tempat konsolidasi yang pertama ini karena Dau adalah cikal bakalnya Muhammadiyah di Kabupaten Malang dan disinilah tokoh-tokoh Muhammadiyah Malang memulai perjuangan menegakkan amar ma'ruf na'hi mungkar dengan mendirikan Muhammadiyah Malang Raya.

Sesuai dengan surat edaran PDM no496/III.0/8/2017, acara ini akan dihadiri oleh ketua dan anggota PDM, Ketua dan Sekretaris Majelis dan Lembaga PDM, Ketua dan Sekretaris Ortom Daerah, Ketua dan anggota PCM, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Majelis PCM, Kepala dan para Wakil Kepala Sekolah se wilayah PCM, Ketua, sekretaris dan Bendahara Pimpinan Ortom Cabang, Ketua dan Sekretaris/ Bendahara Ranting sewilayah PCM, Pengurus Takmir Masjid Muhammadiyah sewilayah PCM. "Diharapkan kegiatan konsolidasi ini bisa dijadikan sebagai ajang sosialisasi dan sharing serta singkronisasi program Daerah dan Cabang sehingga semuanya bisa bekerjasama dan saling mendukung dalam menggerakkan organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Malang", jelas Drs. Mursidi, MM, Ketua PDM Kab Malang kepada Malangmu.

Informasi yang telah dirilis di media sosial grup PDM dan PCM, acara tuba ini akan di mulai pukul 09.00 WIB dan rencanannya akan berakhir sampai pukul 14.30 WIB. Susunan acaranya meliputi pembukaan, gema wahyu illahi, Lagu Indonesia Raya, Mars Sangsurya, Sambutan Ketua PDM, Orientasi Majelis dan Lembaga kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi yang telah dibagi sesuai dengan jumlah majelis dan lembaga yang ada dilingkungan PDM Kab Malang.

Menurut Khilmi Arif, S.Ag, Ketua Panitia Turba PDM, semua panitia dari PCM Dau telah menyiapkan segala hal untuk mensukseskan acara konsolidasi ini. Banyaknya pilihan tempat di Dau memudahkan panitia untuk menyiapkan terselenggaranya kegiatan bila jumlah pesertanya bertambah, imbunya. Seperti diketahui, PCM Dau memiliki AUM diantaranya TK ABA, SD MAPAN, SMP Muhammadiyah 6 dan Panti Asuhan Ulil Abshor. "Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, akan memberikan suntikan energi untuk lebih menggairahkan gerakan Muhammadiyah di Dau dan sekitarnya", pungkas Ketua Majelis Kader PCM Dau ini. (Rid)




Jumat, 06 Januari 2017

Posted by Ridlo Posted on Januari 06, 2017 | No comments

Kesantunan Berkomunikasi yang Kian Mahal



Akhir-akhir ini, sejarah peradaban manusia Indonesia tidak mengalami langkah maju ke depan, justru mengalai set back (langkah mundur).  Itu setidaknya bisa disaksikan dari berbagai informasi yang beredar di media sosial yang penuh caci maki, merasa benar sendiri dan informasi yang tidak mengenakkan perasaan.  Suasana harmoni yang sering diklaim sebagai warisan budaya Indonesia seolah “jauh panggang dari api”.

Peristiwa tuduhan penistaan agama oleh seorang kandidat Gubernur, kemudian diikuti oleh demonstrasi damai umat Islam (4/11/16 dan 2/12/16) dituduh menjadi pemicu penting adanya disharmonisasi di masyarakat. Ditengah puncak “kemarahan” tersebut, suasana semakin gaduh setelah informasi yang beredar ditunggangi dengan kepentingan politik.

Kesantunan Berkomunikasi
Mengapa ini semua terjadi? Masalah kesantunan berkomunikasi bisa menjadi titik awal yang harus kita perhatikan secara serius. Mengapa masalah komunikasi?  Mereka yang marah, menahan diri atau melampiaskan kejengkelannya karena kurang cerdasnya menangkap makna pesan komunikasi yang beredar di sekitar kita.

Sebenarnya kegaduhan itu bersumber pada kesalahan kecenderungan seseorang yang memperoleh informasi dari media sosial.  Kesalahan tersebut memicu merebaknya kabar-kabar kebencian di media sosial. Dalam kajian komunikasi massa dikenal istilah  selective perception dan selective attention. Selective perception adalah kecenderungan seorang individu yang secara sadar akan mencari media yang bisa mendorong kenderungan dirinya (bisa pendapat, sikap atau keyakinan). Jadi, individu akan aktif mencari informasi yang bisa memperkuat keyakinannya.

Jika kecenderungan sikap seseorang itu mendukung sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), maka seseorang itu akan cenderung mencari media sosial yang mendukung Ahok. Namun demikian, jika seseorang tidak suka dengan perilaku Ahok, maka ia akan mencari media yang bisa memperkuat kecenderungan dirinya yang anti Ahok.

Selective perception juga berlaku untuk akses di media sosial. Seseorang akan mengakses informasi dari media sosial yang bisa memperkuat kecenderungannya. Kecenderungan mencari informasi dari media tersebut di atas semakin memperkuat apa yang diyakininya selama ini. Akibatnya, keyakinan yang semakin diperkuat oleh informasi dari media sosial itu membuat seseorang menjadi sensitif dan mudah tersinggung atas perbedaan pendapat.

 Jika orang lain sudah dianggap tidak sejalan, sangat mungkin dianggap “musuh”. Artinya, ia gampang marah pada orang yang tidak sesuai kecenderungan dirinya. Bahkan saya punya teman yang akhirnya “memblokir” pertemanan di media sosial karena berbeda pendapat. Berapa banyak masyarakat kita yang akhirnya merasa tidak nyaman lalu keluar dari grup WhatsApp (WA) karena media itu justru menyebar kebencian antar sesama?  Itu adalah dampak dari selective attention akibat kecenderungan mencari informasi dari media yang sesuai minatnya tersebut.

Dari kenyataan di atas bisa jadi muncul fenomena, seseorang yang meriakkan anti  Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), bisa jadi dalam menyebarkan pesan-pesannya berbau SARA. Seseorang mungkin menyarankan  agar orang lain itu lebih sopan dalam berkomunikasi, tetapi komentar-komentarnya justru memancing pihak lain untuk berperilaku tidak sopan.

Kemudian, selective perception yang sudah ada pada diri seseorang itu diperkuat dengan selective attention. Alexis S Tan (1981), pernah mengatakan bahwa selective attention  adalah individu yang cenderung  memperhatikan dan menerima terpaan pesan media massa yang sesuai dengan pendapat dan minatnya. Jika selective perception itu terjadi jika seseorang cenderung mengakses media yang sesuai kecenderungannya, sedangkan selective attention itu terjadi jika seseorang hanya mau menerima pesan-pesan media yang sesuai dengan dirinya. Jadi, dari mencari pesan (perception), kemudian menjadi hanya mau menerima (attention).

Mengapa setiap orang berbeda dalam menyikapi setiap peristiwa di sekitarnya? Pertama,  individu merupakan hasil dari struktur kognitif yang berbeda dalam menerima pesan-pesan media. Artinya, perbedaan dalam mengakses dan menerima pesan ikut menentukan perbedaan individu. Dalam hal ini seorang individu seringkali kurang selektif dalam menerima pesan dan hanya mau memperhatikan pesan-pesan yang menarik perhatiannya saja.  Kedua, keanggotaan dalam kelompok sosial, politik, budaya ikut memengaruhi pilihan pesan mana yang harus dipilih. Jika seseorang anggota organisasi keagamaan “X”, akan punya kecenderungan memilih pesan media yang sejalan dengan organisasi “X” tadi. Maka, afiliasi agama, partai, suku ikut menentukan pilihan media yang akhirnya menentukan kecenderungannya.

Manusia Bertopeng
Kecenderungan individu sebagaimana dikatakan di atas memang hal yang wajar. Yang tentu tidak wajar adalah sebagai individu yang berakal manusia sering cenderung menelan mentah-mentah informasi yang sampai ke dirinya. Akibat selanjutnya, manusia kadang mulai tidak rasional lagi dan hanya berdasarkan perasaan suka atau tidak suka saja. Lihat saja, di media sosial seseorang dengan mudahnya menyebar tautan (gambar, berita, meme) yang belum tentu kebenarannya. Pokoknya yang dia senang dan itu bisa menyerang pihak lain dia lakukan. Sementara itu, jika ada informasi yang dia tidak suka kebetulan dibaca akan dicerca habis-habisan.

Apa yang perlu dilakukan? Pertama, bahwa dunia media sosial itu adalah tetap dunia maya. Ia bukan dunia nyata yang sebenarnya. Apa yang ditampilkan tentu saja bukan yang senyatanya pula. Dalam dunia maya manusia itu memakai topeng. Ia mempunyai banyak topeng yang akan dipakai di berbagai kesempatan. Kedua, dunia maya adalah dunia pura-pura (diluminating). Karenanya, apa yang dikemukakan penuh dengan kepura-puraan. Sekali kita percaya pada dunia kepura-puraan, kepura-puraan itulah yang akan kita lakukan pada orang lain. Bahkan bisa dikatakan informasi dari media sosial itu setengahnya bohong. Ryan Holiday (2012) juga secara provokatif pernah mengatakan, “Trust me, I’m, Lying” (percaya saya, saya bohong) di media sosial.

Jadi, kegaduhan masyarakat sekitar kita selama ini karena terlalu percaya pada apa yang disajikan media sosial. Padahal banyak orang berkepentingan di dunia maya itu.  Jika ada orang yang masih senang mengumbar kabar-kabar kebencian di media sosial, barangkali tingkat kecerdasannya masih sangat terbatas. Di snilah dibutuhkan kesantunan berkomunikasi secara bijak. Gerakan masyarakat bisa jadi disulut bukan karena keinginan sendiri masyarakat, tetapi dipicu oleh ketidaksantunan berkomunikasi yang tengah beredar.

oleh NURUDIN
Penulis Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM); Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kab. Malang.

(Sumber: Malang Post, 20 Desember 2016)

Selasa, 03 Januari 2017

Ananda Mifta Rahmawati, Juara 1 English story telling ME Confest.a.

GONDANGLEGI - Kemampuan berbahasa Inggris bisa dikuasai siapapun. Menjadi siswa pendidikan kejuruan (SMK), bukan berarti tidak bisa berkompetisi di bidang kemampuan bahasa asing ini. Nurul Faiza dan Ananda Mifta Rahmawati, menjadi siswi yang terbukti mumpuni dalam berbahasa Inggris tersebut.

Dua siswi SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi ini telah berhasil menunjukkan kemampuan bahasa Inggrisnya lebih unggul di ajang ME Confest (Muhammadiyah Education Conference and Festival) 2016 yang digelar di SMAMDA dan UMSIDA Sidoarjo, 20 Desember 2016 lalu.

Nurul Faiza mendapatkan penilaian terbaik dan juara 1 bidang English Speech Contest di ajang tersebut. Sementara itu, tropi juara 1 yang di ajang yang sama yang diraih Ananda Mifta Rahmawati adalah dari bidang English story telling. Di bidang lomba ini, siswi jurusan Keperawatan SMK Mutu Gondanglegi mengungguli kemampuan 58 peserta lainnya.

Nurul Faiza, Juara 1 English Speech ME Confest (Muhammadiyah Education Conference and Festival) 2016 bersama guru pendampingnya
Nurul Faiza mengungkapkan, dalam lomba speech in English yang diikutinya ini ia bersaing dengan setidaknya 80 partisipan se Jawa Timur. Peserta lomba ini didominasi siswa SMA dan MA yang notabene siswa dari jurusan bahasa. Karena itu pula, tentunya banyak partisipan dan pembina lain yang mungkin merasa lebih bagus kemampuan Inggrisnya dibanding ia yang hanya siswa SMK.

Menariknya, hal itulah yang justru memotivasinya untuk bertekad menunjukkan kepada semua orang bahwa almamaternya yang hanya SMK swasta sama sekali tidak mempengaruhi kualitas seseorang.

"Setiap lomba saya anggap ajang menggali ilmu dan menakar sebenarnya sejauh mana kemampuan yang saya miliki. Namun, saya juga meyakini bahwa selain kemampuan, semua  bergantung kemauan dan doa," kata siswi kelas XI jurusan Perbankan ini.

Ia menambahkan, praktis waktu latihan efektif hanya sekitar lima hari.
Itu pun teks pidato harus direvisi lagi sehingga menjadi orisinil buatannya. Beruntung, kemampuan bahasa Inggrisnya selama ini tergolong sangat bagus di atas rata-rata teman seuaianya. Sekitar 900 kata bisa disusunnya menjadi teks. Tetapi, katanya, saat tampil lomba, panjang naskah pidatonya berlebih karena ia bisa improvisasi. (amin)

Minggu, 01 Januari 2017

Siswa SMK Muh Kepanjen ketika mengikuti Unjuk Kompetensi di Ajang Honda Technical Skill Contest 2016.

KEPANJEN - Dua siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menjadi yang terbaik dalam unjuk kompetensi keahlian teknik sepeda motor (TSM) di ajang Honda Technical Skill Contest for Technical High School yang digelar di bengkel Honda SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Rabu (28/12). Mereka memenangi persaingan untuk berkesempatan menjajal kontes serupa tingkat nasional mendatang.

Dua siswa jurusan TSM SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen ini berhasil meraih juara 1 dan 2 ajang tahunan tersebut. Mereka berturut-turut adalah Wahyu Talifatul L dan M Abdul Khafit. Keduanya mengungguli 36 peserta lain pada kontes yang diselenggarakan bekerja sama dengam PT MPM (Mitra Pinastika Mulia) ini.

Aditya Irawan, pelaksana lomba mengungkapkan, para peserta Honda Technical Skill Contest ini berasal dari 12 SMK Malang Raya, Kota dan Kabupaten Blitar dalam wilayah Karisidenan Malang. Menurutnya, seleksi regional Jatim digelar di empat wilayah, meliputi area eks-Karisidenan Madiun, Surabaya, Jember dan Malang.

"Peserta Honda Technical Skill Contest adalah siswa jurusan TSM SMK-SMK yang selama ini menjadi peserta didik kelas khusus TSM-Honda. Setiap Karesidenan dicari 3 peserta terbaik. Hasil akhirnya, akan diambil 4 peserta untuk mewakili Jatim ke kontes skill Honda tingkat nasional yang akan digelar sekitar pertengahan 2017 mendatang," terangnya.

Aditya menambahkan, kompetensi peserta diuji untuk menyelesaikan soal teori sejumlah 50 soal, dilanjutkan tes praktik meja dengan 5 soal. Diantaranya mencakup pekerjaan chasis, elektrikal, pengukuran alat ukur mekanik, tekanan kompresi dan bahan bakar. Waktu pengerjaan adalah 10 menit per soal praktik meja.

"Dari tahun ke tahun, siswa SMK dengan sarpras program keahlian TSM yang lengkap selama ini selalu masuk 10 besar," terang pria yang juga promo service dan edukasi PT MPM ini.

Dari hasil kompetisi, disusul juara 3 dari adalah siswa SMK Turen. Dikatakan, setiap juara 1-3 regional wilayah selanjutnya akan diberi pembekalan selama sebulan di Learning Center PT MPM Jatim.

Menurutnya, juara Honda Technical Skill Contest nasional tahun lalu, diraih siswa TSM SMK-Honda Jatim. Yakni, dari SMKN 1 Bendo Magetan sebagai juara 1 dan siawa SMKN 1 Geger Madiun juara 3. Dua tahun sebelumnya, pada 2014, siswa SMK Muhammadiyah 1 pernah meraih juara 3 Honda Skill Contest tingkat nasional.

Kelas khusus TSM-Honda di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sendiri saat ini memasuki tahun keempat. (amin)
Posted by Ridlo Posted on Januari 01, 2017 | No comments

3 Ciri Khas Pergerakan Muhammadiyah


Ust. Imam Sugandi ketika memberikan Tausiyah pada jamaah Kajian Ahad Pagi PCM Wagir.
"Ta'lim dan pengajian harus menjadi ciri khas gerakan persyarikatan. Ranting harus mempunyai pengajian. Cabangpun dapat dikatakan hidup manakala ada pengajian. Yang kedua, silaturahim dan berjamaah penting sekali didorong menjadi ciri khas gerakan dakwah Muhammadiyah. Ketiga, jaga keseimbangan aktivitas kehidupan dunia dan akhirat. Kita harus adil dalam menjaga keseimbangan dunia dan akhirat", demikian tegas Ustadz Imam Sugandi anggota CMM (Corps Mubaligh Muhammadiyah) Malang ini ketika memberikan tausiah dalam Kajian Ahad Pagi di masjid pusat dakwah Muhammadiyah Thariqul Khair Wagir (1/1/2017).

Program ini telah berjalan lebih dari 12 tahun dan Kajian Ahad Pagi awal tahun 2017 ini tercatat menjadi kajian ke-113 yang telah diselenggarakan Majelis Tabligh PCM Wagir. Pada awalnya format kajian Ahad Pagi dilaksanakan sebulan sekali. Tetapi dengan semakin banyaknya jumlah jamaah dan permintaan jamaah, maka kajian dilaksanakan seminggu sekali dengan jadwal Kajian Umum di pekan pertama, Himpunan Putusan Tarjih di pekan kedua, Tafsir Al-Quran tematik pada pekan ketiga dan keempat.

Suasana Pengajian Ahad Pagi PCM Wagir.

Untuk menjaga dan menunjukkan syiar serta pengembangan dakwah Persyarikatan, secara khusus Kajian Ahad Pagi pekan keempat dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Temu-Sitirejo, sebuah ranting Muhammadiyah yang berbatasan langsung dengan Kota Malang dengan masjid yang telah mampu memberikan manfaat secara signifikan kepada masyarakat sekitarnya. (Santoko)