Jumat, 02 Desember 2016


Dr. Saad Ibrahim, Ketua PWM ketika memberi sambutan pada acara Milad Muhammadiyah 107H di Dome UMM, Jumat (02/12) (foto: hilmi)
Milad Muhammadiyah yang ke 107 Hijriyah atau 104 Masehi kembali digelar. Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), acara ini di banjiri peserta milad dari kalangan pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah, mulai dari Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten Malang, Cabang dan Ranting, serta Organisasi Otonom (Ortom) juga ikut meramaikan acara tersebut.

Menariknya acara ini bersamaan dengan peristiwa besar yang sedang berlangsung di area Monumen Nasional (MONAS) yaitu Aksi Super Damai 2-12. Namun demikian, acara Milad tetap berlangsung dengan khidmat dan ramai peserta yang hadir sehingga memenuhi Hall Dome UMM.

Dr. Saad Ibrahim, selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa timur hadir untuk memberikan sambutan. Ada hal menarik yang beliau sampaikan menurutnya, pada tahun 1987 terdapat mahasiswa UMM yang saat ini menjadi Bupati yaitu Dr. Rendra Kresna, yang juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara tersebut.

Kemudian Saad melanjudkan, “kalau mahasiswanya bisa jadi Bupati, maka Rektornya jadi Menteri, sekarang tugas Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, saya sampaikan melalui Pak Mukti bahwa PP seharusnya punya tugas, punya peran yang mestinya dimainkan sebagaimana di UMM yaitu menjadi presiden RI”. Sontak ungkapan pak Saad Ini disambut gemuruh tepuk tangan dari peserta yang memenuhi Dome kemarin. “Kalau Pimpinan Pusat tidak bisa menjadi Presiden maka semoga Rektor UMM yang sekarang bisa menjadi Presiden”, Imbuhnya. Pak Saad menyampaikan demikian, lantaran menurut beliau Muhammadiyah adalah untuk umat, untuk bangsa, bahkan Muhammadiyah untuk kemanusiaan yang cakupannya skala internasional.

Ketua PWM yang berdomisili di Dau Malang ini juga menyampaikan terkait tantangan Umat Islam secara universal dalam menghadapi tantangan masa kini yang serba kompleks. Beliau berharap, Muhammadiyah  yang sudah berusia 104 tahun ini, bisa mengambil peran serta menjadi jawaban Islam, yang senantiasa dinamis sesuai dengan ungkapan Muhammadiyah ialah Islam berkemajuan. Islam berkemajuan senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan senantiasa berpikir future oriented, dan yang pasti selalu bermanfaat bagi pembangunan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Di akhir sambutannya beliau bercerita pengalamannya ketika berada di lamongan. Ada seorang bapak kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah yang selama dua periode menjabat sebagai kepala sekolah dengan gaji yang di dapatnya adalah sebesar Rp. 400. 000,-. Dengan berlinang air mata, beliau menegaskan bahwa ini persoalan kita bersama di Muhammadiyah. Bahwa, kita terlampau terbuai dengan amal usaha yang sudah besar, sementara masih banyak amal usaha Muhammadiyah di plosok sana yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Tuturnya. Hal inilah yang menurut Ketua PWM ini agar supaya direnungkan oleh kita semua warga Muhammadiyah. (Thony/Hil)

Baca juga:
Bupati Malang Berharap, UMM Tidak Hanya Melahirkan Menteri, Melainkan Presiden 
Abdul Mu'ti: Kemajuan Suatu Negara itu Bergantung pada Etos Masyarakatnya 
Saad Ibrahim: Muhammadiyah harus Mengambil Peran dalam Menatap Masa Depan 
 

0 komentar:

Posting Komentar