Minggu, 18 Desember 2016

Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Membangun Karakter Anak melalui Berpikir Positif

Khilmi Arif, Ketua Majelis Kader PCM Dau, saat memberikan materi pada kajian rutin PCA Dau di masjid Ulil Abshar Dau, Sabtu (17/12)


“Pikiran seseorang itu dibentuk dan dipengaruhi ole horang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman dan media massa. Tumbuh dan berkembangnya pikiran manusia itu tidak bisa dilepaskan dari keenam aspek tersebut”, ungkap Khilmi Arif dalam acara yang digelar oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau Kabupaten Malang pada Sabtu, 17 Desember 2016 di Masjid Ulil Abshar Muhammadiyah Jetis Dau Kabupaten Malang.

Kegiatan rutin akhir pekan yang diselenggarakan oleh PCA Dau berupa Kajian Keislaman menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan tua maupun muda di wilayah Malang dan Dau, khususnya. Adapun peserta yang menjadi target dalam mengikuti acara itu adalah anak-anak di dua Panti Asuhan Putri Dau, para pembina dan pengurus PCA.

Pada kajian Sabtu kemaren, 17 Desember 2016, sementara acara dilangsungkan di Masjid Ulil Abshar Muhammadiyah yang berlokasi di Jl. Ulil Abshar Jetis, karena di Gedung Dakwah yang beralamat di Jl. Raya Dermo, yang bisa dipakai acara itu, kini sedang ada pekerjaan renovasi (perbaikan gedung). Karenanya, peserta pada kajian kemaren juga diikuti oleh seluruh anak-anak panti Putra Ulil Abshar sehingga menambah semarak dan ramai acara tersebut.

Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, Khilmi Arif, S.Ag. didapuk sebagai pemateri dalam kajian itu. Ia menyampaikan bahwa berpikir positif merupakan prasyarat dalam rangka membentuk karakter anak. Sebab, dengan berpikir positif sebagai mindset (pola pikir), akan mampu memberikan solusi terbaik di setiap masalah kehidupan.

Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang berpikir positif, husnudhan dalam bahasa Arabnya, dan positive thinking dalam bahasa Inggrisnya, di antaranya adalah terdapat dalam Q.S. adh-Dhuha ayat 3, yang artinya
“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”.
Q.S. al-Baqarah: 216 yang artinya
“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Selain itu juga terdapat dalam Q.S. at-Tin: 4
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Juga terdapat dalam Q.S. Hud: 6
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya”
, dan masih banyak lagi nash yang bisa dipakai sandaran tentang anjuran manusia untuk berpikir positif, tegas pemateri lulusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang di hadapan 50 lebih peserta kajian itu.



Sambil merujuk buku karya Ibrahim Elfiky yang berjudul "Terapi Berpikir Positif" terbitan Mizan, Khilmi menjelaskan beberapa prinsip yang harus dipegang dalam membangun pola pikir yang positif. Prinsip-prinsip itu diantaranya adalah pertama, masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi. Kedua, yakinlah bahwa masalah akan membuat anda lebih baik. Ketiga, belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini dan rencanakan masa depan. Keempat, yakinlah bahwa setiap masalah ada solusinya. Kelima, ketika Allah menutup satu pintu, pasti dia membuka pintu lain yang lebih baik, dan Keenam adalah mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan.

Pepatah arab mengatakan man jadda wajadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh ia akan berhasil. Ungkapan ini harus kita pegangi dalam setiap aktivitas kita meniti jalan kehidupan yang baik. Tidak ada yang tidak bisa kita lewati kalo kita sungguh-sungguh. Karenanya, dalam membangun pola pikir yang positif demi terwujudnya insan kamil yakni berprilaku positif perlu adanya usaha keras, tiada henti. Tuturnya.

Selain prinsip-prinsip diatas yang harus dipegang, menurut pria kelahiran Gresik itu, ada cara jitu lain yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter yang positif. Cara tersebut adalah memandang dan selalu memunculkan sisi baik kita, membuang pengaruh negative, sugesti pikiran dengan hal positif, dan ekspresikan (visualisaikan) kesuksesan, serta buang kegagalan dan terakhir adalah pilih teman / komunitas yang positif. (Hil)

0 komentar:

Posting Komentar