Minggu, 18 Desember 2016

Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Kyai Haji Djufri Raksana Ajak Koreksi Diri sebelum Dikoreksi

Bapak Kyai Haji Djufri Raksana ketika memberi taushiyah pada acara pengajian rutin PCM Dau di masjid AL-Ihsan Dermo, Ahad (1812)

"Hasibu qobla an tuhasabu, koreksilah dirimu sebelum kalian dikoreksi. Menghitung dan mengevaluasi diri harus selalu dilakukan, sebelum datang hari penghitungan sebenarnya", ungkap bapak Kyai Haji Djufri Raksana di hadapan 150an jamaah pengajian di masjid Al-Ihsan Dermo Dau, Ahad (18/12).

Acara Pengajian Rutin setiap bulan yang digelar oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau ini selalu berpindah-pindah, berkeliling, bergilir di setiap Ranting Muhammadiyah di Cabang Dau. Bulan November kemaren berlokasi di desa Princi kecamatan Dau. Kali ini Ahad, 18 Desember 2016 berlokasi di Dermo, Masjid AL-Ihsan.

Menghadirkan Kyai kawakan Muhammadiyah, Bapk Haji Djufri Raksana sebagai pemberi taushiyah, acara ini terlihat ramai diminati oleh warga Muhammadiyah Dau. Tak kurang dari 150 jamaah turut hadir dalam pengajian ini. Menurut Bapk Taufiq Burhan, selaku Ketua PCM Dau, bahwa acara pengajian ini disamping sebagai sarana penambahan ilmu, juga sekaligus sebagai saranan atau ajang silaturrahmi antar warga Muhammadiyah di cabang Dau. Selain itu, momen-momen pengajian seperti ini juga merupakan ajang evaluasi diri, introspeksi atau muhasabah, tuturnya dalam memberikan sambutan pada acara pengajian yang diikuti oleh pengurus dan warga Ranting Dermo, Jetis, Sengkaling, Landungsari, Jetak, Sumbersekar dan Tegalweru.
Suasana pengajian PCM Dau di dalam masjid Al-Ihsan Dermo, Ahad (18/12)
Bapak Kyai Haji Djufri Raksana, selaku pentaushiyah lebih lanjut menyampaikan bahwa kita seringkali bisa melihat dan mengoreksi kesalahan orang lain daripada kesalahan diri kita sendiri, tuturnya. Sambil mengutip pepatah yang mengatakan "semut diujung lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak kalihatan" Kyai yang suka membuat kalimat pantun di setiap ceramahnya itu mengingatkan dan mengajak kepada para jamaah sekalian agar mengingatkan seluruh jamaah agar kita selalu introspeksi diri. "Mari kita sibukkan diri kita untuk periksa diri sendiri, sehingga kita tidak sibuk mengorek kesalahan orang lain dan tidak membongkar-bongkar keburukan orang lain", tegasnya.
Suasana pengajian PCM Dau di luar masjid al-Ihsan Dermo, Ahad (18/12)
"Kita semua ini memiliki jabatan yang sama, yakni camat", ungkapnya sambil senyum. Camat yang dimaksud adalah Calon Mati. Camat Simatupang, calon mati siang malam tunggu panggilan, tambah Kyai yang masih aktif mengajar di Universitas Muhammadiyah Malang bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini. Apapun jabatan dan titel seseorang, entah itu Doktor, Professor, Kepala Desa, Bupati, Gubernur dan lain sebaginya, semuanya akan mati. Semua manusia dan seluruh mahluk yang berada di muka bumi ini akan kembali kepada pemilikNya. Karenanya, ayoo kita selalu melihat diri kita, apa yang sudah kita lakukan untuk masa depan (akhirat) kelak? ajaknya. (Hilmi)

0 komentar:

Posting Komentar