Langsung ke konten utama

Abdul Mu'ti: Kemajuan Suatu Negara itu Bergantung pada Etos Masyarakatnya

Abdul Mu'ti ketika Memberi Taushiyah pada Acara Milad Muhammadiyah 107H di Dome UMM, Jumat (02/12)

Di hadapan lebih dari 1000 jamaah, peserta perayaan Milad Muhammadiyah ke-107H/104M di DOME Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed memberikan taushiyah kebangsaan. Menurutnya, kamajuan suatu Negara itu tidak bergantung pada usia negara. “Perbedaan kaya dan miskin suatu Negara itu bukan bergantung pada usia negara” ungkapnya. Kalau diukur dari usianya, Mesir dan India itu sudah lebih dari 2000 tahun, tetapi keduanya masih tergolong negara miskin. Di sisi lain seperti Kanada, New Zeland itu masih muda tetapi sudah maju negaranya, jelasnya.

“Kemajuan suatu negara juga bukan pula bergantung pada sumber daya alamnya”, lanjutnya. Tapi, menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini, yang menentukan kemajuan suatu Negara itu adalah perilaku masyarakat atau etos dari masyarakatnya. Meski pernyataan tersebut di atas bukan orisinal dari Mu’ti, melainkan mengutip dari sumber/literatur dalam bahasa Inggris yang tidak disebutkan, tetapi beliau sepakat akan hal itu. Karenanya, beliau melanjutkan mengulas perihal prinsip-prinsip dalam Etos.

Mu’ti memaparkan bahwa Etos itu memiliki beberapa prinsip. Prinsip pertama adalah senantiasa berpegang pada etic (etos), yakni orang yang mempunyai semangat tinggi, spirit untuk melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Kedua, Integritas; kalau orang itu bisa dipercaya, sama antara lahir dan batinnya, sama antara lisan dan perbuatannya, inilah yang menjadikan seseorang itu bisa dipercaya dan bisa berprestasi, tuturnya. Ketiga, responsibility; Kalau diberi amanah ia tanggung jawab. Ia selalu memikirkan siang dan malam apa yang menjadi tugasnya. 
Suasa saat menyanyikan lagu Mars Sang Surya
Kemudian ia lanjutkan yang keempat adalah menghormati aturan dan hukum. Kalau masyarakt itu menghormati aturan hukum insyaallah masyarakat itu akan tertib dan damai. Adapaun Kelima adalah kita menghormati orang karena hak-hak yang dimiliki oleh orang  itu.

keenam, suka bekerja. Ketujuh, berusaha untuk hidup hemat, dan suka berinvestasi untuk masa depan. Sedangkan yang kedelapan adalah keinginan yang kuat untuk senantiasa produktif. Dan terahir menurutnya adalah senantiasa tepat waktu.

Semua yang disebutkan di atas merupakan ciri-ciri orang yang berkemajuan. Mudah-mudahan Muhammadiyah terus senantiasa maju. Beribadah dengan sungguh dan terus beramal sholeh untuk membangun masyarakat. Pungkasnya (Hilmi)

Baca juga:
Bupati Malang Berharap, UMM Tidak Hanya Melahirkan Menteri, Melainkan Presiden 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…

Pengajian PDA Kabupaten Malang Wilker Barat Berlangsung di Masjid "Tajmahal" Malang

Malangmu.or.id -- Ahad, 04 Februari 2018, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Malang menggelar acara rutin tiga bulanan, yaitu "Pengajian Wilayah Kerja (wilker) Barat" yang bertempat di masjid terindah di kecamatan Dau yakni masjid Salman Alfarisi di Karangwidoro, yang terkenal dengan masjid "Tajmahal" Malang.

Pengajian Wilker Barat yang beranggotakan lima Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yakni Dau, Karangploso, Pujon, Ngantang dan Kasembon memiliki agenda rutin. Penyampaian profil masing masing-masing PCA, sejarah berdirinya, perkembangan dan tantangan yang sedang dihadapi serta keunikan dan keunggulan.

Sebagai penyelenggara, PCA Dau mengemas acara tersebut dengan Wisata Religi. Menyuguhkan kemasan acara yang berbeda dari biasanya, sekaligus menjadikan moment special bagi berdirinya PRA baru Karangwidoro yang ditempati sebagai tuan rumah.

Dalam acara ini, dilangsungkan Pelantikan PRA oleh PDA Kab.Malang, Ibu Dra.Hj.Siti Asmah, M.Pd. "PRA adalah penggerak …