Minggu, 18 Desember 2016

Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Berkebutuhan Khusus, Ilyas Rachman Koleksi Puluhan Medali Emas



malangmu.or.id. lyas Rachman Riyandhani, remaja yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) siswa SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, menjadi pebulu tangkis berprestasi. Dengan kelemahan tuna rungu yang dialaminya, remaja ini telah mampu memenuhi rumah orang tuanya dengan puluhan medali emas.

"Dari berbagai prestasi juara bulu tangkis yang dimenanginya, Ilyas kini mengoleksi 30 an medali. Medali emas sudah mencapai 20 jumlahnya," demikian Ilyas Rachman dengan bahasa isyarat tangannya didampingi sang Ibu Andriani, Sabtu (17/12) kemarin.

Sejumlah prestasi juara 1 yang diraihnya diantaranya dari ajang Paralympic di Balikpapan saat ia masih duduk di kelas 5 SD. Selanjutnya, di ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional di Jakarta ia meraih medali perak.  Pada 2015 lalu, ia ikut lagi even serupa tingkat nasional di Bandung dan mendapatkan medali emas.

Bahkan, di ajang Paparnas setara PON di Bandung beberapa waktu lalu, ia meraih dua medali emas, dari nomor single dan double berpasangan dengann Andre, pebulu tangkis asal Sidoarjo. Pada 2017 mendatang, Ilyas juga siap bersaing di ajang Paralympic Games di Solo.

Purba Wisata, manajer puslat usia dini PBSI Kabupaten Malang yang turut melatih Ilyas mengungkapkan, saat POR SD 2011 Jatim, ia sudah turun untuk pertama kalinya. Saat itu, ilyas masih finish peringkat 16. Saat kelas 4 ia main di ajang O2SN Jatim dan meraih juara harapan 3. Setahun berikutnya prestasi Ilyas meningkat menjadi juara 3 di ajang yang sama.

Sejak 2015, lanjutnya, Ilyas masuk puslat usia dini KONI Kabupaten Malang, dan tahun ini tetap dimasukkan puslatkab. Ditambahkan, tahun ini Ilyas juga bersaing di even Sirkuit Nasional umum di Kalimantan, dan langsung masuk babak utama tanpa kualifikasi.

Sementara, Andriani, ibunda ABK Ilyas Rachman menuturkan, Ilyas mengenal bulu tangkis sejak berusia sekitar 5,5 tahun. Kala itu ia sering ikut mengantarkan kakak yang juga latihan cabor ini. Sesekali, ia pegangi raket dan memainkan bola di tembok. Kesukaannya pada bulu tangkis pun semakin terlihat saat ia memasuki kelas III SD.

Sadar memiliki potensi, Andriani pun didatangi pelatih perihal kemampuan Ilyas bermain bulu tangkis. Ilyas pun sempat berganti-ganti klub hingga lima kali. Dan, lanjutnya, tiga tahun terakhir kelihatan potensinya, yang ditunjang pertumbuhan postur tinggi yang cepat.

"Keluhan pelatih pasti ada pada komunikasi, apalagi usia emosinya masih labil. Tapi Ilyas termasuk penurut, ia juga bisa latihan sendiri di rumah," lanjut perempuan berjilbab ini.

Selain ketekunan pelatih, katanya, keberhasilan anaknya juga karena kemauannya yang kuat. Ilyas biasa lari untuk tambahan fisik. Padahal, awal-awal latihan ia masih kerap dibujuk, sekarang latihan jadi kebutuhannya.

"Awal bertanding di depan umum, ia sempat minder. Tetapi kami terus support bahwa ia tetap bisa layaknya atlet lainnya," imbuhnya. (amin)

0 komentar:

Posting Komentar