Langsung ke konten utama

Abdul Mu'ti: Ada Enam Nilai untuk Membangun Islam sebagai Pusat Peradaban



Dr. Abdul Mu'ti ketika memberikan taushiyah pada Milad Muhammadiyah 107H di Dome UMM, Jumat (02/12)
Getir pahit perjuangan Muhammadiyah dalam membangun peradaban bangsa telah banyak dilakukan. Lewati berbagai rintangan itulah, kini Muhammadiyah mampu berdiri tegak dan melebarkan sayapnya hingga kancah Internasional. Muhammadiyah selalu berada dalam garda terdepan guna melaksanakan visi besarnya yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Masih dalam suasana Milad Muhammadiyah ke 107 H, Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan resepsi Milad. Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus, aktivis, dan simpatisan Muhammadiyah se-Malang raya.

Dr. H. Abdul Mu’ti,  M.Ed, selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berkesempatan mengisi tausiyah umum menuturkan, saat ini umat Islam boleh dikata sangat tertinggal dari bangsa lain, terlebih bangsa Eropa. Pada dasarnya, spirit perjuangan umat Islam di masa lampau sangat hebat dan kini spirit tersebut diadopsi oleh negara Barat. 

Dalam konteks membangun Indonesia ke depan dan membangun Islam sebagai pusat peradaban, Mu'ti mengutip pikiran Niall Ferguson yang terdapat dalam buku Civilization: The West and the Rest. Dalam buku itu dipaparkan 6 sejata pamungkas yang membuat Barat unggul.

Menurut Pria kelahiran Kudus 1968 ini, nilai-nilai yang dimaksud tersebut adalah pertama kompetisi, yakni mental kompetitor untuk hidup lebih dinamis dan maju. Islam telah lama mendengung-dengungkan semangat  fastabiqul khairat, namun kini umat Islam banyak yang tertinggal dalam menunaikan semangat tersebut.

Nilai Kedua adalah penemuan teknologi. Berapa banyak ilmuan Islam yang memberikan kontribusi terhadap penemuan di masa kini, namun modal tersebut sudah diambil oleh Barat dan menjadikan umat Islam tertinggal jauh.

Ketiga adalah nilai yang berkaitan dengan kesehatan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang sehat, dengan sehatnya badan akan mempermudah seseorang untuk melakukan banyak aktifitas yang produktif.

Adapun nilai keempat yaitu demokrasi. Sebuah bangsa akan menjadi kuat dengan bermusyawarah, karena lewat musyawarah yang dijalankan dengan khidmat dan penuh kebijaksanaan akan membawa banyak kemaslahatan. Bangsa yang otoriter tidak akan maju, namun dengan bermusyawarahlah bangsa akan menjadi maju.

Nilai yang selanjutnya adalah konsumerisme. Maksud dari konsumerisme di sini adalah membeli kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan tidak menyuburkan budaya boros atau konsumtif. 

Nilai terakhir adalah etos kerja (work etic), yang tercermin dalam perilaku masyarakatnya. Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu semangat dalam bekerja dan beramal.

Ditegaskan oleh Mu'ti bahwa 6 nilai tersebut sudah sangat gamblang / jelaskan dalam Islam, yang seharusnya kita amalkan untuk membangun peradaban Islam yang berkemajuan. (Izna/Hilmi)

Baca juga:
Bupati Malang Berharap, UMM Tidak Hanya Melahirkan Menteri, Melainkan Presiden 
Abdul Mu'ti: Kemajuan Suatu Negara itu Bergantung pada Etos Masyarakatnya 
Saad Ibrahim: Muhammadiyah harus Mengambil Peran dalam Menatap Masa Depan 
Rektor UMM Ajak Warga Muhammadiyah Optimis Menatap Masa Depan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…

Pengajian PDA Kabupaten Malang Wilker Barat Berlangsung di Masjid "Tajmahal" Malang

Malangmu.or.id -- Ahad, 04 Februari 2018, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Malang menggelar acara rutin tiga bulanan, yaitu "Pengajian Wilayah Kerja (wilker) Barat" yang bertempat di masjid terindah di kecamatan Dau yakni masjid Salman Alfarisi di Karangwidoro, yang terkenal dengan masjid "Tajmahal" Malang.

Pengajian Wilker Barat yang beranggotakan lima Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yakni Dau, Karangploso, Pujon, Ngantang dan Kasembon memiliki agenda rutin. Penyampaian profil masing masing-masing PCA, sejarah berdirinya, perkembangan dan tantangan yang sedang dihadapi serta keunikan dan keunggulan.

Sebagai penyelenggara, PCA Dau mengemas acara tersebut dengan Wisata Religi. Menyuguhkan kemasan acara yang berbeda dari biasanya, sekaligus menjadikan moment special bagi berdirinya PRA baru Karangwidoro yang ditempati sebagai tuan rumah.

Dalam acara ini, dilangsungkan Pelantikan PRA oleh PDA Kab.Malang, Ibu Dra.Hj.Siti Asmah, M.Pd. "PRA adalah penggerak …