Kamis, 29 Desember 2016

Posted by kholimi Posted on Desember 29, 2016 | 2 comments

Inilah Rencana Lazismu Kabupaten Malang di Tahun 2017



Mampu menjadi LAZISMU yang terbaik se-Jawa Timur dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZIS, tidak menjadikan LAZISMU Kabupaten Malang berpuas diri. Herunanto menyatakan, ke depan ada 4 (empat) rencana yang ingin ditindak-lanjuti oleh LAZISMU Kabupaten Malang.

Pertama, menghimpun seluruh laporan keuangan ZIS yang ada di cabang, ranting dan AUM untuk kemudian diintegralisasi di satu pembukuan. Tujuannya agar potensi LAZISMU  Kabupaten Malang bisa mengalami progres yang signifikan, semakin bertambah, dan tetap langsung tersalurkan di pos-pos lokal warga sesuai kebutuhannya.

Kedua, pengembangan SDM, relawan, dan tim kreatif. Lembaga-lembaga ZIS nasional berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menghimpun dan menyalurkan dana ZIS yang tentu saja menjadikan persaingan untuk menjadi yang terbaik dalam melayani semakin kuat. Satu orang warga muslim punya kewajiban membayar zakat, tapi tentu tidak serta merta disalurkan ke LAZISMU kabupaten Malang. LAZISMU Kabupaten Malang, sebagai salah satu LAZNas, yang harus bisa menjemput, meyakinkan, mereflexikan dana yang bersangkutan untuk apa nantinya dengan cara-cara yang kreatif.

Ketiga, pengembangan lembaga agar lebih profesional.

Serta keempat, pendistribusian diharapkan nantinya lebih mengarah pada pembangunan non fisik warga bukan lagi BLT (bantuan langsung tunai). Misal: di bidang pendidikan berupa beasiswa, di bidang ekonomi berupa pemberdayaan ekonomi lemah, dan di bidang
al-Islam berupa pemberantasan buta al-Quran. Komposisi pendistribusian juga nantinya akan diatur, sesuai kebutuhan tahun 2017. (ask)


Tahun 2016 ini, LAZISMU Kabupaten Malang mampu menghimpun dana ZIS hingga mencapai 1,427 Milyar. Jumlah ini adalah jumlah terbanyak se-Jawa Timur dan hampir mencapai dua kali lipat dari peringkat penghimpun dana ZIS terbesar kedua yang mencapai 882 juta. Bukan hanya penghimpunannya, dana ZIS yang disalurkan oleh LAZISMU Kabupaten Malang juga terbesar se-Jawa Timur dibandingkan dengan Lazismu dari kota-kota lain di Jawa Timur, mencapai 1,384 milyar, yang berarti penyalurannya sudah mencapai 96,9% dari dana yang telah terhimpun. Keduanya, baik jumlah dana yang tersalurkan maupun prosentase jumlah dana yang tersalurkan juga terbesar se-Jawa Timur.

Herunanto, Ketua LAZISMU Kabupaten Malang, tanpa lupa mengucapkan syukur Alhamdulillah, menyatakan bahwa semua ini berkat kerja keras teman-teman tim LAZISMU dan semua warga Persyarikatan Kabupaten malang yang gemar bersedekah. Herunanto juga menambahkan bahwa sepertinya shodaqah sudah mulai menjadi lifestyle warga, membantu sesama menjadi bagian dari kebutuhan warga.

Nurul Humaidi, sekretaris PDM Kabupaten Malang berharap LAZISMU Kabupaten Malang ke depan semakin berkembang dan nantinya kegiatan-kegiatan dakwah Muhammadiyah juga dibiayai dana LAZISMU. (ask)

Minggu, 25 Desember 2016

Posted by Ridlo Posted on Desember 25, 2016 | No comments

Lazismu Tiada Henti Tularkan Virus Filantropi Muhammadiyah

Hariadi/Ketua Divisi Pengembangan Lazismu PDM kab. Malang (dua dari kiri) dan sam Nanang/Ketua PCM Jabung (berkaos kuning) bersama warga usai kerja bakti pembersihan lahan yang akan dibangun masjid “al-Hadi” PRM Kemantren Jabung.[25/12/2016]

Beberapa bulan belakangan ini, Lazismu PDM Kabupaten Malang gencar melakukan optimalisasi penghimpunan dana kemanusiaan melalui tajuk aksi berbagi dan memberi untuk negeri. Mulai dari aksi 1000 paket sembako (dengan nilai Rp.100.000,-/paket) yang dihimpun oleh Lazismu PWM Jawa Timur pada Milad 104 muhammadiyah yang dipusatkan di kabupaten Bangkalan Madura [27/11/2016], dimana Lazismu PDM Kabupaten Malang memberikan kontribusi terbanyak dengan jumlah 179 paket (rilis data Lazismu pwm).

Tidak lama setelah itu, Lazismu PDM Kab Malang harus menghimpun dana kembali, yang kali ini diperuntukkan bagi minoritas muslim Rohingya dan korban gempa Aceh, yang hingga pada sabtu [24/12/2016] telah terkumpul dana lebih dari 21 juta rupiah dari para donatur. Sampai berita ini diturunkan Lazismu  kab. Malang kembali memulai aksi peduli dan kemanusiaan bagi korban konflik berkepanjangan di Aleppo (Suriah) maupun korban banjir bandang di daerah NTB.

Wagiran/anggota PCM Jabung (kiri) dan Roni/PCPM Jabung (kanan) sesaat sebelum edarkan/bagikan kotak infaq dari Lazismu PDM kab. Malang.[25/12/2016]

Tak lupa, Lazismu juga selalu konsen mensosialisasikan filantropi dan terus memotifasi warga persyarikatan di level/tingkat pimpinan PCM - PRM se-kab. Malang. Moment akan dimulainya pembangunan masjid “al-Hadi” PRM Kemantren Jabung pada pekan ini pun dijadikan penanda makin digairahkannya “gerakan semangat berinfaq” dengan membagikan atau menyebar kotak infaq, majalah mata hati dan informasi ke-lazismu-an kepada unsur anggota pimpinan maupun ortom diwilayah kerja ranting Kemantren. Bersama pula anggota PCM Jabung dan 30 warga masyarakat mengikuti kegiatan Lazismu usai kerja bakti pembersihan lahan yang akan dibangun masjid diatas tanah waqaf seluas 918 m².

Sejak tahun 2008 status tanah telah bersertifikat atas nama Muhammadiyah yang berstatus waqaf dari Mayor (purn) TNI-AU Mas Hadi, B.Sc. allahuyarham yang berdomisili di Purwantoro kec. Blimbing kota Malang, baru akan berdiri bangunan masjid seluas 8x10m². Pada tahap awal mendapatkan bantuan dari yayasan “Asseelah Charity Indonesia” yang berkantor pusat di Depok Jawa Barat senilai hampir 200 juta rupiah. Selagi dalam proses pembangunan dan setelah berdirinya bangunan masjid, UPZ masjid “al-Hadi” PRM Kemantren Jabung akan melakukan pengelolaan dana dari hasil kotak infaq yang sudah disebar dan dibagikan, ungkap Wagiran anggota PCM Jabung.

Senada dengan wagiran, sam Nanang (sapaan akrab Ketua PCM Jabung)  menyampaikan terima kasih kepada Lazismu PDM kab. Malang yang terus-menerus memotivasi dan memberikan support terhadap PRM dan PCM serta optimisme melalui penghimpunan kekuatan dana ummat sebagai gerakan dakwah ataupun jihad bi amwal ditubuh persyarikatan muhammadiyah akan terus bergairah, semarak dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Virus filantropi melalui Lazismu akan terus disebar hingga mewabah di semua kalangan terlebih warga persyarikatan, tidak hanya di perkotaan dan pemukiman mewah, namun juga sampai ke pelosok desa yang masih terhampar luasnya sawah. Sebagian ummat Islam bukan tidak mengerti, bukan tidak mau maupun tidak mampu berinfaq dan bersedekah, karena pada dasarnya ada beberapa yang mungkin perlu selalu di refreshkan kesadaran ber-ZISnya. Itu merupakan tugas dan tanggungjawab kita sesama muslim termasuk kami-kami yang tergabung dan diberi amanah di lazismu yang akan selalu bergerak untuk mengajak (ta’awwun), saling mengingatkan (tawashshul) akan sebuah kekuatan. Arti penting berbagi bersama untuk sesama dengan menyampaikan kabar gembira (bil hikmah wa mauidzotil hasanah) dan semangat menggembirakan dalam memberi untuk negeri, tegas Hariadi, S,AP. Ketua Divisi Pengembangan Lazismu PDM kab. Malang. (Hari/Rid)

Sabtu, 24 Desember 2016

Posted by Ridlo Posted on Desember 24, 2016 | No comments

Gelar Ngobrol Bareng, Alumni IMM UM Siap Bangun Networking


MALANG - Libur pekan terakhir Desember 2016 tetap begitu bermakna bagi para alumni IMM Universitas Negeri Malang. Tak ingin sekadar menikmati waktu libur, mereka pun menjadikannya sebagai ajang silaturahmi dan sharing pengalaman.

Dari jadwal yang direncanakan, acara kopi darat yang diberi nama NGOBRAL (Ngobrol bareng Alumni) ini digelar dua, Ahad-Senin 25-26 Desember 2016. Agar lebih gayeng dan berkesan, acara sengaja menempati kawasan Villa di Karangploso, Kabupaten Malang.

Tidak kurang dari 100 peserta yang selama ini tergabung dalam Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM UM pun nimbrung di acara ini. Tidak hanya dari Malang, mereka juga secara khusus berdatangan dari domisilinya di luar kota, seperti Lamongan, Gresik, Bojonegoro, dan Surabaya.

Penggagas acara NGOBRAL FOKAL IMM ini, Muh. Amri M mengungkapkan, acara kopdar ini ide awalnya bermula dari rasa saling kangen sesama alumni anggota IMM UM yang selama bertahun-tahun terpisah semenjak lulus kuliah dan karena kesibukan kerja masing-masing. Menurutnya, acara sengaja digelar lebih banyak peserta yang merupakan alumni berbagai angkatan.

"Kumpul-kumpul dalam jumlah kecil atau saat ada kesempatan acara beberapa kali sudah digelar. Hingga, baru kali ini yang sengaja dikemas khusus untuk bisa bertemu semua," katanya, Ahad (25/12) siang.

Karena banyak yang belum pernah bertemu, lanjutnya, maka diselipkan acara ta'aruf. Tetapi, kegiatan ini juga tidak mengesampingkan diskusi bertukar pandangan dan pengalaman antar alumni. Selain untuk menjadi rumusan organisasi FOKAL, juga dibahas berbagai permasalah yang menggejala dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

"Meski tak lagi mahasiswa, kami ingin tetap bisa menjadi maslahat bagi lingkungan. FOKAL IMM diharapkan nantinya tetap bisa berkontribusi melalui para anggotanya," tambah alumni IMM UM tahun 2007 ini.

Setelah pembentukan pengurus FOKAL, nantinya akan dirumuskan agenda dan program Fokal. Kegiatan Fokal ini bisa mencakup sejumlah hal, seperti penguatan networking kader, pendidikan dan penelitian, pengabdian masyarakat, serta ekonomi dan kewirausahaan. (amin)
Posted by Ridlo Posted on Desember 24, 2016 | No comments

Ketua PWA Jatim : Dukung Penuh Perjuangan Aisyiyah

Dra. Hj. Rukmini Amar, ketika menyampaikan materi Peneguhan Ideologi Muhammadiyah pada peserta Baitul Arqam MPK PCM Wagir.

Pernyataan ini mengemuka dalam agenda Baitul Arqom MPK PCM Wagir, Ahad (25/12/2016) di Masjid Al-Firdaus Temu - Sitirejo Wagir.

Dalam paparan materi III agenda pengaderan Muhammadiyah, Dra. Hj. Rukmini Amar, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur berkesempatan berbagi pengalaman bersama peserta Baitul Arqam. "Aisyiyah adalah Ortom "khusus" di Muhammadiyah. Perjuangannya begitu berat untuk memperjuangkan harkat dan martabat kaum perempuan. Maka bagi bapak-bapak, dampingilah ibu-ibu Aisyiyah dalam berjuang. Dukung sepenuhnya", demikian kata tokoh Aisyiyah asal kota Malang ini dalam paparannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, MPK PCM Wagir menyelenggarakan Baitul Arqom yang diikuti PCM, Majelis, PCA dan Pimpinan AUM di lingkungan Muhammadiyah Wagir. Pada sesi materi III, dimulai pukul 12.30-14.00 WIB, Dra. Hj. Rukmini Amar menyajikan tema "Peneguhan Ideologi Muhammadiyah". (Santoko)
Posted by Ridlo Posted on Desember 24, 2016 | 1 comment

Raih Gelar Best Fighter, Tim Hockey SMK Mutu Tampil Super

Tim Hockey SMK Mutu ketika menerima penghargaan The Best Fighter di Smanim Cup 2016.

Tiada hari tanpa prestasi, Tim Hockey SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi Kab Malang kali ini meraih gelar The Best Fighter
Kejuaraan Hockey  Smanim Cup 2016 antar pelajar se-Jawa Timur.

Kejuaraan Hockey ini berlangsung di Gresik tanggal 21 - 24 Desember 2016. Diikuti puluhan Tim Hockey SMA/SMK terbaik Jawa Timur.

Tim Hockey besutan KONI Kabupaten Malang ini, tampil gemilang. Setiap laga yang dijalani selalu tampil semangat dan penuh kejutan. "Alhamdulillah anak-anak menunjukkan performa tim yang  baik dan kompak, "ujar Pembina Hockey SMK Mutu, Fahrur Rozi S.Pd selepas menerima penghargaan.

Selamat dan sukses untuk Tim Hockey SMK Mutu Gondanglegi. You Are Is The Best. (Topik Hiday)

Posted by Ridlo Posted on Desember 24, 2016 | No comments

Perkuat Kompetensi Kader, MPK PCM Wagir Adakan Baitul Arqam

Ustadz Ir. Agus Purwadyo ketika menyampaikan materi pada Baitul Arqom MPK PCM Wagir.

Mengangkat tema "Penguatan Kompetensi Kader Menuju Masyarakat Islam Yang Berkemajuan", hari Ahad (25/12/2016) Majelis Pendidikan Kader (MPK) PCM Wagir Kabupaten Malang menyelenggarakan Baitul Arqom untuk para Pimpinan dan Majelis di lingkungan Persyarikatan di Wagir. Agenda pengaderan ini juga diikuti oleh Pimpinan Ortom dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah Wagir.

Ust. H. Nurul Humaidi, M.Ag. ketika menyampaikan kajian Ahad Pagi sekaligus membuka Baitul Arqam Muhammadiyah Wagir.

Kajian Ahad Pagi rutin yang diselenggarakan Majelis Tabligh PCM Wagir menjadi agenda pembuka Baitul Arqom. Berkesempatan hadir menjadi pemateri Kajian Ahad Pagi adalah Ust. Drs. H. Nurul Humaidi, M.Ag, Sekretaris PDM Kabupaten Malang, yang mengetengahkan tema "Kesyukuran Untuk Ber-Khidmat Di Muhammadiyah". Selama satu jam setengah dari pukul 07.00 - 08.30 WIB, Ustadz yang juga Dosen Fakultas Agama Islam UMM ini memotivasi jamaah Kajian Ahad Pagi.

Pada materi pertama Baitul Arqom ini, MPK PCM Wagir menghadirkan Ustadz Ir. H. Agus Purwadyo, dari PDM Kota Malang dan Corps Mubaligh Muhammadiyah. "Mencetak Kader Muhammadiyah Yang Tangguh dan Militan" menjadi tema materi dari Mubaligh Muhammadiyah yang malang melintang di dunia dakwah di kawasan Malang Raya ini.

"Kita telah dengan sangat sadar memilih Muhammadiyah sebagai gerakan kita. Seluruh tanggungjawab dan konsekuensi pilihan itu harus kita jalani. Kita harus paham dengan tujuan kita memilih gerakan ini. Kuatkan dulu keluarga kita. Kuatkan Muhammadiyah di lingkungan kita", demikian dengan gaya khas Malangan yang tegas Ustadz Agus ini memulai materinya.

Pada sesi selanjutnya Drs. H. Ahmad Taufik Kusuma, Mantan Ketua PDM Kota Malang memberikan paparan dan pemahaman tentang Muhammadiyah Sebagai Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah. Agenda kedua ini direncanakan dari pukul 10.30-11.30 WIB. Istirahat, sholat dan makan, pada pukul 12.30-14.00 WIB dilanjutkan dengan materi ketiga "Peneguhan Ideologi Muhammadiyah" oleh Dra. Hj. Rukmini Amar dari Pimpinan Wilayah Asiyiyah  Jawa Timur.

Sebagai penutup agenda ini dilaksanakan Pemaparan Program dan Sharing Dinamika Organisasi yang dipandu oleh Ketua MPK PCM Wagir, Ustadz Jemy Anggara, S.PdI. Beliau mengharapkan dengan Baitul Arqam ini semua pimpinan Muhammadiyah Wagir bisa memaksimalkan potensinya dan melaksanakan rancangan program kerjanya sehingga Muhammadiyah bisa semakin berkembang dan bermanfaat bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar. (Santoko)

Nasrun minallahi wafathun qaarib. Fastabiqul Khairat.

Jumat, 23 Desember 2016

Situasi Pelatihan Pengembangan Panti Asuhan MPS PWM Jawa Timur

Untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan panti, MPS PWM Jawa Timur mengadakan acara pelatihan pengembangan layanan panti asuhan berbasis standar nasional pengasuhan anak dan bimbingan teknis Akreditasi panti asuhan Muhammadiyah – ‘Aisyiyah se-Jawa Timur (17/12/2016). Acara ini diadakan di Balai Besar jalan Lansep Kota Malang. Diikuti oleh panti asuhan Muhammadiyah – ‘Aisyiyah se-Jawa Timur, pelatihan ini diadakan selama dua hari. Di mulai pada hari Sabtu pukul 09.00 WIB yang dibuka oleh bapak Prof. Thohir Luth selaku pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan seru karena para peserta, panitia maupun pemateri sangat berantusias dan memiliki semangat yang tinggi untuk mendukung kegiatan tersebut.  

Setelah pembukaan peserta dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas Tamyiz dan Bimtek. Bagi peserta Bimtek penempatan di gedung lantai II sedangkan peseta Tamyiz bertempat di lantai dasar. Masuk pada acara inti yang salah satunya adalah penerapan metode Tamyiz guna untuk mempelajari cara cepat mengartikan Al-Qur’an. Dalam metode tersebut peserta di harapkan untuk menerapkan metode ini pada lembaga masing-masing karena metode ini bertujuan untuk agar para santri mampu mengartikan Al-Qur’an dengan cara cepat dan mudah.


Didalam Tamyiz, oleh pemateri kami di minta untuk membentuk kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 6-7 orang dan wajib membuat dan menampilakan yel-yel serta mempraktekan materi yang sudah disampaikan oleh Ustad Fathurrohim dan Ustad Abdul Latif. Setelah semua kelompok selesai kami di arahkan untuk mengevaluasi dan diharapkan bisa menerapkan metode ini pada santri di lembaga masing- masing. Acara berakhir pada hari minggu pukul 13.00 WIB yang ditutup oleh bapak Imam Hambali selaku ketua MPS Jawa Timur di gedung Balai Besar lantai II. (LKSA Dau)

Rabu, 21 Desember 2016



HANYA dalam hitungan detik, tiga gambar dan narasi yang sama, masuk ke grup WhatsApp saya. Peristiwa seperti ini tidak hanya terjadi sekali. Karena saya memiliki banyak grup WhatsApp—sebagian besar karena undangan menjadi anggota grup, hampir di setiap waktu selalu ada notifikasi. Sekali tempo notifikasi itu ditindaklanjuti dengan membuka pesan, terkadang dalam bentuk gambar dan sebagiannya lagi berupa narasi atau tulisan.

Tentu tidak semua pesan yang masuk terutama via WhatsApp bisa diterima sebagai suatu fakta dan kebenaran yang bisa menambah pengetahuan. Sebagian di antara kita, atau bahkan setiap dari kita, (mungkin) pernah menerima pesan dalam bentuk tulisan atau gambar yang bernada provokatif, menyesatkan, dan sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ketika menerima berita-berita palsu (hoax) yang demikian itu, rasa jengkel sudah pasti kita alami.

Sayangnya, banyak tulisan atau gambar berita palsu seperti itu terus memenuhi jejaring sosial yang ada sekarang, dan ironisnya banyak orang yang memberi komentar dan mempercayainya. Padahal, sumber dan data informasi yang disajikan tak lebih dari sekadar bohong.

Mencermati fenomena yang demikian, satu pertanyaan yang patut kita ajukan, yaitu kenapa banyak orang mudah percaya terhadap berbagai berita hoax, bahkan ikut-ikutan menyebarkannya, padahal infrastruktur yang menjamin ketersediaan informasi sudah cukup berlimpah di era teknologi informasi seperti saat ini?



Peran Media Sosial

Menurut riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) 2015, terdapat 88,1 juta jiwa dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 255 juta jiwa yang hari ini terhubung dengan internet. Dari 88,1 juta netizen itu, saluran media sosial adalah yang paling banyak dikunjungi. Setiap hari ada sekitar 76 juta (87,4%) netizen yang melakukan perbincangan di jejaring sosial.

Dengan keberadaan 76 juta netizen itu, kita bisa bayangkan bagaimana sesaknya perbincangan di jejaring sosial seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, dan YouTube. Dengan sekali klik, tanpa berpikir panjang, tulisan atau gambar-gambar hoax itu diproduksi demi menaikkan peringkat situs tertentu, atau sengaja dibuat untuk menjatuhkan orang dan kelompok tertentu.

Ironisnya, setiap individu dengan mudahnya memviralkan berbagai tulisan dan gambar tersebut sehingga seringkali memicu kebencian.

Dengan demikian, hampir tidak ada batasan moral, etika, sopan, dan santun yang bisa diterapkan di dunia yang banyak digemari anak-anak muda tersebut. Maka, tidak heran bila hari-hari ini dengan sangat mudahnya ujaran kebencian dan kata permusuhan itu kita jumpai di berbagai saluran media sosial. Yang awalnya teman lama, karena berbeda pilihan politik atau pandangan terhadap tafsir agama tertentu, kemudian menjadi saling olok dan caci maki di media sosial.

Jelas saja, penggunaan media sosial yang penuh dengan potret kebencian ini jauh dari asas kemanfaatan. Kehadiran media dalam jaringan yang mulanya bisa menjadi alat bagi masifitas gerakan sosial baru, seperti yang sudah terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah, malah belum berperan sebagaimana mestinya di Indonesia.

Masih banyak kita temukan tulisan bodong yang menyudutkan kelompok, agama, dan penganut keyakinan tertentu; serta ungkapan peyoratif yang menjatuhkan harga diri sebuah pemerintahan di jejaring sosial.

Bersemainya tulisan-tulisan bodong (terutama yang berbasiskan keagamaan) dan maraknya ujaran kebencian yang dengan mudah kita jumpai di media sosial mengindikasikan satu hal, yakni rendahnya tingkat literasi di negeri ini.

Meski berbagai infrastruktur yang mendukung, seperti perpustakaan, koran, toko buku, e-paper, dan e-journal, telah banyak tersedia, kenyataan hari ini menggambarkan masyarakat kita tetap enggan membiasakan diri melakukan pembacaan secara berulang dan menyeluruh atas setiap informasi yang diterima.

Kondisi ini sangat ironis, mengingat akses internet di Indonesia relatif cepat dan setiap individu senantiasa terhubung dengan mobile phone, serta ketersediaan komputer juga sangat mencukupi. Kemudian, sebagaimana data APJII 2015 bahwa hampir setiap setengah jam sekali orang memeriksa media sosial mereka.

Jadi, bukan soal ketersediaan akses mendapatkan bahan bacaan yang menjadi persoalan utama bangsa kita menjadi illiterate, tapi lebih pada sikap malas yang merajalela dan membeludaknya perilaku instan.

Tak pelak, data Worlds Most Literate Nation, yang disusun oleh Central Connecticut State University belum lama ini membelalakkan mata kita semua. Laporan hasil riset tersebut menyebutkan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti. Indonesia berada di urutan paling belakang nomor dua setelah Bostwana, negara di kawasan selatan Afrika.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa bangsa yang masuk dalam kategori illiterate, masyarakatnya cenderung suka mengeluarkan kata-kata kotor dan kasar, berperilaku brutal dan suka merusak, serta kerap melanggar hak asasi manusia. Miris karena perilaku-perilaku tersebut dengan mudah kita jumpai di negeri ini sekarang, baik yang berada di dunia nyata maupun maya.

Dengan berbagai infrastruktur yang tersedia, baik jaringan internet maupun perpustakaan dan toko buku yang berjubel, mestinya masyarakat Indonesia bisa bersanding dengan sejumlah negara yang masuk pada peringkat atas sebagai negara yang sadar literasi seperti Finlandia, Norwegia, Islandia, atau Denmark, kemudian bersikap kritis terhadap berbagai pemberitaan atau berita palsu yang beredar di media sosial. Untuk menyikapi fenomena yang elegis ini, ada baiknya kita kembali mempelajari filsafat fenomenologi, yang mengajarkan kepada kita supaya senantiasa bersikap kritis dan konfirmatif terhadap setiap informasi, pandangan dan paradigma pemikiran yang kita terima. Sebagaimana ungkapan Edmund Husserl yang diterima secara luas oleh kalangan fenomenolog bahwa setiap pandangan pertama yang kita terima mesti diikuti dengan pandangan kedua; setiap first look harus diikuti dengan second look supaya kita dapat menyingkap hijab-hijab kebenaran yang dimaksud. Sayangnya, kita tidak menggubris Edmund Husserl. Akibat itu, alih-alih handphone, bahkan tanpa kita sadari, pikiran kita berubah fungsi menjadi tong sampah beragam informasi yang tidak bermutu.



Penulis: 
Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si
Guru Besar dan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang



Tulisan di atas telah dimuat di Koran SINDO, Rabu 21 Desember 2016.
malangmu.or.id merepro dari sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1164571/18/ironi-nirliterasi-di-tengah-revolusi-media-sosial-1482285043/

Selasa, 20 Desember 2016

Posted by Ridlo Posted on Desember 20, 2016 | 1 comment

Kado Akhir Tahun, 2 Emas 1 Perunggu untuk SMK Mutu

Para pemenang ME Confest 2016 dari SMK Mutu Gondanglegi Kabupaten Malang

Kado manis akhir tahun 2016 dipersembahkan anak-anak SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi Kabupaten Malang pada ajang bergengsi ME Confest 2016 (21/13/2016)  di  Auditorium SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

Pengumuman pemenang sekaligus penerimaan piala bagi para juara diumumkan pada jam 18.00-21.30 WIB. Satu persatu nama pemenang dipanggil untuk naik ke podium. Teriakan histeris para peserta dan supporter membahana ke tiap sudut ruangan saat nama dan sekolah disebutkan. Tidak terkecuali ketika juara 1, 2 dan 3 diumumkan.

Ekspresi bahagia muncul ketika Pembawa Acara menyebut nama Nurul Faizah dari SMK Mutu Gondanglegi berhasil menyabet juara 1 pada bidang English Speech Contest untuk tingkat SMA, MA dan SMK. Selanjutnya ananda Mifta Rahmawati juara 1 di bidang English Story Telling.

Di bidang Musikalisasi Puisi mendapatkan juara 3 yang diwakili  Fera Setyawati. Sedangkan Businees Plan juara 6 stas nama  Ekky Nadya Tjahjadi dan terakhir ananda Fani Hidayat pada lomba Seni Baca Al-Quran.

Raihan prestasi ini tidak lepas dari kerja keras Bapak/Ibu Guru yang selama ini membimbing anak-anak hingga menjadi juara. Terimakasih atas semua support dan kerja kerasnya. Sukses untuk siswa dan guru SMK Mutu.
(Faruq)
Dahnil Anzar Simanjutak, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (foto diambil dari FB Pemuda Muhammadiyah)

Terkait masalah pengamanan Gereja jelang dan saat natal serta tahun baru, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, mengajak dan menyerukan kepada Kokam agar tidak ikut terlibat dalam pengamanan Gereja. Begini ajakan dan seruan yang diunggah di Facebook Pemuda Muhammadiyah:

Yth. Sahabat Kokam Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia

Melalui Pesan Ini saya ingin menyampaikan, bahwa Kokam Pemuda Muhammadiyah tidak perlu ikut melakukan pengamanan Gereja jelang dan saat Natal dan tahun baru nanti. Jangan sampai, keikutan serta Kokam melakukan pengamanan membangun kesan seolah umat Kristen yang Merayakan Natal dan tahun baru dibawah ancaman umat lain, karena sejatinya kita percaya umat beragama di Indonesia memahami pentingnya Toleransi yang otentik.

Pengamanan adalah tanggungjawab dan tugas pihak Kepolisian Republik Indonesia. Pemuda Muhammadiyah percaya penuh dan tidak pernah ragu dengan kemampuan pihak kepolisian menjaga keamanan perayaan Natal dan tahun baru. Oleh sebab itu Kokam Pemuda Muhammadiyah diseluruh Indonesia cukup membantu pihak kepolisian memastikan lingkungan sekitar kita Aman dan nyaman selama perayaan natal dan tahun baru nanti.

Kokam Pemuda Muhammadiyah akan ikut dan wajib melakukan pengamanan Gereja bila ada fakta ancaman dan perusakan rumah ibadah dan Pelaksanaan Natal oleh kelompok tertentu, karena Ajaran Islam terang dan tegas melarang merusak tempat ibadah seperti ditegaskan di Surah Al-Hajj ayat 40, “........Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat  orang yahudi dan masjid- masjid yang didalamnya banyak disebut nama Allah"

Siapa pun yang  mengganggu pelaksanaan ibadah Agama lain terang adalah ancaman bagi kebebasan beragama, dan bertentangan dengan ajaran Islam yang dipahami oleh Pemuda Muhammadiyah, pun adalah ancaman bagi Pancasila yang menjadi falsafah bersama kita sebagai Bangsa dan Negara, yang selama Ini ikut dijaga dan dipertahankan oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah.

Terakhir, adalah kewajiban seluruh kader Kokam Pemuda Muhammadiyah menampilkan sikap dan prilaku Toleransi nan otentik bukan Toleransi yang penuh dengan keberpura-puraan dan simbolik. Kader Kokam Pemuda Muhammadiyah wajib selalu membuka diri merawat karakter gotong royong dan tolong menolong di lingkungannya masing-masing dengan siapa saja tanpa melihat Agama, suku dan keberagaman lainnya.

Salam
Fastabiqul Khoirot
Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
Pernyataan Sikap PP Muhammadiyah terkait Tragedi Kemanusiaan di Aleppo

Terkait perang di Suriah yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan dengan jatuhnya puluhan ribu korban tewas, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri yang diketuai oleh Prof. Dr. Bahtiar Effendy menyatakan sikap tegasnya. Inilah pernyataan sikap tersebut:

Perang sipil yang berlangsung selama empat tahun di Suriah telah menyebabkan kurang lebih 450.000 rakyat Suriah, 50.000 di antaranya anak-anak sebagai korban tewas. 4.810.981 rakyat rakyat Suriah menjadi pengungsi di negara-negara sekitar Suriah seperti Yordania, Lebanon, Irak, Mesir dan Turki. Terakhir, perang di Aleppo menyebabkan ratusan ribu masyarakat sipil terkepung di antara kelompok yang berperang. Tragedi kemanusiaan berupa jatuhnya korban-korban tewas karena perang terus berlangsung setiap hari di tengah pengepungan ini.

Menyikapi situasi terkini di Suriah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan sikap sebagai berikut:

1.    PP. Muhammadiyah mendesak kepada parapihak yang berkonflik untuk membuka akses dan bantuan kemanusiaan untuk korban perang serta melanjutkan proses evakuasi masyarakat sipil yang masih terjebak di Aleppo untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.

2.    PP. Muhammadiyah menyerukan perdamaian kepada seluruh pihak terkait.

3.    PP. Muhmmadiyah mendorong transisi damai menuju Suriah yang sejahtera, damai dan bermartabat dengan mediasi PBB dan bukan melalui institusi level Negara.

4.    PP. Muhammadiyah menyerukan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memelihara persaudaraan dan perdamaian antar anak negeri dan mendorong supaya lebih selektif dan kritis dalam menerima dan membagi informasi baik di online maupun offline, terutama terkait dengan isu konflik di Suriah.

5.    Mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam perdamaian dunia dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, netralitas, dan kebebasan.

Jakarta, 20 Rabiul Awal 1438H /  20 Desember 2016

Minggu, 18 Desember 2016

Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Berkebutuhan Khusus, Ilyas Rachman Koleksi Puluhan Medali Emas



malangmu.or.id. lyas Rachman Riyandhani, remaja yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) siswa SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, menjadi pebulu tangkis berprestasi. Dengan kelemahan tuna rungu yang dialaminya, remaja ini telah mampu memenuhi rumah orang tuanya dengan puluhan medali emas.

"Dari berbagai prestasi juara bulu tangkis yang dimenanginya, Ilyas kini mengoleksi 30 an medali. Medali emas sudah mencapai 20 jumlahnya," demikian Ilyas Rachman dengan bahasa isyarat tangannya didampingi sang Ibu Andriani, Sabtu (17/12) kemarin.

Sejumlah prestasi juara 1 yang diraihnya diantaranya dari ajang Paralympic di Balikpapan saat ia masih duduk di kelas 5 SD. Selanjutnya, di ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional di Jakarta ia meraih medali perak.  Pada 2015 lalu, ia ikut lagi even serupa tingkat nasional di Bandung dan mendapatkan medali emas.

Bahkan, di ajang Paparnas setara PON di Bandung beberapa waktu lalu, ia meraih dua medali emas, dari nomor single dan double berpasangan dengann Andre, pebulu tangkis asal Sidoarjo. Pada 2017 mendatang, Ilyas juga siap bersaing di ajang Paralympic Games di Solo.

Purba Wisata, manajer puslat usia dini PBSI Kabupaten Malang yang turut melatih Ilyas mengungkapkan, saat POR SD 2011 Jatim, ia sudah turun untuk pertama kalinya. Saat itu, ilyas masih finish peringkat 16. Saat kelas 4 ia main di ajang O2SN Jatim dan meraih juara harapan 3. Setahun berikutnya prestasi Ilyas meningkat menjadi juara 3 di ajang yang sama.

Sejak 2015, lanjutnya, Ilyas masuk puslat usia dini KONI Kabupaten Malang, dan tahun ini tetap dimasukkan puslatkab. Ditambahkan, tahun ini Ilyas juga bersaing di even Sirkuit Nasional umum di Kalimantan, dan langsung masuk babak utama tanpa kualifikasi.

Sementara, Andriani, ibunda ABK Ilyas Rachman menuturkan, Ilyas mengenal bulu tangkis sejak berusia sekitar 5,5 tahun. Kala itu ia sering ikut mengantarkan kakak yang juga latihan cabor ini. Sesekali, ia pegangi raket dan memainkan bola di tembok. Kesukaannya pada bulu tangkis pun semakin terlihat saat ia memasuki kelas III SD.

Sadar memiliki potensi, Andriani pun didatangi pelatih perihal kemampuan Ilyas bermain bulu tangkis. Ilyas pun sempat berganti-ganti klub hingga lima kali. Dan, lanjutnya, tiga tahun terakhir kelihatan potensinya, yang ditunjang pertumbuhan postur tinggi yang cepat.

"Keluhan pelatih pasti ada pada komunikasi, apalagi usia emosinya masih labil. Tapi Ilyas termasuk penurut, ia juga bisa latihan sendiri di rumah," lanjut perempuan berjilbab ini.

Selain ketekunan pelatih, katanya, keberhasilan anaknya juga karena kemauannya yang kuat. Ilyas biasa lari untuk tambahan fisik. Padahal, awal-awal latihan ia masih kerap dibujuk, sekarang latihan jadi kebutuhannya.

"Awal bertanding di depan umum, ia sempat minder. Tetapi kami terus support bahwa ia tetap bisa layaknya atlet lainnya," imbuhnya. (amin)
Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Membangun Karakter Anak melalui Berpikir Positif

Khilmi Arif, Ketua Majelis Kader PCM Dau, saat memberikan materi pada kajian rutin PCA Dau di masjid Ulil Abshar Dau, Sabtu (17/12)


“Pikiran seseorang itu dibentuk dan dipengaruhi ole horang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman dan media massa. Tumbuh dan berkembangnya pikiran manusia itu tidak bisa dilepaskan dari keenam aspek tersebut”, ungkap Khilmi Arif dalam acara yang digelar oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau Kabupaten Malang pada Sabtu, 17 Desember 2016 di Masjid Ulil Abshar Muhammadiyah Jetis Dau Kabupaten Malang.

Kegiatan rutin akhir pekan yang diselenggarakan oleh PCA Dau berupa Kajian Keislaman menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan tua maupun muda di wilayah Malang dan Dau, khususnya. Adapun peserta yang menjadi target dalam mengikuti acara itu adalah anak-anak di dua Panti Asuhan Putri Dau, para pembina dan pengurus PCA.

Pada kajian Sabtu kemaren, 17 Desember 2016, sementara acara dilangsungkan di Masjid Ulil Abshar Muhammadiyah yang berlokasi di Jl. Ulil Abshar Jetis, karena di Gedung Dakwah yang beralamat di Jl. Raya Dermo, yang bisa dipakai acara itu, kini sedang ada pekerjaan renovasi (perbaikan gedung). Karenanya, peserta pada kajian kemaren juga diikuti oleh seluruh anak-anak panti Putra Ulil Abshar sehingga menambah semarak dan ramai acara tersebut.

Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, Khilmi Arif, S.Ag. didapuk sebagai pemateri dalam kajian itu. Ia menyampaikan bahwa berpikir positif merupakan prasyarat dalam rangka membentuk karakter anak. Sebab, dengan berpikir positif sebagai mindset (pola pikir), akan mampu memberikan solusi terbaik di setiap masalah kehidupan.

Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang berpikir positif, husnudhan dalam bahasa Arabnya, dan positive thinking dalam bahasa Inggrisnya, di antaranya adalah terdapat dalam Q.S. adh-Dhuha ayat 3, yang artinya
“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”.
Q.S. al-Baqarah: 216 yang artinya
“Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Selain itu juga terdapat dalam Q.S. at-Tin: 4
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Juga terdapat dalam Q.S. Hud: 6
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya”
, dan masih banyak lagi nash yang bisa dipakai sandaran tentang anjuran manusia untuk berpikir positif, tegas pemateri lulusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Malang di hadapan 50 lebih peserta kajian itu.



Sambil merujuk buku karya Ibrahim Elfiky yang berjudul "Terapi Berpikir Positif" terbitan Mizan, Khilmi menjelaskan beberapa prinsip yang harus dipegang dalam membangun pola pikir yang positif. Prinsip-prinsip itu diantaranya adalah pertama, masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi. Kedua, yakinlah bahwa masalah akan membuat anda lebih baik. Ketiga, belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini dan rencanakan masa depan. Keempat, yakinlah bahwa setiap masalah ada solusinya. Kelima, ketika Allah menutup satu pintu, pasti dia membuka pintu lain yang lebih baik, dan Keenam adalah mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan.

Pepatah arab mengatakan man jadda wajadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh ia akan berhasil. Ungkapan ini harus kita pegangi dalam setiap aktivitas kita meniti jalan kehidupan yang baik. Tidak ada yang tidak bisa kita lewati kalo kita sungguh-sungguh. Karenanya, dalam membangun pola pikir yang positif demi terwujudnya insan kamil yakni berprilaku positif perlu adanya usaha keras, tiada henti. Tuturnya.

Selain prinsip-prinsip diatas yang harus dipegang, menurut pria kelahiran Gresik itu, ada cara jitu lain yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter yang positif. Cara tersebut adalah memandang dan selalu memunculkan sisi baik kita, membuang pengaruh negative, sugesti pikiran dengan hal positif, dan ekspresikan (visualisaikan) kesuksesan, serta buang kegagalan dan terakhir adalah pilih teman / komunitas yang positif. (Hil)
Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Workshop Enterpreneur Muda Sekaligus Menggagas Properti 212



Momen foto bersama, pemateri dan peserta Workshop, Sabtu (17/12)

Pelatihan Wirausaha atau Workshop enterpreneur yang diadakan oleh Posting ID Institut, sebuah lembaga pelatihan yang dimotori oleh tokoh Bisnis Muda Muhammadiyah yang berada di Malang, dengan tema "We will Help You be Positive", pada Sabtu (17/12) di Aula Auditorium Kampus 2 UMM ini dikemas dengan beberapa rangkaian materi. Materi-materi disampaikan oleh pemateri yang ahli dibidangnya masing-masing, ada motivasi bisnis, pengantar bisnis, teori bisnis, bisnis properti, bisnis kuliner. Penyajian meterinya disampaikan secara diskusi dan tanya jawab. 

Adalah Muhammad Bait Diponegoro, SH. SHi., di dunia properti Malang ia biasa dipanggil dengan Sam Ipong merupakan salah satu pemateri motivasi bisnis. Beliau mengatakan bahwa "dunia bisnis ini sudah saya geluti sejak saya masih sekolah, waktu itu saya jualan layang-layang", kenangnya dihadapan peserta workshop enterpreneur. “Hingga sekarang, saya masih berbisnis tapi sudah bergerak di bidang properti," tambahnya. “Sekarang saya sudah berbisnis di dunia properti bersama Sam Apik dan kawan-kawan yang lain", ujarnya saat memberikan motivasi awal kepada peserta mahasiswa. 

Menurut Sam Ipong, seorang enterpreuner diperlukan suatu kemampuan inovasi yang tinggi. "Hal yang paling mendasar dari hakekat kewirausahaan adalah inovasi", pungkasnya. Pria yang juga aktif di kelompok Wirausaha Muda Muhammadiyah (Wiramuda) itu menambahkan bahwa Workshop Enterpreneur ini diadakan dengan tujuan untuk: 1. Memperdalam dan mengembangkan pengetahuan ilmu kewirausahaan. 2. Memberikan motivasi lebih pada mahasiswa untuk berani berwirausaha. 3. Mengembangkan kemampuan penalaran, konsepsional dan kreativitas. 4. Menularkan virus Enterpreneur. 

Disela-sela kegiatan workshop enterpreuner ini, juga ada gagasan dan komunitas "Properti 212" yang dimotori oleh Ahmad Baits Diponegoro, S.H.,S.H.I dan Apik Syamsul Rijal, S.Sos yang juga pegiat Wirausaha Muda Muhammadiyah (Wiramuda) Malang - Jawa Timur. Menurut Apik "Properti 212" ini muncul selain diinspirasi oleh Aksi Super Damai pada tanggal 2 Desember lalu juga dikarenakan 212 ini sudah melekat pada kisah murid dan guru, guru atau pendekar Sableng dan murid yang Sableng, namun mereka masih berada pada nilai-nilai keadilan, kebenaran, serta konsisten dalam niat tulus hati nurani dalam setiap kisahnya, jelasnya. 

"Kami pakai Properti 212 juga untuk melebarkan sayap bisnis kami dengan gaya 212 dengan mengedepankan prinsip-prinsip nilai kebaikan bukan hanya mengejar untung semata", ungkap Apik. Selain bisnis properti mereka juga menjalankan bisnis kuliner Mie Pangsit Rakyat Indonesia (MPRI) yang berlokasi di jln. Mertojoyo belakang Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. "Kami buat bisnis kami selalu up to date dan kekinian dengan produk yang inovatif dan kreatif", pungkas Kang Apik.  (Izuddin/Hil)
Posted by hilmi Posted on Desember 18, 2016 | No comments

Kyai Haji Djufri Raksana Ajak Koreksi Diri sebelum Dikoreksi

Bapak Kyai Haji Djufri Raksana ketika memberi taushiyah pada acara pengajian rutin PCM Dau di masjid AL-Ihsan Dermo, Ahad (1812)

"Hasibu qobla an tuhasabu, koreksilah dirimu sebelum kalian dikoreksi. Menghitung dan mengevaluasi diri harus selalu dilakukan, sebelum datang hari penghitungan sebenarnya", ungkap bapak Kyai Haji Djufri Raksana di hadapan 150an jamaah pengajian di masjid Al-Ihsan Dermo Dau, Ahad (18/12).

Acara Pengajian Rutin setiap bulan yang digelar oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau ini selalu berpindah-pindah, berkeliling, bergilir di setiap Ranting Muhammadiyah di Cabang Dau. Bulan November kemaren berlokasi di desa Princi kecamatan Dau. Kali ini Ahad, 18 Desember 2016 berlokasi di Dermo, Masjid AL-Ihsan.

Menghadirkan Kyai kawakan Muhammadiyah, Bapk Haji Djufri Raksana sebagai pemberi taushiyah, acara ini terlihat ramai diminati oleh warga Muhammadiyah Dau. Tak kurang dari 150 jamaah turut hadir dalam pengajian ini. Menurut Bapk Taufiq Burhan, selaku Ketua PCM Dau, bahwa acara pengajian ini disamping sebagai sarana penambahan ilmu, juga sekaligus sebagai saranan atau ajang silaturrahmi antar warga Muhammadiyah di cabang Dau. Selain itu, momen-momen pengajian seperti ini juga merupakan ajang evaluasi diri, introspeksi atau muhasabah, tuturnya dalam memberikan sambutan pada acara pengajian yang diikuti oleh pengurus dan warga Ranting Dermo, Jetis, Sengkaling, Landungsari, Jetak, Sumbersekar dan Tegalweru.
Suasana pengajian PCM Dau di dalam masjid Al-Ihsan Dermo, Ahad (18/12)
Bapak Kyai Haji Djufri Raksana, selaku pentaushiyah lebih lanjut menyampaikan bahwa kita seringkali bisa melihat dan mengoreksi kesalahan orang lain daripada kesalahan diri kita sendiri, tuturnya. Sambil mengutip pepatah yang mengatakan "semut diujung lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak kalihatan" Kyai yang suka membuat kalimat pantun di setiap ceramahnya itu mengingatkan dan mengajak kepada para jamaah sekalian agar mengingatkan seluruh jamaah agar kita selalu introspeksi diri. "Mari kita sibukkan diri kita untuk periksa diri sendiri, sehingga kita tidak sibuk mengorek kesalahan orang lain dan tidak membongkar-bongkar keburukan orang lain", tegasnya.
Suasana pengajian PCM Dau di luar masjid al-Ihsan Dermo, Ahad (18/12)
"Kita semua ini memiliki jabatan yang sama, yakni camat", ungkapnya sambil senyum. Camat yang dimaksud adalah Calon Mati. Camat Simatupang, calon mati siang malam tunggu panggilan, tambah Kyai yang masih aktif mengajar di Universitas Muhammadiyah Malang bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini. Apapun jabatan dan titel seseorang, entah itu Doktor, Professor, Kepala Desa, Bupati, Gubernur dan lain sebaginya, semuanya akan mati. Semua manusia dan seluruh mahluk yang berada di muka bumi ini akan kembali kepada pemilikNya. Karenanya, ayoo kita selalu melihat diri kita, apa yang sudah kita lakukan untuk masa depan (akhirat) kelak? ajaknya. (Hilmi)

Selasa, 13 Desember 2016

Posted by hilmi Posted on Desember 13, 2016 | No comments

IMM Cabang Malang Gelar Konser Amal, "Indahnya Berbagi"




Akhir-akhir ini, bencana alam yang beruntun melanda beberapa daerah di Indonesia dan penindasan saudara muslim kita di Rohingya, mengetuk hati semua ummat untuk peduli bencana tersebut. Berbagai macam kegiatan kemanusiaan yang bisa dilakukan, baik dalam bentuk bantuan materiil maupun pertolongan langsung ke tempat lokasi. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Malang Raya sebagai organisasi otonom di Muhammadiyah turut andil di dalamnya. Organisasi pergerakan di tingkat perguruan tinggi ini akan menggelar Konser Amal yang bertajuk "Indahnya Berbagi".

Acara ini akan digelar pada hari Rabu, 14 Desember 2016 pada pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai yang bertempat di Sengkaling Kuliner (Sekul) Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini akan diisi dengan musikalisasi puisi, orasi dan penampilan menarik lainnya. Adapun inti dari acara yang diselenggarakan oleh IMM Cabang Malang ini adalah penggalangan dana bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

Kegiatan Konser Amal tersebut merupakan puncak pelaksanaan dari rangkaian kegiatan IMM Peduli Bencana (Gempa bumi Aceh, Banjir Lamong, Gresik, Tragedi Kemanusiaan di Rohingnya, dll). Kegiatan ini telah dimulai dan ditandai dengan penggalangan dana sejak Minggu, 11 Desember 2016 lalu hingga hari Selasa (13/12). Laporan sementara, Pimpinan Cabang (PC) IMM Malang Raya berhasil mengumpulkan dana sebanyak 15,1 juta rupiah.

Rencananya seluruh anggota dari 22 Komisariat naungan PC IMM Malang Raya yang berasal dari sejumlah univeraitas (UMM, UIN, UB, UM, IKIP Budi Utomo, Unikama) akan memeriahkan agenda tersebut. Menurut Candra, bagian humas acara,  panitia juga mengundang beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) Malang Raya serta Pimpinan Muhammadiyah dan organisasi otonom Muhammadiyah Malang Raya.

Panitia berharap kepada semua elemen masyarakat, terutama warga Muhammadiyah, pengurus, aktivis dan simptisan bisa turut serta hadir dan berkontribusi dalam acara yang digelar nanti malam di Sekul Taman Rekreasi Sengkaling UMM. (rid/hil)
Posted by Ridlo Posted on Desember 13, 2016 | No comments

Beasiswa dari Lazismu untuk Si Kembar Khasanah dan Rohmah

Hariadi/lazismu (kanan) dan wagiran/anggota PCM Jabung (kiri) serta Sa'adatul Khasanah dan Sa'adatul Rohmah (pegang amplop) mengapit kedua orang tuanya (Darman/Da'ini) usai menerima bantuan/beasiswa         

Tiada lelah menghimpun dan menggali dana ummat serta selalu memberi untuk negeri, Lazismu PDM Kabupaten Malang kali ini memberikan bantuan kepada si kembar Sa’adatul Khasanan dan Sa’adatul Rohmah. Gadis kembar siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Ahmad Yani Kemantren Jabung Kabupaten Malang menerima bantuan/beasiswa pendidikan.

Putri ke-8 dan ke-9 pasangan Darman dengan Da’ini yang tinggal di dusun Gasek kidul desa gading kembar kecamatan Jabung kabupaten Malang ini bukanlah satu-satunya mitra lazismu PDM kabupaten Malang untuk inplementasi program ataupun penyaluran program bantuan/beasiswa pendidikan. masih terdapat puluhan sasaran program tersbut yang tersebar di seluruh desa/kecamatan di kabupaten malang.

Sa’adatul Khasanah dan Sa’adatul Rohmah memang berasal dari keluarga kurang mampu secara materi, dimana orang tuanya darman (ayah) dan da’ini (ibu) hanya pekerja serabutan sebagai buruh tani yang mesti tetap bertahan hidup dan menghidupi kesepuluh putra/putrinya. Optimisme dan semangat yang luar biasa darman/da’ini yang jadikan kesepuluh putra/putri nya tak satupun yang tidak bersekolah. dengan obsesi serta mimpi/harapan yang sederhana, hanya ingin semua anak-anaknya dapat memperoleh bekal ilmu yang cukup, yang kemudian dapat mengamalkan ilmu itu kepada orang lain. Ya Darman/da’ini sangat ingin kesepuluh anaknya kelak bisa jadi guru/ustadz-ah.

Wagiran/anggota PCM Jabung menyerahkan bantuan/beasiswa lazismu PDM kab. Malang ke Sa'adatul Khasanah (kiri) dan Hariadi/lazismu kab. Malang ke Sa'adatul Rohmah (kanan).

Sebuah keluarga yang masih jauh dari kecukupan, namun miliki semangat mengemban amanah serta punya prinsip hidup yang dilandasi keislaman yang sungguh luar biasa. Itulah adanya keluarga sebagaimana diungkapkan wagiran anggota PCM Jabung kabupaten Malang yang ikut mendampingi penyaluran bantuan/beasiswa oleh lazismu PDM kab. Malang pada hari itu.[11/12/2016]

Sementara itu Hariadi, ketua Divisi pengembangan lazismu PDM kab. Malang, yang menyalurkan bantuan/beasiswa untuk si kembar “sa’adatul”(khasanah/rohmah) mengatakan meski ananda berdua berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun memiliki prestasi akademik yang membanggakan di sekolahnya. Oleh karena itu bantuan/beasiswa dari lazismu pdm kab. malang ini dapat memberikan tambahan semangat serta motivasi agar dapatnya ananda berdua mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi (khususnya di bidang akademik) sehingga nantinya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dengan berbagai jalan kemudahan serta fasilitas yang ada dari dinas terkait, baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat.

Melalui gerakan filantropi, Muhammadiyah akan senantiasa bekerja untuk terlaksananya mu'amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat di berbagai bidang; pendidikan, ekonomi/umkm serta sosial dan budaya) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT. yang termaktub dalam salahsatu butir MKCH/“matan keyakinan dan cita-cita hidup muhammadiyah. karena sejak awal berdirinya pada tahun 1912 masehi hingga saat sekarang ini kehadiran muhammadiyah dengan ciri khas dakwah islam yang berkarakter dan berkemajuan tidak hanya lantang mengkritisi kebijakan pemerintah/penguasa dan menawarkan pemikiran/solusi namun lebih daripada itu muhammadiyah adalah bagian dari solusi itu sendiri, tambah Hariadi.(Hari)