Rabu, 23 November 2016

Prosesi pelantikan 13 kepala Sekolah Muhammadiyah yang dilakukan oleh sekretaris PWM Jatim, Tahmid Masyhudi, di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, kemarin.

MALANG - Kepemimpinan di sejumlah sekolah Muhammadiyah Kabupaten Malang resmi berganti. Ini setelah sejumlah 13 Kepala Sekolah Muhammadiyah dilantik dan dikukuhkan secara bersamaan di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Selasa (22/11) kemarin.

Prosesi pelantikan 13 kepala sekolah Muhammadiyah ini dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yang diwakili sekretaris PWM, Tamhid Masyhudi. Pelantikan dilangsungkan cukup singkat, diawali dengan pembacaan SK penetapan kepala sekolah dan dilanjutkan penandatanganan oleh masing-masing kasek yang dilantik.

Dalam kesempatan sambutannya, Masyhudi menegaskan memang selalu ada yang baru di sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, ini karena warga Muhammadiyah sangat kuat semangatnya terutama dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah khususnya di bidang pendidikan.

"Dalam Muhammadiyah, berkorban untuk kemaslahatan itu sudah biasa.
Muhammadiyah besar karena semangat beramal warganya," demikian Masyhudi.

Ia juga banyak memotivasi para kepala sekolah yang baru untuk lebih bersaing lagi berlomba-lomba memajukan sekolah Muhammadiyah. Pihaknya mentargekan sekolah Muhammadiyah harus tetap unggul di berbagai bidang.

Sebelum pelantikan, telah dilalui sejumlah tahapan mulai proses penjaringan calon dan seleksi.
Seleksi terdiri dari tes psikologi serta fit and proper test. Penjaringan dan seleksi dilakukan berlapis dan melalui proses panjang.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang, Ahsanul Inam PhD, mengungkapkan banyak faktor dipertimbangkan dalam menentukan calon kepala sekolah Muhammadiyah. Paling awal adalah penilaian dari guru teman sejawat calon kasek. Selanjutnya, katanya, dilihat pemahaman agama Islam dan ke-Muhammadiyah-an, manajerial, dan profesionlismenya.

"Tes psikologi fit and proper test juga dilakukan. Setiap calon kasek dilihat kemampuan psikologis dan kepribadian apa yang dibutuhkan menghadapi orang lain yang dipimpinnya," kata dosen pascasarjana UMM ini.

Selain itu, lanjutnya, Muhamadiyah juga menghendaki calon kase yang visioner dan berani berinovasi. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki pendidikan khusus calon kepala sekolah tersediri dan memanfaatkan konsultasi tim pengembang dari kampus UMM yang diperbantukan untuk memajukan sekolah Muhammadiyah yang direkomendasikan. (amn)

0 komentar:

Posting Komentar