Kamis, 10 November 2016

Posted by Ridlo Posted on November 10, 2016 | No comments

Pawai Hari Pahlawan Yang Mengharukan

Abel ketika tidak sengaja bertemu neneknya yang kemudian diberikan seikat bunga.

TUMPANG - Entah apa yang ada dalam pikiran sebut saja Abel, salah satu siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 03 Tumpang. Saat mengikuti kegiatan pawai, tanpa sengaja ia bertemu dengan neneknya. Dengan spontan sang cucu ini memanggil nenek dan memberikan seuntai bunga kepadanya. Sejenak kemudian, dengan airmata berlinang, cucu dan perempuan paruh baya ini pun saling memeluk dengan penuh kasih sayang.

Kejadian mengharukan ini tampak di sela-sela pawai siswa SD tersebut dalam rangka memperingari Hari Pahlawan 10 November. Berbagai kegiatan unik dan simpatik memang mewarani peringatan Hari Pahlawan di sejumlah sekolah ini kemarin. Di SD Muhammadiyah 03 ini, upacara peringatan pun tidak digelar seadanya, melainkan dikemas dengan nuansa sedemikian rupa sehingga bisa mengingatkan masa-masa perjuangan mempertahankan Kemerdekaan RI.

Hari Pahlawan 10 November di SD Muhammadiyah 03 Tumpang, diperingati dengan mengadakan upacara bendera diikuti semua guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 6. Yang unik dalam upacara peringatan ini, semua siswa dan guru memakai pakaian  perjuangan seperti halnya yang dipakai para pejuang jaman dulu.

Tak cukup itu, usai upacara dilanjutkan dengan pawai yang dimulai dari halaman sekolah. Selama perjalanan, siswa yang dengan memakai seragam perjuangan ini mengunjungi sejumlah tempat, seperti TK, kantor Polsek Tumpang, kantor Camat Tumpang, dan UPT Dinas Pendidikan setempat. Sambil menyapa orang yang ada, mereka mendatangi dengan membagikan bunga hasil karya siswa sendiri. Bunga kerajinan ini bertuliskan 'Jasamu ku kenang Perjuanganmu kan dilanjutkan.'

Muhammad Zuher, Kepala SD Muhammadiyah 03 Tumpang mengungkapkan, selain menumbuhkan nasionalisme dan jiwa patriorik pada anak-anak, peringatan Hari Pahlawan dengan cara simpatik ini sengaja digelar dengan pawai dan membagi-bagi bunga. Dikatakan, ziarah makam pahlawan dan tabur bunga tidak dilakukan mengingat lokasi taman makam yang jauh dari sekolah.

"Upacara dengan pakaian pejuang dan aksi simpatik membagi bunga ini dilakukan dengan tujuan agar anak-anak bisa meneladani semangat rela berkorban para pejuang kemerdekaan," demikian Zuher kemarin (10/11). (amin)

0 komentar:

Posting Komentar