Minggu, 27 November 2016

Posted by hilmi Posted on November 27, 2016 | No comments

Nurbani Yusuf: Muhammadiyah Menuju Elite Filantropi

Ketua PDM Batu ( Nurbani Yusuf )

Muhammadiyah, selalu identik dengan gerakan kaum modernis, tumbuh di daerah perkotaan dan pusat-pusat perdagangan, dan kalangan pesisir terpelajar. Sebagai gerakan yang tumbuh di kalangan terdidik ada kesan elitis dan membatasi diri sehingga dikenal pula kurang populis. Jargon kembali pada Al Quran dan As sunah semakin menabalkan dirinya menjadi gerakan perlawanan terhadap kemapanan dan segala bentuk penyimpangan. Maka dalam beberapa kasus, Muhammadiyah sering tidak ramah dengan budaya dan adat jika tak boleh dibilang melawan, yang diindikasikan dengan penyerangan nyata terhadap takhayul,  bid'ah dan khurafat. Imaje bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan purifikasi atau pemurnian juga kerap menjadi picu lahirnya selisih kecil kecil yang merangsang reaksi sebagian ulama yang merasa terancam dan puncaknya adakah dengan mendirikan Nahdhatul Ulama sebagai antitesis Muhammadiyah.

Witherington, Nakamura, Daniel S Lev, dan beberapa peneliti lainnya menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah tumbuh sebagai gerakan pembaruan dan kemoderenan yang paling menarik disepanjang pertumbuhan pergerakan Islam, bahkan Witherington menyebut Muhammadiyah sebagai gerakan yang "diberkati". Namun sebagai gerakan kaum modernis Muhammadiyah jauh dari aktivitas massa, berbeda dengan kompetirtornya NU yang lebih kental dengan pengerahan mobilisasi massa. Karena itu aktivitas Muhammadiyah sering dilakukan di ruang-ruang kecil, aula atau gedung-gedung. Bahkan aktivitas yang dipilih pun juga berbeda misalnya sekolah, rumah sakit, universitas, bank dan lain sebagainya hal mana diharamkan oleh kompetitor utama NU karena dianggap menyerupai orang kafir. Mesti belakangan semua yang dulu pernah diharamkan mereka terima pelan-pelan yang oleh Gus Dur disebut kemenangan dialektik Muhammadiyah atas NU.

Belakangan terjadi perubahan signifikan, Muhammadiyah yang semula dikenal sulit dan menghindar dari gerakan mobilisasi massa pada lima tahun terakhir juga mulai tertarik dengan beberapa alasan, dua kegiatan terakhir pengerahan massa Aisiyah yang sukses mengumpulkan lebih 25 masa perempuan di masjid Al akbar Surabaya cukup mengejutkan dan terakhir saat MILAD ke 104 di Bangkalan tempat Syaichona Kholil guru para pendiri NU dilahirkan dan mengajar sungguh menjadi bukti bahwa Muhammadiyah juga mulai tertarik, ribuan bus, kendaraan pribadi, angkot, truk, sepeda motor dan puluhan ribu jamaah berjalan kaki adalah sebuah pemandangan yang tak biasa. Stadion uang berkapasitas 17 ribu penuh ditambah puluhan ribu lainnya merayap diluaran,

Muhammadiyah kian menabalkan dirinya sebagai gerakan filantropi dengan trisulanya MDMC, LAZISMU dan gerakan pemberdayaan umat yang dulu dikenal dengan majelis Penolong Kesengsaraan Oemoem. Semua yang dilakukan Muhammadiyah adalah hasil "urunan" anggota, tradisi urunan atau infak menjadi ciri utama gerakan hingga hari ini, karena itu Muhammadiyah tidak silau meski kompetitornya berusaha menyalip dengan menadatangani MoU dengan James Riyadi tentang siwalan berbagai rumah sakit dan pendidikan lainnya, boleh saja mereka menyamai dalam hal jumlah tapi ada satu hal yang mereka tidak dapatkan yaitu prestige dan daya tawar atau nilai jual. Muhammadiyah punya daya tawar tinggi yang barangkali lebih mahal dari ratusan rumah sakit atau universitas yang dibangun dengan jalan kerjasama siwalan.

Bahkan MILAD kali ini kian menabalkan gerakan filantropi dimaksud, rela berjalan kaki berkilo-kilo dengan menumpang pada bus-bus umum tanpa AC para dosen, pengusaha, dokter guru, politisi, pedagang, karyawan urap menjadi orang biasa tanpa mengeluh, ibu tua dan cucunya berikut seluruh keluarganya tumpah, mereka urunan menyewa kendaraan, bus umum karena api mobil pribadi dan sepeda motor, itulah gerakan filantropi yang dirindukan di Barat, Jepang bahkan Amerika sekalipun.
Hanya yang "miyayeni" saja yang wegah dengan acara beginian ...
Happy MILAD MUHAMADIYAH

@nurbaniyusuf
Ketua PDM Kota Batu

Baca Juga:
Ketua PWM Beri Catatan Penting Usai Peringatan Milad

0 komentar:

Posting Komentar