Langsung ke konten utama

Demokrasi ala SMK Muhammadiyah 5 Pilih Ketua IPM dengan Pemungutan Suara Langsung

Suasana pemilihan Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen kemarin. Pemilihan ini persis halnya pemungutan suara saat pemilu sebagai pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. (Foto: Amin)

KEPANJEN - Sebuah baliho terpampang berdiri di halaman depan kantor sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (14/11). Isinya adalah gambar wajah tiga siswa berikut ajakan untuk memilih mereka dalam pemilihan layaknya pemungutan suara saat pemilu.

Wajah-wajah siswa yang terpampang dalam baliho ini ternyata adalah para calon ketua OSIS atau IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMK setempat yang harus dipilih karena ada pergatian pengurus. Mereka dipilih melalui beberapa tahapan dan pemungutan suara dengan cara mencoblos wajah dan nomor masing-masing yang terdapat dalam kotak suara.

Ketiga calon ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 ini berturut-turut adalah Amelia Riska (nomor 1), Hilalia Nurasreni (nomor 2) dan Fitria Maramis (nomor 3). Hari itu, mereka dipilih oleh sejumlah 450 siswa dari SMK setempat.

Pemilihan ketua IPM ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir pada 13.00 WIB. Seluruh siswa secara bergantian mencoblos dan berpartisipasi pada pemungutan suara Pemilihan Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen ini, setelah itu langsung dilanjutkan penghitungan suara. Tercatat, jumlah surat suara sah adalah 406. Sementara, juga didapati 7 suara tidak sah. Hasil akhir penghitungan, kandidat Anisa Riska nomor urut 1 memperoleh (91 suara), Hilalia Nur Asreni (244 suara) dan Fitria Maramis dengan (64 suara).

Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 terpilih selanjutnya diberikan waktu untuk memberikan sambutan atas raihan suara terbanyaknya. "Terima kasih pada Ayahanda, Ibunda Guru, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang, sahabatku sekalian, mari kita jadikan sekolah ini lebih baik. Saya akan menjalankan program IPM sebaik mungkin, dengan kerjasama seluruh sahabat IPM," demikian Hilalia Nur, Ketua IPM terpilih dalam sambutannya.

Selain tempat pemungutan suara, aktivitas pendidikan demokrasi ini juga dipusatkan di sebuah panggung besar dengan latar belakang tema pemilihan yang ada di tengah pelataran halaman sekolah setempat. Sesaat sebelum pemungutan suara, di atas panggung ini ketiga kandidat diperkenalkan kemudian diberi kesempatan masing-masing lima menit untuk memaparkan visi, misi dan programnya sebagai kandidat ketua IPM. (amin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…