Sabtu, 26 November 2016

Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Bahtiar Effendy: Madura Sebagai Gudang Kaum Cerdik Cendekia


Dr. Bahtiar Effendy ketika memberikan testimony milad Muhammadiyah di Bangkalan.

Madura dikenal tidak saja dikenal dengan Karapan Sapi, Sate atau Pulau Garam. Tetapi Madura dikenal juga sebagai gudang kaum cerdik cendekia yang menjadi pondasi untuk membangun bangsa. Jika kam cerdik cendekia itu bersatu, Indonesia yang berkemajuan akan cepat tercapai sesuai cita-cita Muhammadiyah juga.

Demikian intisari pendapat Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Ketua PP Muhammadiyah) dalam testimoninya dalam acara Milad ke 107 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Bangkalan, Madura (27/11/16).

“Saya baru tahu jika Muhammadiyah di Madura sudah ada sejak tahun 1925. Ini jelas potensi yang tidak bisa dianggap remeh untuk membangun bangsa ini ke arah kemajuan. Sebaiknya pemerintah tahu bahwa jika kaum cerdik cendekia itu bersatu Indonesia akan lebih sejahtera, “kata dosen UIN Jakarta itu.

Beberapa cendekiawan yang dimaksud Bahtiar antara lain; Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Pamekasan/Guru Besar IPB), Prof. Dr. Bustanul Arifin (Bangkalan/ekonom INDEF), Prof. Dr. Amir Santosa (Guru Besar Fisip UI).

Doktor lulusan Ohio State University Amerika itu kemudian juga menambahkan saatnya pemerintah memberikan ruang gerak yang lebih. Jika itu dilakukan Indonesia akan menjadi negara maju dan berkemajuan dan siap bersaing dengan negara-negara lain.

Bahtiar juga berpesan, Muhammadiyah sudah dan akan terus berperan besar di masa depan. Kemenangan akan ada di depan kita. (nrd)

0 komentar:

Posting Komentar