Selasa, 29 November 2016

Posted by Ridlo Posted on November 29, 2016 | No comments

Sertijab, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Baru Diimbau Istiqamah

Acara serah terima jabatan Kepala Sekolah SMK Muhammmadiyah 1 Kepanjen. (Foto: Amin)

Acara diawali dengan sertijab secara resmi dari Drs Tri Harijoto (kasek lama) kepada Drs Maryanto (kasek baru) yang sebelumnya dilantik oleh PW Muhammadiyah belum lama ini. Usai menerima penyerahan jabatan, Maryanto langsung memberikan sambutan resminya sebagai kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen periode 2016-2020.

Dalam sambutannya, Maryanto pun dengan tegas bertanya dan meminta dukungan kepada semua guru di aula terhadap kemimpinan dan program-program kerjanya dalam mengembangkan SMK Muhammadiyah 1 nantinya.

Sementara, Drs Rohmanu Fauzi, anggota Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang menyatakan tiga hal penting bagi kepemimpinan baru.
Fauzi berpesan, perlunya kolektivitas dan teamwork yang kuat dalam mengembangkan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

"Disamping sama-sama harus bekerja sesuai bidang, semua unsur juga harus bisa saling bekerja sama demi prestasi sekolah," tegas pria yang juga pengawas SMK Dindik Kabupaten Malang ini.

Menurutnya, apa yang sudah dicapai dan dikembangkan di SMK Muhammadiyah selama ini layak ditingkatkan bahkan dikembangkan

"Menjadi juara LKS SMK Jatim kemarin adalah kado bagi Kabupaten Malang ke-1256. Dan, sekolah Muhammadiyah harus menjadi kebanggaan karena keunggulannya," imbuhnya.

Pesan dan motivasi juga muncul dalam tausiyah yang disampaikan PWM Jatim yang juga Guru besar Hukum Islam, Prof DR Thohir Luth. Ia memisalkan perjuangan membesarkan Muhammadiyah seperti halnya yang dilakukan Mujahidin. Mantan ketua PWM ini mengatakan, kalau orang beribadah dan berjuang di jalan Allah, maka pastikan lebih mulia dibanding yang tidak melakukannya.

"Kejayaan dan kemenangan yang sudah dicapai harus diraih lagi dengan lebih berlipat," tegasnya.

Menurut Thohir, ikhlas berjuang harus dipastikan, tetapi yang tetap perlu dipertanyakan adalah militansi dan istiqamahnya. (amn)
Posted by Ridlo Posted on November 29, 2016 | No comments

Alumni SMK Mutu Beri Testimoni di BTS Fecam Normandy Perancis

Dr. Bahrun dan Marion Andrianto ketika di Paris Perancis.

Gondanglegi, 29/11/2016. Mario Andrianto satu diantara 8 peserta Brevet de Technicien Superiur (BTS) Program. Kerjasama  Direktorat PSMK Kemendikbud RI dan Pemerintah Prancis.

Alumni SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dua tahun lalu itu, diundang untuk menyampaikan  testimoni pada acara Focus Discution Group (FGD) di Paris Prancis.

"Saya lagi di Paris, sedang mengikuti FGD  Pengembangan SMK dan Pendidikan Vokasi.  Khususnya Bidang Elektrikal, Agroekologi, Maritim dan Pariwisata. Anak-anak alumni SMK yang belajar di Prancis diundang untuk memberikan Testimoni, "Kata Dr. Bahrun, Kasi Kurikulum Dir PSMK Kemendikbud RI  kepada penulis.

Lebih lanjut Dr. Bahrun dan peserta FGD  Kemendikbud RI bangga terhadap perkembangan dan capaian kompetensi peserta didik tersebut. "Sebagai duta bangsa, anak-anak telah menunjukkan prestasi yang membanggakan, "Ujar Bahrun penuh syukur.

Perlu diketahui Mario Andrianto bersama 7  alumni SMK berkesempatan belajar di BTS Fecam Normandy Prancis. Program ini difasilitasi Dir PSMK Kemdikbud RI. Secara periodik pemerintah mengirimkan anak-anak terbaik ke Negeri Menara Eifel.

Selamat, semangat dan sukses. Memberi yang terbaik untuk bangsa. (Fahri)

Senin, 28 November 2016

Salah satu stand Bazar Batik di Milad Muhammadiyah Bangkalan

BANGKALAN - Sejumlah orang dengan beberapa seragam yang sama nampak berjalan melalui terop yang tak begitu luas yang berada di sisi kanan-kiri pintu masuk VVIP Stadion Gelora Bangkalan. Sesekali mereka sambil melihat pajangan barang-barang yang tertata sedemikian rupa, sebagian lagi berhenti dan terlihat memilah-milahnya.

Begitu lah yang tampak pada dua terop stand bazar yang berukuran lebar hanya lima meter di sela peringatan Milad Muhammadiyah 104 Masehi yang digelar di Bangkalan, Ahad (27/11) lalu. Selain tampak berdesakan, tidak ada sekat dan penutup pada setiap stand yang isi setiap PCA dari masing-masing PD Aisiyah yang turut meramaikan acara milad ini.

Setiap stand pun tampak sibuk menyajikan barang-barang dan menawarkan pada pengunjung. Barang yang di stand mereka tentunya adalah khas yang dibawa dari daerah masing-masing. Lihat saja yang ada di stand PCA Kabupaten Malang. Stand ini banyak menjajakan pernak-pernik kerajinan tangan, sebagian besar diantaranya berlabel Muhammadiyah. Ada batik khas Muhammadiyah dan kaos produksi Toko Muhammadiyah Yogyakarta. Ada juga berbagai suvenir kerajinan seperi gantungan kunci, kipas, bantalan jok mobil dan songkok.

Bu Yuliani dari PCA Dau mengungkapkan, kerajinan payung berlogo Muhammadiyah dan kopyah paling laris dibeli pengunjung dengan kisaran harga Rp 50-75 ribu. Hingga stand ditutup setidaknya lima puluh persen lebih barang laku dengan omzet setengah hari sebesar Rp 9 juta lebih.

"Seneng, bisa berpartisipasi meramaikan Milad Muhammadiyah dan sekaligus dapat untung. Letih selama mempersiapkan bazar terbayar mas," katanya.

Akan tetapi, Yuliani tetap menyayangkan pemberitahuan mendadak kalau ada bazar. Menurutnya, stand terlalu sederhana dan sedemikian rupa membuat barang tidak bisa ditatat display dengan baik. Akses pengunjung stand juga terlalu kecil.

"Kami tidak bisa kreasi display dengan stand yang los tanpa sekat begini. Beruntung tidak ada hujan angin selama bazar," ketusnya. (amin)

Minggu, 27 November 2016

Posted by hilmi Posted on November 27, 2016 | No comments

Nurbani Yusuf: Muhammadiyah Menuju Elite Filantropi

Ketua PDM Batu ( Nurbani Yusuf )

Muhammadiyah, selalu identik dengan gerakan kaum modernis, tumbuh di daerah perkotaan dan pusat-pusat perdagangan, dan kalangan pesisir terpelajar. Sebagai gerakan yang tumbuh di kalangan terdidik ada kesan elitis dan membatasi diri sehingga dikenal pula kurang populis. Jargon kembali pada Al Quran dan As sunah semakin menabalkan dirinya menjadi gerakan perlawanan terhadap kemapanan dan segala bentuk penyimpangan. Maka dalam beberapa kasus, Muhammadiyah sering tidak ramah dengan budaya dan adat jika tak boleh dibilang melawan, yang diindikasikan dengan penyerangan nyata terhadap takhayul,  bid'ah dan khurafat. Imaje bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan purifikasi atau pemurnian juga kerap menjadi picu lahirnya selisih kecil kecil yang merangsang reaksi sebagian ulama yang merasa terancam dan puncaknya adakah dengan mendirikan Nahdhatul Ulama sebagai antitesis Muhammadiyah.

Witherington, Nakamura, Daniel S Lev, dan beberapa peneliti lainnya menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah tumbuh sebagai gerakan pembaruan dan kemoderenan yang paling menarik disepanjang pertumbuhan pergerakan Islam, bahkan Witherington menyebut Muhammadiyah sebagai gerakan yang "diberkati". Namun sebagai gerakan kaum modernis Muhammadiyah jauh dari aktivitas massa, berbeda dengan kompetirtornya NU yang lebih kental dengan pengerahan mobilisasi massa. Karena itu aktivitas Muhammadiyah sering dilakukan di ruang-ruang kecil, aula atau gedung-gedung. Bahkan aktivitas yang dipilih pun juga berbeda misalnya sekolah, rumah sakit, universitas, bank dan lain sebagainya hal mana diharamkan oleh kompetitor utama NU karena dianggap menyerupai orang kafir. Mesti belakangan semua yang dulu pernah diharamkan mereka terima pelan-pelan yang oleh Gus Dur disebut kemenangan dialektik Muhammadiyah atas NU.

Belakangan terjadi perubahan signifikan, Muhammadiyah yang semula dikenal sulit dan menghindar dari gerakan mobilisasi massa pada lima tahun terakhir juga mulai tertarik dengan beberapa alasan, dua kegiatan terakhir pengerahan massa Aisiyah yang sukses mengumpulkan lebih 25 masa perempuan di masjid Al akbar Surabaya cukup mengejutkan dan terakhir saat MILAD ke 104 di Bangkalan tempat Syaichona Kholil guru para pendiri NU dilahirkan dan mengajar sungguh menjadi bukti bahwa Muhammadiyah juga mulai tertarik, ribuan bus, kendaraan pribadi, angkot, truk, sepeda motor dan puluhan ribu jamaah berjalan kaki adalah sebuah pemandangan yang tak biasa. Stadion uang berkapasitas 17 ribu penuh ditambah puluhan ribu lainnya merayap diluaran,

Muhammadiyah kian menabalkan dirinya sebagai gerakan filantropi dengan trisulanya MDMC, LAZISMU dan gerakan pemberdayaan umat yang dulu dikenal dengan majelis Penolong Kesengsaraan Oemoem. Semua yang dilakukan Muhammadiyah adalah hasil "urunan" anggota, tradisi urunan atau infak menjadi ciri utama gerakan hingga hari ini, karena itu Muhammadiyah tidak silau meski kompetitornya berusaha menyalip dengan menadatangani MoU dengan James Riyadi tentang siwalan berbagai rumah sakit dan pendidikan lainnya, boleh saja mereka menyamai dalam hal jumlah tapi ada satu hal yang mereka tidak dapatkan yaitu prestige dan daya tawar atau nilai jual. Muhammadiyah punya daya tawar tinggi yang barangkali lebih mahal dari ratusan rumah sakit atau universitas yang dibangun dengan jalan kerjasama siwalan.

Bahkan MILAD kali ini kian menabalkan gerakan filantropi dimaksud, rela berjalan kaki berkilo-kilo dengan menumpang pada bus-bus umum tanpa AC para dosen, pengusaha, dokter guru, politisi, pedagang, karyawan urap menjadi orang biasa tanpa mengeluh, ibu tua dan cucunya berikut seluruh keluarganya tumpah, mereka urunan menyewa kendaraan, bus umum karena api mobil pribadi dan sepeda motor, itulah gerakan filantropi yang dirindukan di Barat, Jepang bahkan Amerika sekalipun.
Hanya yang "miyayeni" saja yang wegah dengan acara beginian ...
Happy MILAD MUHAMADIYAH

@nurbaniyusuf
Ketua PDM Kota Batu

Baca Juga:
Ketua PWM Beri Catatan Penting Usai Peringatan Milad
Posted by hilmi Posted on November 27, 2016 | No comments

Ketua PWM Beri Catatan Penting Usai Peringatan Milad

Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A ( Ketua PWM Jatim )

Melalui group WhatsApp “Warga Muhammadiyah Dau” tepat pukul 06.15 WIB Senin 28 November 2016, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Bpk Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A memberikan catatan penting perihal peringatan Milad Muhammadiyah ke 104M/107H di Bangkalan kemaren, Ahad 27 November 2016.

Berikut Catatan 11 catatan penting itu:

1. Alhamdulilillah telah dimudahkan oleh Allah, dan sukses.

2. Insyaallah segala kekurangan menjadi pelajaran bagi pelaksanaan tahun berikutnya.

3. Ghirah bermuhammadiyah untuk li i'lai kalimatillah terasa kental sekali, termasuk bagi kemajuan dan keadaban ummat dan bangsa.

4. Peringatan berasa Mu'tamar, insyaallah menjadi bukti bahwa kita semua melakukan dengan sangat serius biidznillah.

5. Kepada semua pihak atas suksesnya acara ini diucapkan syukran jazakumullah khayral jaza'.

6. Untuk berbagai kekurangan disampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya dari seluruh pimpinan Muhammadiyah.

7. Adanya usul peringatan yang sama di tempat tertentu, menunjukkan bahwa orang Muhammadiyah selalu berpikir dan berpikir ke depan, yang lebih baik dan lebih proyektif.

8. Kebahagian di hati kita, mengalahkan semua kepenatan yang menimpa, khususnya bagi para sesepuh yang ghirahnya luar biasa dapat kita rasakan.

9. Dampak positif dari acara ini, insyaallah bertambah menguatkan kita menghadapi semua rintangan dalam bermuhammadiyah, termasuk bagi saudara-saudara kita di Madura.

10. Pertolongan Allah dan kesuksesan semakin dekat, setelah keringat bercucuran, kepedihan menimpa, serta rasa penat terasa, adalah sunnatullah bagi segala bentuk perjuangan di jalan Allah.

11. Semoga Allah mengampuni dan meridlai kita semua.

-- PWM Jawa Timur --

Sabtu, 26 November 2016

Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Muhammadiyah Award untuk KS SMK MUTU Gondanglegi

Pahri. Ketika menerima penghargaan dari PWM

Luar biasa. 51 Ribu lebih Warga Muhammadiyah Jawa Timur merayakan Milad ke-107 H di Gelora Bangkalan (27-11-2017)

Home Base Madura United (MU) tak mampu menampung jamaah yg begitu besar. Semua sisi, dalam dan luar penuh sesak warga Muhammadiyah. Luas stadion terasa kecil dan sempit.

Aneka inovasi dan kreativitas seni ditampilkan. Microbus Suryawangsa,  Marchinband, Paduan Suara, Band, Reog, Tapak Suci dan  Ethnic Carnival, turut memeriahkan Milad Muhammadiyah pertama di Madura.

Apresiasi prestasi dan dedikasi diberikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur kepada penggiat AUM Muhammadiyah. Ada sepuluh penerima  diantaranya; H. Pahri S.Ag. MM., Ir. Sudarusman, Ir. Abd Wakhid, Eko Febrianto, dr. Erika,  Aris Nasution SE. Dra. Wigatiningsih, Enik Khoirul Ummah.

H Pahri S.Ag MM,  berterimakasih atas Muhammadiyah Award ini.  "Penghargaan ini untuk semua PTK SMK MUTU Gondanglegi. Ini menjadi spirit dan motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi, "ujar Pahri penuh semangat.

Acara Milad yang dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah dan pejabat Pemprof Jatim, berakhir jam 11.30. Banyak inspirasi yang didapat jamaah. Pulang penuh semangat. Fastabiqul khairot. (Taufiq HH)
Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Pak Manan Hadir di Bangkalan

Pak Manan bersama kru MPI PDM Kab Malang
Abdul Manan, atau yang akrab dipanggil Pak Manan datang ke Bangkalan. Pria asal Malang ini sempat menjadi tranding topic karena bersepeda Malang-Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam 411 beberapa waktu lalu.

Kali ini dia datang ke Bangkalan untuk mengikuti Tabligh Akbar Milad ke-104 Muhammadiyah. Kedatangannya kali ini juga istimewa. Sebab dia bukan berangkat dari rumahnya di Malang, melainkan berangkat dari Jakarta.

“Saya berangkat dari Ibukota dengan menggunakan kereta api. Perjalanan dari Stasiun Senin Jakarta sampai di Stasiun Gubeng.” ujar mantan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau Malang ini. Pak Manan memang berada di Jakarta karena untuk menjenguk temannya yang terbaring di rumah sakit.

Dari Stasiun Gubeng, Pak Manan dijemput aktivis IMM Surabaya, dengan bersepeda menuju Bangkalan. Sesampai di Bangkalan dini hari, Pak Manan berbincang dengan pwmu.co dan tim jurnalis Malang. Yang luar biasa, di sela perbincangan, tepat pukul 02.30 Pak Manan pamit untuk menunaikan shalat malam. Pak Manan memang menginspirasi! (Rid)

Prof Syafiq disaat memberikan testimony milad Muhammadiyah di Bangkalan.

Menghadapi carut marut bangsa yang belum kunjung usai, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni memberikan beberapa pesan dalam acara Milad Muhammadiyah ke 107 di Bangkalan, Madura (27/11). Bahwa Muhammadiyah tidak bisa dianggap remeh dalam ikut memajukan bangsa ini. Orang sekarang sering hanya melihat Muhammadiyah kekinian, bukan berdasar bagaimana Muhamamdiyah ikut mengawal kemajuan bangsa.

“Kita boleh menganggap telah menjadi bangsa besar. Tetapi bangsa besar ini tumbuh dan berkembang bersama Muhammadiyah. Bahkan Muhammadiyah sudah berperan penting sebelum bangsa ini berdiri, “kata ketua PP Muhammadiyah dan dosen  UIN Sunan Ampel Surabaya itu dalam sambutannya.

Syafiq menggarisbawahi, setidaknya ada beberapa poin penting mengapa Muhammadiyah layak dilihat secara jeli. Pertama, Muhammadiyah konsisten mengawal untuk mencapai kesatuan bangsa. Kedua, organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu telah mampu mendidik anak bangsa  sehingga semakin cerdas, amal usaha Muhammadiyah bisa dijadikan bukti. Ketiga, Muhammadiyah telah ikut dalam usaha menyehatkan bangsa. Tidak hanya untuk warga Muhammadiyah tetapi masyarakat umum. Keempat, berjuang demi tegaknya Indonesia yang berkualaitas dan berkemajuan.

Mantan Ketua Umum PWM Jawa Timur itu  mengingatkan pula poin penting di atas menjadi bukti konkrit peran Muhammadiyah dalam ikut usaha menyejahterakan bangsa Indonesia. Juga untuk menjadi bangsa yang berkemajuan (nrd).

Baca juga:
Bahtiar Effendy: Madura Sebagai Gudang Kaum Cerdik Cendekia 
 
Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Bahtiar Effendy: Madura Sebagai Gudang Kaum Cerdik Cendekia


Dr. Bahtiar Effendy ketika memberikan testimony milad Muhammadiyah di Bangkalan.

Madura dikenal tidak saja dikenal dengan Karapan Sapi, Sate atau Pulau Garam. Tetapi Madura dikenal juga sebagai gudang kaum cerdik cendekia yang menjadi pondasi untuk membangun bangsa. Jika kam cerdik cendekia itu bersatu, Indonesia yang berkemajuan akan cepat tercapai sesuai cita-cita Muhammadiyah juga.

Demikian intisari pendapat Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Ketua PP Muhammadiyah) dalam testimoninya dalam acara Milad ke 107 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Bangkalan, Madura (27/11/16).

“Saya baru tahu jika Muhammadiyah di Madura sudah ada sejak tahun 1925. Ini jelas potensi yang tidak bisa dianggap remeh untuk membangun bangsa ini ke arah kemajuan. Sebaiknya pemerintah tahu bahwa jika kaum cerdik cendekia itu bersatu Indonesia akan lebih sejahtera, “kata dosen UIN Jakarta itu.

Beberapa cendekiawan yang dimaksud Bahtiar antara lain; Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Pamekasan/Guru Besar IPB), Prof. Dr. Bustanul Arifin (Bangkalan/ekonom INDEF), Prof. Dr. Amir Santosa (Guru Besar Fisip UI).

Doktor lulusan Ohio State University Amerika itu kemudian juga menambahkan saatnya pemerintah memberikan ruang gerak yang lebih. Jika itu dilakukan Indonesia akan menjadi negara maju dan berkemajuan dan siap bersaing dengan negara-negara lain.

Bahtiar juga berpesan, Muhammadiyah sudah dan akan terus berperan besar di masa depan. Kemenangan akan ada di depan kita. (nrd)
Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Sisi Lain Milad: Mengenal Nasi Serpang Khas Bangkalan

Nasi Serpang khas Bangkalan

Ke Bangkalan tidak akan lengkap jika tidak menikmati Nasi Serpang. Ini adalah nasi khas Bangkalan, Madura. Di sela meliput acara Milad Muhammadiyah ke-107, Tim Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kabupaten Malang mencoba menelusuri nasi khas pulau garam itu.

Madura memang sangat dikenal dengan makanan khas sate. Tetapi nasi Serpang juga terkenal, mekipun tidak tersohor sebagaimana sate. Nasi ini banyak dijumpai di Bangkalan, Madura. Makananya unik, khas Madura. Nasinya dilengkapi dengan pepes ikan tongkol, soun bumbu kecap, telor asin, sambal terasi, peyek serundeng, dendeng daging sapi Madura, kerang masak sambal goreng serta kripik paru.

Yang khas laian dari nasi ini adalah tidak ada sayur sebagaimana makanan lainnya. Terasinya juga khas, menyerupai petis.

 Menurut Awang Dharmawan, penduduk asli di Bangkalan, nasi Serpang itu punya riwayat sendiri. Serpang itu nama desa yang menjadi cikal bakal munculnya nasi terkenal di Bangkalan tersebut. Menurut beberapa sumber, nasi Serpang lahir dari tangan wanita bernama Hj. Turah yang kemudian dilanjutkan oleh anak keturunanya. Kemudian, dikembangkan sendiri oleh masyarakat Bangkalan.

“Saat sekarang, nasi Serpang menjadi terkenal. Nasi yang biasanya di jual di bawah tenda itu kadang diborong oleh seseorang. Ratusan diborong kemudian dikirim ke kota lain seperti Jakarta dan Surabaya melalui  untuk melayani kantor-kantor, “pungkas Awang yang juga dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Untuk lebih mendalam merasakan nasi Serpang, tak ada salahnya Anda menikmati di sela-sela mengikuti Milad Muhammadiyah ke 107  di Bangkalan, Madura (27/11/16). (nrd)
Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Rumah Alumni UMM Jadi Media Center Tim MPI PDM Kab Malang

Markaz Media Center Malangmu di Milad Muhammadiyah Bangkalan.

BANGKALAN - Keberadaan rumah tinggal Awang Dharmawan, alumni Ilmu Komunikasi FISIP UMM, cukup bermakna bagi tim kontributor malangmu.or Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kabupaten Malang. Rumah yang berada di Jl Arjuno Melajeh Bangkalan ini mendadak menjadi kantor redaksi dadakan bagi tim.

Selepas subuh, empat tim MPI sudah berkutat membuat naskah dengan android dan laptop masing-masing. Mereka membuat naskah berita sambil lesehan di ruang tamu tuan rumah. Kontributor malangmu.or.id memang datang bertugas menyajikan laporan situasi yang ada selama acara peringatan Milad Muhammadiyah ke 104 Hijriyah yang dipusatkan di Stadion Gelora Bangkalan sejak pagi ini.

Awang Dharmawan, MA,, alumni Fisip Ikom UMM yang rumahnya dijadikan Home Base Media Center MPI PDM Kab Malang
Tim MPI mengawali kesibukannya beberapa saat setelah kedatangan di lokasi Milad di stadion, Ahad (27/11) dini hari. Kebetulan, di lokasi acara awak malangmu.or id mendapati sesepuh Muhammadiyah Kabupaten Malang Abdul Manan yang datang bersama sejumlah anggota IMM Komisariat Sidoarjo. Sebelumnya, dalam perjalanan dari Malang menuju Bangkalan, tim MPI juga mendapati iring-iringan anggota Tapak Suci Malang Raya di kawasan Pandaan dengan berkendara sepeda motor.

"Meski tidak langsung berada di lokasi Milad dan sebelum acara dimulai, aktivitas kerja jurnalistik tim MPI PDM Kabupaten Malang bisa dilakukan dimanapu dan kapan pun," demikian Ridlo Setyono, pimred malangmu.or.id di sela editing berita yang dikerjakan di kantor redaksi dadakan milik alumni UMM yang juga lulusan pascasarjana UGM ini. (amin)
Mobil BTS XL memperkuat snyal komunikasi Milad (foto Buya)

Perhelatan Milad Muhammadiyah ke 107 Masehi (Minggu, 27/11) di Bangkalan, Madura sangat istimewa. Penyedia layanan komunikasi XL berkerjasama dengan panitia Milad mendukung siaran langsung acara yang dilaksanakan di Stadion Gelora Bangkalan.

Sales Manager XL Regional Jawa Timur, Abdul Muidz mengatakan, peserta Milad dimanjakan  dengan jaringan internet yang lancar. XL menyediakan mobil BTS di arena acara Milad tersebut.  “Kami mendukung penuh pelaksanaan Milad ini. Hal itu dibuktikan dengan dukungan kami  untuk mengakses internet secara lancar, “tegas Muidz kemarin (26/11).

Dengan disediakannya jaringan internet secara lancar itu, maka peserta akan dimanja dengan live streaming yang dilakukan oleh tim Laobarorium Ilmu Komunikasi UMM. Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji, mengungkapkan bahwa XL memang bekerja sama dengan panitia Milad. “Tidak tanggung-tanggung XL memberikan diskon hingga 50 persen. Kerjasama yang baik ini sifatnya timbal balik, kita menyediakan stand untuk mereka. Itu juga diperuntukkan untuk kepentingan Milad ini. Dukungan XL juga akan memperkuat siaran langsung melalui tvMU,  “tegas kepala Laboratorium yang juga sekretaris Lembaga Informasi dan Komunikasi PWM Jawa Timur.

Saat dimintai pendapatnya, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, M. Nurul Humaidi mengatakan bahwa kerjasama itu akan ikut mendukung syiar Muhammadiyah di Indonesia. “Ke depan sebaiknya, perlu ditindaklanjuti di tingkat yang lebih bawah, seperti PDM, “harapannya (nrd).
Posted by Ridlo Posted on November 26, 2016 | No comments

Kafilah Milad Muhammadiyah Masih Berdatangan Menuju Bangkalan

Kendaraan kafilah Muhammadiyah Jatim merayab mendekkati stadion Bangkalan

BANGKALAN - Hingga Ahad (7/11) pagi, rombongan kafilah yang berniat menghadiri peringatan Milad Muhammadiyah 104 Hijriyah/107 Masehi di Bangkalan terus berdatangan. Rombongan kafilah ini kini masih memadati ruas jalan protokol di Surabaya menuju kawasan Suramadu yang menjadi satu-satu akses masuk ke pulau Madura.

Seperti dilaporkan Husnul Abidin, sekitar pukul 06.20 WIB, rombongan yang diikutinya masih padat merayap menuju pintu tol jembatan Suramadu.

Sementara, sejumlah kendaraan berbagai ukuran yang membawa rombongan kafilah dari daerah lain sudah tiba lebih dulu di lokasi acara peringatan Milad Muhamamdiyah 107 yang dipusatkan di Stadion Gelora Bangkalan pagi ini. Dengan kelompok masing-masing, rombongan ini tiba sejak pukul 12 malam hingga 3 dinihari masih tampak berdatangan.

Selain masjid-masjid yang bisa ditempati singgah dan ibadah, sejumlah fasilitas publik tampak dipadati rombongan kafilah ini. Seperti, rombongan dari PDM Kabupaten Lamongan yang datang menggunakan kendaraan bis dan jenis bison. Selain dari Lamongan, kafilah khusus dari tim MPI PDM Kabupaten Malang juga lebih dulu sampai dan melihat-lihat lokasi stadion.

Sayangnya, sejumlah peserta Milad ini mengeluhkan kurangnya fasilitas air bersih untuk berwudlu. Kafilah dari PDM Kabupaten Malang mengaku begiti kesulitan mendapati air wudlu. Sehingga, sebagian akhirnya terpaksa memanfaatkan air mineral yang sebelumnya dibawa dari perjalanan.

Antri wudlu di masjid karena terbatasnya air
Hal yang sama juga dialami rombongan yang dipimpin oleh Budi Bahana. Untuk bisa bersih-bersih badan sehabis menempuh perjalanan jauh, rombongan ini akhirnya memanfaatkan fasilitas kamar mandi milik RS terdekat Bangkalan. Untuk bisa mandi di tempat ini, tiap orang dikenakan Rp 2 ribu sekali masuk. (amin)
Rombongan Tapak Suci Malang etka bersepeda motor menuju Bangalan

Semangat warga Muhammadiyah untuk mengikuti Tabligh Akbar dalam rangka Milad ke-104 Muhammadiyah di Bangkalan luar biasa. Termasuk yang dilakukan Tapak Suci Malang ini.

Mereka berangkat dari Malang dengan mengendarai sepeda motor, menempuh jarak kurang lebih 200 km dari Kota Malang ke pulau Madura. Berangkat sekitar pukul 20.00 malam hari, tim pendekar Muhammadiyah ini mulai melakukan perjalanan menantang melawan segala cuaca yang kadang gerimis dan dingin merasuk badan.

Diikuti kurang lebih 30 sepeda motor dengan berbagai merk dan jenis, peserta milad ini melakukan rute perjalanan yang lumayan panjang dan melelahkan. Untuk melepas penat dan lelah, ditengah perjalanan istirahat di PDM sidoarjo. Diantara biker TS menyempatkan untuk tidur sejenak sebelum melanjutkan rute sampai menyebrangi jembatan Suramadu Madura.

Sepeda motor yang telah disiapkan dilengkapi dengan bendera Muhammadiyah dan Tapak suci yang terlihat berlibar ketika berjalan. Diantara mereka ada yang berboncengan dengan membawa gas bekal selama dijalan.

Menembus egelapan malam menuju Bangalan

Menurut Mustofa, penggiat Tapak Suci Malang menjelaskan bahwa rencana bersepeda ke Bangkalan memang sudan disiapkan sejak lama. Hal ini bertujuan untuk membuktikan semangat bermuhammadiyah dan menambah syiar Persyarikatan di pulau garam itu. “Tidak bermaksud beruforia di jalan, tapi ini salah satu bentuk perwujudan dakwah dan menggerakkan syiar di manapun berada. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberikan keamanan para pendekar ini sampai di lokasi milad,” harap Mustofa.

Seperti diketahui, Milad kali ini akan dihadiri kurang lebih 50 ribu warga Muhammadiyah se-Jawa Timur. Mereka datang ke Bangkalan dengan mengendarai Bus, Elf, Mobil pribadi, sepeda motor dan bahkan ada yang ngonthel Jember - Bangkalan hanya untuk syiar Milad Muhammadiyah. Semoga peringatan ini benar benar diberikan Ridho dari Allah SWT sehingga semua dicatat sebagai salah satu bentuk ibadah yang berpahala bagi hambanya. Amin (Rid)

Kamis, 24 November 2016

DONOMULYO - Menyelenggarakan pendidikan di daerah pinggiran tidak lah mudah. Tantangan paling berat salah satunya dihadapkan dengan  rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat pedesaan yang kurang pada pendidikan.

"Sekolah yang berada di wilayah pinggiran, tantangannya minat belajar siswa. Sikap positif dan apresisasi masyarakat terhadap pendidikan juga berbeda dengan yang ada di kota," kata kepala SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, Drs Nasikin, Kamis (25/11) sore.

Motivasi dan minat belajar yang kurang ini, menurutnya mempengaruhi motivasi berprestasi siswa. Karena itu pula, pihaknya tidak mudah mendapatkan bibit-bibit dan calon siswa yang potensial dengan kemampuan penguasaan akademik yang sangat baik.

"Perlu kerja keras guru dalam menganalisis khusus untuk memetakan anak yang memiliki potensi lebih baik. Terlebih, dalam memberikan perlakuan dan layanan pembelajaran kepada siswa," imbuhnya.

Meski dihadapkan pada tantangan berat, bukan berarti membuat SMK Muhammadiyah 6 tidak mampu eksis. Dikatakan, jumlah siswa tiap tahun tetap meningkat. Bahkan, selama dua tahun terakhir, pihaknya semakin termotivasi bersaing, terlebih dengan adanya dua lembaga SMK baru.

Bahkan, tiap tahun didapati lulusan dengan kompetensi yang kompetitif. SMKM 6 memiliki tiga program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Sepeda Motor (TSM). Menurut Nasikin, yang paling banyak terserap di wilayah setempat adalah lulusan jurusan TKR dan TSM. Ini karena keberadaan industri belum banyak di daerah Malang bagian selatan ini. (amin)

Rabu, 23 November 2016

Prosesi pelantikan 13 kepala Sekolah Muhammadiyah yang dilakukan oleh sekretaris PWM Jatim, Tahmid Masyhudi, di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, kemarin.

MALANG - Kepemimpinan di sejumlah sekolah Muhammadiyah Kabupaten Malang resmi berganti. Ini setelah sejumlah 13 Kepala Sekolah Muhammadiyah dilantik dan dikukuhkan secara bersamaan di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Selasa (22/11) kemarin.

Prosesi pelantikan 13 kepala sekolah Muhammadiyah ini dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yang diwakili sekretaris PWM, Tamhid Masyhudi. Pelantikan dilangsungkan cukup singkat, diawali dengan pembacaan SK penetapan kepala sekolah dan dilanjutkan penandatanganan oleh masing-masing kasek yang dilantik.

Dalam kesempatan sambutannya, Masyhudi menegaskan memang selalu ada yang baru di sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, ini karena warga Muhammadiyah sangat kuat semangatnya terutama dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah khususnya di bidang pendidikan.

"Dalam Muhammadiyah, berkorban untuk kemaslahatan itu sudah biasa.
Muhammadiyah besar karena semangat beramal warganya," demikian Masyhudi.

Ia juga banyak memotivasi para kepala sekolah yang baru untuk lebih bersaing lagi berlomba-lomba memajukan sekolah Muhammadiyah. Pihaknya mentargekan sekolah Muhammadiyah harus tetap unggul di berbagai bidang.

Sebelum pelantikan, telah dilalui sejumlah tahapan mulai proses penjaringan calon dan seleksi.
Seleksi terdiri dari tes psikologi serta fit and proper test. Penjaringan dan seleksi dilakukan berlapis dan melalui proses panjang.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Malang, Ahsanul Inam PhD, mengungkapkan banyak faktor dipertimbangkan dalam menentukan calon kepala sekolah Muhammadiyah. Paling awal adalah penilaian dari guru teman sejawat calon kasek. Selanjutnya, katanya, dilihat pemahaman agama Islam dan ke-Muhammadiyah-an, manajerial, dan profesionlismenya.

"Tes psikologi fit and proper test juga dilakukan. Setiap calon kasek dilihat kemampuan psikologis dan kepribadian apa yang dibutuhkan menghadapi orang lain yang dipimpinnya," kata dosen pascasarjana UMM ini.

Selain itu, lanjutnya, Muhamadiyah juga menghendaki calon kase yang visioner dan berani berinovasi. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki pendidikan khusus calon kepala sekolah tersediri dan memanfaatkan konsultasi tim pengembang dari kampus UMM yang diperbantukan untuk memajukan sekolah Muhammadiyah yang direkomendasikan. (amn)

Senin, 21 November 2016

Posted by hilmi Posted on November 21, 2016 | No comments

PWM Lantik 13 Kepala Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Malang

Sekretaris PWM, Ir. Tamhid Masyhudi sedang malentik 13 Kepala Sekolah Muhammadiyah kab. Malang, Selasa (22/11)

malangmu.or.id - Kepemimpinan di lingkungan sekolah Muhammadiyah Kabupaten Malang ditentukan hari ini. Sejumlah 13 Kepala Sekolah Muhammadiyah dilantik dan dikukuhkan di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen.

Pelantikan 13 kepala sekolah Muhammadiyah ini akan dilakukan langsung oleh oleh pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan diawali dengan pembacaan SK penetapan kepala sekolah. Acara ini sedianya juga disaksikan jajaran pengurus PWM dan ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim dab PDM Kabupaten Malang. Sesuai undangan, dijadualkan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Sekretaris PDM Kabupaten Malang H M Nurul Humaidi mengungkapkan, pelantikan ini merupakan siklus empat tahunan menyertai selesainya masa jabatan kepemimpinan kepala sekolah. Sebelum pelantikan, telah dilalui sejumlah tahapan mulai proses penjaringan calon dan seleksi. "Seleksi terdiri dari tes psikologi serta fit and proper test," terangnya, kemarin.
Sekretaris PWM didampingi Ketua PDM menyaksikan penandatangan SK Kepala Sekolah

Kepala Sekolah yang dilantik hari ini sebanyak 3 kepala SD dan 3 SMP, yaitu SD Muhammadiyah 3 Tumpang (Muhammad Zuher), SD Muhammadiyah 10 Pagak (Arif Bambang Purwanto),  SD Muhammadiyah 7 Wajak (Effy Hidayati), SMP Muhammadiyah 5 Pagak (Budi Mulyani), SMP Muhammadiyah 10 Turen (Miftakhul Nafik), dan SMP Muhammadiyah 11 Pakisaji (Titik Sulistyowati). Selain itu, juga dilantik kepala SMAM 1 Kepanjen (Hari Mulyadi), SMAM 2 Sumberpucung (Unjang Tajularipin), SMKM 1 Kepanjen (Maryanto), SMKM 5 Kepanjen (Arif Joko Suryadi), SMKM 6 Donomulyo (Nasikin), SMKM 7 Gondanglegi (Pahri), dan SMKM 9 Wagir (Muhammad Syahri). (amn)

Sabtu, 19 November 2016

Posted by hilmi Posted on November 19, 2016 | No comments

PCA Lawang Gelar Parenting Club



Prof. Dr. Wahyudi Ismail, M.Pd saat Memberikan Materi pada acara Parenting Club, Sabtu (19/11)

Majelis Pendidikan Pimpinan Cabang Aisyiyah Lawang bekerjasama dengan Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menyelenggarakan acara “Parenting Club TK Aisyiah Bustanul Athfal dan Paud As Sakinah se-kecamatan Lawang, pada Sabtu 19 Nop 2016 di Gedung Kartini Jl. Pramuka 1 Lawang.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 300 perserta dari wali siswa TK ABA 1,2,3,4 dan Paud As Sakinah di kec. Lawang, ibu-ibu jamaah Aisyiyah, ketua dan pengurus PCA lawang, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lawang, dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kab. Malang dari Majelis Kader.

Kegiatan Parenting ini dibuka oleh Bpk. Ruly Asesor dari Kementrian Dinas Sosial. Dalam pembukaan itu, beliau memberikan apresiasi yang tinggi untuk kegiatan tersebut. “Instrument untuk segala macam kegiatan dan amal usaha yang paling lengkap dan komplit hanya ditemukan dalam Muhammadiyah”, katanya.

Adapun Nara Sumber utama kegiatan Parenting ini adalah Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. Beliau adalah Guru Besar bidang Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Malang, juga sekaligus termasuk jajaran Pimpinan di PDM kab. Malang. Materi dan tema yang diulas adalah Membentuk Pondasi Karakter Mulia. Dengan gaya yang khas darinya, lugas dan menyegarkan, membikin suasana hangat dan menjadikan semangat semua peserta yang hadir dalam acara parenting itu.
Foto Bersama PDA, PCA dan Pemateri seusai acara Parenting Club, Sabtu (19/11)
Ibu Ainin Mulyani selaku ketua MPS PDM kab. Malang menyampaikan pesan bahwa kegiatan parenting ini tidak cukup hanya hari ini saja. “Tanggung jawab pendidikan anak adalah tugas bersama orang tua sekolah dan masyarakat, maka untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia, kegiatan itu bersinergi, di lakukan secara berkesinambungan”, jelasnya. (Mais Mansur/Hil)

Kamis, 17 November 2016



Bagi yang ingin memperbanyak Logo Resmi Milad ke-104 Muhammadiyah di Bangkalan untuk berbagai keperluan merchandise bisa mendownload pada link ini:
Download Logo Milad Muhammadiyah ke 104 di Bangkalan

Rabu, 16 November 2016

Posted by hilmi Posted on November 16, 2016 | No comments

Jodipan Kian Menginspirasi, Guys Pro UMM Tampil di Kick Andy

Andy F Noya (Host Kick Andy) dan Nabila Firdausyiah (Koordinator Tim Guys Pro UMM) ketika Shooting di STudio Metro TV
malangmu.or.id - KESUKSESAN delapan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) mendapatkan apresasi dari banyak pihak. Selain meraih sejumlah penghargaan, KWJ juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ketika mengunjungi kota Malang.

Tak heran, kesuksesan itu lantas menarik minat stasiun televisi swasta Metro TV mengundang tim Guys Pro UMM untuk tampil berbagi inspirasi di acara talkshow “Kick Andy”. Talkshow tersebut akan ditayangkan pada Jumat, 18 November 2016 pukul 20.00 dan disiarkan ulang esoknya pukul 13.05.

Koordinator tim Guys Pro UMM Nabila Firdausiyah menceritakan, ketika pertama kali dihubungi pihak Metro TV ia mengaku sempat tidak percaya. “Tanggal 24 Oktober 2016 pagi saya dihubungi pihak Metro TV untuk dijadikan opsi narasumber di acara Kick Andy, kemudian sore harinya langsung dikabari kalau akan diundang ke Jakarta untuk berbagi inspirasi pada talkshow tersebut,” tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM ini.
Kampung Warna-warni Jodipan Hasil Karya Guys Pro Mahasiswa Komumikasi UMM (gambar diambil dari internet)

Di acara tersebut, Nabila banyak bercerita pada host Kick Andy, Andy Flores Noya, tentang asal-muasal KWJ, mulai dari kampung kumuh hingga menjadi destinasi wisata yang ikonik di kota Malang. KWJ inilah yang lantas menginspirasi pemerintah kota Malang untuk membangun 76 kampung tematik agar pengembangan kota lebih terarah.

Terkait kesuksesan tersebut, dosen pembimbing Tim Guys Pro UMM Jamroji mengatakan, hal itu sepenuhnya didukung oleh pihak kampus. “Kita sangat bersyukur. UMM mendukung penuh, terlebih ini merupakan hasil praktikum Public Relation yang memang menjadi bagian dari tugas kuliah,” ujar dosen Ilmu Komunikasi UMM ini.

Adapun beberapa penghargaan yang sebelumnya telah diterima tim Guys Pro UMM di antaranya penghargaan dari Walikota Malang sebagai penggagas KWJ, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang sebagai pemuda peduli lingkungan, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang dalam awarding Bhumi Arema sebagai penggagas KWJ dan juga dari Hasta Komunika dalam acara Hasta Komunika Award sebagai tokoh muda bidang peduli lingkungan dan sejumlah penghargaan lainnya. (jal/han)

Senin, 14 November 2016

Suasana pemilihan Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen kemarin. Pemilihan ini persis halnya pemungutan suara saat pemilu sebagai pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. (Foto: Amin)

KEPANJEN - Sebuah baliho terpampang berdiri di halaman depan kantor sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Senin (14/11). Isinya adalah gambar wajah tiga siswa berikut ajakan untuk memilih mereka dalam pemilihan layaknya pemungutan suara saat pemilu.

Wajah-wajah siswa yang terpampang dalam baliho ini ternyata adalah para calon ketua OSIS atau IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMK setempat yang harus dipilih karena ada pergatian pengurus. Mereka dipilih melalui beberapa tahapan dan pemungutan suara dengan cara mencoblos wajah dan nomor masing-masing yang terdapat dalam kotak suara.

Ketiga calon ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 ini berturut-turut adalah Amelia Riska (nomor 1), Hilalia Nurasreni (nomor 2) dan Fitria Maramis (nomor 3). Hari itu, mereka dipilih oleh sejumlah 450 siswa dari SMK setempat.

Pemilihan ketua IPM ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir pada 13.00 WIB. Seluruh siswa secara bergantian mencoblos dan berpartisipasi pada pemungutan suara Pemilihan Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen ini, setelah itu langsung dilanjutkan penghitungan suara. Tercatat, jumlah surat suara sah adalah 406. Sementara, juga didapati 7 suara tidak sah. Hasil akhir penghitungan, kandidat Anisa Riska nomor urut 1 memperoleh (91 suara), Hilalia Nur Asreni (244 suara) dan Fitria Maramis dengan (64 suara).

Ketua IPM SMK Muhammadiyah 5 terpilih selanjutnya diberikan waktu untuk memberikan sambutan atas raihan suara terbanyaknya. "Terima kasih pada Ayahanda, Ibunda Guru, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malang, sahabatku sekalian, mari kita jadikan sekolah ini lebih baik. Saya akan menjalankan program IPM sebaik mungkin, dengan kerjasama seluruh sahabat IPM," demikian Hilalia Nur, Ketua IPM terpilih dalam sambutannya.

Selain tempat pemungutan suara, aktivitas pendidikan demokrasi ini juga dipusatkan di sebuah panggung besar dengan latar belakang tema pemilihan yang ada di tengah pelataran halaman sekolah setempat. Sesaat sebelum pemungutan suara, di atas panggung ini ketiga kandidat diperkenalkan kemudian diberi kesempatan masing-masing lima menit untuk memaparkan visi, misi dan programnya sebagai kandidat ketua IPM. (amin)

Minggu, 13 November 2016

Ibu Irina Widiyanti, S.E, M.Si dalam Business Gathering I di DOME UMM, Ahad (13/11) (foto:Izudin)

Tidak di sangka, kegiatan wirausaha warga Muhammadiyah di kabupaten Malang begitu menggeliat. Mereka bergerak di segala bidang, mulai produksi sampai jasa. Tak ayal, kegiatan Business Gathering I yang diselenggarakan Majelis EKonomi dan Kewirausahaan PDM Kab. Malang ini dipenuhi peserta dari kalangan pebisnis dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kab. Malang.

Bertempat di DOME UMM, Ahad (13/11), tidak kurang dari 200 pelaku usaha dilingkungan warga Muhammadiyah Kabupaten Malang berbondong-bondong ke acara itu. Sebagian besar dari mereka menampilkan hasil produk usahanya di arena Stand Bazar yang disediakan panitia. Produk usaha yang dipamerkan di stand itu mulai dari tahu, tempe dengan aneka macam olahan dan rasa, berbagai macam makanan ringan, kripik dan sejenisnya, berbagai macam minuman yang menyehatkan, Susu, Yoghut, Madu dan lain sebagainya. Bidang Elektronikpun juga ditampilkan di stand itu. Adapun mereka yang bergerak di bidang jasa  juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan usahanya, seperti Bengkel spd motor sampai bengkel mobil beserta variasinya.

Acara Business Gathering I ini melibatkan pemateri dari pihak pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Malang, Ibu Irina Widiyanti, SE. M.Si. Beliau menyampaikan, "Kami siap, bersedia memberikan bimbingan kepada warga Muhammadiyah yang bergerak di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah", tegasnya sambil disambut aplous seluruh peserta. “Warga atau Pimpinan Muhammadiyah yang memiliki usaha hendaknya memiliki ijin usaha dan selalu mengikuti prosedur dalam segala aktifitasnya”, imbuhnya.
Suasana Business Gathering I MEK PDM kab. Malang di Dome UMM, Ahad (13/11) (foto:Hilmi)
Pemateri UMKM, Ibu Irina dengan gaya yang hangat, menyapa langsung peserta, dengan berjalan mengitari bangku duduk peserta sekaligus melihat produk-produk yang dipamerkan di sekitar ruangan. "Ternyata, setelah saya melihat beberapa usaha yang dimiliki warga Muhammadiyah ini, banyak yang belum ada ijin usahnya ya?” ungkap dan tanyanya sambil senyum.  “Sebaiknya, segera mengurus ijin karena itu merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan bimbingan berupa bantuan dana modal untuk usaha dari dinas Koperasi dan UMKM", tegasnya.

Dalam kesmpatan itu pula, Irina menyampaiakn bahwa ada dana yang bisa diakses hingga 50juta perorang, tentu dengan margin yang sangat murah, hanya 6 pertahun, tetapi tetap dengan prosedur resmi, ada ijin, dan jaminan yang harus dianggunkan. Semoga peserta Business Gathering I bisa memanfaatkan dengan baik moment yang luar biasa itu, sehingga usaha mereka samakin berkembang. (Izudin-Hilmi)
Posted by hilmi Posted on November 13, 2016 | No comments

Prof. Dr. Wahyudi Siswanto Beri Tips Sukses Berwirausaha

Prof. Dr. Wahyudi, M.Pd dalam acara Business Gathering MEK PDM di DOME UMM, Ahad (13/11)
Di hadapan 200 peserta Business Gathering I yang diselenggarakan oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd memberikan Tips sukses berwirausaha. Menurutnya, ada dua hal penting yang tidak boleh dilupakan oleh para wirausahawan. Pertama adalah Jangan pernah lupa dengan mimpi. Kedua adalah gunakan rumus ATM.

Wakil Ketua PDM kab. Malang itu menjelaskan bahwa orang sering tidak sadar mengucapkan sesuatu yang pada akhirnya menjadi kenyataan. Hayalan dan angan-angan yang terkadang tidak disengaja terlintas dan terucap seringkali terwujud dalam kehidupan kita. Karenanya, bermimpilah yang indah dan baik saja agar terwujud pula kenyataan yang baik. Begitu juga dalam hal bisnis, semua orang tidak tahu apa yang akan dia jalani, tetapi dengan angan-angan dan konsentrasi serta keseriusan dalam berusaha maka dia menjadi sukses.

Rumus ATM menurut Guru Besar Universitas Negeri Malang ini adalah Amati, Tiru dan Modifikasi. ATM harus menjadi prinsip bagi para pengusaha. Di manapun pengusaha selalu menerapkan prinsip ATM itu. Berapa banyak orang yang membuka usaha restaurant atau warung dalam satu ruas jalan, tetapi mereka tidak pernah sepi. Itu karena menerapkan ATM. Mereka memodifikasi rasa, penyajian dan tempat. Tuturnya dalam acara yang bertema "Bangun Sinergi, Perkuat Kemandirian Ekonomi" di DOME Universitas Muhammadiyah Malang, Ahad (13/11/2016).



“Oleh karenanya, para pengusaha yang hadir di ruangan ini harus berbagi ilmu atau resep. Berikan semua ilmunya, kita ini bukan competitor/saingan, melainkan sahabat” tegasnya. Kita ini orang beragama (Islam) yang harus meyakini bahwa semakin banyak memberi maka semakin banyak pula apa yang kita dapat, karena Allah sudah menjanjikan itu semua, 7 kali lipat, 10 kali lipat, 100 kali lipat, 700 kali lipat dan bahkan sampai tak terbatas. Lanjutnya, sambil diberi applous para hadirin yng mayoritas pengusaha itu.

Selain dua hal di atas, Wahyudi juga memberikan 4 kunci sukses lainnya, yaitu: bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan terakhir adalah ikhlas. (Hilmi)