Sabtu, 22 Oktober 2016

Posted by hilmi Posted on Oktober 22, 2016 | No comments

Saad Ibrahim Ajak Bebaskan Tanah untuk Pelebaran Masjid



Ketua PWM Jatim (tengah) ketika memberikan sambutan dalam acara Turba di Gedung Teater Dome UMM, Ahad (23/10/16)

malangmu.or.id - Saad Ibrahim (ketua PWM Jatim) dalam rangkaian tausiyah pada acara konsolidasi PWM Jatim dengan PDM di DOME UMM (23/10/16) mengungkapkan bahwa dari Malang hingga Surabaya tidak ada satu pun masjid yang besar dan megah. Kalau yang dimiliki oleh kelompok lain tidak sedikit yang besar, lebar dan luas. Dalam acara Turba itu pak Sa’ad   menunjuk bahwa ada satu masjid antara Malang dan Surabaya yang pinggir jalan, milik Muhammadiyah, yaitu di Masjid Al Islam Bedali Lawang Kab. Malang. Tetapi kurang lebar, apalagi sebelahnya ada SD Muhammadiyah.







Gerakan Tanggung-Renteng, bisa menjadi solusi untuk membebaskan tanah yang ada di sebelah Masjid Al Islam tersebut. Harga tanah per meter adalah 6,5 juta. Pembebasan tanah tersebut diharapkan direalisasikan dengan ditanggung oleh PDM kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang serta RSI, UMM dan beberapa sekolah yang ada di Malang raya.







Doktor lulusan UIN Jakarta itu mengatakan lebih lanjut bahwa bukan masjidnya harus dibangun ditingkat, dibangun ke atas tetapi bagaimana tanggung jawab kita semua.  Tanggung-renteng bisa menjadi solusi.   Pilihan demikian menjadi tepat. Dari pada masjid  ditingkat sementara tempat shalat dilantai dua, tentunya menjadi masalah bagi yang sudah udzur.





“Tanah pinggir jalan menurut akan selalu meningkat harga nya, tidak pernah susut dan turun harganya. Apalagi harga 6,5 juta/m itu menjadi murah karena satu meter ke bawah dan satu meter ke atas, tuturnya setengah bercanda yang disambut tertawa hadirin (Ajang)

0 komentar:

Posting Komentar