Sabtu, 22 Oktober 2016



Drs. Mursidi, M.M (Ketua PDM kab. Malang) dalam acara Raker PDPM di Perguruan Muhammadiyah Dau, Sabtu (22/10/2016)

malangmu.or.id – Acara Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten Malang yang diselenggarakan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Dau, Sabtu (22 Oktober 2016) dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kab. Malang, Bpk. Drs. Mursidi, M.M., sekaligus sebagai pembuka acara Raker.

Ketua PDM, di awal sambutannya, beliau menyampaikan "kalau menghadiri acara pemuda itu seakan bernostalgia". Sambil sedikit bercerita, “zaman ketika memimpin PDPM itu bareng dengan zaman atau era reformasi, sehingga pemuda saat itu gegap gempita menyambut reformasi. Termasuk barisan Kokam juga sangat gegap gempita, terlihat gerakannya dalam turut serta mengawal reformasi dulu”.

Bpk. Mursidi (tengah, baju kuning) saat foto bersama dengan sebagian angota Raker
Pada kesempatan ini, Mursidi memberikan support kepada Pemuda Muhammadiyah kab. Malang, dengan merujuk dan menguraikan isi Mars Pemuda Muhammadiyah. Misal, “Qur’an dan Sunnah dasar hidup kita, kita membangun ilmu dan akhlak”, maka Pemuda Muhammadiyah harus berilmu, jangan sampai tidak berilmu, kita berorganisasi harus ada manfaat yang tinggi, biar tidak sia-sia dalam berorganisasi. Akhlak, akhlakul karimah juga harus diemban oleh pemuda dengan baik. Pemuda Muhammadiyah harus berjihad, teguhkan sikap, rela berkorban, urainya dengan nada yang tegas.

Kita saat ini, mengorbankan waktu sampai besok merupakan pengorbanan yang harus dimanfaatkan dengan baik, meski sebenarnya raker itu kalau dinilai hanya 10% dalam perjalanan organisasi itu, lanjutnya dalam sambutan tersebut. Sedangkan yang 90% itu adalah kerja keras kita. Program yang telah dibukukan itu harus diimplementasikan dalam medan jihad kita, harus diraih dengan kerja keras, pungkas mantan Pembantu Rektor 2 ini, yang sebentar lagi akan meraih gelar Doktoralnya di Universitas Brawijaya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ketua PDM ini berpesan bahwa "Pemuda Muhammadiyah harus jalan. Jalannya kayak apa? Ya adakanlah pertemuan. Pertemuan/rapat itu ruhnya sebuah organisasi. Organisasi itu gerakan, kalau ketuanya tidak bergerak itu sama saja dengan mematikan organisasi, sehingga jangan dikatakan diam itu bagus, diam itu membahayakan. Karenanya, Pemuda itu harus dinamis, justru pemudalah yang mendorong Muhammadiyah berkembang dengan baik", pintanya. (Hilmi-MPI)

0 komentar:

Posting Komentar