Minggu, 30 Oktober 2016

Posted by kholimi Posted on Oktober 30, 2016 | No comments

Kader IMM Harus Multidisiplin Dengan Pondasi Trikompetensi



Foto Bersama Pimpinan IMM Cabang Malang Raya periode 2016-2017


malangmu.or.id - Ahad  (30/10/2016), Ketua DPD IMM Jawa Timur secara resmi melantik Pimpinan Cabang IMM Malang Raya.  Dengan tema " Berkhikmat Untuk Umat, Menuju Malang Raya Berdaulat", pelantikan ini digelar di Hall Kuliner Bougenville Room Taman Rekreasi  Sengkaling UMM. Acara dimulai pukul 18.30 wib yang diawali dengan beberapa penampilan kreativitas kader IMM se-Malang Raya. Tamu undangan yang mengikuti rangkaian acara ini terdiri dari perwakilan PDM Kota Malang, PDM Kabupaten Malang, PDM Kota Batu, Ortom Muhammadiyah se-Malang Raya, Forum Komunikasi Alumni (FOKAL) IMM, dan dari KNPI Malang .

Dalam sambutannya Ketua DPD IMM Jatim mengatakan bahwa,"IMM kedepan harus mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, maka kader IMM disiapkan untuk berkemampuan multidisiplin dengan pondasi trikompetensi dasar IMM yaitu Humanis, Intelektualitas, dan Religiusitas". 

Talkshow: Ketua DPP IMM, Putra Revolusi dan Mantan DPP IMM, Ton Abdillah Haz
Momen pelantikan pimpinan cabang IMM Malang Raya ini juga digelar talkshow dengan 2 nara sumber yaitu Imm. Putra Revolusi Sarompot, ketua DPP IMM sekarang dan mantan ketua DPP IMM periode sebelumnya Ton Abdillah Haz, ST. Dengan mengambil tema "Berkhidmat untuk ummat, menuju Malang Raya Berdaulat" diharapkan talkshow tersebut  akan lebih mengaktifkan pergerakan keumatan yang bertujuan mencerdaskan dan memajukan masyarakat serta mampu berdaulat dalam aktifitas di segala bidang.

"Kader ikatan harus bisa lebih Berkhidmat dalam melakukan segala hal tentang ucapan, tingkah laku, dan hal-hal strategis yang bisa sangat berdampak terhadap apa-apa yang dilakukannya kapanpun dan dimanapun berada" jelas Ton Abdillah Haz. Dari FOKAL IMM Malang yang diwakili oleh Tsalis Rifa'i, ST. juga menyampaikan bahwa kader IMM sekarang harus lebih tanggap dengan perubahan jaman dan lebih cepat merespon segala hal yang terjadi dan yang akan terjadi, karena sekarang jamannya beda dengan jaman dulu maka kader IMM harus pandai dalam bermasyarakat dan beragama. 


Diakhir acara pelantikan, pimpinan cabang IMM Malang Raya mengadakan acara ramah tamah antar pimpinan dan anggota kadernya sambil diiringi lagu-lagu perjuangan IMM. (Izzudin/Rid)
Posted by hilmi Posted on Oktober 30, 2016 | No comments

Kader IMM Harus Multidisiplin Dengan Pondasi Trikompetensi



Foto Bersama Pimpinan IMM Cabang Malang Raya periode 2016-2017


malangmu.or.id - Ahad  (30/10/2016), Ketua DPD IMM Jawa Timur secara resmi melantik Pimpinan Cabang IMM Malang Raya.  Dengan tema " Berkhikmat Untuk Umat, Menuju Malang Raya Berdaulat", pelantikan ini digelar di Hall Kuliner Bougenville Room Taman Rekreasi  Sengkaling UMM. Acara dimulai pukul 18.30 wib yang diawali dengan beberapa penampilan kreativitas kader IMM se-Malang Raya. Tamu undangan yang mengikuti rangkaian acara ini terdiri dari perwakilan PDM Kota Malang, PDM Kabupaten Malang, PDM Kota Batu, Ortom Muhammadiyah se-Malang Raya, Forum Komunikasi Alumni (FOKAL) IMM, dan dari KNPI Malang .

Dalam sambutannya Ketua DPD IMM Jatim mengatakan bahwa,"IMM kedepan harus mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, maka kader IMM disiapkan untuk berkemampuan multidisiplin dengan pondasi trikompetensi dasar IMM yaitu Humanis, Intelektualitas, dan Religiusitas". 

Talkshow: Ketua DPP IMM, Putra Revolusi dan Mantan DPP IMM, Ton Abdillah Haz
Momen pelantikan pimpinan cabang IMM Malang Raya ini juga digelar talkshow dengan 2 nara sumber yaitu Imm. Putra Revolusi Sarompot, ketua DPP IMM sekarang dan mantan ketua DPP IMM periode sebelumnya Ton Abdillah Haz, ST. Dengan mengambil tema "Berkhidmat untuk ummat, menuju Malang Raya Berdaulat" diharapkan talkshow tersebut  akan lebih mengaktifkan pergerakan keumatan yang bertujuan mencerdaskan dan memajukan masyarakat serta mampu berdaulat dalam aktifitas di segala bidang.

"Kader ikatan harus bisa lebih Berkhidmat dalam melakukan segala hal tentang ucapan, tingkah laku, dan hal-hal strategis yang bisa sangat berdampak terhadap apa-apa yang dilakukannya kapanpun dan dimanapun berada" jelas Ton Abdillah Haz. Dari FOKAL IMM Malang yang diwakili oleh Tsalis Rifa'i, ST. juga menyampaikan bahwa kader IMM sekarang harus lebih tanggap dengan perubahan jaman dan lebih cepat merespon segala hal yang terjadi dan yang akan terjadi, karena sekarang jamannya beda dengan jaman dulu maka kader IMM harus pandai dalam bermasyarakat dan beragama. 


Diakhir acara pelantikan, pimpinan cabang IMM Malang Raya mengadakan acara ramah tamah antar pimpinan dan anggota kadernya sambil diiringi lagu-lagu perjuangan IMM. (Izzudin/Rid)
Kepala Sekolah SMK Mutu H. Pahri, S.Ag. MM ketika menerima penghargaan Kitto Award 2016

Prestasi Nasional kembali ditorehkan SMK Muh 7 Gondanglegi, penghargaan  kali ini dipersembahkan oleh Kepala Sekolah, H Pahri S.Ag. MM.

Kepala SMK Rujukan Nasional ini mendapat penghargaan Kitto Award 2016 dari Penerbit Kitto Book Mahesa. Ketua Panel Kitto Award 2016, Drs Mustagfirin Amin MBA yang juga Direktur PSMK Kemdikbud RI mengatakan, mereka adalah Kepala SMK Hebat. Sudah sepantas nya mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat dan Ilmu yang dimiliki dapat dirujuk SMK yang lain.

Tim Panel Kitto Award 2016 terdiri dari, Direktorat PSMK, Drs Mustagfirin Amin,  Rektor Surplus Motivation Prof Wahyudi, Kepala P4TK Malang Dr Sumarno dan Direktur Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Jakarta, Dr Amelia Djalil.

Perlu diketahui ada 30 Kepala SMK Negeri dan Swata yang mendapat penghargaan pada hari ini (30 Okt 2016). Bertempat di Hotel Santika Malang. Mereka berasal dari SMK-SMK Terbaik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

"Kitto Award 2016  diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, dedikasi dan rekam jejak yang prestatif para kepala SMK," Kata akhir dari sambutan Direktur Kitto Mahesa, David Ming dengan bangga. Selamat. Selamat dan Sukses Selalu. (Suherman.)
Kepala Sekolah SMK Mutu H. Pahri, S.Ag. MM ketika menerima penghargaan Kitto Award 2016

Prestasi Nasional kembali ditorehkan SMK Muh 7 Gondanglegi, penghargaan  kali ini dipersembahkan oleh Kepala Sekolah, H Pahri S.Ag. MM.

Kepala SMK Rujukan Nasional ini mendapat penghargaan Kitto Award 2016 dari Penerbit Kitto Book Mahesa. Ketua Panel Kitto Award 2016, Drs Mustagfirin Amin MBA yang juga Direktur PSMK Kemdikbud RI mengatakan, mereka adalah Kepala SMK Hebat. Sudah sepantas nya mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan masyarakat dan Ilmu yang dimiliki dapat dirujuk SMK yang lain.

Tim Panel Kitto Award 2016 terdiri dari, Direktorat PSMK, Drs Mustagfirin Amin,  Rektor Surplus Motivation Prof Wahyudi, Kepala P4TK Malang Dr Sumarno dan Direktur Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) Jakarta, Dr Amelia Djalil.

Perlu diketahui ada 30 Kepala SMK Negeri dan Swata yang mendapat penghargaan pada hari ini (30 Okt 2016). Bertempat di Hotel Santika Malang. Mereka berasal dari SMK-SMK Terbaik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

"Kitto Award 2016  diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, dedikasi dan rekam jejak yang prestatif para kepala SMK," Kata akhir dari sambutan Direktur Kitto Mahesa, David Ming dengan bangga. Selamat. Selamat dan Sukses Selalu. (Suherman.)

Kamis, 27 Oktober 2016


Dalam rangka menyemarakkan hari kelahiran (milad) Muhammadiyah ke-104 M, Pimpinan WIlayah Muhammadiyah Jawa Timur menyelenggarakan Tabligh Akbar yang dipusatkan di Stadion Gelora Bangkalan, Jl. Soekarno Hatta, Kabupaten Bangkalan pada hari Ahad, 27 Nopember 2016. dengan tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.





Dalam rangka menyemarakkan hari kelahiran (milad) Muhammadiyah ke-104 M, Pimpinan WIlayah Muhammadiyah Jawa Timur menyelenggarakan Tabligh Akbar yang dipusatkan di Stadion Gelora Bangkalan, Jl. Soekarno Hatta, Kabupaten Bangkalan pada hari Ahad, 27 Nopember 2016. dengan tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.




Rabu, 26 Oktober 2016

Posted by kholimi Posted on Oktober 26, 2016 | No comments

Jebolan SMK Mutu Semakin Dipercaya Perusahaan Nasional


malangmu.or.id - Sukses mengantarkan 11 siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi bekerja di PT Grogol, PT ERM Balikpapan dan PT Nipindo Jakarta,  (26/10/16),  Indonesia Learning Center (ILC) meningkatkan status kerjasama dengan membuka Training Class.

Kelas ini, kata Direktur ILC, Ir. Jakfar Shodiq dipersiapkan bagi siswa kelas 12 untuk membangun  personality and character. Kepribadian dan karakter itu sangat dibutuhkan industri.

Disamping itu kata Jakfar untuk memenuhi  permintaan industri konstruksi dan alat berat yang jumlahnya cukup besar.

"Saya bangga, dari 11 siswa tersebut, semua di terima perusahaan sebagai karyawan tetap, bukan tenaga kontrak, " jelas Jakfar yang percaya penuh terhadap kualitss proses pendidikan dan pengajaran di SMK Mutu.


Perlu diketahui, 11 siswa itu berasal dari Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor dan Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik.

Sebelum bergabung dengan perusahaan, mereka ditraining secara khusus oleh ILC selama 3 bulan. Bidang kerja yang ditekuni berhubungan dengan teknisi alat berat, dunia otomotif dan kelistrikan.

"Awal Nopember, ILC Class ini sudah mulai berjalan di sekolah. Pada pertemuan perdana orang tua akan diundang," kata Direktur BKK SMK Mutu Gondanglegi, Drs. Handoko Suyitno membeberkan program kerjanya.

Selamat dan sukses untuk kesekian kalinya SMK Mutu Gondanglegi  menggandeng Dudi, mengantarkan putra terbaik nya bekerja di industri. (Fahri)
Posted by hilmi Posted on Oktober 26, 2016 | No comments

Jebolan SMK Mutu Semakin Dipercaya Perusahaan Nasional


malangmu.or.id - Sukses mengantarkan 11 siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi bekerja di PT Grogol, PT ERM Balikpapan dan PT Nipindo Jakarta,  (26/10/16),  Indonesia Learning Center (ILC) meningkatkan status kerjasama dengan membuka Training Class.

Kelas ini, kata Direktur ILC, Ir. Jakfar Shodiq dipersiapkan bagi siswa kelas 12 untuk membangun  personality and character. Kepribadian dan karakter itu sangat dibutuhkan industri.

Disamping itu kata Jakfar untuk memenuhi  permintaan industri konstruksi dan alat berat yang jumlahnya cukup besar.

"Saya bangga, dari 11 siswa tersebut, semua di terima perusahaan sebagai karyawan tetap, bukan tenaga kontrak, " jelas Jakfar yang percaya penuh terhadap kualitss proses pendidikan dan pengajaran di SMK Mutu.


Perlu diketahui, 11 siswa itu berasal dari Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor dan Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik.

Sebelum bergabung dengan perusahaan, mereka ditraining secara khusus oleh ILC selama 3 bulan. Bidang kerja yang ditekuni berhubungan dengan teknisi alat berat, dunia otomotif dan kelistrikan.

"Awal Nopember, ILC Class ini sudah mulai berjalan di sekolah. Pada pertemuan perdana orang tua akan diundang," kata Direktur BKK SMK Mutu Gondanglegi, Drs. Handoko Suyitno membeberkan program kerjanya.

Selamat dan sukses untuk kesekian kalinya SMK Mutu Gondanglegi  menggandeng Dudi, mengantarkan putra terbaik nya bekerja di industri. (Fahri)
Siswa SMK Mutu selesai mengikuti BM Teaching Bank BNI Syariah

MALANG - Ada yang tidak biasa dalam pembelajaran terkait perbankan di SMK Muhammadiyah 7 (SMK MUTU) Gondanglegi Kabupaten Malang, Selasa (25/10) kemarin. Kelas perbankan ini tidak diajarkan guru seperti biasanya, melainkan oleh praktisi langsung perbankan syari'ah.
Sang pengajar kali diketahui bernama Yuddy Tresna Fadias. Belakangan, ia adalah kepala cabang BNI Syariah Malang. Yuddy menyempatkan diri terjun langsung memberikan wawasan soal perbankan syariah kepada para siswa dalam program kegiatan bertajuk Branch Manager Teaching: Mengenal BNI Syariah ini.

Acara yang berlangsung pada hari Selasa,  25 Oktober 2016, ini diikuti oleh seluruh siswa program keahlian perbankan sejumlah lebih dari 300 siswa dari kelas X, XI, XII Perbankan. BM Teaching  BNI Syariah ini bertempat di aula SMK setempat.

Kepala program keahlian Perbankan SMK Muhammadiyah 7, Virdina Astiningsih SE mengatakan, penguatan materi tentang perbankan sangat penting guna mendukung penguasaan kompetensi di bidang perbankan bagi siswa yang disiapkan untuk bekerja di bank. Acara BM TEACHING BNI SYARIAH ini sendiri merupakan perwujudan program teaching factory program keahlian perbankan menindaklanjuti kerja sama BNI syariah dengan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang telah terjalin.

Sementara itu, Kepala cabang BNI Syariah Malang, Yudha Krisna,  Berharap setelah teaching class ini peserta didik dapat memperoleh gambaran tentang produk dan jasa bank yang didukung dengan etika dalam pelayanan akan menyempurnakan kompetensi pada saat lulus dan bekerja di bank kelak.

Selain diberi pengetahuan tentang produk simpanan dan pembiayaan yang bervariasi, siswa juga mendapat pencerahan tentang pentingnya etika dalam pelayanan yang menjadi satu kesatuan dalam menjual produk bank.  Selain itu, lanjutnya, bekerja di bank syariah memberi keberkahan karena penghasilan yang diperoleh bebas dari riba dan hal-hal yang dilarang agama.
Dalam sesi yang berlangsung sekitar 3 jam ini,  BNI menyediakan beberapa souvenir menarik bagi siswa yang mengajukan dan menjawab pertanyaan. Tidak sedikit siswa yang antusias bertanya terkait dengan kebutuhan pegawai bank dari lulusan SMK. Sehingga banyak pertanyaan yang mengarah pada syarat-syarat menjadi pegawai bank secara umum.

Sebelum mengakhiri sesi, pihak BNI Syariah berpesan agar tidak berhenti menambah ilmu tentang perbankan guna memenuhi kriteria menjadi pegawai bank yang profesional.  Harapannya, nantinya ada siswa lulusan perbankan SMK MUTU yang menjadi bagian dari BNI Syariah dan harus siap ditempatkan di kantor cabang BNI seluruh Indonesia. (amin)
Siswa SMK Mutu selesai mengikuti BM Teaching Bank BNI Syariah

MALANG - Ada yang tidak biasa dalam pembelajaran terkait perbankan di SMK Muhammadiyah 7 (SMK MUTU) Gondanglegi Kabupaten Malang, Selasa (25/10) kemarin. Kelas perbankan ini tidak diajarkan guru seperti biasanya, melainkan oleh praktisi langsung perbankan syari'ah.
Sang pengajar kali diketahui bernama Yuddy Tresna Fadias. Belakangan, ia adalah kepala cabang BNI Syariah Malang. Yuddy menyempatkan diri terjun langsung memberikan wawasan soal perbankan syariah kepada para siswa dalam program kegiatan bertajuk Branch Manager Teaching: Mengenal BNI Syariah ini.

Acara yang berlangsung pada hari Selasa,  25 Oktober 2016, ini diikuti oleh seluruh siswa program keahlian perbankan sejumlah lebih dari 300 siswa dari kelas X, XI, XII Perbankan. BM Teaching  BNI Syariah ini bertempat di aula SMK setempat.

Kepala program keahlian Perbankan SMK Muhammadiyah 7, Virdina Astiningsih SE mengatakan, penguatan materi tentang perbankan sangat penting guna mendukung penguasaan kompetensi di bidang perbankan bagi siswa yang disiapkan untuk bekerja di bank. Acara BM TEACHING BNI SYARIAH ini sendiri merupakan perwujudan program teaching factory program keahlian perbankan menindaklanjuti kerja sama BNI syariah dengan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang telah terjalin.

Sementara itu, Kepala cabang BNI Syariah Malang, Yudha Krisna,  Berharap setelah teaching class ini peserta didik dapat memperoleh gambaran tentang produk dan jasa bank yang didukung dengan etika dalam pelayanan akan menyempurnakan kompetensi pada saat lulus dan bekerja di bank kelak.

Selain diberi pengetahuan tentang produk simpanan dan pembiayaan yang bervariasi, siswa juga mendapat pencerahan tentang pentingnya etika dalam pelayanan yang menjadi satu kesatuan dalam menjual produk bank.  Selain itu, lanjutnya, bekerja di bank syariah memberi keberkahan karena penghasilan yang diperoleh bebas dari riba dan hal-hal yang dilarang agama.
Dalam sesi yang berlangsung sekitar 3 jam ini,  BNI menyediakan beberapa souvenir menarik bagi siswa yang mengajukan dan menjawab pertanyaan. Tidak sedikit siswa yang antusias bertanya terkait dengan kebutuhan pegawai bank dari lulusan SMK. Sehingga banyak pertanyaan yang mengarah pada syarat-syarat menjadi pegawai bank secara umum.

Sebelum mengakhiri sesi, pihak BNI Syariah berpesan agar tidak berhenti menambah ilmu tentang perbankan guna memenuhi kriteria menjadi pegawai bank yang profesional.  Harapannya, nantinya ada siswa lulusan perbankan SMK MUTU yang menjadi bagian dari BNI Syariah dan harus siap ditempatkan di kantor cabang BNI seluruh Indonesia. (amin)
Tim Futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

KEPANJEN - Tim Futsal SMK Muhammadiyah kembali berjaya di ajang Liga futsal Kabupaten Malang (LIFUKAB) 2016 sepekan terakhir. Berlaga di Divisi Utama Lifukab Malang, permainan tim futsal SMKM Kepanjen tak tertandingi tim-tim kontestan lainnya. Hasilnya, sementara ini tim SMK Muhammadiyah 1 berjaya sebagai juara paruh musim pertama.

Tim futsal SMKM 1 berhasil mengunci juara paruh musim ini setelah mampu meraih poin sempurna pada laga matchday 3, Minggu (23/10) lalu, di lapangan Nenjap One Kepanjen. Di partai ini, tim melakoni dua laga mengungguli dua tim lawan. Yakni, mengalahkan tim Kaki Mas Kembar dengan skor 8-3, kemudian kembali mencukur tim lawan SFC Balamula dengan skor 9-3.

Hendra, manajer tim futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengaku bangga dengan hasil anak asuhnya. Hasil sementara sebagai juara di paruh musim ini diakui bisa dilalui dengan trend yang di luar prediksi sebelumnya.

"Kami sangat bersyukur bisa menjadi juara paruh musim. Semoga trend positif ini terjaga, apalagi putaran kedua nanti sepertinya akan lebih berat," katanya.
Hebatnya lagi, sepanjang paruh musim Lifukab Malang 2016, timnya belum pernah mengalami kekalahan sekalipun dari lawan. Oleh tim-tim lawan, tim futsal SMKM diakui memiliki kualitas bagus, dengan rolling pemain dan kelompakan per lini yang sama-sama baiknya.

Dengan hasil paruh musim ini, posisi tim SMKM masih ditempel ketat tim tuan rumah Nenjap One. Perebutan juara pun bakal semakin ketat, mengingat perolehan kedua tim hanya terpaut selisih 1 poin. Putaran kedua Lifukab Malang sendiri masih akan digelar pada 4 November mendatang.

Sebelumnya, tim futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen juga sudah mengoleksi beberapa piala dari kejuaraan berbeda. Yakni, di ajang LKS SMK dan Jawara SMK se Kabupaten Malang 2015 lalu. (amin)
Tim Futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

KEPANJEN - Tim Futsal SMK Muhammadiyah kembali berjaya di ajang Liga futsal Kabupaten Malang (LIFUKAB) 2016 sepekan terakhir. Berlaga di Divisi Utama Lifukab Malang, permainan tim futsal SMKM Kepanjen tak tertandingi tim-tim kontestan lainnya. Hasilnya, sementara ini tim SMK Muhammadiyah 1 berjaya sebagai juara paruh musim pertama.

Tim futsal SMKM 1 berhasil mengunci juara paruh musim ini setelah mampu meraih poin sempurna pada laga matchday 3, Minggu (23/10) lalu, di lapangan Nenjap One Kepanjen. Di partai ini, tim melakoni dua laga mengungguli dua tim lawan. Yakni, mengalahkan tim Kaki Mas Kembar dengan skor 8-3, kemudian kembali mencukur tim lawan SFC Balamula dengan skor 9-3.

Hendra, manajer tim futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengaku bangga dengan hasil anak asuhnya. Hasil sementara sebagai juara di paruh musim ini diakui bisa dilalui dengan trend yang di luar prediksi sebelumnya.

"Kami sangat bersyukur bisa menjadi juara paruh musim. Semoga trend positif ini terjaga, apalagi putaran kedua nanti sepertinya akan lebih berat," katanya.
Hebatnya lagi, sepanjang paruh musim Lifukab Malang 2016, timnya belum pernah mengalami kekalahan sekalipun dari lawan. Oleh tim-tim lawan, tim futsal SMKM diakui memiliki kualitas bagus, dengan rolling pemain dan kelompakan per lini yang sama-sama baiknya.

Dengan hasil paruh musim ini, posisi tim SMKM masih ditempel ketat tim tuan rumah Nenjap One. Perebutan juara pun bakal semakin ketat, mengingat perolehan kedua tim hanya terpaut selisih 1 poin. Putaran kedua Lifukab Malang sendiri masih akan digelar pada 4 November mendatang.

Sebelumnya, tim futsal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen juga sudah mengoleksi beberapa piala dari kejuaraan berbeda. Yakni, di ajang LKS SMK dan Jawara SMK se Kabupaten Malang 2015 lalu. (amin)

Selasa, 25 Oktober 2016

Posted by kholimi Posted on Oktober 25, 2016 | No comments

Gembleng Kader, PC IPM Gondanglegi Adakan Taruna Melati I

Peserta Pelatihan Kader Taruna Melati I PC IPM Gondanglegi

Musim hujan tidak menjadi penghalang bagi Ipmawan-ipmawati Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Gondanglegi untuk menyelenggarakan suatu kegiatan. Mengambil momen pasca UTS dan sebelum ujian semester di sekolah masing-masing, PC IPM Gondanglegi memutuskan untuk menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati I pada hari Jum’at sampai dengan Ahad tanggal 21 – 23 Oktober 2016 dan mengusung tema “ Jauhi Kebodohan Dekati Prestasi, Mendorong Pelajar Berkemajuan “. Dan sengaja memilih tempat yang kondusif untuk kegiatan pengkaderan yaitu masjid Al Khairat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sepanjang Gondanglegi. Tentu saja kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh semua komponen Persyarikatan Muhammadiyah di Gondanglegi mulai dari PCM, PCA, SMK Muhammadiyah 7, SMP Muhammadiyah 9 dan yang pasti PRM, PRA Sepanjang serta TK ABA 2 sebagai tuan rumahnya.

Peserta TM I Putri Semangat Mengikuti Acara

Bapak Munali, S.T (staf pengajar SMK Mutu Gondanglegi) sebagai pemateri pertama memberikan ilmu tentang kepemimpinan dan dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Ustadzah Chotitah Anggun Dumiyangsari, S.IP alumni Hubungan Internasional UMM yang membawakan materi dasar-dasar fotografi. Ba’da shalat Maghrib, ibu-ibu ‘Aisyiyah Sepanjang Gondanglegi sudah menyiapkan soto ayam untuk menu makan malam hari pertama kegiatan ini.
Setelah shalat Isya’, materi “Berwira usaha sambil berdakwah” disampaikan oleh Bpk. Drs. Parngadi, M.Pd (Kasek SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi). Dalam materinya beliau menyampaikan tentang pentingnya meniru pola dakwah yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan yaitu berdagang batik sambil mendakwahkan Islam yang berkemajuan.

Dan materi penutup hari pertama tentang Wawasan Kebangsaan dalam perspektif Muhammadiyah” disampaikan oleh Bpk. Masturin Adi Wijaya (Sekretaris Tamir Masjid Al Khairat Sepanjang). Muhammadiyah ikut membidani lahirnya NKRI, Muhammadiyah juga tidak akan pernah berhenti untuk menyinari negeri ini dan tentu saja. Muhammadiyah juga tidak akan rela jika negeri ini dikoyak-koyak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terlebih oleh kepentingan asing, begitulah yang disampaikan oleh beliau.

Hari Kedua Sabtu 22 Oktober 2016, setelah shalat subuh berjama’ah kegiatan dibuka dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan jalan-jalan melintasi perkampungan di sekitar masjid Al Khairat Sepanjang. Pada hari kedua ini materi difokuskan tentang Ikatan Pelajar Muhammadiyah diawali dengan keorganisasian, persidangan, visi dan misi serta motivasi ikut IPM yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah IPM Kab. Malang dan Pimpinan Wilayah IPM Jatim. Ba’da shalat Ashar, Ustadz A. Yusuf Wibisono menyampaikan materi tentang Thaharah sesuai Keputusan Tarjih  Muhammadiyah. Materi ini dipilih karena wudhu adalah kunci pembuka shalat oleh karena itu tema ini sangat strategis untuk disampaikan kepada para kader IPM. Sebagai penutup materi hari kedua adalah tentang Masalah Lima yang disampaikan oleh Ustadzah Azmi Rizqi Ula (mahasiswa S2 UIN Maliki Malang yang juga alumni PPUT UMY).

Pukul 07.00 WIB materi game dan outbond dimulai. Materi ini sebagai penutup kegiatan PKTM I pada hari terakhir yang bertujuan untuk membangun kekompakan, kebersamaan, kepemimpinan, membentuk mental & karakter kader yang kuat dan militan. Hal tersebut sangat dibutuhkan oleh kader IPM sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Pada sesi ini peserta yang jumlah nya 60 siswa terdiri dari 38 putri dan 22 putra dibagi menjadi enam kelompok. Dengan semangat yang luar biasa, tak kenal lelah dan menyerah serta bermandikan lumpur sawah masing-masing kelompok selalu menyuarakan yel-yel yang telah mereka bikin sebelum berangkat ke arena outbond yaitu Wadukan Sepanjang dan sekitarnya. Tepat pukul 10.00 WIB seluruh peserta kembali ke basecamp masing-masing yaitu peserta putra di ruang kelas A & B TK ABA 2 Sepanjang dan peserta putri di rumah-rumah jama’ah masjid Al Khairat Sepanjang yang secara sukarela bersedia ditempati demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

Menjelang waktu Dzuhur seluruh peserta sudah kembali ke masjid Al Khairat untuk mengikuti shalat berjama’ah, makan siang dan persiapan closing ceremony. Secara resmi kegiatan Pelatihan Kader Taruna Melati 1 IPM Gondanglegi ini ditutup oleh Masturin Adi Wijaya selaku Sekretaris PCM Gondanglegi. Semakin bertambah keimanan dan ketaqwaannya, semakin kompak, semakin militant dalam menggerakkan IPM Gondanglegi itulah harapan yang disampaikan oleh Sekretaris PCM Gondanglegi dalam sambutan penutupan kegiatan ini.

Sebelum para peserta kembali ke rumah masing-masing, Panitia membagikan hadiah hasil beberapa lomba yang dilaksanakan yaitu lomba fotografi, game dan outbond serta pengumuman peserta paling gokil.

Seperti lazimnya kegiatan IPM, setelah para peserta kegiatan kembali ke rumah masing-masing maka seluruh Panitia melaksanakan kegiatan membersihkan lokasi yang digunakan kegiatan serta langsung melaksanakan rapat evaluasi sampai menjelang waktu shalat Isya’.
Selamat bermuktamar XX di Samarinda, IPM Jaya (turin)
Posted by Ridlo Posted on Oktober 25, 2016 | 1 comment

Gembleng Kader, PC IPM Gondanglegi Adakan Taruna Melati I

Peserta Pelatihan Kader Taruna Melati I PC IPM Gondanglegi

Musim hujan tidak menjadi penghalang bagi Ipmawan-ipmawati Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Gondanglegi untuk menyelenggarakan suatu kegiatan. Mengambil momen pasca UTS dan sebelum ujian semester di sekolah masing-masing, PC IPM Gondanglegi memutuskan untuk menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati I pada hari Jum’at sampai dengan Ahad tanggal 21 – 23 Oktober 2016 dan mengusung tema “ Jauhi Kebodohan Dekati Prestasi, Mendorong Pelajar Berkemajuan “. Dan sengaja memilih tempat yang kondusif untuk kegiatan pengkaderan yaitu masjid Al Khairat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sepanjang Gondanglegi. Tentu saja kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh semua komponen Persyarikatan Muhammadiyah di Gondanglegi mulai dari PCM, PCA, SMK Muhammadiyah 7, SMP Muhammadiyah 9 dan yang pasti PRM, PRA Sepanjang serta TK ABA 2 sebagai tuan rumahnya.

Peserta TM I Putri Semangat Mengikuti Acara

Bapak Munali, S.T (staf pengajar SMK Mutu Gondanglegi) sebagai pemateri pertama memberikan ilmu tentang kepemimpinan dan dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Ustadzah Chotitah Anggun Dumiyangsari, S.IP alumni Hubungan Internasional UMM yang membawakan materi dasar-dasar fotografi. Ba’da shalat Maghrib, ibu-ibu ‘Aisyiyah Sepanjang Gondanglegi sudah menyiapkan soto ayam untuk menu makan malam hari pertama kegiatan ini.
Setelah shalat Isya’, materi “Berwira usaha sambil berdakwah” disampaikan oleh Bpk. Drs. Parngadi, M.Pd (Kasek SMP Muhammadiyah 9 Gondanglegi). Dalam materinya beliau menyampaikan tentang pentingnya meniru pola dakwah yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan yaitu berdagang batik sambil mendakwahkan Islam yang berkemajuan.

Dan materi penutup hari pertama tentang Wawasan Kebangsaan dalam perspektif Muhammadiyah” disampaikan oleh Bpk. Masturin Adi Wijaya (Sekretaris Tamir Masjid Al Khairat Sepanjang). Muhammadiyah ikut membidani lahirnya NKRI, Muhammadiyah juga tidak akan pernah berhenti untuk menyinari negeri ini dan tentu saja. Muhammadiyah juga tidak akan rela jika negeri ini dikoyak-koyak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terlebih oleh kepentingan asing, begitulah yang disampaikan oleh beliau.

Hari Kedua Sabtu 22 Oktober 2016, setelah shalat subuh berjama’ah kegiatan dibuka dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan jalan-jalan melintasi perkampungan di sekitar masjid Al Khairat Sepanjang. Pada hari kedua ini materi difokuskan tentang Ikatan Pelajar Muhammadiyah diawali dengan keorganisasian, persidangan, visi dan misi serta motivasi ikut IPM yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah IPM Kab. Malang dan Pimpinan Wilayah IPM Jatim. Ba’da shalat Ashar, Ustadz A. Yusuf Wibisono menyampaikan materi tentang Thaharah sesuai Keputusan Tarjih  Muhammadiyah. Materi ini dipilih karena wudhu adalah kunci pembuka shalat oleh karena itu tema ini sangat strategis untuk disampaikan kepada para kader IPM. Sebagai penutup materi hari kedua adalah tentang Masalah Lima yang disampaikan oleh Ustadzah Azmi Rizqi Ula (mahasiswa S2 UIN Maliki Malang yang juga alumni PPUT UMY).

Pukul 07.00 WIB materi game dan outbond dimulai. Materi ini sebagai penutup kegiatan PKTM I pada hari terakhir yang bertujuan untuk membangun kekompakan, kebersamaan, kepemimpinan, membentuk mental & karakter kader yang kuat dan militan. Hal tersebut sangat dibutuhkan oleh kader IPM sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. Pada sesi ini peserta yang jumlah nya 60 siswa terdiri dari 38 putri dan 22 putra dibagi menjadi enam kelompok. Dengan semangat yang luar biasa, tak kenal lelah dan menyerah serta bermandikan lumpur sawah masing-masing kelompok selalu menyuarakan yel-yel yang telah mereka bikin sebelum berangkat ke arena outbond yaitu Wadukan Sepanjang dan sekitarnya. Tepat pukul 10.00 WIB seluruh peserta kembali ke basecamp masing-masing yaitu peserta putra di ruang kelas A & B TK ABA 2 Sepanjang dan peserta putri di rumah-rumah jama’ah masjid Al Khairat Sepanjang yang secara sukarela bersedia ditempati demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

Menjelang waktu Dzuhur seluruh peserta sudah kembali ke masjid Al Khairat untuk mengikuti shalat berjama’ah, makan siang dan persiapan closing ceremony. Secara resmi kegiatan Pelatihan Kader Taruna Melati 1 IPM Gondanglegi ini ditutup oleh Masturin Adi Wijaya selaku Sekretaris PCM Gondanglegi. Semakin bertambah keimanan dan ketaqwaannya, semakin kompak, semakin militant dalam menggerakkan IPM Gondanglegi itulah harapan yang disampaikan oleh Sekretaris PCM Gondanglegi dalam sambutan penutupan kegiatan ini.

Sebelum para peserta kembali ke rumah masing-masing, Panitia membagikan hadiah hasil beberapa lomba yang dilaksanakan yaitu lomba fotografi, game dan outbond serta pengumuman peserta paling gokil.

Seperti lazimnya kegiatan IPM, setelah para peserta kegiatan kembali ke rumah masing-masing maka seluruh Panitia melaksanakan kegiatan membersihkan lokasi yang digunakan kegiatan serta langsung melaksanakan rapat evaluasi sampai menjelang waktu shalat Isya’.
Selamat bermuktamar XX di Samarinda, IPM Jaya (turin)

Senin, 24 Oktober 2016

Tim Lazismu dan MDMC Malang raya bersama Hendik Arso [kepala desa Pujiharjo, depan ketiga dari kanan] saat penyerahan bantuan secara simbolis ke warga terdampak bencana banjir bandang
Lazismu dan Lembaga Penanggulangan Bercana (LPB)MDMC Malang Raya [Kabupaten, Kota Malang dan Batu] untuk kali pertama melakukan aksi ‘berbagi bersama untuk sesama’ ke daerah terpencil yang berada di kecamatan Tirtoyudo kabupaten Malang tepatnya di desa Pujiharjo yang jarak tempuhnya sekitar 3 jam dari kota Malang. dipilihnya desa Pujiharjo sebagai obyek atau sasaran da’wah dikarenakan satu bulan yang lalu desa ini terkena bencana alam berupa ‘banjir bandang’ yang mengakibatkan satu rumah hanyut, satu rumah rusak parah, delapan rumah rusak sedang, dan 43 rumah rusak ringan serta 64 keluarga harus mengungsi.

Ceremonial bakti sosialLlazismu dan MDMCmalang raya di pendopo kantor desa Pujiharjo kec. Tirtoyudo kab. Malang

Desa Pujiharjo yang mayoritas penduduknya beragama kristen, pasca terjadinya bencana membutuhkan bantuan makanan, pakaian layak dan air bersih. bantuan material untuk perbaikan rumah, utamanya bagi penduduk yang rumahnya hilang tersapu banjir, perbaikan fasilitas umum (jalan kampung/desa, sekolah dan juga tempat ibadah) juga masih terus dilakukan oleh dinas terkait pemkab malang. perjalanan tim lazismu dan mdmc dari kota malang pagi hari itu sabtu [22/10/2016] sempat terhenti dikarenakan di ujung jalan desa Sumbertangkil sebelum masuk desa Pujiharjo ada pekerjaan perbaikan jalan yang longsor dengan alat berat oleh BPBD kab. Malang. setibanya pukul 11.30 WIB. rombongan tim Lazismu dan MDMC Malang raya (dengan belasan kendaraan roda empat dan roda dua) serta dukungan tim medis RS. Islam ‘Aisyiyah Malang dan RSU-UMM lengkap dengan mobil ambulance) di lokasi disambut hangat dan antusias kepala desa beserta perangkat desa Pujiharjo dan juga warga masyarakat setempat.

Perjalanan yang sempat terhenti di ujung jalan desa Sumbertangkil sebelum memasuki desa Pujiharjo, akibat tanah longsor

Selain membagikan lebih dari 200 paket sembako dan makanan kalengan, pakaian layak pakai, paket pendidikan (buku-buku dan atau alat-alat tulis) dan puluhan dos air mineral, pada kesempatan itu juga dilakukan pemeriksaan (cek-up) kesehatan plus obat-obatan yang dipusatkan di pendopo kantor desa Pujiharjo. Bantuan yang diberikan oleh muhammadiyah Malang Raya melalui Lazismu dan MDMC sangat berguna dan semoga mendatangkan manfaat kebaikan bagi semuanya khususnya warga masyarakat desa Pujiharjo yang terkena dampak banjir bandang, terang Hendik Arso kepala desa Pujiharjo pada kata sambutannya.

Kondisi jalan menuju/memasuki desa pujiharjo [22/10/2016] hujan dan kabut tebal saat perbaikan agar bisa dilalui kembali oleh pengguna jalan
Guyuran hujan lebat siang itu sama sekali tak menyurutkan semangat tim Lazismu dan MDMC Malang raya yang berbaur, berbagi kegembiraaan bersama dengan antusias warga masyarakat desa Pujiharjo. Ucapan terima kasih kepada masyarakat desa Pujiharjo atas disambutnya dengan penuh kekeluargaan dan rasa persaudaraan tim Lazismu dan MDMC Malang raya, dengan harapan mudah-mudahan momen penting ini menjadi perekat hubungan diantara pemerintah dan masyarakat desa Pujiharjo dengan Muhammadiyah sebagai organisasi/gerakan da’wah islam di bidang pendidikan, sosial dan kesehatan yang manfaatnnya telah dirasakan hingga detik ini dengan amal usaha yang terus tumbuh dan berkembang di pelosok nusantara, disampaikan Hariadi, S.AP.[Ketua divisi pengembangan lazismu kabupaten Malang] pada kata sambutannya.

Mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. salah seorang Ketua PP Muhammadiyah ; “perhatian kepada orang miskin dan dhuafa menjadi prioritas gerakan Muhammadiyah. dalam perkembangannya, muhammadiyah tumbuh menjadi besar. tidak hanya lembaga sosial, pendidikan dan tabligh yang berdiri kokoh. saat ini, muhammadiyah memiliki lembaga zakat, infak dan sedekah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Penanggulangan Bencana disebutnya sebagai trisula baru gerakan Muhammadiyah. artinya potensi gerakan sosial dan dakwah Muhammadiyah ke depan akan semakin besar di luar isu-isu strategis dan ke-Islaman (kalam jadid)”, jelas Rossi Hendrawan ketua LPB/MDMC kabupaten Malang. (Hari)
Tim Lazismu dan MDMC Malang raya bersama Hendik Arso [kepala desa Pujiharjo, depan ketiga dari kanan] saat penyerahan bantuan secara simbolis ke warga terdampak bencana banjir bandang
Lazismu dan Lembaga Penanggulangan Bercana (LPB)MDMC Malang Raya [Kabupaten, Kota Malang dan Batu] untuk kali pertama melakukan aksi ‘berbagi bersama untuk sesama’ ke daerah terpencil yang berada di kecamatan Tirtoyudo kabupaten Malang tepatnya di desa Pujiharjo yang jarak tempuhnya sekitar 3 jam dari kota Malang. dipilihnya desa Pujiharjo sebagai obyek atau sasaran da’wah dikarenakan satu bulan yang lalu desa ini terkena bencana alam berupa ‘banjir bandang’ yang mengakibatkan satu rumah hanyut, satu rumah rusak parah, delapan rumah rusak sedang, dan 43 rumah rusak ringan serta 64 keluarga harus mengungsi.

Ceremonial bakti sosialLlazismu dan MDMCmalang raya di pendopo kantor desa Pujiharjo kec. Tirtoyudo kab. Malang

Desa Pujiharjo yang mayoritas penduduknya beragama kristen, pasca terjadinya bencana membutuhkan bantuan makanan, pakaian layak dan air bersih. bantuan material untuk perbaikan rumah, utamanya bagi penduduk yang rumahnya hilang tersapu banjir, perbaikan fasilitas umum (jalan kampung/desa, sekolah dan juga tempat ibadah) juga masih terus dilakukan oleh dinas terkait pemkab malang. perjalanan tim lazismu dan mdmc dari kota malang pagi hari itu sabtu [22/10/2016] sempat terhenti dikarenakan di ujung jalan desa Sumbertangkil sebelum masuk desa Pujiharjo ada pekerjaan perbaikan jalan yang longsor dengan alat berat oleh BPBD kab. Malang. setibanya pukul 11.30 WIB. rombongan tim Lazismu dan MDMC Malang raya (dengan belasan kendaraan roda empat dan roda dua) serta dukungan tim medis RS. Islam ‘Aisyiyah Malang dan RSU-UMM lengkap dengan mobil ambulance) di lokasi disambut hangat dan antusias kepala desa beserta perangkat desa Pujiharjo dan juga warga masyarakat setempat.

Perjalanan yang sempat terhenti di ujung jalan desa Sumbertangkil sebelum memasuki desa Pujiharjo, akibat tanah longsor

Selain membagikan lebih dari 200 paket sembako dan makanan kalengan, pakaian layak pakai, paket pendidikan (buku-buku dan atau alat-alat tulis) dan puluhan dos air mineral, pada kesempatan itu juga dilakukan pemeriksaan (cek-up) kesehatan plus obat-obatan yang dipusatkan di pendopo kantor desa Pujiharjo. Bantuan yang diberikan oleh muhammadiyah Malang Raya melalui Lazismu dan MDMC sangat berguna dan semoga mendatangkan manfaat kebaikan bagi semuanya khususnya warga masyarakat desa Pujiharjo yang terkena dampak banjir bandang, terang Hendik Arso kepala desa Pujiharjo pada kata sambutannya.

Kondisi jalan menuju/memasuki desa pujiharjo [22/10/2016] hujan dan kabut tebal saat perbaikan agar bisa dilalui kembali oleh pengguna jalan
Guyuran hujan lebat siang itu sama sekali tak menyurutkan semangat tim Lazismu dan MDMC Malang raya yang berbaur, berbagi kegembiraaan bersama dengan antusias warga masyarakat desa Pujiharjo. Ucapan terima kasih kepada masyarakat desa Pujiharjo atas disambutnya dengan penuh kekeluargaan dan rasa persaudaraan tim Lazismu dan MDMC Malang raya, dengan harapan mudah-mudahan momen penting ini menjadi perekat hubungan diantara pemerintah dan masyarakat desa Pujiharjo dengan Muhammadiyah sebagai organisasi/gerakan da’wah islam di bidang pendidikan, sosial dan kesehatan yang manfaatnnya telah dirasakan hingga detik ini dengan amal usaha yang terus tumbuh dan berkembang di pelosok nusantara, disampaikan Hariadi, S.AP.[Ketua divisi pengembangan lazismu kabupaten Malang] pada kata sambutannya.

Mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A. salah seorang Ketua PP Muhammadiyah ; “perhatian kepada orang miskin dan dhuafa menjadi prioritas gerakan Muhammadiyah. dalam perkembangannya, muhammadiyah tumbuh menjadi besar. tidak hanya lembaga sosial, pendidikan dan tabligh yang berdiri kokoh. saat ini, muhammadiyah memiliki lembaga zakat, infak dan sedekah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Penanggulangan Bencana disebutnya sebagai trisula baru gerakan Muhammadiyah. artinya potensi gerakan sosial dan dakwah Muhammadiyah ke depan akan semakin besar di luar isu-isu strategis dan ke-Islaman (kalam jadid)”, jelas Rossi Hendrawan ketua LPB/MDMC kabupaten Malang. (Hari)

Minggu, 23 Oktober 2016

Posted by kholimi Posted on Oktober 23, 2016 | No comments

Turba Memperkuat Sinergi PWM-PDM



Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terus merapatkan barisan dengan melakukan Turba (turun ke bawah). Dalam rangka itu, PWM melakukan konsolidasi organisasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa timur. Kali ini diselenggarakan di gedung Theater DOME Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (23/10/16). Acara dihadiri oleh Pengurus PDM dan Pimpinan Majelis dan Lembaga di bawah PDM Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu, Kota Blitar dan Kab. Blitar.

Dalam sambutannya, Prof Dr. Syamsul Arifin, M.Si mengatakan bahwa konsolidasi itu penting untuk menyinergikan gerakan Muhammadiyah di masa datang dan menyatukan arah yang lebih jitu. Sinergi penting karena seringkali ada banyak informasi yang kurang bisa dipertanggungjawabkan muncul. Salah satunya lewat WhatsApp (WA).

Wakil Ketua PDM Kabupaten Malang itu mengeluh, "Group-group WA yang saya ikuti bisa saja  termuat berbagai informasi secara bebas, yang sulit sekali untuk difilter, sehingga memudahkan kita terjebak pada informasi yang salah. terlebih kemudian ikut menyebarkannya".

Wakil Rektor I UMM itu juga meminta selaku anggota yang ada didalamnya (group-group WA) di manapun termasuk di PWM dapat menyikapinya dengan baik.

Pada kesempatan ini pula, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Hajriyanto Y. Thohari dihadirkan sebagai narasumber utama untuk memberikan wacana dan arahan tentang gerakan Muhammadiyah kontemporer. Paparan itu diharapkan dapat membuka cakrawala berfikir para fungsionaris (pimpinan) di tingkat daerah, dan nantinya dirumuskan agenda konkrit gerakan Muhammadiyah yang berwawasan masa depan. Karenanya, tema “Tantangan Muhammadiyah sebagai Gerakan Filantropis” adalah sangat pas/tepat di era kekikinian yang bisa dibilang semakin sengkurat, yang bisa jadi berimbas pada gerakan Muhammadiyah.

Sebagai ajang konsolidasi, perwakilan dari masing-masing majelis dan lembaga dikumpulkan dalam 6 komisi. Pemaparan prioritas program dan segala keluhan serta hasil disampaikan dalam komisi-komisi yang didengarkan langsung oleh perwakilan pengurus PWM. Bukan hanya mendengarkan, PWM akan bersinergi, mensupport, mengarahkan dan memberikan problem solving jika menemukan kendala dalam menjalankan program kerja. (Thony-Hilmi)