Selasa, 20 September 2016

Posted by hilmi Posted on September 20, 2016 | No comments

TB-HIV Disebabkan “Kumis Tebal”



Emi Yuliana Ulya, MKes dalam Workshop TB-HIV di hotel Best Western OJ Malang, Selasa, 20/09/2016


Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang mengadakan pelatihan dan workshop pemetaan, sekaligus strategi untuk melakukan kegiatan peduli TB-HIV di hotel Best Western OJ, terletak di jln. dr. Cipto Malang selama 2 hari. Kegiatan ini dimulai dari hari Selasa sampai Rabu, 20-21 September 2016.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari unsur pimpinan Ortom Muhammadiyah dan organisasi masyarakat lain pemerhati TB-HIV diseluruh kabupaten Malang. Organisasi peserta pelatihan ini meliputi, PDPM Kabupaten Malang, NA, KNPI, LAZISMU, Majelis Kesehatan PDM Kabupaten Malang, dan Organisasi Aktifis Perempuan "Mahameru".

Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri atau narasumber yang sangat kompeten dibidangnya yaitu dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Emi Yuliana Ulya, M.Kes, selaku koordinator program Peduli TB-HIV, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Ibu Tri Awig Namiastuti, S.Km, M.Kes, (Kasi Penanganan Pemberantasan Penyakit Menular Langsung).

Dalam sesi materi yg disampaikan oleh Emi Yuliana Ulya, M.Kes, mengatakan bahwa, "Munculnya penyakit TB-HIV ini salah satunya adalah dikarenakan situasi lingkungan sekitar atau dalam istilahnya kami sebut "kumis tebal", kepanjangan dari kumuh-miskin-terbelakang". Selain itu TB-HIV ini bisa disebabkan hal lain, "Penyakit TB-HIV ini bisa juga karena penularan virus, dan sebagainya", imbuhnya.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang kesadaran perlunya pencegahan, penanggulangan dan pengobatan TB-HIV ini harus ada kerjasama antara pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. Dalam kesempatan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Tri Awig Namiastuti menyampaikan bahwa, "Penderita TB hampir tersebar di seluruh wilayah kecamatan di kabupaten Malang, namun masyarakat kebanyakan masih belum sadar dan juga belum mau memeriksakan diri". Ketika sudah parah maka akan sulit dan cenderung butuh waktu lama untuk penyembuhannya, hal ini ditegaskan Tri Awig Namiastuti, S.Km, M.Kes. "Padahal jika sudah terdapat gejala-gejala tentang TB harusnya segera diperiksakan di Puskesmas terdekat supaya segera terdeteksi dan diobati hingga sembuh" tegasnya.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah dan menanggulangi penyakit TB-HIV ini perlu ditingkatkan lagi dengan berbagai cara atau metode, di komunitas apapun, di media apapun, dan kapanpun. Bahkan jika perlu, ada CSR Perusahaan yang bisa membantu kelancaran program ini.

Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan Peduli TB-HIV ibu Suliyati, S.Pd, dan Ketua PDA Kab. Malang Ibu Sri Wahyuni berharap, bahwa dengan diadakan bersama dari semua unsur pimpinan ortom Muhammadiyah beserta organisasi masyarakat lain supaya bisa terwujud kerjasama antara Persyarikatan Muhammadiyah (dalam hal ini PDA Kab. Malang) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk program Peduli TB-HIV yang tertuang dalam kesepakatan bersama sehingga bisa dilanjutkan pada target kegiatan-kegiatan nantinya. (Zudin/Mi)

0 komentar:

Posting Komentar