Sabtu, 17 September 2016

Nadjib Hamid (berdiri) memberikan sambutan dalam acara Rakorwil LIK PWM Jatim

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur semakin meneguhkan ghirah dan eksistensinya dalam mewujudkan Dakwah Berkemajuan. Salah satunya, adalah dengan memperkuat sarana dakwah yang lebih banyak memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk mewujudkan sarana dakwah yang kuat melalui media ini, Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) PW Muhammadiyah Jatim menggelar Rakorwil dan Workshop dengan tema Jihad Digital di Era Informasi di Aula lantai 3 Kantor PWM di Jl Kertomenanggal V Kota Surabaya. Workshop ini diikuti sekitar 120 peserta. Mereka merupakan utusan dari Majelis Pustaka dan Informasi PDM se Jawa Timur, ditambah sejumlah perwakilan dari ortom-ortom.

Dalam workshop ini, acara diawali dengan diskusi yang mengangkat tema 'Peran Media dalam Mendorong Pendidikan Karakter, dengan panelis narasumber Nasrullah, MSi (Staf Khusus Mendikbud) dan A. Rohman Budijanto, SH MH (Direktur Eksekutif JPIP). Sesi workshop dilanjutkan dengan pemaparan 'Jihad Digital' yang disampaikan sejumlah narasumber praktisi media ternama dan pegiat sosmed.

Zainal Arifin, narasumber yang juga seorang blogger, menyindir masih kurangnya pemanfaatan fasilitas sosmed untuk sarana dakwah. Padahal, saat ini setiap orang sudah tidak bisa lepas dari fasilitas ponsel pintar berbasis android, yang bisa menyajikan konten data apapun. Termasuk, konten yang berisi syiar dakwah dan kegiatan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah.

Lalu, seperti apa rumusan Jihad Digital ala Muhammadiyah? Sesi dialog saat tema Jihad Digital di Era Informasi ini banyak menarik tanya jawab peserta workshop. Selain bertanya soal penyajian konten dan penggalian informasi dan fakta secara benar, sejumlah peserta juga banyak memberi masukan dan bertukar pendapat mengenai pengelolaan situs online PW Muhammadiyah agar lebih mengena dan bisa menyajikan kemaslahatan bagi pembaca.

Seorang peserta berharap, website resmi muhammadiyah.or.id diharapkan lebih dioptimalkan. Yang bersangkutan juga berharap bisa berbagi informasi langsung dengan situs resmi pwmu.com.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid mengungkapkan, workshop ini merupakan antisipasi perang informasi yang sekarang ada, dimana harus ada upaya perlawanan terhadap amar mungkar yang banyak menyebar di dunia sosmed.

"Kesadaran memanfaatan media digital untuk syiar belum merata dilakukan warga Muhammadiyah.  Muhammadiyah jangan terlalu pasif. Jangan malah membuka konten orang lain, karena mereka lebih eksis menguasai media online," imbaunya. Ditambahkan Najib, dakwah konvensional belum cukup, meskipun penting. Syiar tetap harus juga melalui media online.

"Workshop ini perlu supaya semua warga melek media digital dan punya kesadaran bersama untuk berbuat. Tetapi harus bersinergi. Tidak sendiri-sendiri," pungkasnya. (min)

0 komentar:

Posting Komentar