Rabu, 10 Agustus 2016

Ketua PDM Kab Malang Drs. H. Mursidi, MM., ketika memberikan sambutan
pada pengajian PDM di Wajak (7/8/16).

Akhir Agustus 2016 ini, sejumlah Amal Usaha di lingkungan PD Muhammadiyah Kabupaten Malang bakal berganti pimpinan. Tak terkecuali, kepala sekolah banyak yang akan berganti. Diantaranya, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo, SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen. Hampir semua kepala SMK Muhammadiyah ini akan berakhir masa kerjanya sesuai SK per September 2016 mendatang.

Pada sambutan di Pengajian PDM yang bertempat di Wajak kemarin (7/8/2016), Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang Drs H Mursidi, MM menjelaskan bahwa pergantian kepala sekolah adalah bertujuan untuk regenerasi dan refreshing kepemimpinan supaya keberlangsungan pendidikan dapat terjaga dengan baik. Karen itu, beliau berharap tidak ada persoalan yang serius mensikapi regenerasi kepemimpinan di tubuh AUM ini. Ia mewanti-wanti jangan sampai pergantian kepala sekolah menjadi hubungan yang tidak harmonis antara AUM dengan PCM setempat.

"Mari jadikan sebagai sarana regenerasi dan pengembangan AUM. Kepala sekolah ganti, kemajuan tetap berjalan," demikian pesan dari ketua PDM tersebut.

Mursidi kemudian memaparkan filosofi pensil untuk dimaknai dan diteladani. Menurutnya, pensil merupakan benda yang sangat bernilai. Pensil itu biasanya digunakan oleh para konspetor (ahli menulis) atau digunakan oleh anak-anak kita mencoret tembok sehingga kotor. Tetapi, meski kecil pensil tetap memiliki peran yang hebat dalam mewarnai dunia. Semakin diruncingkan, pensil itu akan semakin berguna dan bermanfaat.

"Pensil juga merupakan gambaran kehidupan manusia. Jika terjadi kesalahan maka bisa dihapus (digosok). Kesalahan yang terjadi diantara kita, mari kita hapus," imbaunya.

Tak cukup itu, pensil ada bungkusnya (kayu/kulitnya). Bagian luarnya selalu dioroti, tetapi isinya selau dinikmati dan digunakan. Isinya diibaratkan Mursidi adalah segumpal daging yang perlu diasah.

Dosen Fakultas Ekonomi UMM ini mengungkapkan tentang filosofi pensil yang memiliki makna yang tinggi bila dicermati dan dipahami.

"Pensil memiliki makna tentang pentingnya mewarnai dunia, mengasah ketajaman berpikir dan berkarya tiada henti, itu yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah. Pensil selalu berkarya tanpa mengenal waktu. Mari kita berkarya seperti pensil dalam Muhammadiyah," pungkasnya. (hilmi/amin)

0 komentar:

Posting Komentar