Selasa, 16 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 16, 2016 | No comments

Perjuangan Srianah Menuai Berkah, Lazismu Semakin Amanah

Srianah penjual kue keliling dan ketiga anaknya yang selalu mengikuti kemanapun
Ibunya jualan sampai belasan kilometer tiap harinya.

Sejak kisah beratnya berjuang mengais rizki dimuat di media online/detik.com [23/07/2016], Srianah semakin banyak dikenal masyarakat dan bersimpati padanya. Wanita tengah baya penjual kue keliling yang setiap harinya mesti berjalan belasan kilometer dengan diikuti oleh ketiga anaknya yang masih usia sekolah dasar kini menuai banyak berkah. Istri dari suwarno yang telah dikaruniai 4 orang anak [2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan] ini harus berperan ganda sebagai Ibu dan juga kepala keluarga. Maklum saja karena sejak suwarno, suaminya menderita sakit/stroke 4 tahun silam, srianah harus jalani ini semua demi keberlangsungan hidup serta kelancaran pendidikan anak-anaknya.

Gambar kiri : rosyidi/sekretaris lazismu kab.malang yang melakukan observasi ke rumah kediaman keluarga srianah yang sedang di rehab/bedah rumah.[28/07/2016]. Gambar kanan : Herunanto menyerahkan bantuan dana mitra pemberdayaan kepada Srianah.[30/07/2016]

Tak pelak berita tentang Srianah tersebut mengundang empati donatur yang mengamanahkan sejumlah dana ke Lazismu kabupaten Malang untuk disalurkan ke yang bersangkutan. Sebagaimana SOP yang ada, maka beberapa hari setelah pemuatan berita tentang Srianah tim lazismu Rosyidi dan Suzzi terlebih dahulu melakukan observasi dengan mendatangi keluarga Srianah di jalan Muharto. Sebuah kawasan padat penduduk dipinggiran DAS brantas kutobedah kota Malang. Setelah dirasa cukup memperoleh data-data yang dibutuhkan tentang kehidupan Srianah dan keluarganya, dua hari kemudian tepatnya pada Sabtu [30/07/2016 pukul 18:00 wib.] Herunanto Endroyono, S.H., Ketua Lazismu kab. Malang dengan didampingi Hariadi, S.AP., Ketua divisi pengembangan Lazismu menuju kediaman Srianah guna penyaluran sejumlah dana yang terhimpun.

Rosyidi/sekretaris lazismu kab.malang sedang memangku putri bungsu Srianah dan Suwarno (suami Srianah) yang menderita sakit sejak 4 tahun terakhir.[28/07/2016]
Dalam kunjungannya, Herunanto juga berpesan kepada Srianah agar dana yang diterima nantinya lebih dititik beratkan penggunaanya untuk mengembangkan usaha dagangnya. Dari data yang didapat oleh tim Lazismu dan dari komunikasi dengan Srianah, bahwa untuk keperluan serta biaya pendidikan putra/putrinya Srianah telah mendapatkan penanganan bantuan dari dinas sosial kota Malang. Sedangkan biaya perawatan maupun berobat rutin bagi suaminya juga telah mendapatkan kemudahan dari dinas kesehatan yang diusulkan oleh kelurahan setempat. "Rumah tempat tinggal srianah juga tengah proses rehap [bedah rumah] dengan bantuan dana pribadi salah seorang anggota polri dari polresta batu yang tidak berkenan disebut namanya," jelas Herunanto.

Srianah yang setiap harinya berjualan kue keliling dengan diikuti ketiga anaknya berjalan belasan kilometer dari ba'da maghrib hingga jelang dini hari.
Sebagaimana program-program mitra pemberdayaan yang telah terealisir, untuk kali ini pun Lazismu kab. Malang selain salurkan bantuan dana juga akan terus melakukan pemantauan ataupun pendampingan serta evaluasi kepada Srianah, bersama menjalin kerjasama dengan lazismu kota malang dikarenakan domisili dan Status kependudukan yang bersangkutan adalah warga kota Malang. Hal ini penting untuk dilakukan agar program-program mitra pemberdayaan bisa memenuhi hasil yang diharapkan yaitu memiliki nilai kemanfaatan yang berjangka panjang. "Profesional di tubuh lazismu menuntut untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam rangka mengemban visi zakat serta tujuan maupun cita-cita besar dibentuknya lazismu tidak sekedar menerima dan menyalurkan dana ZIS [Zakat, Infaq dan Shodaqoh] kemudian selesai begitu saja, tetapi sejauh mana peran penting lazismu dalam rangka menjadikan Mustahik/penerima menjadi Muzakki," pungkas Hariadi. (hari/rid)

0 komentar:

Posting Komentar