Minggu, 21 Agustus 2016



 
dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes dalam Acara Pengajian Bulanan PCM Dau di Masjid al-Furqan Jetis
Pengajian rutin (bulanan) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau kali ini bertempat di Masjid al-Furqon Jetis Mulyoagung, Ahad, 21 Agustus 2016. Dihadiri oleh sekitar 150 jamaah dari berbagai Ranting Muhammadiyah di Dau terlihat memenuhi seluruh ruangan masjid yang belum lama selesai dipugar. 
Suasana pengajian terasa meriah dan semarak dengan dihadirkankannya dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes, pakar kesehatan dari Univ. Muhammadiyah Malang, sebagai pemateri, yang pandai membuat joke-joke (lelucon), membikin jamaah melek, tidak ngantuk. 

Sengaja diihadirkan dr. Tomy (panggilan akrab dr. Thontowi) karena memang Islam meliputi segala aspek kehidupan, bukan hanya persoalan ibadah mahdhah saja seperti, sholat, puasa, dsb. Tetapi kesehatan juga sangat diperhatikan dalam Islam, tutur Bpk. Taufiq Burhan, selaku Ketua PCM Dau dalam sambutannya mengawali pengajian ini. Terdapat banyak nash dan tuntunan dari Baginda Rasulullah SAW, berkaitan dengan kesehatan, seperti: “setiap minuman yg memabukkan itu diharamkan”, “kebersihan sebagian dari iman”, “bersiwak mendapatkan keridhoan dari Allah dan menimbulkan wajah yg berseri-seri”, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa ummat Islam dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan, karena dengan sehat, ibadah akan menjadi tenang dan khusu’ serta istiqomah, lanjut Bpk. Taufiq. 

Memasuki materi inti, dengan gaya "koboi"nya, dr. Tomy memaparkan tema yang diusungnya yakni “Berpikir (Ta’qilun). Beliau menyampaikan kepada jamaah perihal kehidupan manusia yang hanya sebentar. Manusia dituntut untuk selalu menggunakan akalnya untuk berpikir. Berpikir dalam segala hal. Bukan hanya berpikir mencari nafkah, melainkan berpikir tentang seluruh ciptaan Allah yang ada di bumi dan di langit, paparnya. “Hidup ini jangan hanya digunakan tidur saja, sedangkan sholat dan ibadah lainya hanya sedikit sekali, gitu koq minta surga” selorohnya sambil tertawa kecil. 



Dr. Tomy mengajak jamaah untuk memperhatikan organ tubuh manusia yang dipakai berpikir yakni otak. Menurutnya, ada satu bagian yang terdapat dalam otak besar kita yang disebut dengan lobus frontal (depan). Jika ditelisik dalam al-Qur’an, disebutkan dalam surat al-‘Alaq dengan kata “nasyiyah” yang memiliki arti ubun-ubun. Otak bagian depan inilah yang bertanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi manusia, tutur dosen fakultas kedokteran ini. 

Lebih lanjut menurutnya, otak manusia bisa mengalami penyusutan atau penyempitan, tergantung dari perilaku seseorang. Pemakai (pengguna) narkotika dan alkohol bisa menyebabkan mengecilnya otak tersebut, ini adalah hasil CT Scan. Seseorang bisa telmi (telat mikir) itu salah satu efek dari perilaku yang merusak otak. Termasuk pikiran kotor (ngeres) yang selalu mengarah ke dalam hal yang porno juga bisa merusak otak kita. Karenanya, mari anak-anak dan kita semua harus menjaga otak dari pikiran kotor dan benar-benar meneladani perilaku Rasulullah agar selamat baik di dunia maupun di akhirat, ajak dokter yang praktek di Rumah Sakit UMM ini.

Di akhir sesi, dr. Tomy mengajak jamaah untuk selalu senyum, tidak cemberut dan tidak mudah marah. Marah dengan mudah menguras energy, sedangkan senyum memunculkan energy positif dalam diri kita. Ayo berlatih senyum setiap 10 – 15 menit agar hidup kita selalu ceria dan awet muda, paparnya dengan disabmut gelegar para jamaah. (Hilmi)

0 komentar:

Posting Komentar