Minggu, 14 Agustus 2016

Riza Rahman, MSc, ketika memberikan pelatihan budidaya lele di PCM Pagelaran.

Ikan lele merupakan salah satu lauk favorit di masyarakat. Rasanya yang gurih dan kandungan protein yang tinggi, lele banyak dicari dan berprospek penjualannya. Berdasar dari itulah PCM Pagelaran bekerjasama dengan mahasiswa UMM yang sedang melaksanakan KKN kelompok 113 menggelar pelatihan budidaya lele pada hari Jum'at (12/8/2016). Kurang lebih 80 peserta hadir di balai desa Kademangan Kec Pagelaran untuk mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Hadir sebagai pembicara Riza Rahman Hakim S.PI. M.Sc seorang dosen jurusan perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini diikuti oleh warga Muhammadiyah Pagelaran dan masyarakat sekitar. Riza Rahman adalah penemu system budi daya lele dengan menggunakan media Biona.

"Sistem Biona yaitu sistem budidaya lele menggunakan kolam terpal dengan merekayasa lingkungan perairan di kolam budidaya agar kondisinya mirip dengan lingkungan perairan di habitat aslinya, sehingga ikan lele bisa hidup nyaman di kolam tersebut. Sistem ini saya temukan sekitar 1,5 tahun yang lalu," jelasnya saat memberikan pelatihan.Sistem Biona ini memiliki banyak kelebihan, yaitu bisa padat tebar tinggi.  Biona kolam bisa di isi 500-1000 ekor lele per satu meter kubik.Sistem Biona juga memiliki keunggulan air tidak perlu di ganti sampai panen.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan setelah adanya survey dari tim Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kab. Malang yang diketuai oleh Dr. Wahyudi. Setelah melihat dan memperhatikan beberapa budidaya lele yang masih dilakukan dengan model tradisional, maka MPM berinisiatif mengadakan pelatihan dengan model baru yaitu Biona yang ditemukan oleh Riza Rahman Hakim S.PI. M.Sc.


Zainal Arifin, sekretaris PCM Pagelaran menjelaskan bahwa sebenarnya budidaya lele sudah lama berkembang di Pagelaran tapi semua masih menggunakan system tradisional. “Dengan pelatihan ini semoga budidaya lele di Pagelaran bisa lebih meningkat dan kedepan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat Malang,” jelasnya. 

0 komentar:

Posting Komentar