Sabtu, 27 Agustus 2016

Grup band Alumni siswa Muhammadiyah Kepanjen siap rilis album "sang Surya" versi pop rock

MALANG - Lagu-lagu mars dan hymne Muhammadiyah dan Aisiyah bakal menyapa penggemar musik pop rock Indonesia. Ini setelah album kompilasi 'Sang Surya' segera diliris dan dipasarkan lebih luas kepada penikmat musik di Tanah Air.

Proses rekaman berikut penggarapan video klip album berisi 10 lagu ini kini sudah rampung. Di bawah label PT Syarikat Cahaya Media Jogjakarta, launching album pun tengah disiapkan. Rencananya, rilis resmi album Sang Surya akan digelar di lima kota. Yakni, di Jakarta, Jogjakarta, Medan, Makasar dan Malang.

D'Croof sendiri digawangi Bella Xandika Kirana dan Arick Firman (vocal), Koko Ardianto (gitaris), Lovanda Geovani (gitar bass), dan Muchammad Munir (drummer). Sebagian besar mereka adalah bekas atau alumni sekolah Muhammadiyah yang ada di Kepanjen.

"Kami tengah mempersiapkan teknis launching. Awal promo album rencananya pada September mendatang di Jakarta," kata Munir alias Reno, salah satu personel D'Croof, band penggarap album 'Sang Surya', Jumat (26/8).

Dalam album ini, berisi 8 judul lagu.
Lagu Sang Surya dan Aisyah diaransmen dalam dua versi, pop dan keroncong. Awal rilis, pihak manajemen mencetak 2.000 kopi DVD dengan bonus track karaoke. Sebelimnya, thiller sejumlah hits  Sang Surya sudah beberapa kali diunggah di sosmed dan cukup menarik netizen. (lihat https://youtu.be/ZeOFXHuF0t8)

Banyak kisah dan pengalaman menarik mengiringi penggarapan lagu maupun klip album Sang Surya. Dengan jumlah kru terbatas dan memanfaatkan studio sendiri, tentu saja proses produksi menjadi kerap kendala dan cukup banyak tantangannya.

Saat awal membuat aransmen musik, hal-hal unik dan tidak biasa didapati. Karena lagu asli adalah mars, didapati ritmik nada kurang beraturan. Bahkan, didapati bait-bait lagu yang tidak sama, karena ada yang kepanjangan.

"Kurang lebih dua pekan awal penggarapan musiknya. Ternyata, lebih sulit dibanding membuat lagu sendiri. Skala nada juga loncat-loncat," kata Koko, sang gitaris.

Setting spot untuk pembuatan video klip Sang Surya sengaja mengambil tema alam. Seperti di pantai Balekambang, kawasan hutan pinus di Pesarean Gunung Kawi), juga lokasi berlatar belakang gedung Titanium Building SMK Mutu Gondanglegi.

M5 Production, unit produksi jasa broadcasting pertelevisian milik SMK Muhammadiyah 5, adalah yang menaungi album kompilasi Sang Surya ini. Arif Joko Suryadi, manajer M5 Production mengungkapkan, ide dan pengarapan album bermula dari pemikiran bakat anak muda dan siswa yang layak diapresiasi. Dalam penggarapan album ini, pihaknya mengkolaborasikan talenta vokal dan kemampuan bermusik siswa yang bagus.

Dengan bermodal seadanya, Arif dan D'Croof pun terbilang nekad menggarap album ini. Selain personel band sendiri, setidaknya ada 3 kru kameramen dan editor yang terlibat dalam penggarapan klip. Padahal, produksi album setidaknya butuh kru 10 orang. Biaya penggarapan album totalnya sekitar Rp 20 juta. Padahal, setidaknya di PH-PH, satu album bisa sampai Rp 75-80 juta.

"Kami memiliki dan memanfaatkan loyalitas. Ada misi syiar juga yang harus tersampaikan melalui lagu-lagu album Sang Surya," kata pria yang juga kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang ini. (amin)

0 komentar:

Posting Komentar