Rabu, 31 Agustus 2016

Suasana rapat MPK dan LPCR dalam mempersiapkan turba ke PCM

Bertempat di aula Gedung Dakwah PDM Kabupaten Malang, Rabu, 31 Agustus 2016, Majelis Pendidikan Kader dan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PDM Kabupaten Malang menggelar rapat koordinasi bersama. Agenda ini dilaksanakan guna menyamakan persepsi dan sinkronisasi pelaksanaan program.

Menjelang turba kedua majelis dengan agenda sosialisasi program pada Ahad, 4 September 2016 di lima PCM di kawasan Kabupaten Malang Utara, kedua majelis merasa perlu bersinergi guna kesiapan agenda tersebut.

Agenda rapat yang dipimpin oleh Ardi, ST, Sekretaris MPK dimulai tepat pukul 18.00 WIB ini dan dibuka oleh Ketua MPK PDM Kabupaten Malang, Ahad Abdul Jalil, S.Ag, M.Pd.  Dari unsur MPK hadir unsur pimpinan dan anggota, Santoko, S.PdI, Fakhrudin Alamsyah, S.Kom, Jumain, S.PdI, dan Izzudin Fuad Fathoni, ST. Sementara LPCR diwakili Drs. Khoirul Harahap dan Ust. Suwarno, ST.

Terkait pelaksaan program pendataan anggota dan simpatisan Muhammadiyah di Kabupaten Malang oleh MPK PDM Kabupaten Malang, secara teknis akan disampaikan pada saat turba majelis di lima PCM kawasan Kabupaten Malang Utara, yakni PCM Lawang, Singosari, Karangploso, Dau dan Pakis. Fastabiqul Khairat. (Santoko)

Senin, 29 Agustus 2016

Para alumni Gontor asal Malang pada bedah buku di Black Beans Coffee Malang

MALANG - Buku Trimurti yang baru dilaunching bulan Agustus ini dibedah di Black Beans Coffee and Resto Malang, Sabtu (27/8) sore. Trimurti yang dimaksud adalah judul buku tetralogi yang berkisah sosok dan perjuangan Trimurti, tiga tokoh pendiri Pondok Moderen Darussalam Gontor, Ponorogo Jawa Timur, selama mendirikan dan mensyiarkan ilmu-ilmunya di pondok.

Buku ini ditulis Muhammad Husein Sanusi, dkk, yang merupakan mantan santri Pondok Moderen Gontor. Tiga kiai sepuh pendiri pondok Gontor yang disebut sebagai Trimurti ini adalah Kh Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi.

Munif Farid Attamimi, ketua alumni Pondok Gontor angkatan 2000 mengungkapkan, buku Trimurti berisi sintesa, genealogi tiga tokoh pendiri Pondok Gontor. Tak hanya soal biografi, nilai zuhud dan pemikiran filsafat pendidikan Islam yang kental sang pendiri dikupas dalam gaya bahasa bertutur dan kronologis penulis.

"Bondo, Bahu, Pikir. Sukses bagi kiai, adalah ketika santri lulusan tetap bermanfaat dan mau berdakwah kembali ke pelosok kampung," katanya menirukan pesan Sang Maha Guru.

Farid mengungkapkan, proses penulisan buku Trimurti memakan waktu tidak kurang dari 20 bulan. Agar isi buku sesuai yang terjadi apa adanya, penggalian ide dan topik pun diperoleh dari hasil wawancara, khalaqi, studi literatur, dan riset. Buku Trimurti ini rencananya berupa tetralogi atau diterbitkan hingga empat buku.

"Kami berburu literatur tentang sosok pendiri Trimurti serta perjuangan syiar hingga ke daerah Panjang Panjang, Sumatera. Agar tidak salah, naskah hasil tulisan penulis juga tetap dikoreksikan kepada seluruh anak keturununan pendiri. Pasalnya, semua penulis tidak hidup atau belum lahir pada jaman mereka," bebernya.

Ide awal menulis buku Trimurti ini muncul setelah 15 tahun alumni meninggalkan pondok. Berawal saat malam yudisium, santri lulusan mendapatkan pesan dari kiai pengasuh pondok agar prestasi dan tetap mengunjungi pondok walau pendiri telah tiada.

Selain Husein, ada 17 orang mantan santri yang terlibat dalam proses pengumpulan bahan dan penulisan. Agar bisa utuh dan enak dibaca, penulis melakukan tujuh kali karantina, dengan rata-rata waktu sekali karantina sepekan.Husein Sanusi, Wiyanto Suud, Khoirul Imam merupakan tiga penulis utama yang juga banyak berperan dalam editing buku ini.

Diterbitkannya buku pertama dari tetralogi Trimurti ini menambah panjang daftar karya buku yang ditulis santri Pondok Moderen Gontor. Selama ini, tradisi jurnalisme atau literasi di kalangan santri Gontor terbukti sangat tinggi semangatnya. Selain buku-buku tulisan almarhum Nurcholis Madjid, buku fiksi best seller alumni santri sudah banyak beredar, seperti novel Negeri 5 Menara dan Man Jadda wa Jadda.

Dalam launching dan bedah buku Trimurti, hadir pula Dr Toriqus Suud dari UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai panelis ahli. Namun, penulis kata pengantar KH Hasyim Muzadi yang dijadualkan ikut membedah buku, berhalangan hadir.

Seperti diketahui, Pondok Modern Darussalam Gontor telah banyak mencetak tokoh besar dari Muhammadiyah seperti mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr Din Syamsuddin, Dr Hidayat Nurwahid dll. Beberapa pengurus Muhammadiyah Malang dan Dosen UMM yang juga alumni Gontor adalah Dr. Syamsurizal Yazid dan Syaiful Amien, M.Pd (Dosen FAI UMM dan Pengurus PDM Kota Malang). (amin)
Poster Pelatihan yang telah menyebar di Medsos

Sukses membudidayakan lele di area rumah yang sempit dan halaman yang terbatas,  tentu bukanlah hal yang mustahil. Tidak perlu membuat kolam besar dari semen dan ataupun dari terpal. Sistem Biona (Bionatural) dan Bionic (Bionatural and Aquaponic Cimbination) telah memberikan solusi bagi budidaya lele di area yang sempit tapi tetap menghasilkan lele yang berkualitas dan bersaing. Metode baru ini merupakan penemu dan inisiasi bapak Reza Rachman Hakim, M.Sc., dosen Fakultas Pertanian – Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang.

Untuk lebih memahami proses pembuatan dan aplikasinya, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kab Malang akan menggelar pelatihan budidaya lele higienis dengan system Biona dan Bionic. Acara ini akan dilakukkan pada hari Ahad 4 September 2016 bertempat di AULA PDM Kab Malang. Kegiatan ini akan dimulai pukul 08.00 WIB dan direncakan berakhir pukul 13.00 WIB.

Akan ada 2 pembicara utama yaitu bapak Reza Rachman Hakim, M.Sc, Dosen FPP UMM dan Bapak Samar, ketua Majelis Ekonomi PCM Pagelaran. Bapak Riza akan menjelaskan mengenai konsep Biona  dan Bionic serta metode aplikasinya, sedangkan Bapak Samar akan memberikan sharing pengalaman budidaya lele dan kiat sukses beternak lele.

“Panitia dari MPM telah menyebarkan informasi pelatihan ini baik melalui surat maupun poster medsos baik dari WA ataupun yang lain. Semoga semua perwakilan dari Cabang atau ranting dan AUM bisa mengikuti  pelatihan ini. Minimal akan memberikan bekal bagi warga Muhammadiyah akan mudahnya beternak lele dan prospek pemberdayaan ekonominya”, jelas M. Jufri, Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kab Malang kepada Malangmu.  Dosen FT UMM ini menambahkan maksud dan tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan bekal ilmu budidaya lele dengan system Biona dan Bionic serta prospek bisnisnya kepada warga Muhammadiyah.  “Kedepan semoga system Biona dan Bionic ini akan bis memberikan solusi untuk peternak lele supaya bisnisnya lebih berkembang, mudah dan mensukseskan. Sehingga akan bis mengangkat perekenomian serta menambah pemberdayaan kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat umum”, pungkas Jufri.

Sesuai dengan poster yang telah dibuat,  warga Muhammadiyah di kabupaten Malang bisa mendaftar untuk mengikuti pelatihan ini dengan menghubungi panitia melalui bapak Nur Khozin dengan No HP. 081330432113. (Rid)





TERM OF REFERENCE (TOR)
PELATIHAN DAN WORKSHOP LELE BIONA & BIONIC
MPM PDM


I.   Misi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang adalah mewujudkan masyarakat muslim yang berkemajuan melalui edukasi dan pelatihan IPTEK kepada masyarakat.
II.                Visi MPM PDM Kabupaten Malang adalah melatih, membentuk komunitas, membuat percontohan produksi & pengembangan, menguatkan pasar dan jaringan pemasaran.
III.         Latar Belakang. Edisi pertama edukasi dan pelatihan teknologi Tahun pertama adalah budidaya lele BIONA & BIONIC, suatu teknik baru pemeliharaan lele yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Program ini sangat tepat dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mendukung program pemerintah Pusat hingga Daerah yang sekarang sedang digalakkan untuk membangun kemandirian/ketahanan pangan dan mengembangkan ekonomi kreatif. Ikan lele sempat diragukan kebersihan dan kehalalannya di Indonesia bahkan pernah diharamkan di Malaysia karena cara budidaya yang dilakukan oleh masyarakat umumnya tidak terjamin mutunya. Berkaitan dengan hal itu, maka lahirlah konsep gerakan One House One Pond (OHOP) dengan teknologi BIONA & BIONIC yang dikembangkan oleh Bapak Riza Rachman Hakim, MSc. Dosen Perikanan FPP Universitas Muhammadiyah Malang. Teknologi tersebut akan menjadi solusi masalah keraguan terhadap lele konvensional.

IV.      Tujuan KegiatanInovasi sistem OHOP BIONA-BIONIC adalah : (1) untuk mewujudkan kemandirian/ketahanan pangan bagi keluarga khususnya keluarga Muhammadiyah dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani dan nabati melalui budidaya ikan dan sayuran di tiap rumah, (2) memberi motivasi dan alur SOP yang jelas pada komunitas peternak lele Muhammadiyah, (3) mengembangkan jiwa entrepreneur bagi keluarga Muhammadiyah melalui penerapan OHOP BIONA-BIONIC, (4) meningkatkan taraf hidup peternak lele melalui pengembangan ekonomi kreatif, (5) mewujudkan komunitas peternak lele yang berkemajuan.

V.     Waktu dan Tempat. Pelatihan dan workshop lele BIONA & BIONIC dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 04 September 2016 di Aula Gedung PDM Kabupaten Malang, Jl Raya Sengkaling No. 146 Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang. Website www.malangmu.or.id, http://malang. muhammadiyah.or.id, email: pdmkab.malang@ yahoo.co.id

VI.             Peserta. Peserta utama adalah 2 orang utusan perwakilan (kader) tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan atau unsur anggota dan Pimpinnan Ranting Muhammadiyah (PRM) di Lingkungan PDM Kabupaten Malang.


VII.          Akomodasi Peserta: Setiap peserta dikenakan biaya akomodasi sebesar Rp. 50.000 untuk konsumsi, sertifikat, dan materi pelatihaan. Kontak person panitia : Nur Khozin 081330432113

Minggu, 28 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 28, 2016 | No comments

Jurnalistik Sekolah Masyarakat ala MPS

Abdul Muntholb, Duta MPS ketika sharing pengalaman tentang jurnalistik.

Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengawali program Suryaksara dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik, Ahad (28/8) siang. Pelatihan program dengan jargon mengikat ilmu dengan hati ini bertujuan untuk menyebarkan ilmu yang disesuaikan dengan keahlian para duta MPS yang menjadi pemateri.

Acara Suryaksara yang dilaksanakan di panti asuhan Muhammadiyah Gondanglegi ini merupakan kerjasama MPS PDM Kabupaten Malang dengan MPS PCM Gondanglegi yang diikuti anak santri dari panti pesantren Muhammadiyah dan Aisyiyah se Kabupaten Malang. Suryaaksara sendiri adalah program dari MPS PDM divisi Sekolah Masyarakat.

Pada acara Suryaksara kali ini, yang menjadi pemateri adalah duta MPS, Cak Abdul Muntholib, yang kini pimred Radar Malang. Dikarenakan keahliannya di bidang jurnalistik maka materi yang disampaikan terkait dengan praktik menulis berita.

Pada acara tersebut ketua MPS PCM Gondanglegi yang juga telah menjadi Duta MPS, Drs. Parngadi, M.Pd,  mengatakan, kegiatan Suryaksara perlu diapresiasi dan dilanjutkan karena membantu peserta mengaktualisasi kemampuan mereka di berbagai bidang.

Dalam kesempatan ini, Cak Tholib mengaku sangat bersyukur bisa berbagi ilmu mengenai jurnalistik dan memberikan kesempatan kepada salah satu santri yang berhasil menulis berita dengan baik sehingga karyanya akan dimuat di Radar Malang pada pekan depan. Selain itu beliau juga menawarkan untuk selalu hadir di acara MPS jika tidak berhalangan hadir.

Ketua MPS, Ai Zahra ketika memberikan sambutan acara pelatihan jurnalistik di Gondanglegi.

"Acara MPS yang selalu didukung MPI dalam pemberitaannya ini juga memberikan kesempatan kepada anak santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Nantinya, mereka diperkenankan membantu pemberitaan kegiatan di lingkungan panti dan cabang yang selanjutnya akan ditampilkan di website Muhammadiyah Kab. Malang yang dikelola MPI," terang ketua MPS PD Muhammadiyah, Ai Mulyani Az Zahra.

Ai Mulyani menekankan, seluruh panti asuhan di Kabupaten Malang harus menjadi panti pesantren yang berkemajuan. salah satunya melalui program Suryaksara hari ini, diharapkan anak-anak santri bahkan pengurus pengasuh panti pesantren Muhamnadiyah dapat menulis informasi yang bisa bermanfaat untuk orang banyak.

"Kedepan kegiatan Suryaksara akan diisi oleh para duta MPS, diantaranya seorang sastrawan, wakil rektor dan dokter gigi. Semoga dengan variasi ilmu dari para duta MPS, kita bisa mengikat ilmu dengan hati," demikian Ai Mulyani. (amin)

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ust. Ahmad Sukidi, S.Ag, M.Pd, Ketua MPK PDM Kota Surakarta saat memaparkan program MPK PDM Kota Surakarta

Sebagai tindaklanjut dan pelaksanaan program yang telah disusun, Majelis Pendidikan Kader PDM Kabupaten Malang menggelar silaturahim dan studi banding dengan tujuan MPK PDM Kabupaten Surakarta.

Agenda yang digelar Sabtu-Ahad, 27-28 Agustus 2016 dengan bertempat di Balai Muhammadiyah Surakarta. Tujuannya untuk menjalin silaturahim, berbagi informasi, program dan penjajagan kerjasama di antara kedua MPK PDM dalam kaitannya dengan sistem perkaderan yang efektif di Muhammadiyah.

Ust. Ahad Abdul Jalil, S.Ag, M.Pd, saat pengenalan dan pemaparan program MPK PDM Kabupaten Malang

Keberangkatan Delegasi MPK PDM Kabupaten ke Surakarta ini dipimpin langsung oleh Ketua MPK PDM Kabupaten Malang, Ahad Abdul Jalil, S.Ag, M.Pd, disertai seluruh unsur Pimpinan dan anggota majelis. Hasil dari agenda ke Surakarta ini kemudian akan dijadikan masukan oleh MPK PDM Kabupaten Malang demi perbaikan kualitas pelaksanan program majelis.

Suasana Silaturahim dan Audiensi MPK PDM Kabupaten Malang bersama MPK PDM Kota Surakarta
Bertukar cindera mata antara MPK Kabupaten Malang dan MPK PDM Kota Surakarta                         

Diterima dengan sangat ramah penuh kekeluargaan oleh seluruh unsur Pimpinan MPK PDM Surakarta, agenda ini dimulai dengan taa'ruf masing-masing pimpinan. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan sambutan MPK PDM Surakarta dipandu oleh Ust. Ahmad Sukidi, S.Ag, M.Pd. Dalam paparannya, Ketua MPK yang juga merupakan mantan PDPM Kota Surakarta ini menjelaskan struktur dan profil MPK PDM Surakarta serta potensi Kader Muhammadiyah di Kota Surakarta.

Sesi foto bersama MPK PDM Kabupaten Malang dan MPK PDM Kota Surakarta

Sementara itu, pengenalan MPK PDM Kabupaten Malang diwakili oleh Ust. Ahad Abdul Jalil, S.Ag, M.Pd, Ketua MPK PDM Kabupaten Malang. Satu per satu unsur pimpinan MPK PDM Kabupaten Malang dikenalkan oleh mantan  Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang ini. (Santoko)
Grup band Alumni siswa Muhammadiyah Kepanjen siap rilis album "sang Surya" versi pop rock

MALANG - Lagu-lagu mars dan hymne Muhammadiyah dan Aisiyah bakal menyapa penggemar musik pop rock Indonesia. Ini setelah album kompilasi 'Sang Surya' segera diliris dan dipasarkan lebih luas kepada penikmat musik di Tanah Air.

Proses rekaman berikut penggarapan video klip album berisi 10 lagu ini kini sudah rampung. Di bawah label PT Syarikat Cahaya Media Jogjakarta, launching album pun tengah disiapkan. Rencananya, rilis resmi album Sang Surya akan digelar di lima kota. Yakni, di Jakarta, Jogjakarta, Medan, Makasar dan Malang.

D'Croof sendiri digawangi Bella Xandika Kirana dan Arick Firman (vocal), Koko Ardianto (gitaris), Lovanda Geovani (gitar bass), dan Muchammad Munir (drummer). Sebagian besar mereka adalah bekas atau alumni sekolah Muhammadiyah yang ada di Kepanjen.

"Kami tengah mempersiapkan teknis launching. Awal promo album rencananya pada September mendatang di Jakarta," kata Munir alias Reno, salah satu personel D'Croof, band penggarap album 'Sang Surya', Jumat (26/8).

Dalam album ini, berisi 8 judul lagu.
Lagu Sang Surya dan Aisyah diaransmen dalam dua versi, pop dan keroncong. Awal rilis, pihak manajemen mencetak 2.000 kopi DVD dengan bonus track karaoke. Sebelimnya, thiller sejumlah hits  Sang Surya sudah beberapa kali diunggah di sosmed dan cukup menarik netizen. (lihat https://youtu.be/ZeOFXHuF0t8)

Banyak kisah dan pengalaman menarik mengiringi penggarapan lagu maupun klip album Sang Surya. Dengan jumlah kru terbatas dan memanfaatkan studio sendiri, tentu saja proses produksi menjadi kerap kendala dan cukup banyak tantangannya.

Saat awal membuat aransmen musik, hal-hal unik dan tidak biasa didapati. Karena lagu asli adalah mars, didapati ritmik nada kurang beraturan. Bahkan, didapati bait-bait lagu yang tidak sama, karena ada yang kepanjangan.

"Kurang lebih dua pekan awal penggarapan musiknya. Ternyata, lebih sulit dibanding membuat lagu sendiri. Skala nada juga loncat-loncat," kata Koko, sang gitaris.

Setting spot untuk pembuatan video klip Sang Surya sengaja mengambil tema alam. Seperti di pantai Balekambang, kawasan hutan pinus di Pesarean Gunung Kawi), juga lokasi berlatar belakang gedung Titanium Building SMK Mutu Gondanglegi.

M5 Production, unit produksi jasa broadcasting pertelevisian milik SMK Muhammadiyah 5, adalah yang menaungi album kompilasi Sang Surya ini. Arif Joko Suryadi, manajer M5 Production mengungkapkan, ide dan pengarapan album bermula dari pemikiran bakat anak muda dan siswa yang layak diapresiasi. Dalam penggarapan album ini, pihaknya mengkolaborasikan talenta vokal dan kemampuan bermusik siswa yang bagus.

Dengan bermodal seadanya, Arif dan D'Croof pun terbilang nekad menggarap album ini. Selain personel band sendiri, setidaknya ada 3 kru kameramen dan editor yang terlibat dalam penggarapan klip. Padahal, produksi album setidaknya butuh kru 10 orang. Biaya penggarapan album totalnya sekitar Rp 20 juta. Padahal, setidaknya di PH-PH, satu album bisa sampai Rp 75-80 juta.

"Kami memiliki dan memanfaatkan loyalitas. Ada misi syiar juga yang harus tersampaikan melalui lagu-lagu album Sang Surya," kata pria yang juga kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Kabupaten Malang ini. (amin)

Jumat, 26 Agustus 2016

Banner kegiatan pelatihan Jurnalistik bagi anak panti Muhammadiyah Aisyiyah
Seiring dengan berkembangnya media informasi baik di media cetak dan online, Majelis Pelayanan Sosial PCM Gondanglegi mengadakan pelatihan Jurnalistik bagi anak-anak panti asuhan Muhammadiyah di Gondanglegi (28/8/2016). Bekerjasama dengan MPS dan MPI (Majelis Pustaka dan Informasi) PDM Kab Malang, acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan dan berbagi pengalaman keilmuan jurnalistik bagi pemula.

“Anak panti itu harus lebih dini dikenalkan ke dunia jurnalistik, supaya mereka bisa mengembangkan bakat dan kemampuannya dibidang media massa dan medsos yang sekarang ini lagi menggandrungi para remaja. Diharapkan dengan pengenalan ini, mereka dapat memilah, menulis dan menggunakannya dengan proporsi dan memberikan manfaat bagi semua”, terang ketua MPS PDM Ai Zahro. MPS PDM Kabupaten Malang akan memberikan support kepada kegiatan-kegiatan panti Muhammadiyah untuk menambah ilmu pengetahuan bagi anak-anak panti.

Sementara itu, Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kab Malang yang membidangi bidang informasi media juga membantu memfasilitasi kegiatan pengembangan anak panti ini. Materi yang diagendakan dan pemateri yang akan menyampaikan, merupakan hasil kordinasi bersama MPS dan MPI. “Kita sangat mendukung kegiatan pengenalan jurnalistik ini. Materi dan pematerinya telah kita koordinasikan dengan MPS selaku penyelenggara. Mengenalkan jurnalistik mulai dini akan memudahkan kita untuk bisa menulis dan menyebarkan informasi dengan sederahana dan baik sesuai aturan dan kaidah jurnalistik media. Membudayakan dan membiasakan menulis mulai kecil, akan memudahakan mereka dalam mengeluarkan ide dan pikiran baik berupa berita, artikel dan bentuk buku yang bisa disimpan dan dikenang sepanjang masa.” Jelas Ridlo S, Sekretaris MPI PDM Kab Malang.

Pemateri yang akan dihadirkan pada pelatihan ini adalah Abdul Muntholib, pimpinan redaksi Radar Malang yang juga sebagai duta MPS Malang. “Pengalamannya sebagai wartawan dan fotografer serta sebagai duta MPS diharapkan bisa memberikan sharing pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi kepada anak-anak panti,” pungkas Ridlo.

Sebelum acara inti pelatihan jurnalistik, MPS PDM Kab Malang mengadakan acara serah terima kepengurusan FORPAMA (Forum Koordinasi Panti Asuhan Muhammadiyah Aisyiyah). Forpama, yang dulunya merupakan forum komunikasi antar panti,  akan menyerahkan secara resmi kepengurusan pembinaan panti-panti Muhammadiyah kepada Majelis Pelayanan Sosial PDM Kab Malang. Dengan begitu, maka MPS akan mempunyai hak penuh untuk mengelola dan mengembangkan panti-panti asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah se kabupaten Malang. (Zahro/Setyo)

Selasa, 23 Agustus 2016

Ketua PCA Wagir, Diana Mustofa menerima cindera mata dari Sri Rukmini anggota MPS PDM Kab. Malang
Dengan mengangkat tema "Mengenal Konsep Diri Dalam Keluarga", Pimpinan Cabang Aisyiyah Wagir menggelar Seminar Parenting pada Ahad, (21/8/2016). Bertempat di Pendopo Kecamatan Wagir, acara ini merupakan kerjasama antara Pimpinan Cabang Aisyiyah Wagir dan Majelis Pelayanan Sosial PDM Kabupaten Malang. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang konsep diri dalam keluarga utamanya keluarga Muhammadiyah, pimpinan, guru, staf amal usaha Aisyiyah, serta wali murid yang memercayakan putera-puterinya dalam bimbingan Aisyiyah.

Agenda seminar parenting ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua PC Aisyiyah Wagir, Diana Mustofa. "Terima kasih atas kontribusi dan kerjasama dari seluruh pihak. Acara ini sangat penting dalam kerangka pembinaan dan pendidikan anak dalam keluarga sesuai konteks zamannya. Harapannya kedepan, seminar parenting dan semisalnya dapat terselenggara di seluruh AUM Aisyiyah secara lebih merata ", kata Ketua Aisyiyah yang masih muda ini.

Pada kesempatan selanjutnya secara berurutan menyampaikan sambutan dari Ketua PC Muhammadiyah Wagir, Dr. Hery Susanto, M.Si dan Ketua Majelis Pelayanan Sosial PD Muhammadiyah Kabupaten Malang, A'i Mulyani Az Zahra, S,Hum.

Ketua Majelis Pelayanan Sosial PDM Kab. Malang, A'i Mulyani Az Zahra, S.Hum
ketika memberikan sambutan pada seminar parenting.
Pemateri pertama adalah oleh Prof. Wahyudianto, M.Si, guru besar Universitas Negeri Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa anak merupakan amanah. "Dalam pengasuhannya mereka diposisikan sebagai hiburan dan jangan menjadi beban", ungkap Dosen yang berkacamata ini.

Pemateri yang kedua disampaikan Hanif Asyhar, M.Pd. Beliau adalah seorang motivator muda yang produktif menulis buku dan menjadi pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Malang.


Agenda seminar ini didukung pula oleh Lazismu PDM Kabupaten Malang, Kanindo Syariah, dan Akbar Optical.  Sebagai kegiatan pendukung, PCA Wagir mengadakan lomba-lomba anak-anak, lomba ibu-ibu wali murid dan bazar oleh Majelis Ekonomi PC Aisyiyah Wagir. (Santoko)

Minggu, 21 Agustus 2016



 
dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes dalam Acara Pengajian Bulanan PCM Dau di Masjid al-Furqan Jetis
Pengajian rutin (bulanan) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau kali ini bertempat di Masjid al-Furqon Jetis Mulyoagung, Ahad, 21 Agustus 2016. Dihadiri oleh sekitar 150 jamaah dari berbagai Ranting Muhammadiyah di Dau terlihat memenuhi seluruh ruangan masjid yang belum lama selesai dipugar. 
Suasana pengajian terasa meriah dan semarak dengan dihadirkankannya dr. Thontowi Djauhari NS, M.Kes, pakar kesehatan dari Univ. Muhammadiyah Malang, sebagai pemateri, yang pandai membuat joke-joke (lelucon), membikin jamaah melek, tidak ngantuk. 

Sengaja diihadirkan dr. Tomy (panggilan akrab dr. Thontowi) karena memang Islam meliputi segala aspek kehidupan, bukan hanya persoalan ibadah mahdhah saja seperti, sholat, puasa, dsb. Tetapi kesehatan juga sangat diperhatikan dalam Islam, tutur Bpk. Taufiq Burhan, selaku Ketua PCM Dau dalam sambutannya mengawali pengajian ini. Terdapat banyak nash dan tuntunan dari Baginda Rasulullah SAW, berkaitan dengan kesehatan, seperti: “setiap minuman yg memabukkan itu diharamkan”, “kebersihan sebagian dari iman”, “bersiwak mendapatkan keridhoan dari Allah dan menimbulkan wajah yg berseri-seri”, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa ummat Islam dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan, karena dengan sehat, ibadah akan menjadi tenang dan khusu’ serta istiqomah, lanjut Bpk. Taufiq. 

Memasuki materi inti, dengan gaya "koboi"nya, dr. Tomy memaparkan tema yang diusungnya yakni “Berpikir (Ta’qilun). Beliau menyampaikan kepada jamaah perihal kehidupan manusia yang hanya sebentar. Manusia dituntut untuk selalu menggunakan akalnya untuk berpikir. Berpikir dalam segala hal. Bukan hanya berpikir mencari nafkah, melainkan berpikir tentang seluruh ciptaan Allah yang ada di bumi dan di langit, paparnya. “Hidup ini jangan hanya digunakan tidur saja, sedangkan sholat dan ibadah lainya hanya sedikit sekali, gitu koq minta surga” selorohnya sambil tertawa kecil. 



Dr. Tomy mengajak jamaah untuk memperhatikan organ tubuh manusia yang dipakai berpikir yakni otak. Menurutnya, ada satu bagian yang terdapat dalam otak besar kita yang disebut dengan lobus frontal (depan). Jika ditelisik dalam al-Qur’an, disebutkan dalam surat al-‘Alaq dengan kata “nasyiyah” yang memiliki arti ubun-ubun. Otak bagian depan inilah yang bertanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi manusia, tutur dosen fakultas kedokteran ini. 

Lebih lanjut menurutnya, otak manusia bisa mengalami penyusutan atau penyempitan, tergantung dari perilaku seseorang. Pemakai (pengguna) narkotika dan alkohol bisa menyebabkan mengecilnya otak tersebut, ini adalah hasil CT Scan. Seseorang bisa telmi (telat mikir) itu salah satu efek dari perilaku yang merusak otak. Termasuk pikiran kotor (ngeres) yang selalu mengarah ke dalam hal yang porno juga bisa merusak otak kita. Karenanya, mari anak-anak dan kita semua harus menjaga otak dari pikiran kotor dan benar-benar meneladani perilaku Rasulullah agar selamat baik di dunia maupun di akhirat, ajak dokter yang praktek di Rumah Sakit UMM ini.

Di akhir sesi, dr. Tomy mengajak jamaah untuk selalu senyum, tidak cemberut dan tidak mudah marah. Marah dengan mudah menguras energy, sedangkan senyum memunculkan energy positif dalam diri kita. Ayo berlatih senyum setiap 10 – 15 menit agar hidup kita selalu ceria dan awet muda, paparnya dengan disabmut gelegar para jamaah. (Hilmi)

Rabu, 17 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 17, 2016 | No comments

Muhammadiyah Reboisasi 'Bumi Pramuka' Lebakharjo

MDMC PDM Kab Malang menyerahkan secara simbolis bibit mahoni kepada
Kepala Desa Lebakharjo, Wiyadi.

Desa Lebakharjo identik dengan desa Pramuka. Organisasi internasional ini memilih Lebakharjo sebagai lokasi bakti perkemahan pramuka semenjak 1970-an lalu. Tercatat tiga even pramuka tingkat dunia pernah digelar di desa ini.

Pertama, rangkaian kegiatan Bakti Perkemahan Wirakarya (PW) kawasan Asia Pasific ke-1 (The First Asia Pasific Community Service Camp) pada 18 Juni hingga 19 Juli 1978.

Yang kedua, Lebakharjo dipercaya sebagai lokasi lomba Lingkungan Pemukiman oleh pramuka tingkat dunia atau World Scout Competetition on Habitat. Lomba itu digelar melalui Perkemahan Wirakarya dan Perkemahan Bakti Kabupaten Malang pada 17 Juni sampai 7 Juli 1989.

Dan even internasional yang ketiga adalah perkemahan wirakarya dunia yang pertama, atau dikenal dengan The First World Community Development Camp (Comdeca) pada 26 Juli hingga 8 Agustus 1993.

Acara Bakti Lingkungan Muhammadiyah di desa Lebakharjo
Dikelilingi banyak gunung dan bukit, membuat Lebakharjo memiliki potensi wisata dan pertanian yang bagus. Tetapi dengan kondisi geografis alamnya yang merupakan lembah/dataran rendah serta akses jalan yang tidak mudah dilalui, diantara perbukitan dengan tekstur tanah yang sangat mudah tergerus air, menjadikan daerah ini juga sangat rawan terdampak longsor serta banjir.

Menurut cerita salah satu warga, kondisi desa Lebakharjo sebelum reformasi hutan diperbukitan sekeliling desa masih utuh. Jalan menuju desa masih banyak monyet. Namun setelah reformasi hutan dibabat orang tak bertanggung jawab dan diganti tanaman kopi dan pisang, desa ini sekarang jadi langganan banjir dan tanah longsor.

Bertepatan dengan Hari Pramuka, 14 Agustus 2016, Lembaga Penanggulangan Muhamadiyah Kabupaten Malang bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup dan Pimpinan Daerah Aisyiyah, menggelar Bakti Lingkungan Muhammadiyah di desa Lebakharjo. Pada kegiatan tersebut diserahkan 1000 bibit pohon Mahoni kepada Kepala Desa Lebakharjo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wiyadi, Kepala Desa Lebakharjo, Yuli, perwakilan PCM Ampelgading, Slamet B. S., perwakilan MLH dan Endang Sri Rejeki, perwakilan PDA Kabupaten Malang.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMK Gondanglegi ikut berpartisipasi
program Bhakti Lingkungan Muhammadiyah

Dengan didukung Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan aparat desa setempat, reboisasi dilakukan secara simbolis 150 Mahoni di daerah rawan longsor.

Ketua Lembaga Penanggulan Bencana PDM Kabupaten Malang, Rosi N. Hendrawan menjelaskan bahwa kegiatan reboisasi tersebut merupakan salah satu upaya mitigasi bencana banjir dan longsor di Lebakharjo.

"Selain merupakan program kerja yang diamanahkan kepada Lembaga Penanggulangan Bencana, reboisasi juga merupakan dakwah hayati Muhammadiyah bagi warga Lebakharjo", demikian tutup Rosi. (cholis)


Selasa, 16 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 16, 2016 | No comments

Perjuangan Srianah Menuai Berkah, Lazismu Semakin Amanah

Srianah penjual kue keliling dan ketiga anaknya yang selalu mengikuti kemanapun
Ibunya jualan sampai belasan kilometer tiap harinya.

Sejak kisah beratnya berjuang mengais rizki dimuat di media online/detik.com [23/07/2016], Srianah semakin banyak dikenal masyarakat dan bersimpati padanya. Wanita tengah baya penjual kue keliling yang setiap harinya mesti berjalan belasan kilometer dengan diikuti oleh ketiga anaknya yang masih usia sekolah dasar kini menuai banyak berkah. Istri dari suwarno yang telah dikaruniai 4 orang anak [2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan] ini harus berperan ganda sebagai Ibu dan juga kepala keluarga. Maklum saja karena sejak suwarno, suaminya menderita sakit/stroke 4 tahun silam, srianah harus jalani ini semua demi keberlangsungan hidup serta kelancaran pendidikan anak-anaknya.

Gambar kiri : rosyidi/sekretaris lazismu kab.malang yang melakukan observasi ke rumah kediaman keluarga srianah yang sedang di rehab/bedah rumah.[28/07/2016]. Gambar kanan : Herunanto menyerahkan bantuan dana mitra pemberdayaan kepada Srianah.[30/07/2016]

Tak pelak berita tentang Srianah tersebut mengundang empati donatur yang mengamanahkan sejumlah dana ke Lazismu kabupaten Malang untuk disalurkan ke yang bersangkutan. Sebagaimana SOP yang ada, maka beberapa hari setelah pemuatan berita tentang Srianah tim lazismu Rosyidi dan Suzzi terlebih dahulu melakukan observasi dengan mendatangi keluarga Srianah di jalan Muharto. Sebuah kawasan padat penduduk dipinggiran DAS brantas kutobedah kota Malang. Setelah dirasa cukup memperoleh data-data yang dibutuhkan tentang kehidupan Srianah dan keluarganya, dua hari kemudian tepatnya pada Sabtu [30/07/2016 pukul 18:00 wib.] Herunanto Endroyono, S.H., Ketua Lazismu kab. Malang dengan didampingi Hariadi, S.AP., Ketua divisi pengembangan Lazismu menuju kediaman Srianah guna penyaluran sejumlah dana yang terhimpun.

Rosyidi/sekretaris lazismu kab.malang sedang memangku putri bungsu Srianah dan Suwarno (suami Srianah) yang menderita sakit sejak 4 tahun terakhir.[28/07/2016]
Dalam kunjungannya, Herunanto juga berpesan kepada Srianah agar dana yang diterima nantinya lebih dititik beratkan penggunaanya untuk mengembangkan usaha dagangnya. Dari data yang didapat oleh tim Lazismu dan dari komunikasi dengan Srianah, bahwa untuk keperluan serta biaya pendidikan putra/putrinya Srianah telah mendapatkan penanganan bantuan dari dinas sosial kota Malang. Sedangkan biaya perawatan maupun berobat rutin bagi suaminya juga telah mendapatkan kemudahan dari dinas kesehatan yang diusulkan oleh kelurahan setempat. "Rumah tempat tinggal srianah juga tengah proses rehap [bedah rumah] dengan bantuan dana pribadi salah seorang anggota polri dari polresta batu yang tidak berkenan disebut namanya," jelas Herunanto.

Srianah yang setiap harinya berjualan kue keliling dengan diikuti ketiga anaknya berjalan belasan kilometer dari ba'da maghrib hingga jelang dini hari.
Sebagaimana program-program mitra pemberdayaan yang telah terealisir, untuk kali ini pun Lazismu kab. Malang selain salurkan bantuan dana juga akan terus melakukan pemantauan ataupun pendampingan serta evaluasi kepada Srianah, bersama menjalin kerjasama dengan lazismu kota malang dikarenakan domisili dan Status kependudukan yang bersangkutan adalah warga kota Malang. Hal ini penting untuk dilakukan agar program-program mitra pemberdayaan bisa memenuhi hasil yang diharapkan yaitu memiliki nilai kemanfaatan yang berjangka panjang. "Profesional di tubuh lazismu menuntut untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam rangka mengemban visi zakat serta tujuan maupun cita-cita besar dibentuknya lazismu tidak sekedar menerima dan menyalurkan dana ZIS [Zakat, Infaq dan Shodaqoh] kemudian selesai begitu saja, tetapi sejauh mana peran penting lazismu dalam rangka menjadikan Mustahik/penerima menjadi Muzakki," pungkas Hariadi. (hari/rid)

Senin, 15 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 15, 2016 | No comments

UPZ akan Menjadi Roh Kesuksesan Lazismu

Peserta dengan sertifikat diklat UPZ di tangan siap bekerja melaksanakan program-program lazismu sebagai bagian dari dakwah islam dan persyarikatan muhammadiyah

Sebagai upaya implementasi penghimpunan dana umat, Lazismu kabupaten Malang adakan diklat UPZ unit pelayanan zakat yang akan bekerja di tingkat canbang/kecamatan pada Sabtu-Ahad  [13-14/08/2016] yang bertempat di ruang P  lantai 2 masjid Ar Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan yang bertujuan memberikan bekal teori, kemampuan, kemauan serta keterampilan ini juga sekaligus menjadi semangat baru bagi lazismu untuk merealisasikan program-program serta raihan penghimpuan dana sesuai yang ditargetkan.

Herunanto menyematkan baju seragam dan id card lazismu secara simbolis ke perwakilan peserta diklat disaksikan Sekertaris PDM Drs. H. M. Nurul Humaidi.


Diklat yang dimulai pukul 11.00 wib pada sabtu [13/08/2016] dan dibuka oleh Drs. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag., Sekretaris PDM Kabupaten Malang.  Dalam sambutannya Nurul mengajak para peserta agar gigih dan pantang menyerah dalam menghimpun dana ZIS bagi masyarakat dari rumah ke rumah [door-to-door].

 Kegiatan ini diikuti oleh 23 orang peserta dari 7 cabang yang telah memperoleh mandat dari masing-masing PCM. Adapun materi diklat UPZ diantaranya meliputi Fiqih Zakat, ust. Sofyan, Lc., anggota MTT PDM kab. Malang. Sedangkan Herunanto E., S.H., Ketua Lazismu Kab. Malang berkesempatan menyampaikan materi  Motivasi dan Public Speaking serta strategi Marketing

Sementara itu Nadiyatuzzahro, S.E.I., staf khusus bidang pelaporan keuangan Lazismu kab. Malang, mendapatkan bagian menyampaikan materi Administrasi Laporan [kegiatan, keuangan dan anggaran perencanaan].  Kahar Masyhur, S.Pt., wakil ketua Lazismu kab. Malang bertugas menyampaikan materi SOP, standart operasional prosedur. Sebagai  materi pamungkas pada diklat kali adalah RKTL [Rancangan Kerja Tindak Lanjut] oleh seluruh tim Lazismu kab. Malang.

Ini adalah diklat UPZ tahap I, adapun tahap II dan selanjutnya hingga menyeluruh ke semua pcm se-kab.malang akan kembali diselenggarakan saat mencapai kuota/kapasitas maksimal 25-30orang peserta, terang sam ureh sapaan akrab aremania ke Herunanto.

Peserta bersama Drs. H. Wakidi, Wakil ketua PDM Kab. Malang di pelataran teras masjid AR Fachruddin umm usai materi diklat sesi hari pertama .
"Keberadaan UPZ di seluruh PCM menjadi sebuah keniscayaan dan tuntutan untuk mengefektifkan program-program kerja Lazismu kabupaten Malang utamanya untuk menjaring donatur-donatur maupun mitra-mitra baru sebagai upaya optimalisasi penghimpunan dana dan pendistribusian yang lebih luas dan merata di daerah kabupaten Malang," ujar  Drs. H. Wakidi , Wakil ketua PDM kab. Malang pada sambutan closing ceremoni diklat [13/08/2016].


"Diklat yang diselenggarakan oleh Lazismu kabupaten Malang ini adalah langkah awal dalam memulai membuka pintu komunikasi sosialisasi, koordinasi program-program lazismu.  Kedepannya akan terus-menerus dilakukan pendampingan serta evaluasi bersama secara periodik kurun waktu triwulan atau semester terhadap hasil-hasil kerja UPZ. Hal ini untuk peningkatan kuantitas dan  kualitas layanan lazismu bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya segenap jajaran struktur Pimpinan, simpatisan muhammadiyah se-kabupaten Malang," kata Hariadi, Ketua Pengembangan Lazismu kab. Malang. (Hari/Rid)

Minggu, 14 Agustus 2016

Posted by Ridlo Posted on Agustus 14, 2016 | No comments

Lagi, PCM Lawang Dapat Hibah Tanah dan Ranting Baru

Ketua PCM Lawang, Mudzakir, M.Pd ketika menerima surat hibah tanah dari pihak kelaurga ibu Hj Siti Asnah.

Belum genap sebulan mendapatkan hibah tanah seluas 1,5 hektar dari ibu Arina Hayati, PCM Lawang kembali mendapatkan amanah dari Hj Siti Asnah warga desa Barek Sumberngepoh berupa tanah  seluas 144 meterpersegi. Rumah dan lahan kosong yang terletak di desa Barek itu akan dimanfaatkan untuk sarana pendidikan dan pusat kegiatan dakwah PCM Lawang, sesuai dengan amanah dari yang mewakafkan.

Hal ini telah membuktikan bahwa Muhammadiyah Lawang semakin dipercaya oleh masyarakat dalam hal pengelolaan tanah hibah sebagai sarana umum yang bisa bermanfaat bagi semua. Menurut Mudzakir, M.Pd, Ketua PCM Lawang, keberadaan Muhammadiyah di Lawang telah berkembang pesat seiring dengan semakin meningkatnya kegiatan rutin dan sarana dakwah Muhammadiyah.

“Semoga Muhammadiyah Lawang selalu amanah dalam mengembangkan aktivitas dakwah, termasuk dalam mengelola tanah wakaf yang barusan kita dapatkan. Kita bertekad untuk segera membuat planning pembangunan untuk mewujudkannya sebagai sarana pendidikan dan pusat dakwah Muhammadiyah Lawang,” tegasnya. 

Menurut informasi PCM Lawang, proses penyerahan rumah dan tanah secara resmi akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016 mendatang di Masjid Al Falah Sumberporong Lawang. Sementara ini, surat-suratnya semua masih dalam proses pengurusan oleh kedua belah pihak. 

Seiring dengan bertambahnya tanah wakaf yang dihibahkan ke Muhammadiyah, pertumbuhan ranting juga mengikutinya. Terbukti pada hari Jumat (12/8/2016) terbentuk ranting Muhammadiyah di desa Sumberngepoh Kec Lawang. Ini adalah ranting Muhammadiyah yang ke 6 yang dimiliki oleh PCM Lawang.

Saridjan, Seketaris Cabang Muhammadiyah Lawang ketika diwawancarai pewarta Malangmu mengatakan bahwa desa Sumberngepoh sudah lama di prospek untuk segera mendirikan ranting sendiri. “Jumlah warga Muhammadiyah dan calon pengurusnya sudah dalam bidikan LPCR. Sehingga kemarin ketika musyawarah pembentukan ranting baru semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Semoga di desa ini Muhammadiyah semakin eksis dan memberikan manfaat tidak hanya pada wargnya saja tapi juga masyarakat sekitar.” Tuturnya kepada Malangmu. (rid)


Riza Rahman, MSc, ketika memberikan pelatihan budidaya lele di PCM Pagelaran.

Ikan lele merupakan salah satu lauk favorit di masyarakat. Rasanya yang gurih dan kandungan protein yang tinggi, lele banyak dicari dan berprospek penjualannya. Berdasar dari itulah PCM Pagelaran bekerjasama dengan mahasiswa UMM yang sedang melaksanakan KKN kelompok 113 menggelar pelatihan budidaya lele pada hari Jum'at (12/8/2016). Kurang lebih 80 peserta hadir di balai desa Kademangan Kec Pagelaran untuk mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

Hadir sebagai pembicara Riza Rahman Hakim S.PI. M.Sc seorang dosen jurusan perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini diikuti oleh warga Muhammadiyah Pagelaran dan masyarakat sekitar. Riza Rahman adalah penemu system budi daya lele dengan menggunakan media Biona.

"Sistem Biona yaitu sistem budidaya lele menggunakan kolam terpal dengan merekayasa lingkungan perairan di kolam budidaya agar kondisinya mirip dengan lingkungan perairan di habitat aslinya, sehingga ikan lele bisa hidup nyaman di kolam tersebut. Sistem ini saya temukan sekitar 1,5 tahun yang lalu," jelasnya saat memberikan pelatihan.Sistem Biona ini memiliki banyak kelebihan, yaitu bisa padat tebar tinggi.  Biona kolam bisa di isi 500-1000 ekor lele per satu meter kubik.Sistem Biona juga memiliki keunggulan air tidak perlu di ganti sampai panen.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan setelah adanya survey dari tim Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Kab. Malang yang diketuai oleh Dr. Wahyudi. Setelah melihat dan memperhatikan beberapa budidaya lele yang masih dilakukan dengan model tradisional, maka MPM berinisiatif mengadakan pelatihan dengan model baru yaitu Biona yang ditemukan oleh Riza Rahman Hakim S.PI. M.Sc.


Zainal Arifin, sekretaris PCM Pagelaran menjelaskan bahwa sebenarnya budidaya lele sudah lama berkembang di Pagelaran tapi semua masih menggunakan system tradisional. “Dengan pelatihan ini semoga budidaya lele di Pagelaran bisa lebih meningkat dan kedepan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat Malang,” jelasnya. 
 Ketua MPS Kab. Malang, Ai’ Mulyani Az Zahra ketika memberikan kenang-kenangan
kepada 
Bapak Imam Hambali, Ketua MPS PWM Jawa timur.

Koordinasi dan Konsolidasi Visi-Misi Panti Pesantren Muhammadiyah yang Berkemajuan, adalah salah satu program Divisi Panti di MPS PDM KAB. MALANG yang diketuai oleh Dr. Fauzik Lendriyono. Dibuka dengan sambutan dari Dekan FISIP, Dr. Asep Nurjaman, yang sangat mengapreasiasi kinerja ranting dan cabang sebagai pilar kehidupan Muhammadiyah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sedangkan daerah, wilayah dan pusat adalah gawang kehidupan Muhammadiyah dalam lingkup yang lebih besar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Agustus 2016 di Lab. Kessos UNMUH Malang tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman panti yang ada di kabupaten Malang. Tujuan Panti pesantren yang berkemajuan harus dipahami bersama, yaitu menjadi panti yang mengintegrasikan kemandirian dari sisi intelektual, agama dan ekonomi. Dengan memiliki visi-misi yang sama dapat menjaga identitas panti-pesantren Muhammadiyah yang memang hadir untuk memperkuat akhlak para santri asuh agar siap menjadi Kader Muhammadiyah yang unggul di masa mendatang. Hal ini senada dengan inti materi yang disampaikan oleh Bapak Imam Hambali, Ketua MPS PWM Jawa timur.

Selain itu, kegiatan yang bekerjasama dengan Lab. Ilmu Kesos Fisip UMM tersebut juga menjawab satu permasalahan besar yang dialami oleh panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah di kabupaten Malang. Terkadang mereka berjalan sendiri dalam proses perkembangan pantinya. Hal ini diperkuat dengan penjelasan dari Ketua MPS Kab. Malang, Ai’ Mulyani Az Zahra bahwa sebenarnya dibutuhkan komunikasi dari tiga elemen penting dalam membesarkan panti asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah khususnya di wilayah kabupaten Malang yaitu  komunikasi antara pengurus MPS Cabang, Pengurus Panti dan Pengasuh Panti. Ketiga elemen penting tersebut adalah pondasi kuat yang bisa menopang pertumbuhan dan perkembangan panti asuhan agar semakin berkemajuan.

Pada kegiatan tersebut, dihadirkan tiga pemateri. Pemateri pertama adalah Dr. Rinekso yang mewakili Kemensos, beliau menekankan bahwa seluruh panti Asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah yang berada di Kabupaten Malang harus segera mendaftarkan diri secara berjamaah untuk akreditasi agar segera mendapatkan BIMTEK. Hal ini diperlukan untuk memberikan wawasan tentang panti asuhan secara keseluruhan. Selain itu, panti Asuhan juga dianjurkan untuk memprediksi kebutuhan masa depan masyarakat secara umum jika akan mendirikan unit usaha untuk kemandirian panti. Dilanjutkan pemateri kedua, Bapak Imam Hambali, ketua MPS PWM Jawa Timur yang membahas tentang penguatan visi dan misi panti pesantren Muhammadiyah.

Pemateri Ketiga, yaitu Dr Fauzik Lendriyanto, dalam kesempatan itu beliau menyampaikan penjelasan tentang kondisi panti di lapangan yang sering keluar dari garis visi-misi pendiriannya sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang menghambat laju perkembangan panti tersebut dan sayangnya hal itu kurang disadari oleh pengurus-pengasuh panti tersebut. Permasalahan-permasalahan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan secara tepat jika para pengurus panti memahami analisa SWOT.  Sehingga, pada kesempatan tersebut disampaikan konsep dan praktik analisa SWOT permasalahan panti berikut solusinya.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapkan pengurus MPS Cabang, Pengurus Panti dan Pengasuh Panti memiliki visi-misi yang sama tentang panti-pesantren Muhammadiyah-Aisyiyah serta memiliki strategi dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi Panti melalui analisa SWOT yang tentunya harus dikomunikasikan bersama antara ketiga elemen tersebut. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan diikuti kegiatan supervisi yang dilakukan MPS Kab. Malang kepada Seluruh panti asuhan dengan tujuan memantapkan visi-misi dan manajemen panti pesantren Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berkemajuan. (Zahra)