Selasa, 12 Juli 2016

Posted by Ridlo Posted on Juli 12, 2016 | No comments

Curah Hujan Masih Tinggi, Malang Belum Aman Bagi Warga


MALANG.KAB - Cukup tingginya curah hujan di wilayah Malang beberapa hari terakhir menyisakan keresahan warga, khususnya di kawasan Malang Selatan. Hujan yang sempat terjadi menimbulkan beberapa kejadian musibah yang mengkhawatirkan warga di sejumlah wilayah, yakni kecamatan Tirtoyudo dan Ampelgading.

Senin (11/7/2016) sore ini, turun hujan sedang diserta angin cukup kencang di sejumlah wilayah Kepanjen dan sekitarnya sesuai prakiraan laporan update peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, hari ini pukul 12.00 WIB. Berdasarkan data BMKG potensi hujan sedang diserta kilat/petir dan angin kencang ini terjadi di sejumlah daerah di Malang Raya, seperti Batu, Kepanjen bagian Timur, termasuk Lumajang bagian Timur.

Dikonfirmasi terkait potensi hujan lebat dan kemungkinan dampak yang ditumbulkan, kepala stasiun klimatologi BMKG Karangploso,  Hartanto mengungkapkan, sebagian wilayah masih belum memasuki musim kemarau, sehingga masih perlu diwaspadai adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang (lokal). Potensi ini, katanya, terutama bisa terjadi di daerah pegunungan/dataran tinggi dan wilayah Malang atau Jatim bagian selatan.

Menurut laporan, curah hujan ekstrim (>50 mm/hari) terjadi di wilayah kecamatan Sitiarjo, yakni 141 mm. Curah hujan lainnya adalah di kawasan Supit Urang, Kota Malang, 92 mm, Munjungan Trenggalek sebesar 95 mm, dan Tempur sari Lumajang sebesar 84 mm.

Sebelumnya, pada Jumat 8 Juli 2016 lalu, dilaporkan telah terjadi musibah banjir bandang menerjang permukiman warga di enam RT desa Pujiharjo kecamatan Tirtoyudo akibat meluapnya sungai Tundo. Meski tidak ada korban jiwa, banjir ini merendam sebanyak 75 rumah dan material yang terbawa menutupi jalan desa sepanjang 400 meter dan saluran air minum 1 km.

Selain mengakibatkan rusak berat 4 rumah warga dan rusak ringan 71 rumah, banjir Pujiharjo juga menyebabkan korban terdampak. Rinciannya, korban balita 32 anak, lansia 21 orang dan usia sekolah SD 10 anak, yang harus mendapatkan perawatan. (rul)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar