Senin, 13 Juni 2016

Sarifah diapit Sugiarti [bendahara Lazismu] & Devi NS. serahkan bantuan
biaya pendidikan di MTs. Al-Azhar Kec. Pagelaran. .

Hampir saja gagal mengikuti Ujian Nasional karena tak mampu melunasi tanggungan biaya sekolah, Sarifah, siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Azhar, Malang, akhirnya bisa terbantu lantaran saluran dana program Save Our School (SOS) inisiasi Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Malang. Sarifah, warga kecamatan Pagelaran, mulanya kesulitan biaya karena kondisi perekonomian keluarga ditambah orang tuanya yang sakit-sakitan.

Menurut sekretaris Lazismu Kabupaten Malang Rosyidi, realisasi program ini tidak dilakukan begitu saja, namun telah diawali dengan observasi yang mendalam dan cermat, serta dibantu unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pagelaran. “Apa yang dialami Sarifah membuat Lazismu tergerak untuk merealisasikan aksi program SOS dalam bentuk bantuan biaya pendidikan untuk yang bersangkutan,” jelasnya.

Aksi Lazismu yang berlangsung Kamis (12/5) ini dikoordinir langsung oleh Rosyidi beserta tim Lazismu Kabupaten Sugiarti, Devi NS, dan Rohmat, juga didampingi anggota PCM Pagelaran Zainal Arifin. Aksi dilanjutkan dengan kunjungan ke kediaman orang tua Sarifah di Kanigoro untuk menyerahkan bantuan. 

Rosyidi [kiri] dan tim lazismu Kab. Malang didampingi Zainal Arifin [baju batik merah] anggota PCM Pagelaran menyerahkan bantuan kepada orang-tua Sarifah di kediamannya kanigoro kec. Pagelaran.


“Agar segera mendapatkan respon positif, maka setelah itu kami langsung menemui pihak sekolah agar segera dilakukan proses administrasi kepesertaan ujian nasional bagi Sarifah,” ujar Rosyidi.

Lebih lanjut Rosyidi mengatakan, selain inovasi dan pengembangan kuantitas penghimpunan dana, program-program distribusi dana pun akan ditingkatkan sebarannya hingga meluas dan merata ke seluruh penjuru Kabupaten Malang. “Wilayah Kabupaten Malang mencakup lebih dari 30 kecamatan dan ratusan desa. Hal ini tertunya enuntut kerja keras dan kerja cerdas agar aksi-aksi Lazismu bisa menjadi solusi perberdayaan di bidang pendidikan, sosial serta ekonomi umat. Tujuan besarnya adalah terciptanya masyarakat mandiri dan berkemajuan yang menjadi tujuan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” papar Rosyidi.

Di tempat terpisah, Ketua Lazismu Kabupaten Malang Herunanto E., S.H. mengatakan, dengan terbitnya instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 259/INS/I.0/A/2016 tentang pendirian dan pengelolaan lazismu pada struktur dan amal usaha Muhammadiyah, diharapkan kian mempermudah Lazismu dalam menyusun strategi kerja sebagai implementasi program yang telah disusun dan disahkan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muhammadiyah Kabupaten Malang.

Dengan terstrukturnya Lazismu di setiap cabang, ranting dan amal usaha Muhammadiyah, serta keberadaan relawan maupun unit pemungut zakat (UPZ) di masing-masing tingkatan organisasi tersebut, menurut Herunanto, maka akan semakin dinamis pula aksi-aksi peduli sebagai salah satu bentuk dakwah Islam dan persyarikatan melalui Lazismu. (Hari/Rid/Hans)

0 komentar:

Posting Komentar