Senin, 27 Juni 2016

Hariadi [Ketua Divisi Pengembangan Lazismu] didampingi Rosyidi [sektetaris Lazismu] saat menyampaikan materi sosialisasi pembentukan upz [unit pelayanan Zakat] di pcm lawang.

Sehari setelah dihadirkannya perwakilan PCM se-kabupaten Malang pada sabtu [25/06/2016], tim lazismu PDM Kab Malang menghadiri undangan PCM lawang salah satu kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten Pasuruan dan merupakan gerbang jalan memasuki kabupaten/kota Malang pada Ahad (26/6/2016). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi instruksi PP Muhammadiyah Nomor : 259//INS//I.0/A/2016 untuk kesinambungan gerak lazismu di daerah.

Usai kegiatan kajian rutin ahad pagi oleh PCM lawang di masjid al-Falah yang dikelola ranting muhammadiyah sumberporong, tim lazismu, Hariadi dan Rosyidi menyampaikan materi sosialisasi pembentukan UPZ dan dilanjutkan dengan dialog tanya-jawab. Pertemuan tim lazismu bersama jajaran PCM, PRM, takmir dan pimpinan lembaga/AUM di lawang yang berlangsung selama kurang-lebih 150 menit, mulai pukul 07.30-10.00 WIB, Dialok berjalan sangat dinamis dan interaktif. Peserta yang hadir pada pertemuan tersebut pun tampak semangat dan memberikan respon positif atas rencana pembentukan UPZ [Unit Pelayanan Zakat] di PCM Lawang.


Dialog dengan peserta pengajian tentang Pengelolaan UPZ

Hariadi, ketua divisi pengembangan lazismu, menyampaikan materi sosialisasi juga mengutip pernyataan Hilman Latief, ketua lazismu pusat, bahwa amanat dari Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 Tahun 2015, yaitu bagaimana Lazismu menjadi lembaga amil zakat nasional yang berkemajuan. Muktamar Muhammadiyah mengamanatkan, bahwa diperlukan "sistem informasi dan manajemen/SIM ZIS yang terintegrasi di semua tingkatan pimpinan" dan perlunya "meningkatkan kordinasi LAZISMU secara regional dan nasional serta meningkatkan kerjasama Lazismu dan AUM dalam memobilisasi, mengelola dan memanfaatkan dana ZIS yang memberdayakan"(Berita Resmi Muhammadiyah 2015, halaman 45). Atas dasar pernyataan itu, maka pembentukan UPZ [Unit Pelayanan Zakat] menjani sebuah keniscayaan dan keharusan sebagai upaya mensinergikan pengelolaan lazismu pada struktur pimpinan dan AUM di tingkat cabang dan ranting.

Saat ini, tidak lagi ada alasan yang bisa diterima untuk tidak serius mengelola Lazismu, karena ini adalah amanah. Tidak ada lagi alasan untuk tidak menjadi lembaga amil zakat yang memberikan kemaslahatan umat dan masyarakat luas, karena itu adalah kewajiban. Tidak ada lagi alasan untuk tidak bersikap profesional, karena kita semua adalah warga Muhammadiyah. Lazismu: Dari Umat Muslim; Oleh Muhammadiyah; Untuk bangsa Indonesia, jelas pungkas Hariadi. (Hari/Ridlo)

1 komentar:

  1. Pak Hariadi, untu lazimu di Cabang itu nama yang sesuai regulasi Unit Pelayanan Zakat atau Lazismu PCM. Tolong dijelaskan
    supaya tidak menyalahiketentuan. PCM Sukoharjo

    BalasHapus