Kamis, 23 Juni 2016

Posted by Ridlo Posted on Juni 23, 2016 | No comments

Ber-Muhammadiyah, Pilihan Jalan Allah yang Tak Sia-sia

Drs. H. Nurul Humaidi, M.Ag saat jadi pembicara pada
Kajian Ramadhan PCM Kepanjen
Alkisah, ada cerita tentang dua tokoh mata uang pecahan Seratus ribu dan Seribu, yang sama-sama dikeluarkan pihak bank dan dilepas ke masyarakat. Setelah berpisah dan tidak sengaja bertemu kembali dua tahun lamanya, dua mata uang ini pun saling bertanya dan berbagi cerita.

Si Seratus ribu tampak terheran dengan penampakan lusuh dan kusut temannya, Seribu. Ia kemudian bertanya perihal keadaannya yang demikian.
"Kenapa kau begitu lusuh?", tanya si Seratus ribu.

Seribu kemudian menjawab, bahwa ia selama ini kerap berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Yang menerimanya, adalah orang-orang golongan bawah, dengan keadaan ekonomi dan pekerjaan yang juga tergolong rendah.

Sebaliknya, nasib berbeda dialami Seratus ribu. Ia tidak banyak keluar dari dompet orang kaya. Sehingga penampakannya tetap awet, tidak banyak lusuh, seperti halnya yang dialami si Seribu.

Singkat cerita, pecahan Seribu juga lebih banyak dibelanjakan dan dimanfaatkan di jalan Allah, dibanding Seratus ribu.

Begitulah nukilan kisah anekdot yang disampaikan Drs. H Nurul Humaidi, M.Ag dalam acara Kajian Ramadan 1437 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepanjen, yang bertempat di kampus 2 SMK Muhammadiyah 5 di Sukun, Kepanjen, Kamis (23/6) pagi. Dalam kisah ini, Sekretaris PDM Kab Malang ini seperti berpesan dan mengajak peserta kajian berbuat baik di Jalan Allah melalui amal dan sodaqoh.

Nurul mengawali kajiannya dengan menyampaikan bahwa dasar berorganisasi diperkuat dengan dalil seperti disebutkan dalam Alquran surat As-Saaf ayat 4. Ayat ini menyatakan bawah Allah SWT menyukai orang yang berjuang di jalan-Nya dengan cara berbaris dan berjajar (berorganisasi), layaknya bangunan dan kokoh. Selain itu, katanya, ada dalil lain yang mencerminkan bahwa perjalanan panjang di akhirat kelak, dan masuk di surga, juga dengan berkelompok atau berombongan.

"Dalil tersebut adalah dasar kenapa kita perlu berorganisasi melalui persyarikatan Muhammadiyah.
Menegakkan agama Allah dengan cara sendiri-sendiri akan mudah dilemahkan. Dakwah juga harus dilakukan dengan organisasi yang kuat," kata H Nurul.

Pemateri pertama yang juga memberi kajian adalah H Abdul Latif. Dalam kajian ini, selain warga PC Muhammadiyah Kepanjen, juga diikuti sajumlah siswa, guru, dan simpatisan. (amn)

0 komentar:

Posting Komentar