Rabu, 29 Juni 2016

Andar Nubowo (kiri) dalam acara Tadarus Pemikiran Islam di ruang AULA BAU UMM, 29 Juni 2016


Dalam sesi ke-3, yang bertajuk Strategi dan Aksi pada Dasawarsa II (Refleksi JIMM), Andar Nubowo, sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa  JIMM pada dasawarsa ke-2 ini  harus banyak melakukan gerakan praksis. Kalau dasawarsa pertama banyak melakukan penguatan teori meski sudah melakukan gerakan praksis tapi sedikit, hanya bersifat personal, maka dalam dasawarsa ke-2 harus lebih banyak gerakan-kerakan praksis yang lebih strategis dalam turut serta pemberdayaan masyarakat, tegasnya.

Menyikapi kondisi riil bangsa ini, terkait dengan penguasaan dalam segala sektor kehidupan terutama ekonomi dan politik misalnya, ummat Islam jauh tertinggal, karena hampir setiap lini dikuasi oleh orang-orang atau kelompok di luar Islam atau santri. “Kaum santri” hanya memegang di pinggir atau unit micro saja. Inilah problem besar yang harus direnungkan dan dicari solusinya, terutama generasi JIMM, jelas Andar sebagai salah satu pelopor JIMM.

Muhammadiyah sebagai gerakan ekonomi, kini dikawal juga oleh Lazismu. Lazismu sudah dibentuk sebanyak 180 unit yang berada di semua daerah. Andar, yang kini menjabat sebagai Direktur Lazismu PP Muhammadiyah menyinggung sedikit tentang Lazismu, bahwa ke depan dalam waktu dekat akan menjalin dan berkolaborasi dengan berbagai korporate dan unit-unit ekonomi perbankan untuk meningkatkan investasi dan income sebagai wujud gerakan ekonomi di Muhammadiyah. Lazismu akan dikelolah secara professional, bukan hanya penggajian para ‘amil tetapi manajemen pendistribusian dan lain sebagainya, pungkasnya dalam acara Tadarus Pemikiran Islam yang diselenggarakan JIMM di UMM ini.

Di akhir presentasinya, Andar mengutip Huntington yang menyatakan bahwa “Negara yang maju adalah yang memiliki kekuatan ekonomi”, maka Muhammadiyah melalui JIMM diharapkan bisa berkembang dan memajukan di bidang ekonomi. 

Semoga tadarus ini bisa menggugah dan menghasilkan kader JIMM yang handal dalam turut sertanya di bidang pengelolaan ekonomi di Muhammadiyah, sekaigus berkiprah di bidang politik untuk bangsa yang berkemajuan. (Hilmi)

0 komentar:

Posting Komentar