Sabtu, 18 Juni 2016

Posted by Ridlo Posted on Juni 18, 2016 | No comments

Achmad Jainuri: Kekuatan Dakwah Muhammadiyah itu Bil Hal

Prof Dr Achmad Jaenuri ketika memberikan materinya di Kajian Ramadhan 1437 H

Muhammadiyah adalah  gerakan yang bersumber pada ideologi untuk menjawab persoalan yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu, ideologi Muhammadiyah harus kuat juga merupakan rumusan tentatif yang bisa berubah sesuai tuntutan perkembangan masyarakat.

Demikian ringkasan pesan yang disampaikan oleh Prof Dr. Achmad Jainuri, MA Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam “Kajian Ramadhan 1437 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang. Acara diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi pada hari Ahad 19 Juni 2016.

Ideologi Muhammadiyah terwujud dalam gerakan konkrit. Karenanya, Muhammadiyah mempunyai dakwah yang khas dibandingkan dengan organisasi lain.  Selama ini masyarakat sering keliru bahwa Muhammadiyah itu hanya gerakan amal usaha.
“Dakwah Muhammadiyah sumbernya itu nilai ajaran dan pemikiran kontemporer. Jadi bukan hanya amal usaha yang selama ini dipahami masyarakat luas. Amal usaha itu wujud konkrit dari pemikiran. Lha kalau dakwah tidak menyentuh tindakan nyata untuk apa? masak dakwah hanya memakai kajian pemikiran, “tegas Jainuri.

Untuk itu, Muhammadiyah mencoba menggabungkan dakwah pemikiran dan dakwah bil hal (tindakan). Adapun sifat gerakan Muhammadiyah pada amar ma`ruf nahi munkar. Gerakan Muhammadiyah juga bersifat kultural dan struktural.  “Selama ini Muhammaadiyah lebih dekat dengan gerakan kultural dan bukan struktural yang banyak berkaitan dengan politik. Namun demikian, gerakan Muhammadiyah juga tidak boleh apatis pada politik”. Bukti bahwa gerakan kultural Muhammadiyah berhasil dengan banyaknya amal usaha. Selama saya menjadi rektor UMSIDA, justru banyak mahasiswa yang berasal bukan dari Muhammadiyah”, tegas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) itu.


Muhammadiyah berkhidmad pada dakwah kultural dengan penekanan pada bil hal karena dasar wawasan Muhammadiyah itu humanisnis. Guru besar UIN Sunan Ampel itu menegaskan, “dakwah bil hal itu jelas karena berpegang pada wawasan Islam humanistis. Wawasan ini menekankan pada akidah Islam, toleransi, pluralitas. Kalau selama ini banyak yang gembar-gembor masalah toleransi, Muhammadiyah ada di bagian terdepan dalam membangun semangat itu. (nrd)

0 komentar:

Posting Komentar