Senin, 30 Mei 2016







Sebuah momen sejarah pada Ahad (29/5) di kecamatan Dau kab. Malang, tatkala seluruh organisasi masyarakat Islam terbesar di Dau yaitu Muhammadiyah, Hidayatullah, dan NU bersatu padu dalam satu ikatan dan kesepemahaman menolak, melawan paham radikalisme, komunisme dan pemberantasan Narkoba dan Miras. Momen akbar ini diprakarsasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kec. Dau dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438H.

Acara yang dikemas dengan “Pawai Ta’aruf” itu diikuti oleh ratusan unit kendaraan roda empat dan roda dua dari berbagai unsur ormas yang ikut. Muhammadiyah menurunkan lebih dari 35 unit kendaraan roda empat dan belasan kendaraan roda dua. Begitu juga Hidayatullah dan NU yang tak kalah jumlahnya. Semua kendaraan bersatu padu, berjajar beriringan hampir mencapai 1 km panjangnya.  



Sejak pukul 07.00 Wib seluruh ruas jalan perumahan Oma Kampus yang berlokasi di Jetak Ngasri kec. Dau  dipenuhi oleh peserta pawai. Mengawali pawai diadakan acara pembukaan yang dihadiri oleh Sebelum pawai dimulai, jajaran Muspika kec. Dau, para pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau, pimpinan Hidayatullah dan pimpinan Nahdlatul Ulama Dau. Masing-masing perwakilan melakukan orasi singkat 5-10 menit terkait dengan tema besar yang diangkat.

Dalam orasinya, Camat Dau mengingatkan kepada seluruh warga agar mengantisipasi munculnya gerakan-gerakan yang mengarah kepada radikalisme dan komunisme. Sebab jika sudah terjebak kepada gerakan radikal, maka arah dan tujuanya adalah anarkis dan teroris. Islam itu cinta damai, anti kekerasan, tidak ada ajaran yang mengajaran seorang muslim menjadi teroris. Terkait dengan Komunisme, menurutnya, akhir-akhir ini banyak bermunculan isu melalui media sosial dan media lainnya tentang bangkitnya komunisme di Indonesia. Jelas komunisme itu bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia ini. Pancasila dan NKRI harus tetap terjaga. Pancasila memberikan ruang gerak kepada seluruh bangsa Indonesia agar mendasari hidupnya dengan agama. Melalui agama terutama Islam, kehidupan akan tertata dengan damai dan sejahtera, jelasnya. Akan tetapi Miras dan Narkoba harus dijauhi dan diberantas secara bersama sama, karena dua hal itu penyebab rusaknya sendi-sendi kehidupan bangsa. Anak muda harus selalu dibimbing dan diarahkan kepada kegiatan positif agar terhindar dari Miras dan Narkoba.



Hal senada juga disampaikan oleh Taufiq Burhan, M.Pd , Ketua umum PCM Dau,  menyambut positif atas kegiatan ini. Forum komunikasi atau silaturrahmi ummat Islam harus terus digalakkan demi kesatuan dan persatuan dalam gerakan melawan paham radikalisme, komunisme dan Narkoba. Dalam orasinya, beliau memaparkan bahwa Dau harus bersih dari pemahaman radikal yang mengarah kepada extrimisme dan terorisme. Begitu juga komunisme jangan sampai generasi muda kita terjerumus ke dalamnya. Komunis itu tidak sesuai dengan azaz negara kita yaitu Pancasila. Pancasila mampu mempersatukan segala perbedaan yang ada dalam bangsa kita. Generasi muda harus benar-benar hidup dalam kesadaran yang penuh dengan tanggung jawab. Miras dan Narkoba membuat manusia kehilangan kesadaran dan tanggungjawabnya. Karenanya Miras dan Narkoba harus diberantas secara bersama. (Hilmi)

0 komentar:

Posting Komentar