Kamis, 04 Oktober 2018

Posted by hilmi Posted on Oktober 04, 2018 | No comments

Kemitraan dengan BUMN, MEK PDM Fasilitasi Modal Kerja

Foto bersama penandatangan MoU BTN dengan MEK PDM di Hotel UMM Inn,  Kamis (04/10/18) 

Malangmu.or.id -- Pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagian dari program kerja Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEK-PDM) Kabupaten Malang mulai direalisasikan. Menggandeng pihak BUMN, dilakukan kerja sama kemitraan untuk memfasilitasi UKM binaan MEK-PDM kab. Malang.

Kerja sama kemitraan salah satunya dengan pihak BTN ini ditandai dengan penandatanganan MoU Kerja sama yang dilakukan hari ini, 4 Oktober 2018, di UMM Inn.
"Alhamdulillah, koordinasi awal Agustus lalu, antara pihak BTN dan Pengurus MEK serta PDM yg diwakili oleh Prof. Yunianto selaku Pembina MEK. Segera ditindaklanjuti awal September revisi MoU dalam rangka menyelaraskan keseimbangan manfaat antara BTN dan pengusaha Muhammadiyah. Terang Bahtiar (Ketua MEK PDM).

Acara yang digelar di Hotel Inn UMM dihadiri 25 UKM dari Lawang, Karangploso, Dau, Pakisaji, Kepanjen dan Gondanglegi yang selama ini menjadi binaan MEK PDM Kabupaten Malang.

"Pengusaha UKM ini siap menerima realisasi modal kerja dari program kemitraan ini. Karena BTN merupakan BUMN yang menyalurkan modal kerja murah, maka MEK melakukan kerja sama kemitraan," demikian Bahtiar Effendi, ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Kabupaten Malang, Kamis (4/10).

"Pada akhir Oktober ini, modal kerja akan direalisasikan. Setelah itu, dalam waktu dekat kerjasama akan dilanjutkan untuk pengembangan peternakan ayam petelor dan Pendirian Toko Ritail Surya Mart", lanjut Bahtiar. (Hil/Amn)

Senin, 17 September 2018

Posted by Ridlo Posted on September 17, 2018 | No comments

Aparat Keamanan Perlu Belajar dari Teladan Kiai Ahmad Dahlan


Drs. Nadjib Hamid, M.Si dalam Pengajian Daerah Muhammadiyah Kab. Malang, Ahad (16/09/18)
Malangmu.or.id -BULULAWANG- Dikisahkan, ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan akan melaksanakan dakwah di daerah Banyuwangi Jawa Timur, beliau mendapatkan surat kaleng yang isinya berupa ancaman pembunuhan. Jika Dahlan tetap pergi di kota Gandrung, sebutan lain Banyuwangi, maka sekelompok orang-orang disana akan siap menghadang untuk membunuhnya.

“Kalau Dahlan nekat ke Banyuwangi, maka pulang akan tinggal nama dan istrinya akan dijadikan pelayan”, diantar bunyi ancaman yang dikirimkan. Ini adalah cerita Drs. Nadjib Hamid, M.Si, Wakil Ketua PWM Jawa Timur ketika berceramah di Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang yang berlokasi di lapangan Bululawang (16/9).

Najib melanjutkan ceritanya. Namun ancaman itu tidak membuat Dahlan bergeming, karena beliau yakin dan ikhlas berjuang untuk Islam hanya dengan Ridho Allah. Bahkan Dahlan berangkat bersama istrinya ke kota Banyuwangi dengan naik kereta api. Sesampainya di stasiun kota Banyuwangi, sudah disambut oleh sekelompok yang sudah siap untuk menghadang dan membunuhnya dengan dikawal beberapa aparat keamanan. Ketika Dahlan turun dari kereta beberapa aparat menghampirinya dengan bermaksud mencegah Dahlan agar mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan. Tapi, Dahlan justru mengatakan, “Saya ini akan menyebarkan kebaikan dan kebenaran, kok justru tidak boleh. Lha mereka itu jelas jelas kelompok yang mau membunuh saya kok malah dibiarkan?”, jelas Dahlan sebagaimana dikutip Najib.

Akhirnya karena tidak bisa menjawab pertanyaan Dahlan, maka mereka tidak bisa mencegah untuk tetap melanjutkan perjalanannnya menuju lokasi pengajian. Lanjut cerita Nadjib yang membuat seribuan jamaah pengajian Muhammadiyan kabupaten Malang terkesima menyimaknya.

Dalam paparannya, Nadjib menyebutkan beberapa hal menarik dan mengejutkan setelah Kiai Dahlan memberikan pengajian di Banyuwangi. Pertama, ternyata orang yang membuat surat kaleng, konon namanya Abdullah, adalah orang yang pertama kali masuk Muhammadiyah setelah mengikuti ceramah Dahlan. Justru dia menjadi pioneer pergerakan Muhammadiyah di Banyuwangi waktu itu. Hal tersebut sesuai dengan buku sejarah berdirinya Muhammadiyah Banyuwangi. Ini membuktikan bahwa dakwah Dahlan yang gigih penuh keikhlasan dan keberanian menjadi bukti pergerakan dan kemajuan Muhammadiyah sampai sekarang.

Kedua, sadarnya aparat keamanan jaman dulu akan penting memutuskan tindakan yang benar, sehingga bisa menentukan mana yang hak dan mana yang bathil. “Harusnya aparat keamanan sekarang ini mestinya mencontoh apa yang telah dilakukan Kiai Ahmad Dahlan seabad yang lalu. Bila aparat sekarang ini memberikan perlindungan kepada pihak yang menolak pengajian pengajian maka akan bahaya kedepan mereka yang menolak akan merajalela karna bila ada pengajaian yang tidak sealiran maka akan lebih melakukan aksi aksi lagi, ”tegas Nadjib yang diwakafkan Muhammadiyah untuk maju menjadi calon anggota DPD RI Dapil Jawa Timur.

Nadjib berharap semoga aparat keamanan sekarang benar-benar bisa mencontoh apa yang telah dilakukan Kiai Dahlan seabad yang lalu. Kejadian yang sama terjadi lagi di akhir akhir ini, namun sikap aparat sudah beda dengan yang lalu. “Semoga mereka segera bisa memilih dan bersikap yang benar, mementingkan yang haq dan menyingkirkan yang bathil serta tidak adanya campur tangan pihak-pihak tertentu untuk menjaga kemaslahatan umat Islam di Indonesia, “pungkas Nadjib diwarnai applause jamaah pengajian yang memadati area lapangan Bululawang (rid/nrd).

Minggu, 16 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 16, 2018 | No comments

KPU dan Banwaslu Harus Berterima Kasih kepada Muhammadiyah

Nadjib Hamid, M.Si dalam acara Pengajian Daerah Muhammadiyah Kab. Malang, Ahad (16/09/18)
Malangmu.or.id -- Blulawang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) selayaknya harus berterima kasih pada Muhammadiyah. Sebab, selama ini Muhammadiyah nyata dalam membantu KPU untuk sosialisasi Pemilu. Acara pengajian menjadi salah satu cara sosialisasi baik dan menyadarkan pentingnya Pemilu bagi warga, khususnya Muhammadiyah.

Demikian ungkapan Drs. Nadjib Hamid, M,Si saat mengisi pengajian dwi bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di lapangan Bululawang (16/9). Acara yang dihadiri ribuan warga persyarikatan itu sekaligus mengukuhkan Najib  sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, wakil ketua PWM Jatim itu menekankan bahwa  penyelenggara pemilu tidak perlu khawatir pada pengajian politik Muhammadiyah. Justru, ia harus berterima kasih karena mereka dibantu untuk sosialisasi mengenai segala sesuatu tentang penyelenggaraan pemilihan.

“Kalau KPU akan menyelenggarakan sosialisasi perlu angggaran dana besar, dan itu uang negara. Tapi kalau model pengajian seperti di Muhammadiyah ini tidak perlu biaya sama sekali. Jadi, hal ini akan sangat membantu mereka untuk mengenalkan dan menyosialisasikan penyelenggaraan pemilihan”, tegasnya diawal ceramah pengajian.

Menurutnya, data membuktikan bahwa ketika pak Nadjib menjabat sebagai anggota KPU maupun Banwaslu membuktikan bahwa hampir 99% maysrarakat masih awam kapan pelaksanaan pemilihan dilakukan, harus memilih bagaimana dan gimana prosesnya. Pengajian seperti ini akan membantu untuk memberikan informasi secara murah, jelas dan pasti objeknya sehingga masyarakat bisa paham akan pemilu.

Wakil ketua PWM ini lalu mengungkapkan bahwa ceramah pengajian yang topiknya politik itu sangat qurani. Sebab,  Quran mengajari kita untuk memilih pemimpin yang baik. Inti dari politik adalah mencari pemimpin yang baik.

“Politik itu kan mencari pemimpin yang baik. Yang tidak diperbolehkan adalah ceramah politik yang sifatnya profokatif dan menyudutkan pilihan tertentu. Doa yang sering kita panjatkan diakhir sholat  seperti wa ja’alna lil muttaqiina imama itu adalah seruan politik. Seruan kepada umat untuk memilih pemimpin yang terbaik, “tegasnya lebih lanjut.

Untuk itulah, Muhammadiyah dengan melihat kondisi bangsa ini memutuskan untuk berjihad politik demi  ikut membangun dan menata kondisi Negara yang lebih baik dan berkemajuan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dasar Negara Pancasila. (Rid/Nrd)

Sabtu, 15 September 2018

Posted by Ridlo Posted on September 15, 2018 | No comments

Saatnya Muhammadiyah Sukseskan Jihad Politik

Dr. Mursidi, MM, Ketua PDM Kabupaten Malang ketika memberikan sambutan di Pengajian Daerah Muhammadiyah di Lapangan Bululawang.

Malangmu.or.id. BULULAWANG - Bululawang - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Dr. Mursidi, MM, dalam sambutannya pada Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang (16/9) menyampaikan bahwa pengajian di Bululawang ini adalah pengajian Istimewa.  Itu tak lain karena pengajian Muhammadiyah dihadiri tokoh-tokoh politik. Pengajian dwi bulanan PDM Kabupaten Malang itu diselenggarakan di stadion sepak bola Bululawang, Kabupaten Malang.

“Pengajian kita kali ini istimewa. Sebab, pengajian ini  Muhammadiyah kabupaten Malang kali ini yang dihadiri banyak tokoh politik dari kalangan Muhammadiyah. Jadi ini bisa dikatakan pengajian politik Muhammadiyah’, terangnya dihadapan ribuan  jamaah Muhammadiyah.

Diawal sambutannya, Mursidi mengenalkan beberapa anggota dewan yang hadir di pengajian ini. Diantannya Totok Daryanto, anggota DPR RI dari wilayah Malang Raya yang juga Dewan Pakar Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Najib Hamid calon anggota DPD RI dapil Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta beberapa anggota dewan dari berbagai partai.

Dalam ulasannya, Dosen Fakultas Ekonomi UMM ini menekankan kembali akan penting pergerakan dalam berjuang di Muhammadiyah. “Kita berorganisasi harus bergerak dan tergerak untuk mendenyutkan roh Muhammadiyah. Berjuang harus siap berkurban lahir batin dan pantang menyerah. Karena dengan begitu, Muhammadiyah  bisa eksis dan hidup beguna bagi masyarakat untuk menjalan misi dakwahnya dalam Islam berkemajuan”, pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Mursidi mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Muhammadiyah untuk menyukseskan jihad Muhammadiyah dalam mewarnai politik dan pemerintahan di Indonesia. Muhammadiyah telah resmi menerbitkan SK Pencalonan Bapak Najib Hamid sebagai Calon Anggota DPD RI dapil Jatim. Muhammadiyah telah galang untuk yang kedua. Maka yang ketiga ini harus sukses menampilkan wakilnya untuk membantu kemajuan pemerintahan di Dewan Perwakilan Daerah. “Kita semua berharap semoga misi ini bisa sukses dan Muhammadiyah akan menjadi bagian penting dari membangun kemajuan bangsa, “katanya lebih lanjut.

Sebelum menutup sambutannya, Mursidi mengukuhkan Tim sukses pemenangan Najib Hamid for DPD RI, memberikan secara simbolis sembako dari Lazismu, Pelantikan PRM Dampit, dan penyerahakan Mobil Bantuan Ambulance dari bapak Totok Daryanto. (Rid/Nrd)

Kios-kios produk MEK PDM Kabupaten Malang menghiasi arena Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang di Lapangan Bululawang

Malangmu.or.id.BULULAWANG- Gelaran Pengajian dwi bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang kali ini (16/9) bertempat di Stadion Sepak Bola Bululawang. Pengajian diselenggarakan dibawah koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bululawang. Lapangan Sepak Bola Bululawang yang luas dan mudah dijangkau karena lokasinya dipinggir jalan raya Bululawang ini memudahkan peserta membanjiri. Pembicara dalam pengajian ini Drs. Nadjib Hamid, M.Si. (wakil ketua PWM Jawa Timur).

Disamping pengajian, ada pameran produk usaha Muhammadiyah dan pameran amal usaha Muhammadiyah yang ikut menghiasai arena pengajian. Aneka ragam produk usaha mulai makanan dan kerajinan serta usaha jasa Muhammadiyah banyak di munculkan di arena ini.

Pada pengajian daerah  ke 270  menghadirkan pembicara Drs. Nadjib Hamid, MSi. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kab Malang. Dia juga salah satu Calon Anggota DPD RI yang telah resmi diwakafkan oleh Muhammadiyah untuk mewakili Muhammadiyah di daerah pilihan propinsi Jawa Timur. Pengajian diikuti dengan  dideklarasikan tim sukses kemenangan Nadjib Hamid untuk DPD RI.

Kaitannya dengan pameran produk, Bahtiar Efendi, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Kabupaten Malang menjelaskan bahwa pameran produk ini akan terus mendampingi kegiatan kegiatan besar Muhammadiyah. “Tak terkecuali pengaian Daerah sekarang ini. Semoga akan memberikan semangat dan menjalin ukhwah untuk memajukan perekenomian Muhammadiyah di Kab Malang”, ungkapnya.

Selain itu, PDM Kab Malang juga memperoleh bantuan Mobil ambulance dari bapak Totok Daryanto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Malang Raya. Mobil ambulance yang sudah dibentuk dan dikaroseri ambulance siap pakai untuk kepentingan bantuan kesehatan seluruh masyarakat Malang.

Acara lain yakni pelantikan ranting baru Muhamadiyah daerah Dampit. Pelantikan dilakukan setelah dibentuk dan disepakati untuk pendiriannya oleh PDM Kabupaten Malang yang merupakan cikal bakal berdirinya PCM Dampit ke depan.  Menyambut peserta pengajjian, aneka hiburan tari dari sekolah amal usaha Muhammadiyah Bululawang disuguhkan sehingga menambah semarak acara. (Rid/Nrd)

Senin, 10 September 2018

Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A; Ketua PWM Jatim
Refleksi 1 Muharram 1440H oleh Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim, M.A

Malangmu.or.id -- Memasuki tahun baru 1440 Hijriyah ini, terasa sekali ada sodokan yang menghunjam kesadaran eksistensial keIslaman kita, yang memacu aktualisasi berbagai proyeksi bagi kemajuan peradaban Islam. Sodokan ini semakin terasa ketika kontemplasi terhadap kehakikian hijrah yang dilakoni Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib yang terjadi pada tahun 622 Masihi merasuk ke ranah dalam kedirian kita.

Ketika itu, Makkah menolak pewujudan  bangunan peradaban yang dibasisi dimensi teologis monistik yang dibimbing wahyu suci melalui kiprah total Nabi Muhammad saw dan sedikit para sahabat beliau. Bahkan tidak sekedar penolakan, tetapi bahkan berbagai persekusi.

Ada prestise yang mati-matian dipertahankan oleh subyek tindak persekusi ini. Prestise itu mengambil bentuk keangkuhan mempertahankan status quo terhadap berbagai idol imitasi sebagai "maa wajadnaa 'alayh aabaaanaa", seraya menegasikan logika yang lurus.

Dengan hijrahnya pembawa misi suci ini, tertundalah perwujudan peradaban teologis monistik yang menghadirkan kerahmatan bagi semua, dan baru dimulai kembali  secara frontal sekitar dua tahun sebelum Beliau wafat, melalui fath Makkah. Sementara itu Yatsrib telah berubah dengan bangunan peradaban baru yang teologis monistik, yang ditandai dengan: kesaudaraan antar berbagai kelompok, khususnya antara Muhajirin dan Anshar,  ketertiban tatanan kekuasaan, terutama melalui shahifah Madinah, juga perubahan nama Yatsrib menjadi al-Madinah al-Munawwarah - Kota yang tercerahkan, dan sebagainya.

Bangunan peradaban teoligis monistik humanis inilah yang jauh hari ketika masih di Makkah, Nabi saw proyeksikan tidak saja bagi kawasan Arab tapi juga bagi kawasan di luarnya: rahmatan lil 'aalamiin. Proyeksi ini,  sekarang di tahun baru 1440 Hijriyah, menohok kembali ke kesadaran eksistensial kita, menuntut ketercapaiannya di seluruh jengkal bumi ini.

Hijrahlah ke kawasan masa hadapan, ke Amerika, ke Prancis, ke Jerman, ke Inggris, ke Australia, ke Jepang, ke Tiongkok, dan berbagai kawasan lain! Tentu sebelum hijrah ke kawasan yang dijanjikan, ke kawasan AmpunanNya dan ke SorgaNya!

Sabtu, 08 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Sekolah Muhammadiyah Alami Kenaikan Pendaftar 80 Persen


Malangmu.or.id -- Warga Muhammadiyah Kabupaten Malang layak bersyukur karena pada tahun 2018, sekolah Muhammadiyah mengalami peningkatan pendaftar sekitar 80 persen.  Ini tentu wujud kepercayaan masyarakat pada lembaga amal usaha yang bergerak di bidang sekolah.

Hal demikian dikatakan Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. Mursidi, MM saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) di Gedung Muhammadiyah Kabupaten Malang (9/9/18).

“Pada tahun ajaran 2018/2019 ini hampir 80 pesen mengalami kenaikan pemerimaan siswa baru,  baik tingkat dasar maupun tingkat menengah. Ini menjadi semangat kita untuk terus berkhidmat dalam persyarikatan Muhammadiyah. Juga tidak membuat kita terlena dengan capaian ini, “Mursidi menekankan.

Diakuinya  juga, bahwa masih ada sekolah Muhamamdiyah yang tetap perlu didorong dan butuh perhatian serius, misalnya, SMPM 11, SMKM 8 dan 9. Mursidi mengajak Musyawirin untuk   membuat terobosan agar 3 sekolah itu semakin menunjukkan kemajuan yang berarti.

Ia juga melaporkan bahwa di Kabupaten Malang belum ada  Rumah Sakit (RS) yang mumpuni. Ada klinik rawat inap Muhammadiyah Sumberpucung yang saat ini masih berjibaku untukmengubah diri ke bentuk RS dengan Tipe D.  Semua itu menjadi tugas warga dan pimpinan Muhammadiyah (nrd/hil/ali).